Selulit Bergelombang di Paha, Kenapa Tidak Hilang Meski Sudah Diet dan Bagaimana Cara Memperbaikinya?
By Dr. Kim6 min read

Banyak orang kaget saat meraba bagian belakang paha atau bokong dan menemukan permukaan kulit yang bergelombang dan berlekuk. Padahal sudah rajin olahraga dan berat badan sudah turun, tapi tekstur bergelombang ini tetap saja ada, sampai bikin frustrasi. Fenomena inilah yang disebut selulit.
Selulit bukan masalah lemak sederhana yang muncul karena badan gemuk. Ini adalah fenomena yang terjadi akibat struktur jaringan fibrosa tepat di bawah kulit, sehingga bisa muncul pada orang kurus sekalipun, terlepas dari berat badannya. Artikel ini akan mengupas satu per satu kenapa struktur ini terbentuk, dan kenapa selulit sering tidak hilang meski berat badan sudah turun.
Sebenarnya Selulit Itu Fenomena Apa?
Selulit merujuk pada permukaan kulit di paha, bokong, atau perut yang terlihat bergelombang seperti kulit jeruk atau permukaan kasur. Ada bagian yang cekung ke dalam, dan di sebelahnya ada bagian yang sedikit menonjol ke luar.
Lekukan ini bukan masalah pada permukaan kulit itu sendiri, melainkan hasil dari apa yang terjadi di lapisan bawahnya yang terpantul ke permukaan. Itulah sebabnya, memijat atau mengoleskan krim di permukaan saja tidak akan mudah menghilangkannya.
Bagaimana Prinsip Septa Fibrosa Menekan Lemak?
Di antara kulit dan otot terdapat lapisan lemak, dan di dalam lapisan lemak itu ada septa fibrosa, yaitu tali kolagen yang berdiri tegak secara vertikal. Kolagen adalah protein yang berfungsi seperti tiang penyangga kulit dan jaringan, dan tali kolagen ini mengikat kulit dan otot layaknya jaring di dalam lapisan lemak.
Masalahnya, tali ini jauh lebih sedikit meregang dibandingkan lemak di sekitarnya. Bagian yang ada talinya akan menarik kulit ke bawah dengan kencang, sementara lemak di antara tali-tali itu relatif lebih longgar sehingga menggembung ke atas. Bayangkan selimut yang dijahit tindas. Bagian yang dijahit benang akan tertekan dan membentuk alur, sementara bagian berisi kapas di antaranya akan menonjol ke atas. Prinsipnya sama persis.
Alhasil, bagian yang tertarik terlihat cekung ke dalam, sedangkan bagian yang tidak tertarik terlihat menonjol keluar, dan permukaan kulit pun jadi bergelombang.
Apa Bedanya dengan Obesitas Biasa?
Memang benar lemak tubuh yang banyak membuat selulit lebih terlihat jelas, tapi keduanya bukan masalah yang sama. Buktinya, selulit juga umum ditemukan pada orang kurus, dan sering tidak hilang meski berat badan sudah diturunkan.
- Perempuan jauh lebih sering mengalami selulit dibanding laki-laki. Septa fibrosa pada perempuan tersusun tegak lurus terhadap kulit sehingga gaya tarikannya terpusat ke satu arah, sedangkan pada laki-laki septanya menyilang membentuk pola jaring sehingga gaya tarikannya terbagi ke berbagai arah.
- Semakin tipis kulit, semakin jelas selulit terlihat. Kulit yang tipis tidak punya cukup lapisan untuk menyamarkan lekukan bergelombang di lapisan lemak di bawahnya, sehingga struktur di dalam langsung terpantul ke permukaan.
- Selulit sering makin terlihat jelas seiring bertambahnya usia. Kolagen di kulit berkurang seiring waktu, kulit menipis, dan elastisitasnya menurun, sehingga fungsi bantalan yang tadinya menutupi lekukan di dalam pun ikut melemah.
