prettytime
Diet

Dagu Ganda Meski Tidak Gemuk, Kenapa Penyebab Lemak dan Kendur Harus Dibedakan

By Dr. Kim7 min read

Ada orang yang badannya tidak gemuk, tapi area bawah dagunya tetap terlihat menggantung. Setiap kali bercermin dari samping jadi risih sendiri, dan meski sudah diet ketat, bagian bawah dagu itu terasa paling susah kempes.

Sebenarnya dagu ganda tidak selalu punya satu penyebab yang sama. Ada yang muncul karena lemak menumpuk di bawah dagu, ada juga yang muncul karena kulit atau otot di area itu kehilangan kekencangannya. Sekilas keduanya terlihat mirip, tapi akar masalahnya jauh berbeda, sehingga penanganan yang cocok pun berbeda. Kalau tidak tahu dulu dagu ganda kita termasuk jenis yang mana lalu asal ambil perawatan, bisa-bisa waktu dan biaya habis tapi hasilnya nyaris tidak terlihat.

Kenapa Dagu Ganda Jenis Lemak Bisa Muncul?

Di bawah dagu memang sudah ada ruang tempat lemak bisa menumpuk. Area ini disebut lemak submental (submental fat), dan ketika sel lemak di sana bertambah banyak atau membesar, muncullah tonjolan di bawah garis rahang.

Lemak jenis ini sangat dipengaruhi faktor keturunan. Kalau orang tua punya bentuk tubuh yang mudah menyimpan lemak di bawah dagu, anaknya pun bisa mengalami hal serupa meski tubuhnya kurus. Inilah kenapa ada orang yang persentase lemak tubuhnya rendah, tapi bagian bawah dagunya tetap menonjol.

Kalau diraba dengan tangan, dagu ganda jenis lemak punya ciri khas tersendiri. Tonjolannya tetap terlihat meski dagu ditarik ke bawah atau kepala didongakkan, dan saat dipegang terasa lembut serta tebal. Karena penyebabnya memang jumlah sel lemak yang bertambah, cara mengatasinya pun harus langsung menyasar dan mengurangi sel lemak itu sendiri agar hasilnya terasa.

Kenapa Dagu Ganda Jenis Kendur Bisa Muncul?

Jenis kendur lebih disebabkan oleh melemahnya kekuatan penopang kulit dan jaringan, bukan oleh lemak. Di dalam kulit ada serat protein bernama kolagen yang saling terjalin seperti jaring, berfungsi menopang kulit agar tetap kencang. Bayangkan saja kolagen ini seperti tiang penyangga. Selama tiangnya kokoh, kulit bisa bertahan tegak ke atas, tapi begitu tiangnya menua dan melemah, kulit pun perlahan turun.

Seiring bertambahnya usia, kolagen memang berkurang secara alami, dan aktivitas enzim bernama MMP (matrix metalloproteinase, enzim yang berperan seperti gunting yang memotong kolagen) di dalam tubuh justru meningkat. Kalau kecepatan gunting ini memotong lebih cepat daripada kecepatan tubuh membangun tiang baru, elastisitas kulit pun makin lama makin hilang.

Kekuatan otot penopang di bawah dagu juga ikut berperan. Di bagian depan leher ada otot tipis bernama platysma, dan begitu elastisitas otot ini menurun, kekuatannya untuk menopang jaringan di bawah dagu ke atas ikut melemah. Karena itu, pada dagu ganda jenis kendur, saat dagu didongakkan biasanya terasa sedikit lebih rata, dan saat diraba teksturnya lebih tipis serta terkesan menggantung dibanding jenis lemak.

Kenapa Penanganannya Bisa Berbeda Tergantung Penyebab?

Karena akar masalah jenis lemak dan jenis kendur berbeda, hasil dari perawatan yang sama pun bisa jauh berbeda. Kalau area yang bermasalah karena lemak hanya diberi perawatan mengencangkan kulit, lemaknya tetap ada sehingga perubahan tidak begitu terasa. Sebaliknya, kalau area yang bermasalah karena kulit kendur hanya diberi perawatan menghilangkan lemak, lemaknya memang berkurang, tapi kulit yang kendur tetap ada, bahkan bisa terlihat makin turun.

