prettytime
Skincare

Kenapa Laser Hair Removal Perlu Beberapa Sesi: Siklus Rambut dan Panjang Gelombang Alexandrite yang Menentukan Jumlahnya

By Dr. Kim8 min read

Salah satu kesalahpahaman yang paling sering muncul saat pertama kali mempertimbangkan laser hair removal adalah anggapan bahwa cukup satu atau dua kali sesi sudah selesai. Padahal biasanya dibutuhkan sekitar 5 sampai 8 sesi, dengan jeda beberapa minggu di antara tiap sesi. Wajar jika muncul pertanyaan, kenapa harus dibagi sebanyak itu, dan kenapa meski sudah menjalani semua sesi hasilnya tetap tidak disebut sebagai penghilangan permanen sepenuhnya.

Jawabannya ada pada siklus pertumbuhan rambut. Laser hanya bisa menghancurkan rambut yang sedang tumbuh aktif, sementara rambut di tubuh kita tumbuh dan beristirahat pada waktu yang berbeda-beda di tiap area. Karena itu, tidak mungkin semua rambut bisa ditangani dalam satu kali sesi, dan prosedurnya harus diulang beberapa kali mengikuti waktu yang tepat. Berapa kali sesi dan jarak waktu yang dibutuhkan untuk tiap area, serta perbedaan antara dua panjang gelombang Alexandrite dan Nd:YAG, akan dibahas satu per satu di bawah ini.

Suasana prosedur laser hair removal

Kenapa Laser Hair Removal Tidak Bisa Selesai dalam Satu Sesi?

Rambut tidak tumbuh terus-menerus di satu titik, melainkan bergantian antara fase tumbuh dan fase istirahat. Secara garis besar ada tiga tahap, yaitu fase anagen saat rambut tumbuh aktif, fase katagen saat pertumbuhan berhenti dan akar rambut terdorong ke atas, dan fase telogen saat rambut sepenuhnya beristirahat dan bersiap untuk rontok.

Prinsip kerja laser hair removal adalah memancarkan cahaya yang diserap oleh pigmen melanin di dalam rambut, lalu menggunakan panasnya untuk menghancurkan folikel rambut. Masalahnya, pigmen ini hanya terkonsentrasi pada rambut yang sedang di fase anagen. Rambut yang sedang di fase telogen memiliki pigmen yang tipis sehingga laser tidak punya target yang jelas. Akibatnya, meski ditembak pada titik yang sama, rambut ini tidak bereaksi dan tetap tertinggal. Pada akhirnya, laser hanya bisa menghancurkan rambut yang sedang berada di fase anagen pada saat itu.

Inilah alasan kenapa dibutuhkan beberapa sesi. Tidak ada satu area pun di mana semua rambut berada di fase anagen secara bersamaan. Bahkan dalam satu area, ada rambut yang sedang tumbuh dan ada yang sedang istirahat, sehingga hanya sebagian yang bisa ditangani dalam satu sesi. Beberapa minggu kemudian, rambut yang tadinya istirahat akan berpindah ke fase anagen, dan pada saat itulah laser ditembakkan lagi untuk menghancurkannya. Dengan mengulang proses ini pada waktu yang berbeda-beda, seluruh rambut di area tersebut bisa tertangani. Inilah juga alasan kenapa antar sesi diberi jeda beberapa minggu, yaitu untuk menunggu peralihan ke fase anagen berikutnya. Karena itu, menjalani sesi secara berturut-turut tanpa jeda tidak akan mempercepat hasilnya.

Berapa Kali Sesi dan Berapa Jarak Waktu untuk Tiap Area?

Prinsip dasarnya kurang lebih sama. Pada awalnya biasanya dibutuhkan minimal 4 sampai 6 sesi dengan jarak 4 sampai 6 minggu, dan bisa ditambah beberapa sesi lagi tergantung kondisi area yang ditangani. Namun karena siklus tiap area berbeda-beda, jumlah sesi dan jarak waktu detailnya juga sedikit berbeda.

Area dengan siklus rambut yang cepat diberi jarak sesi yang lebih pendek, sedangkan area dengan siklus yang lambat diberi jarak yang lebih panjang. Area seperti wajah yang siklusnya pendek biasanya ditangani sekitar tiap 4 minggu, sedangkan area seperti kaki yang siklusnya panjang diberi jarak 8 sampai 10 minggu. Ini penting supaya waktu sesi bisa disesuaikan dengan saat rambut memasuki fase anagen, agar prosedur tidak sia-sia. Berikut adalah panduan umum yang biasa digunakan, dan detailnya bisa disesuaikan oleh dokter tergantung ketebalan, warna rambut, serta jenis kulit.

AreaJumlah Sesi UmumJarak Sesi
Wajah (kumis, dagu)6-10 sesisekitar 4 minggu
Ketiak5-8 sesi4-6 minggu
Lengan6-8 sesi6-8 minggu
Kaki6-8 sesi8-10 minggu
Bikini line6-8 sesi4-6 minggu

Seperti terlihat dari angka-angka di atas, area wajah cenderung memiliki jarak sesi yang lebih pendek namun jumlah sesi yang lebih banyak. Ini karena area ini sangat dipengaruhi oleh hormon sehingga penanganannya lebih rumit. Perlu diketahui juga bahwa menyelesaikan jumlah sesi yang ditentukan bukan berarti selesai total, karena sesi tambahan masih bisa dilakukan tergantung kondisi rambut yang tersisa.