Dengan kata lain, cara septa tersusun serta ketebalan dan elastisitas kulit justru lebih menentukan tampilan selulit dibanding jumlah lemak semata. Karena itu, pendekatan yang lebih realistis bukan hanya fokus menurunkan angka di timbangan, tapi juga memperhatikan kondisi kulit dan jaringan di bawahnya secara bersamaan.
Kenapa Selulit Tetap Ada Meski Berat Badan Sudah Turun?
Saat diet, ukuran setiap sel lemak akan mengecil. Tapi struktur tali septa fibrosa yang berdiri vertikal di dalam lapisan lemak tidak ikut hilang hanya karena berat badan turun. Selama penyebab tarikan itu masih ada, bentuk bergelombangnya pun akan tetap bertahan.
Justru saat berat badan turun drastis, volume kulit dan lemak ikut berkurang bersamaan sehingga kulit bisa jadi kendur dan menipis. Kondisi ini malah bisa membuat struktur tarikan di dalam terlihat lebih jelas lagi. Inilah alasan kenapa menurunkan berat badan sulit menjadi solusi untuk menghilangkan selulit.
Apakah Hormon dan Sirkulasi Darah Juga Berpengaruh?
Ada laporan yang menyebutkan bahwa hormon estrogen pada perempuan turut berperan dalam menentukan area tubuh mana yang lebih banyak menimbun lemak, sekaligus memengaruhi seberapa lentur kolagen penyusun septa fibrosa. Diketahui bahwa inilah salah satu alasan kenapa perempuan sering merasa selulitnya makin terlihat jelas pada masa-masa dengan perubahan hormon besar, seperti kehamilan atau sekitar menopause.
Selain itu, jika sirkulasi vena dan getah bening kurang lancar, cairan dan sisa metabolisme bisa perlahan menumpuk di jaringan sehingga lapisan lemak seperti membengkak. Ketika jaringan membengkak seperti ini, selisih ketinggian antara bagian yang tertarik septa dan bagian lemak yang menggembung jadi lebih besar, sehingga permukaan kulit terlihat lebih bergelombang lagi meski struktur septanya sama.
Bagaimana Cara Kerja Perawatan yang Menangani Septa Secara Langsung?
Setelah diketahui bahwa penyebab utama selulit adalah septa fibrosa yang menarik ke bawah, berbagai metode perawatan pun berkembang untuk menyasar langsung struktur tali ini.
- Prosedur yang disebut subcision menggunakan jarum tipis yang dimasukkan ke bawah kulit untuk memutus septa fibrosa yang menarik secara fisik. Prinsipnya, begitu tali penarik itu diputus, area tersebut tidak lagi tertekan ke bawah dan permukaannya pun jadi rata secara alami.
- Perawatan suntik menggunakan enzim kolagenase adalah metode yang menyuntikkan enzim untuk memecah protein kolagen penyusun septa secara kimiawi, diberikan dengan jarak 3 minggu sebanyak maksimal 3 kali. Ada laporan yang menyebutkan bahwa cara ini bekerja dengan melemahkan tali kolagen yang kaku seolah digunting, sehingga gaya tarikannya berkurang secara bertahap hingga maksimal 6 bulan setelah suntikan terakhir.
- Alat berbasis radiofrekuensi atau ultrasound bekerja dengan menghantarkan energi panas atau getaran ke lapisan dalam kulit untuk merangsang produksi kolagen kulit itu sendiri. Metode ini tidak menghilangkan struktur septa secara langsung, tapi ketika kulit menjadi lebih tebal dan kencang, lekukan bergelombang di dalamnya jadi kurang terlihat di permukaan.
