prettytime
Skincare

Folikulitis Kecil yang Terus Muncul Setiap Habis Bercukur, Benarkah Laser Hair Removal Bisa Menguranginya?

By Dr. Lee8 min read

Prosesnya memang cuma sebentar saat pisau cukur menyentuh kulit, tapi 1 hingga 3 hari kemudian, bintik-bintik merah kecil sering muncul lagi di dagu atau tulang kering. Kalau masalah ini terus berulang setiap kali bercukur, bercukur sendiri jadi terasa membebani. Bintik kecil ini sebagian besar disebut folikulitis, yaitu peradangan pada lubang kecil tempat rambut tumbuh keluar.

Karena area yang lebih sering dicukur cenderung lebih rentan mengalami masalah ini, banyak orang berharap kalau rambutnya berkurang, iritasinya pun ikut berkurang, sehingga mencoba laser hair removal. Area seperti garis rahang, leher, ketiak, atau tulang kering yang dicukur setiap hari atau setiap 2 hingga 3 hari biasanya jadi keluhan yang paling berat. Dengan memahami cara pisau cukur mengiritasi folikel dan cara laser bekerja pada folikel, kita bisa menilai apakah harapan ini memang punya dasar yang kuat.

Kenapa Bercukur Selalu Membuat Bintik Kecil Muncul Lagi?

Pisau cukur adalah alat yang memotong rambut tepat di permukaan kulit. Masalahnya, begitu mata pisau lewat, mulut folikel rambut ikut tergores. Folikel adalah saluran kecil tempat sehelai rambut tumbuh keluar, dan kalau di situ muncul luka mikro, celah untuk bakteri masuk pun terbuka.

Luka ini makin gampang muncul kalau mata pisaunya sudah tumpul, area yang sama dicukur berulang 3 kali atau lebih, atau kulit dicukur dalam keadaan kering. Lewat celah ini, bakteri yang memang sudah menetap di kulit, biasanya jenis Staphylococcus, bisa masuk dan memicu peradangan, sehingga muncul bintik merah kecil yang menonjol, yang disebut folikulitis. Sekali dua kali mungkin tidak masalah, tapi kalau area yang sama terus dicukur, luka dan peradangan itu pun ikut berulang setiap kali.

Jadi, bercukur itu sendiri adalah tindakan yang berulang kali melukai mulut folikel secara mikro, dan luka itulah yang menjadi jalan menuju peradangan. Kalau area yang sama terus dicukur tanpa jeda, folikel yang belum sempat pulih akan kembali teriritasi, sehingga peradangan bisa berubah jadi kronis.

Saat itu terjadi, di dalam kulit tubuh mengirim sel darah putih ke lokasi tersebut untuk melawan bakteri. Selama sel darah putih berkumpul, pembuluh darah di sekitarnya melebar dan aliran darah meningkat, itulah sebabnya bintik itu tampak sangat merah dan terasa panas saat disentuh. Jadi, jerawat kecil yang terlihat sebenarnya bukan bakterinya sendiri, melainkan jejak dari tubuh yang sedang melawan bakteri.

Kenapa Rambut Bisa Tumbuh ke Dalam Kulit dan Jadi Ingrown Hair?

Ujung rambut yang terpotong pisau cukur setajam bekas irisan pisau. Rambut yang keriting atau tebal cenderung tumbuh dengan arah melengkung, dan kadang ujung tajam ini gagal keluar dari permukaan kulit, malah balik menusuk ke dalam. Inilah yang disebut ingrown hair, rambut yang tumbuh ke dalam kulit.

Bagi kulit, rambut yang menusuk ke dalam ini dianggap benda asing. Tubuh berusaha mendorongnya keluar dengan memicu reaksi peradangan di sekitarnya, dan reaksi ini terlihat dari luar sebagai benjolan merah yang keras. Kalau parah, bisa bernanah dan membentuk bisul kecil.

Seberapa besar rambut ini melengkung sangat bergantung pada sudut folikel tertanam di kulit. Kalau folikel tertanam dengan sudut miring, rambut yang tumbuh mengikuti saluran itu juga cenderung ikut melengkung. Orang dengan rambut keriting lebih sering mengalami ingrown hair karena folikelnya memang tertanam agak rebah dan miring sejak awal, sehingga rambutnya otomatis tumbuh melengkung.

Ingrown hair diketahui lebih sering muncul di area dengan rambut keriting, area yang sering dicukur, dan area yang kulitnya menebal setelah bercukur. Sebab, kulit yang menebal membuat rambut lebih sulit menembus keluar. Karena itu, ingrown hair dan folikulitis bukan dua masalah yang berdiri sendiri, melainkan dua akibat yang berasal dari satu penyebab yang sama.