Perangkat laser hair removal

Apa Bedanya Alexandrite dan Nd:YAG?

Karakter laser hair removal ditentukan oleh panjang gelombangnya. Yang paling sering digunakan adalah Alexandrite 755nm dan Nd:YAG 1064nm. Perbedaan kedua panjang gelombang ini terletak pada seberapa baik cahaya diserap oleh melanin, dan seberapa dalam cahaya menembus ke dalam kulit.

Alexandrite 755nm memiliki penyerapan melanin yang kuat. Karena itu, panjang gelombang ini efektif menangani bahkan rambut tipis dan terang pada kulit cerah. Namun penyerapan yang kuat juga berarti pigmen di dalam kulit ikut bereaksi, sehingga jika digunakan dengan intensitas tinggi pada kulit gelap, risiko luka bakar dan hiperpigmentasi meningkat. Sebaliknya, Nd:YAG 1064nm memiliki penyerapan melanin yang lebih rendah namun menembus lebih dalam. Keunggulannya adalah pigmen di lapisan epidermis kurang terpengaruh sehingga relatif lebih aman digunakan pada kulit gelap. Namun kekurangannya, efeknya kurang maksimal pada rambut yang tipis dan terang.

Karena itu, panjang gelombang dipilih sesuai warna kulit dan jenis rambut. Kulit cerah dengan rambut gelap lebih cocok menggunakan Alexandrite, sedangkan kulit gelap lebih aman menggunakan Nd:YAG. Saat ini juga banyak perangkat kombinasi yang menggunakan kedua panjang gelombang sekaligus, dengan tujuan memaksimalkan keunggulan masing-masing dan menjaga efisiensi serta keamanan. Dari segi efektivitas saja, Alexandrite sedikit lebih unggul. Sebuah meta-analisis melaporkan bahwa 6 bulan setelah 3 kali sesi, tingkat pengurangan rambut mencapai 54,7% untuk Alexandrite dan 42,3% untuk Nd:YAG. Namun perbedaan ini berlaku jika warna kulit sesuai, dan untuk kulit gelap keamanan tetap menjadi prioritas utama.

Tingkat pengurangan rambut 6 bulan setelah 3 kali sesi, Alexandrite 54,7% lebih unggul dibanding Nd:YAG 42,3%
Tingkat pengurangan rambut 6 bulan setelah 3 kali sesi, Alexandrite 54,7% lebih unggul dibanding Nd:YAG 42,3%

Kenapa Tidak Disebut Penghilangan Rambut Permanen Sepenuhnya?

Laser hair removal sering disebut sebagai penghilangan rambut permanen, namun secara medis istilah yang lebih tepat adalah pengurangan permanen, bukan penghilangan permanen. Kedua istilah ini terdengar mirip, tetapi maknanya berbeda. Pengurangan permanen berarti jumlah rambut yang tumbuh kembali setelah prosedur berkurang secara signifikan dalam jangka panjang, bukan berarti tidak ada rambut yang tumbuh sama sekali.

Alasannya kembali ke siklus rambut. Selalu ada sebagian folikel yang bertahan karena tidak bereaksi saat berada di fase telogen ketika prosedur dilakukan, dan folikel yang tidak hancur sepenuhnya bisa kembali menumbuhkan rambut tipis seiring waktu. Karena itu, meski sudah menjalani semua sesi, seringkali masih tersisa sedikit rambut tipis dan terang.

Ditambah lagi, perubahan hormon juga bisa membuat folikel yang tersisa aktif kembali. Pada kondisi seperti kehamilan, menopause, atau sindrom ovarium polikistik yang menyebabkan perubahan hormon yang besar, folikel yang tadinya tidak aktif bisa terbangun kembali dan menumbuhkan rambut baru. Karena itu, banyak yang menjalani sesi perawatan lanjutan setiap 6 sampai 12 bulan setelah menyelesaikan sesi awal. Ini bukan berarti rambut tidak bisa dihilangkan sama sekali, melainkan sebagian besar rambut berkurang dalam jangka panjang, dan sisa yang sedikit dikelola dengan perawatan lanjutan. Seberapa besar perbedaan tingkat pengurangan ini di tiap area bisa dilihat lebih jelas dari data berikut.

Tingkat perbaikan tiap area setelah 5 kali sesi laser kombinasi 755nm dan 1064nm, ketiak 83%, kaki 82%, punggung 82%
Tingkat perbaikan tiap area setelah 5 kali sesi laser kombinasi 755nm dan 1064nm, ketiak 83%, kaki 82%, punggung 82%

Seberapa Besar Perbedaan Tingkat Pengurangan Antar Area?

