prettytime
Filler

Filler Bibir: Lama Bertahan, Efek Samping, dan Perawatan Setelah Tindakan

By Dr. Kim7 min read

Filler volume bibir sering dikenal sebagai "prosedur yang langsung bikin bibir penuh begitu disuntik". Anggapan ini tidak sepenuhnya salah, tapi hanya setengah benar. Kalau filler cuma sekadar mengisi gel ke dalam bibir, mestinya hasilnya tidak terlihat lebih natural justru beberapa hari setelah prosedur, bukan langsung setelah disuntik.

Faktanya, asam hialuronat di dalam filler menarik air dari sekitarnya secara bertahap sampai akhirnya menyatu dengan jaringan bibir. Selain itu, bibir adalah area yang bergerak ribuan kali dalam sehari, jadi kecepatan filler menghilang di bibir pun berbeda dari area wajah lainnya. Mari kita bahas satu per satu alasannya.

Kenapa filler bibir mudah terlihat?

Bibir termasuk area wajah dengan lapisan lemak paling tipis. Berbeda dari pipi atau dahi, di bawah bibir tidak ada banyak jaringan lemak, sehingga penurunan volume sedikit saja sudah terlihat jelas seiring bertambahnya usia. Bayangkan seperti bantalan yang hanya dilapisi kain tipis, sedikit saja volumenya berkurang, bentuknya langsung berubah.

Karena itu, seiring waktu bibir cenderung kehilangan volume secara alami, dan lip line atau garis cupid's bow di tepi atas bibir pun ikut memudar. Di sinilah filler bekerja dengan cara langsung mengisi volume yang berkurang tadi. Alih-alih menunggu lemak atau kolagen tumbuh kembali, gel filler langsung ditempatkan di area tersebut untuk menciptakan volume secara instan.

Bagaimana filler asam hialuronat membentuk volume?

Bahan yang paling umum digunakan pada filler bibir adalah asam hialuronat (hyaluronic acid). Karena senyawa ini secara alami sudah ada di dalam tubuh kita, terutama di kulit dan sekitar sendi, tubuh tidak menganggapnya sebagai benda asing yang perlu ditolak keras.

Molekul asam hialuronat punya kemampuan menarik air yang sangat kuat. Seperti spons yang menyerap air, satu molekul asam hialuronat bisa mengikat air sampai ratusan kali dari beratnya sendiri. Itu sebabnya begitu filler disuntikkan ke bibir, hasilnya mungkin terlihat agak menggumpal di awal, tapi dalam beberapa hari, filler mulai menarik cairan di sekitarnya dan volume yang terbentuk pun jadi lebih halus dan natural.

Setiap merek filler juga punya tingkat crosslinking, atau seberapa rapat molekul asam hialuronat diikat satu sama lain, yang berbeda-beda. Semakin rapat ikatannya, gel jadi semakin padat sehingga cocok untuk membentuk garis tegas seperti cupid's bow. Sebaliknya, ikatan yang lebih longgar menghasilkan tekstur yang lebih lembut, pas untuk mengisi bagian dalam bibir yang butuh kesan kenyal.

Kenapa filler bibir cepat menyusut?

Bibir bergerak ribuan kali dalam sehari saat kita bicara, makan, dan tersenyum. Gerakan ini membuat aliran darah dan sirkulasi getah bening di area tersebut jadi lebih aktif, yang pada akhirnya juga mempercepat proses penguraian asam hialuronat. Enzim di dalam tubuh memang secara alami mengurai asam hialuronat sedikit demi sedikit, dan makin aktif aliran darah di area itu, makin sering enzim penguraian tadi melintas ke sana.

Itu sebabnya, walaupun jenis filler asam hialuronatnya sama, filler di bibir cenderung terserap lebih cepat dibanding di hidung atau pipi yang relatif lebih jarang bergerak. Rata-rata daya tahan filler bibir dilaporkan berkisar antara 6 sampai 12 bulan, lebih pendek dibanding area wajah lainnya. Namun tingkat crosslinking filler, jumlah yang disuntikkan, dan kecepatan metabolisme masing-masing orang bisa membuat rentang waktu ini berbeda-beda.

Apa bedanya gel lembut dan gel keras?