- Perawatan pijat atau roller membantu memperlancar sirkulasi darah dan getah bening di area tersebut secara sementara selama 1 sampai 2 hari, sehingga bengkak yang menumpuk di jaringan bisa berkurang. Ketika bengkaknya reda, permukaan kulit memang bisa terlihat lebih halus, tapi ini bukan cara yang mengubah struktur septa yang menarik itu sendiri, sehingga sering kembali seperti semula dalam waktu 2 sampai 3 hari.
Sejauh Mana Perawatan Gaya Hidup Bisa Membantu?
Ada laporan yang menyebutkan bahwa latihan kekuatan otot secara rutin bisa membantu karena menambah massa otot di bawah kulit, sehingga memberi dukungan lebih besar pada jaringan di atasnya. Ketika otot semakin kencang, lemak dan kulit di atasnya pun ikut tertopang, sehingga permukaan kulit bisa terasa lebih halus.
Namun, olahraga atau pengaturan pola makan saja sulit mengubah struktur septa fibrosa itu sendiri. Kebiasaan hidup yang membantu sirkulasi darah dan latihan kekuatan otot memang bisa membantu mengurangi tingkat keparahan selulit yang terlihat, tapi bukan cara yang benar-benar menghilangkan penyebab strukturalnya. Memahami hal ini akan membuat pendekatan yang diambil lebih realistis.
Ada juga laporan yang menyebutkan bahwa minum air putih yang cukup dan mengurangi waktu duduk dengan posisi yang sama lebih dari 30 menit turut membantu memperlancar sirkulasi. Jika duduk menyilangkan kaki lebih dari 1 jam atau memakai pakaian ketat lebih dari 8 jam, jalur aliran darah dan getah bening bisa tertekan dan gampang tersumbat, dan penyumbatan seperti ini bisa memperbesar bengkak di lapisan lemak sehingga selulit jadi makin terlihat jelas. Pada akhirnya, perawatan gaya hidup bukan cara untuk menghilangkan selulit sepenuhnya, tapi lebih berperan mencegah faktor bengkak menambah beban di atas gaya tarikan septa yang sudah ada.
References
Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Ultrasound Ulfit Body Diklaim Melarutkan Lemak Perut dan Paha, Sebenarnya Perlu Berapa Kali Sesi?
Ulfit Body HIFU adalah prosedur perawatan tubuh non bedah yang memusatkan panas ultrasound hanya pada lapisan lemak di bawah kulit, sehingga sel lemak mengecil secara bertahap. Artikel ini membahas kenapa ultrasound cuma memanaskan lapisan lemak, bagaimana lemak yang rusak dikeluarkan dari tubuh, apa bedanya pengaturan HIFU wajah dengan tubuh, serta berapa kali sesi dan berapa lama hasilnya bertahan.
By Dr. Kim

Benjolan di Bawah Kulit yang Beda dari Jerawat, Kista Epidermal dan Kenapa Harus Diangkat sampai ke Akarnya
Kalau benjolan di bawah kulit terus terisi lagi meski sudah dipencet seperti jerawat, bisa jadi itu kista epidermal. Simak penjelasan mudah tentang cara kista ini terbentuk, ciri yang membedakannya dari jerawat, dan alasan dinding kista harus ikut diangkat agar tidak kambuh lagi.
By Dr. Lee

Tear Trough Kempot dan Mata Panda, Efek Filler Mengisi Bayangan, Berapa Lama Bertahan, sampai Cara Menghindari Efek Tyndall
Bayangan gelap di bawah mata sering kali bukan cuma soal pigmen kulit, tapi karena tear trough yang kempot. Kami bahas bagaimana ligamen tear trough dan tulang orbita yang menipis membuat bayangan itu muncul, bagaimana filler asam hialuronat lembut dalam jumlah sedikit bisa meratakan bayangan tersebut, kenapa kulit tipis dan efek Tyndall serta bengkak jadi tantangan tersendiri di area ini, dan berapa lama hasilnya bertahan serta cara merawatnya. Semua dijelaskan dengan angka dari studi asli, mudah dipahami.
By Dr. Kim