Meski menggunakan perangkat dan jumlah sesi yang sama, hasilnya bisa berbeda tergantung area. Kuncinya ada pada seberapa panjang siklus rambut di area tersebut. Area dengan siklus panjang memiliki proporsi rambut yang berada di fase anagen pada satu waktu yang relatif lebih tinggi, sehingga lebih banyak rambut tertangani tiap sesi dan tingkat pengurangan jangka panjangnya juga lebih tinggi.

Menurut tinjauan sistematis, tingkat pengurangan rambut jangka panjang dilaporkan bervariasi luas, yaitu 35 sampai 84% untuk Alexandrite, 30 sampai 74% untuk Nd:YAG, dan 33 sampai 69% untuk diode. Faktor besar yang menyebabkan rentang yang luas ini adalah area tubuh. Ketiga jenis perangkat sama-sama menunjukkan tingkat pengurangan tertinggi di kaki yang siklusnya paling panjang, yaitu sekitar 1 tahun, dan terendah di wajah yang siklusnya paling pendek, yaitu sekitar 6 bulan. Inilah alasan mengapa laser hair removal wajah membutuhkan lebih banyak sesi dan penyelesaiannya lebih lambat.

Pada studi laser kombinasi yang menggunakan kedua panjang gelombang, tingkat perbaikan setelah 5 kali sesi tercatat 83,0% untuk ketiak, 82,1% untuk bikini line, 82,2% untuk kaki, 79,6% untuk dada, dan 81,6% untuk punggung. Area yang luas dan rambutnya lebih tebal seperti badan serta lengan dan kaki umumnya menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Kaki dan ketiak bisa memberikan hasil yang baik dengan beban yang relatif lebih sedikit, sedangkan wajah lebih realistis jika dijalani dengan lebih banyak sesi secara konsisten. Sebaiknya jumlah sesi dan ekspektasi disesuaikan tergantung area target yang diinginkan.

Bagaimana Cara Merawat Agar Hasilnya Bertahan Lama?

Hal yang tak kalah penting dari prosedurnya sendiri adalah perawatan di antara sesi. Yang paling mendasar adalah tidak mencabut rambut sampai ke akarnya jika masih akan menjalani sesi berikutnya. Waxing atau mencabut dengan pinset akan menghilangkan folikel yang menjadi target laser, sehingga efektivitas sesi berikutnya berkurang. Jika perlu merapikan rambut di antara sesi, sebaiknya hanya bercukur yang menyisakan akar rambut.

Perlindungan terhadap sinar UV juga sangat menentukan hasil. Jika kulit terbakar sinar matahari sebelum atau sesudah prosedur, pigmen di epidermis meningkat sehingga risiko luka bakar dan hiperpigmentasi bertambah besar, jadi sebaiknya hindari berjemur dan perhatikan penggunaan tabir surya. Tabel berikut merangkum hal-hal yang perlu diperhatikan di tiap periode.

PeriodeHal yang Perlu Diperhatikan
Sebelum sesiHindari waxing dan mencabut, hindari berjemur mulai 4 minggu sebelumnya
Segera setelah sesiKompres dingin untuk menenangkan, gunakan tabir surya secara ketat
Antar sesiHanya boleh bercukur, jangan mencabut atau waxing
Setelah semua sesiPertimbangkan sesi perawatan setiap 6-12 bulan

Jika perawatan ini dijalani dengan konsisten, hasil maksimal bisa dicapai dalam jumlah sesi yang ditentukan, dan rambut yang tersisa pun bisa dikelola dengan mudah melalui sesi perawatan lanjutan. Laser hair removal bukanlah sihir yang selesai dalam sekali sesi, melainkan proses yang dibagi sesuai siklus rambut dan diselesaikan dengan perawatan yang tepat. Dengan memahami alur ini, akan lebih jelas kenapa dibutuhkan beberapa sesi dan sejauh mana hasil yang bisa diharapkan.

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Skincare

Alasan Laser Hair Removal Hanya Mengenai Rambut yang Sedang Tumbuh dan Perlu 3 sampai 7 Sesi

Membahas prinsip laser hair removal yang hanya menargetkan pigmen melanin gelap, dan alasan laser hanya bereaksi pada rambut yang sedang aktif tumbuh. Dijelaskan juga secara mudah kenapa siklus pertumbuhan rambut yang bergantian antara fase tumbuh dan istirahat membuat prosedur perlu dibagi jadi 3 sampai 7 sesi, serta kenapa jumlah sesi bisa berbeda di tiap area tubuh.

By Dr. Lee

Lifting

Prinsip Density RF Mengejar Kekencangan Instan dan Regenerasi Kolagen Lewat Dua Mode Sekaligus, serta Alasan Perlu Beberapa Sesi

Density RF memadukan dua mode radiofrekuensi yang punya karakter berbeda untuk mengejar dua hal sekaligus, kekencangan yang terasa langsung setelah perawatan dan regenerasi kolagen yang terbentuk perlahan selama 4 hingga 12 minggu. Artikel ini mengulas kenapa dua mode itu dibutuhkan, urutan panas bekerja di dalam kulit, sampai alasan kenapa perawatan ini perlu dijalani bertahap dalam beberapa sesi.

By Dr. Kim

Back to articles