Setiap produk filler bibir punya tekstur dan tingkat kepadatan yang berbeda. Ada yang teksturnya lembut seperti air, cocok untuk mengisi volume bagian dalam bibir secara natural, dan ada juga yang lebih padat, cocok untuk membentuk garis cupid's bow atau kontur bibir yang lebih tegas. Perbedaan ini berasal dari tingkat crosslinking tadi, yaitu seberapa rapat molekul asam hialuronat diikat.

Dokter akan memilih produk yang berbeda tergantung bagian bibir mana yang ingin diperbaiki. Bagian dalam bibir yang tidak terlalu terasa saat ditekan biasanya diisi dengan produk yang lembut, sementara cupid's bow yang garisnya terlihat jelas dibentuk dengan produk yang lebih padat. Bibir juga termasuk area wajah yang sangat sensitif terhadap sentuhan, jadi kalau produk yang padat disuntikkan terlalu banyak, hasilnya justru bisa terasa menggumpal, sehingga keseimbangan jumlah yang tepat jadi penting.

Ketebalan dan bentuk bibir masing-masing orang juga memengaruhi produk mana yang paling sesuai. Kalau bibir aslinya tipis dan datar, produk lembut dengan volume yang cukup banyak akan terlihat lebih natural. Sementara kalau cupid's bow sudah cukup jelas tapi volumenya kurang, sedikit produk yang padat saja sudah cukup untuk mempertegas garisnya. Karena itu, konsultasi sebelum prosedur penting untuk membahas kondisi bibir saat ini dan hasil yang diinginkan, supaya produk dan jumlah yang disuntikkan bisa disesuaikan dengan tepat.

Penelitian ini mengikuti pasien selama 18 bulan setelah hanya satu kali suntikan filler asam hialuronat tipis untuk kerutan halus di atas bibir. Pada 3 minggu setelah tindakan, 97,2% pasien menunjukkan perbaikan, dan pada bulan ke-18 pun 90% masih mempertahankan hasil tersebut. Bertahan selama ini tanpa tindakan tambahan menunjukkan bahwa bibir bisa mempertahankan volume dan tekstur lebih lama dari yang dibayangkan.
Penelitian ini mengikuti pasien selama 18 bulan setelah hanya satu kali suntikan filler asam hialuronat tipis untuk kerutan halus di atas bibir. Pada 3 minggu setelah tindakan, 97,2% pasien menunjukkan perbaikan, dan pada bulan ke-18 pun 90% masih mempertahankan hasil tersebut. Bertahan selama ini tanpa tindakan tambahan menunjukkan bahwa bibir bisa mempertahankan volume dan tekstur lebih lama dari yang dibayangkan.

Faktor yang menentukan lama bertahan

Daya tahan filler bibir tidak ditentukan oleh satu faktor saja. Beberapa faktor berikut ini diketahui saling memengaruhi.

  • Tingkat crosslinking dan jenis filler: Filler dengan ikatan yang lebih rapat cenderung lebih lama terurai, sehingga daya tahannya juga lebih panjang. Ini karena enzim penguraian butuh waktu lebih lama untuk memutus ikatan gel yang padat.
  • Jumlah yang disuntikkan: Dalam kondisi yang sama, semakin banyak jumlah filler yang disuntikkan, semakin lama waktu yang dibutuhkan sampai semuanya terserap. Proses penyerapan berlangsung bertahap dari bagian luar, jadi volume yang lebih besar akan bertahan lebih lama.
  • Kebiasaan menggunakan bibir: Kebiasaan seperti banyak bicara, merokok, atau sering minum menggunakan sedotan bisa memicu aliran darah lebih aktif di area bibir, yang akhirnya mempercepat proses penguraian filler.
  • Kecepatan metabolisme masing-masing orang: Aktivitas enzim yang mengurai asam hialuronat berbeda-beda tergantung usia dan kondisi tubuh, sehingga meskipun jenis filler yang disuntikkan sama, daya tahannya bisa berbeda dari satu orang ke orang lain.

Secara umum, rata-rata daya tahan filler bibir dilaporkan berkisar antara 6 sampai 12 bulan, tapi karena faktor-faktor di atas, perbedaan antar individu bisa cukup besar.