  • Jika penyebabnya lemak: dibutuhkan cara yang benar-benar mengurangi jumlah sel lemak atau melarutkan lemak agar dikeluarkan tubuh. Karena jumlah sel lemaknya memang sudah bertambah, sekadar mengencangkan kulit tidak akan mengurangi volume tonjolannya.
  • Jika penyebabnya kendur: dibutuhkan cara yang merangsang pembentukan kolagen atau menarik kulit dan fasia ke atas. Karena inti masalahnya adalah menurunnya daya topang, sekadar mengurangi lemak tidak akan membuat kulit yang kendur kembali kencang.
  • Jika keduanya bercampur: kondisi campuran, yaitu ada lemak sekaligus ada kendur, justru paling sering ditemui di lapangan. Pada kasus ini, satu jenis perawatan saja biasanya belum cukup memberi perubahan yang memuaskan.

Karena itu, hal pertama yang dilakukan saat konsultasi dagu ganda adalah memastikan mana yang porsinya lebih besar, lemak atau kendur. Dokter akan menekan dan menarik kulit untuk sekaligus memeriksa ketebalan lemak dan elastisitas kulit, dan dari situlah arah penanganan ditentukan.

Apa Saja Metode untuk Mengurangi Lemak?

Metode yang digunakan untuk dagu ganda jenis lemak berfokus langsung pada pengurangan sel lemak.

  • Suntik pelarut lemak: menyuntikkan zat yang merusak membran sel lemak ke bawah dagu sehingga jumlah sel lemak berkurang. Sel lemak yang rusak lalu diserap dan dikeluarkan tubuh secara bertahap.
  • Sedot lemak: mengeluarkan sel lemak secara fisik melalui kanula tipis, dan cukup efektif untuk kasus dengan jumlah lemak yang banyak serta volume yang besar.
  • Perawatan lemak berbasis RF atau ultrasound: memberikan kerusakan pada sel lemak dengan energi panas atau gelombang ultrasound sehingga volumenya berkurang perlahan, biasanya digunakan sebagai pelengkap saat jumlah lemaknya relatif sedikit.

Semua metode ini bertujuan mengurangi jumlah atau ukuran sel lemak itu sendiri, sehingga tidak banyak membantu jika penyebab utamanya kulit kendur. Bahkan kalau hanya lemaknya yang berkurang sementara kulit tidak ikut mengencang, kerutan justru bisa makin terlihat, sehingga penting untuk memastikan lebih dulu apakah ada unsur kendur yang menyertai.

Apa Saja Metode untuk Mengencangkan Kulit yang Kendur?

Dagu ganda jenis kendur ditangani dengan cara membangun kembali tiang kolagen atau menarik jaringan yang turun secara fisik.

  • Pengencangan radiofrekuensi (RF, singkatan dari radiofrequency, alat yang mengalirkan energi panas ke dalam kulit): memanaskan lapisan kulit yang lebih dalam sehingga kolagen lama menyusut sekaligus merangsang pembentukan kolagen baru. Prinsipnya, panas ini membuat tubuh mendeteksi adanya kerusakan lalu memulai reaksi membangun kembali tiang kolagen tersebut.
  • Pengencangan ultrasound (HIFU, singkatan dari high-intensity focused ultrasound, alat yang memfokuskan energi ultrasound ke lapisan kulit yang dalam): mengumpulkan energi ultrasound hingga lapisan fasia di bawah kulit sehingga jaringan menyusut dan tertarik ke atas. Karena fasia adalah lapisan penopang yang letaknya lebih dalam dari kulit, merangsang area ini bisa menarik seluruh jaringan yang kendur ke atas.
  • Benang atau filler perangsang kolagen: benang yang bisa terurai dimasukkan ke dalam jaringan untuk menarik secara fisik, sekaligus merangsang terbentuknya kolagen baru di sekitar benang.