Kenapa Folikulitis yang Berulang Tidak Boleh Dibiarkan?

  • Bisa meninggalkan bekas hiperpigmentasi. Kalau peradangan terus berulang, kulit merespons rangsangan itu dengan memproduksi lebih banyak melanin, dan di lokasi bekas peradangan bisa muncul bekas gelap yang disebut hiperpigmentasi pascainflamasi.
  • Bisa berkembang jadi jaringan parut. Kalau folikulitis yang sampai bernanah terus berulang di lokasi yang sama, susunan kolagen, yaitu protein yang menjadi tiang penopang struktur kulit, bisa terganggu sehingga muncul bekas luka bertekstur tidak rata.
  • Skin barrier ikut melemah. Area yang terus mengalami luka dan peradangan sulit menjaga lapisan kulit terluarnya tetap utuh, sehingga kulit jadi lebih sensitif bahkan terhadap iritasi kecil sekalipun.

Karena itu, folikulitis sebaiknya tidak dianggap sekadar hal wajar yang selalu terjadi tiap bercukur, melainkan sesuatu yang penyebab berulangnya perlu dikurangi.

Bagaimana Laser Hair Removal Mengurangi Jumlah Folikel?

Prinsip laser hair removal sebenarnya sederhana. Di dalam folikel ada akar kecil penghasil rambut, yaitu sel punca folikel, dan di akar ini serta batang rambut yang tumbuh di atasnya terkandung pigmen melanin. Laser memancarkan cahaya dengan panjang gelombang yang secara selektif diserap oleh melanin, sehingga panas muncul dalam sekejap.

Alasan laser menyasar melanin cukup sederhana. Melanin berwarna gelap sehingga sangat baik menyerap panjang gelombang cahaya tertentu, sementara kulit polos di sekitarnya jauh lebih sedikit menyerap cahaya itu. Jadi saat cahaya yang sama ditembakkan, panas akan terkonsentrasi di folikel yang kaya melanin, sementara kulit normal di sekitarnya nyaris tidak ikut memanas. Prinsip ini disebut selective photothermolysis, yang secara sederhana berarti hanya membakar target berwarna gelap saja.

Panas ini kemudian menyebar ke sekitar akar folikel dan membuat fungsi sel penghasil rambut menurun atau bahkan rusak. Bayangkan seperti mematikan sakelar satu per satu di pabrik kecil yang terus-menerus memproduksi rambut. Folikel yang pabriknya sudah berhenti tidak lagi bisa menghasilkan rambut tebal dan gelap, dan kalaupun masih tumbuh, hasilnya hanya rambut halus yang tipis dan samar.

Kalau proses ini diulang sekitar 6 hingga 8 kali, jumlah folikel yang masih aktif akan berkurang, dan rambut yang tersisa dari folikel yang masih ada pun makin tipis. Hasilnya, jumlah rambut yang perlu dicukur berkurang secara keseluruhan, dan itulah perubahan yang dihasilkan laser hair removal.

Kenapa Masalah Kulit Ikut Berkurang Saat Folikel Berkurang?

Seperti dibahas sebelumnya, folikulitis dan ingrown hair sama-sama bermula dari tindakan bercukur, terutama dari ujung rambut tajam yang dihasilkan bercukur itu sendiri. Kalau jumlah folikel dan ketebalan rambut berkurang lewat laser, otomatis frekuensi dan luas area yang perlu dicukur pun ikut berkurang.

Semakin jarang bercukur, semakin kecil pula peluang mulut folikel terluka. Rambut yang sudah menipis juga membuat ujung potongannya lebih lemah untuk menusuk balik ke dalam kulit, mirip seperti benang tipis yang lebih sulit menembus kulit dibanding kawat tebal dan kaku. Karena alur inilah, ada laporan yang menyebutkan folikulitis dan ingrown hair berkurang setelah menjalani laser hair removal.

Selain itu, rambut yang menipis juga mengurangi gesekan, baik antar permukaan kulit maupun antara kulit dan pakaian. Area seperti ketiak atau selangkangan yang sering bergesekan dengan pakaian rentan tergores halus setiap kali ujung rambut yang kaku menyentuhnya, dan kalau rambutnya tipis serta jarang, iritasi akibat gesekan ini pun otomatis berkurang.

Namun perlu ditegaskan, ini bukan prosedur yang menghilangkan folikel sepenuhnya, melainkan mengurangi jumlah dan menipiskannya saja. Rambut yang masih tumbuh dari folikel yang tersisa, atau area yang perawatannya kurang telaten, tetap berisiko mengalami masalah kulit ini.

Kalau Sudah Ada Folikulitis yang Bernanah, Bolehkah Langsung Laser?