Penelitian ini meneliti lebih dari 290.000 tindakan filler asam hialuronat yang dilakukan pada lebih dari 210.000 pasien, dan hanya menemukan 10 kasus sumbatan pembuluh darah serta 2 kasus infeksi. Jika dihitung persentasenya, angka ini sekitar 0,004%, tingkat yang sangat jarang terjadi. Dan jika memang terjadi masalah pembuluh darah, suntikan hyaluronidase bisa melarutkan filler dan mengembalikannya seperti semula, inilah pengaman khas filler asam hialuronat.
Penelitian ini meneliti lebih dari 290.000 tindakan filler asam hialuronat yang dilakukan pada lebih dari 210.000 pasien, dan hanya menemukan 10 kasus sumbatan pembuluh darah serta 2 kasus infeksi. Jika dihitung persentasenya, angka ini sekitar 0,004%, tingkat yang sangat jarang terjadi. Dan jika memang terjadi masalah pembuluh darah, suntikan hyaluronidase bisa melarutkan filler dan mengembalikannya seperti semula, inilah pengaman khas filler asam hialuronat.

Bengkak dan hal yang perlu diperhatikan setelah tindakan

Bengkak dan sedikit memar adalah hal yang wajar terjadi tepat setelah prosedur. Bengkak biasanya mulai mereda terlihat dalam 24 sampai 48 jam, dan sisa bengkaknya perlahan hilang dalam waktu 1 sampai 2 minggu. Pada masa ini, bibir mungkin terasa sedikit tidak rata atau tidak simetris antara kiri dan kanan, tapi ini umumnya karena bengkaknya mereda tidak bersamaan, dan biasanya akan membaik dengan sendirinya seiring waktu. Bentuk akhir filler biasanya baru terlihat stabil sekitar 4 minggu setelah prosedur.

Meski jarang terjadi, ada risiko filler masuk ke dalam pembuluh darah secara tidak sengaja, yang bisa menyebabkan komplikasi vaskular berupa tersumbatnya aliran darah ke area tersebut. Untuk menekan risiko ini, dokter biasanya memastikan posisi pembuluh darah terlebih dahulu sebelum menyuntik, dan menyuntikkan filler perlahan dalam jumlah kecil. Salah satu keunggulan filler asam hialuronat adalah, kalau terjadi masalah, filler bisa dilarutkan kembali dengan suntikan enzim hyaluronidase. Ini adalah fitur keamanan yang hanya dimiliki filler berbahan asam hialuronat, tidak ada pada jenis filler lain.

Setelah prosedur, sebaiknya hindari tekanan kuat atau kompres panas pada bibir selama beberapa hari. Kalau jaringan mendapat tekanan sebelum filler benar-benar menyatu, filler bisa bergeser atau bentuknya jadi berubah. Menjaga area yang disuntik tetap bersih dan melindunginya dari paparan sinar matahari juga membantu proses pemulihan berjalan lebih baik.

Sebisa mungkin hindari juga kebiasaan menekan atau meraba-raba bibir untuk mengecek bentuknya. Kalau gel yang belum benar-benar menyatu terus-menerus disentuh, keseimbangan bentuk kiri dan kanan justru bisa terganggu. Selama beberapa hari bengkak mereda, sebaiknya tidak buru-buru menilai hasilnya dan biarkan tubuh menyelesaikan prosesnya sendiri, karena ini yang akan membawa ke hasil akhir yang paling natural.

References

Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Filler

Filler Tear Trough: Lama Bertahan, Efek Samping, dan Risiko Pembuluh Darah

Tear trough yang cekung di bawah mata bisa membaik karena filler mengisi volume yang hilang secara fisik. Namun area ini punya kulit tipis dan pembuluh darah yang rapat, sehingga teknik kanula dan risiko efek Tyndall perlu diperhatikan tersendiri. Berikut penjelasan lengkap mulai dari cara kerjanya, daya tahan hasil, hingga proses pemulihannya.

By Dr. Kim

Filler

Filler REJUVIEL: Lini Produk, Lama Bertahan, dan Perawatan Setelah Prosedur

REJUVIEL adalah filler asam hialuronat buatan Pharma Research yang menggunakan bahan baku medis asal Prancis, diikat silang agar tidak cepat terurai di dalam tubuh. Lini V, W, dan C memiliki ukuran partikel dan kekentalan yang berbeda sehingga dipakai untuk area yang berbeda pula. Berikut penjelasan bagaimana struktur ikatan silang membentuk volume dan diserap perlahan, serta perbedaan tiap lininya.

By Dr. Kim

Back to articles