Perawatan-perawatan ini tidak banyak mengurangi lemak, tapi fokusnya adalah membangun kembali tiang kolagen atau menarik jaringan yang kendur agar garis rahang terlihat lebih rapi. Karena itu, kalau lemaknya cukup tebal, hasil dari perawatan ini saja mungkin terasa kurang signifikan dalam mengurangi volume.

Kenapa Perlu Kombinasi Kedua Perawatan Sekaligus?

Di praktik sehari-hari, kasus yang benar-benar murni satu jenis, lemak saja atau kendur saja, jauh lebih jarang dibanding kasus campuran keduanya. Kalau lemaknya memang ada dan elastisitas kulit juga sudah menurun, satu jenis perawatan saja, entah hanya mengurangi lemak atau hanya menarik kulit, biasanya belum cukup memberi hasil yang memuaskan.

Pada kondisi seperti ini, kombinasi perawatan pelarutan lemak dan pengencangan dengan urutan tertentu sudah dilaporkan efektif. Urutan yang umum adalah mengurangi volume lemak terlebih dahulu, baru kemudian merapikan sisa kendur dengan pengencangan. Setelah lemak berkurang, volume yang perlu ditopang kulit pun ikut mengecil, sehingga efek pengencangan yang menyusul biasanya lebih terlihat.

Sebaliknya, kalau urutannya dibalik dan kendurnya ditarik kuat lebih dulu, garis rahang tetap bisa terlihat kurang tegas karena lemak yang tersisa di bawahnya. Karena itu, saat konsultasi, memperkirakan porsi lemak dan kendur lebih dulu, lalu menyusun rencana mana yang ditangani lebih dulu, menjadi kunci dari perawatan kombinasi ini. Alih-alih ingin menyelesaikan semuanya sekaligus, membagi tahapan sesuai porsi penyebabnya diketahui memberi hasil yang lebih stabil.

Bagaimana Cara Mengetahui Dagu Ganda Saya Termasuk Jenis Apa?

Di rumah pun sebenarnya bisa mendapat gambaran kasar. Kalau tonjolan di bawah dagu terlihat jelas mengecil saat dagu didongakkan sedikit ke atas, kemungkinan besar porsi kendurnya lebih dominan. Sebaliknya, kalau tonjolannya tetap sama meski dagu didongakkan, porsi lemaknya yang lebih besar. Saat dipegang dengan tangan, tekstur yang lembut dan tebal cenderung mengarah ke lemak, sementara tekstur yang tipis dan terkesan menggantung lebih dekat ke kendur.

Namun, pemeriksaan mandiri seperti ini sifatnya hanya sebagai referensi awal. Untuk mengetahui porsi yang sebenarnya secara akurat, ketebalan lemak dan elastisitas kulit perlu diperiksa bersamaan lewat ultrasound atau perabaan langsung oleh dokter, dan baru dari situ bisa disusun rencana perawatan mana yang dilakukan lebih dulu. Usia, ketebalan kulit, hingga struktur tulang juga bisa membuat pendekatan berbeda meski jenis dagu gandanya tampak sama, sehingga memeriksakan diri untuk memilah penyebabnya secara tepat tetap menjadi langkah awal yang paling bisa diandalkan.

References

Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Pigment

Riehl's Melanosis Merambat sampai Leher, Dikira Melasma padahal Beda Sejak Penyebabnya?

Riehl's melanosis adalah dermatitis kontak berpigmen yang muncul karena kandungan kosmetik dan parfum berulang kali mengiritasi kulit. Tampilannya mirip melasma, tapi penyebab dan cara pengobatannya jauh berbeda. Artikel ini membahas bagaimana pigmen bisa merembes sampai ke dermis, kenapa menghindari pemicunya jadi kunci utama pengobatan, sampai pendekatan laser yang bisa dipakai.

By Dr. Kim

Back to articles