Kalau bintik kecil akibat bercukur sudah tampak merah bengkak atau sudah bernanah, laser tidak dianjurkan langsung diarahkan ke area itu. Kulit yang sedang meradang sudah lebih sensitif terhadap panas dan rangsangan, sehingga kalau ditambah panas dari laser, risiko hiperpigmentasi atau iritasi justru diketahui bisa makin parah.

Karena itu, peradangan akut yang sudah bernanah sebaiknya diredakan dulu sebelum menjadwalkan sesi laser. Kalau kondisi ini disampaikan saat konsultasi, praktisi bisa melewati area tersebut atau menurunkan energi laser di sekitarnya.

Sebaliknya, bintik kecil ringan yang bersifat kronis dan berulang diketahui umumnya bisa tetap dilanjutkan dengan prosedur tanpa masalah berarti. Namun untuk memastikan kondisi kulit saat ini termasuk yang mana, penilaian langsung dari ahli yang melihat sendiri kondisinya tetap paling akurat.

Berapa Kali Sesi Laser Hair Removal dan Bagaimana Cara Merawatnya?

Rambut tumbuh melalui beberapa fase, termasuk fase pertumbuhan dan fase istirahat, dan laser paling efektif bereaksi pada rambut di fase pertumbuhan yang pigmennya masih pekat. Karena tidak semua rambut berada di fase pertumbuhan pada saat prosedur, satu sesi saja tidak cukup untuk menjangkau semua folikel. Karena itu, umumnya dianjurkan menjalani sekitar 6 hingga 8 sesi dengan jeda 4 hingga 6 minggu antar sesi.

  • Jumlah sesi yang dibutuhkan berbeda-beda tiap area. Area dengan rambut tebal dan kepadatan tinggi diketahui membutuhkan lebih banyak sesi, dan ini juga bervariasi tergantung warna serta ketebalan rambut masing-masing orang.
  • Jeda antar sesi perlu dijaga. Kalau sesi dilakukan terlalu sering tanpa memperhitungkan siklus rambut, folikel yang masih di fase istirahat tidak akan merespons, sehingga efektivitasnya menurun.
  • Perlindungan dari sinar matahari penting setelah prosedur. Kulit di sekitar folikel yang baru dirangsang laser bisa untuk sementara jadi lebih sensitif terhadap perubahan pigmen, jadi disarankan rutin memakai tabir surya.
  • Jangan mencabut atau melakukan waxing di antara sesi. Laser hanya bisa bekerja kalau pigmen masih tersisa di akar folikel, dan kalau rambut dicabut sampai ke akarnya lewat pinset atau waxing, folikel itu tidak lagi punya target untuk laser di sesi berikutnya. Sebaliknya, kalau hanya dicukur, akarnya tetap ada dan bisa merespons normal di sesi berikutnya.

Selama 1 hingga 3 hari setelah prosedur, kemerahan ringan atau sensasi perih bisa muncul, tapi biasanya diketahui mereda seiring waktu. Selama periode ini, sebaiknya hindari perawatan yang cukup keras seperti kompres air panas atau eksfoliasi kuat, dan lebih baik fokus pada pembersihan lembut serta pelembap. Mencukur lebih dulu sebelum sesi dan tidak memakai losion atau kosmetik pada hari prosedur juga diketahui sebagai persiapan dasar agar panas laser tersalurkan tepat ke folikel, bukan menyebar ke area lain.

References

Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Skincare

Alasan Laser Hair Removal Hanya Mengenai Rambut yang Sedang Tumbuh dan Perlu 3 sampai 7 Sesi

Membahas prinsip laser hair removal yang hanya menargetkan pigmen melanin gelap, dan alasan laser hanya bereaksi pada rambut yang sedang aktif tumbuh. Dijelaskan juga secara mudah kenapa siklus pertumbuhan rambut yang bergantian antara fase tumbuh dan istirahat membuat prosedur perlu dibagi jadi 3 sampai 7 sesi, serta kenapa jumlah sesi bisa berbeda di tiap area tubuh.

By Dr. Lee

Lifting

Cara Kerja Onda Lifting Mengatasi Lemak dan Kulit Kendur Sekaligus lewat Gelombang Mikro, serta Efeknya di Tiap Area

Onda adalah alat yang menghangatkan lapisan dalam kulit dengan gelombang mikro, jenis gelombang elektromagnetik yang sama seperti pada microwave, sehingga bekerja pada sel lemak dan kolagen secara bersamaan. Artikel ini mengupas dengan bahasa sederhana kenapa gelombang mikro bisa menembus sampai lapisan lemak, dan kenapa pengurangan lemak serta perbaikan kekencangan kulit bisa terjadi bersamaan dalam satu kali perawatan.

By Dr. Kim

Back to articles