prettytime
Skincare

Laser CO2 pinhole untuk siringoma bawah mata: berapa kali sampai memudar?

By Dr. Kim9 min read

Butiran kecil di bawah mata yang disebut syringoma, atau bercak kuning di kelopak mata yang disebut xanthelasma, memang susah ditutupi make up. Salah satu cara menangani lesi yang menonjol seperti ini adalah teknik CO2 pinhole. Pinhole artinya lubang jarum. Caranya, laser membuat banyak lubang yang sangat sempit dan dalam pada lesi, lalu langsung membakar dan mengangkat jaringannya.

Berbeda dari tindakan yang mengangkat seluruh permukaan sekaligus, teknik pinhole hanya membuat lubang setitik-setitik pada lesi. Kulit sehat di antara lubang-lubang itu tetap dibiarkan utuh, sehingga pemulihan lebih cepat dan risiko bekas luka lebih rendah. Karena itu teknik ini sering dipertimbangkan untuk area seperti wajah, di mana bekas luka ingin dihindari sebisa mungkin. Artikel ini akan menjelaskan pelan-pelan bagaimana prinsip kerja teknik pinhole, berapa besar tingkat perbaikan nyata pada syringoma dan pembuluh darah melebar, serta bagaimana masa pemulihan dan hiperpigmentasinya, semua berdasarkan data riset.

Alat laser CO2 untuk teknik pinhole yang membuat lubang mikro sempit dan dalam secara padat pada lesi

Bagaimana metode pinhole menghilangkan lesi?

Laser CO2 memancarkan cahaya dengan panjang gelombang 10.600nm. Panjang gelombang ini sangat mudah diserap oleh air. Karena kulit sebagian besar terdiri dari air, begitu cahaya ini mengenainya, jaringan di titik itu langsung menguap dalam sekejap. Proses membakar dan menguapkan jaringan seperti ini disebut ablasi.

Teknik pinhole tidak menyebarkan laser secara luas. Sebaliknya, laser membuat lubang vertikal yang sempit dan dalam secara padat, dengan jarak 1 sampai 3mm di atas lesi. Bayangkan seperti membuat beberapa lubang berjajar dengan jarum pada kertas tebal. Bukan sekadar menyentuh permukaan, tapi menembus seperti tiang sampai ke bagian dalam lesi untuk menghancurkan jaringan targetnya.

Begini caranya lubang dibuat. Satu tembakan laser singkat menguapkan jaringan di titik itu, membentuk satu terowongan vertikal sempit. Tembakan ini kemudian digeser sedikit demi sedikit di atas lesi untuk membuat beberapa lubang berjajar. Kedalamannya disesuaikan dengan ketebalan lesi, dan yang menjadi ciri khas teknik pinhole adalah lubangnya dibuat cukup dalam sampai ke tengah dermis, bukan sekadar menggores permukaan. Lesi yang lebih menonjol dibuat lebih dalam, sedangkan lesi yang tipis dibuat lebih dangkal.

Lubang mikro ini mengerjakan dua hal sekaligus. Pertama, jaringan lesi yang dilalui lubang langsung dihancurkan. Kedua, panas yang menyebar lembut di sekitar lubang menata ulang kolagen dan elastin. Kolagen bisa dibayangkan sebagai tiang penyangga kulit, sedangkan elastin sebagai karet yang menariknya. Ketika keduanya ditata ulang, kulit jadi lebih kencang dan teksturnya lebih halus.

Kuncinya, kulit sehat di antara lubang-lubang itu tetap ada. Kulit yang utuh ini menjadi pijakan untuk menutup luka, karena sel-sel yang tersisa bergerak dari kedua sisi menuju lubang untuk mengisi celahnya. Karena itu, dibandingkan ablasi seluruh permukaan, teknik ini menghasilkan pendarahan yang lebih sedikit, penyembuhan yang lebih cepat, dan risiko bekas luka yang lebih rendah. Kedalaman dan jarak antar lubang disesuaikan menurut lesi. Lesi yang tipis dan menyebar luas dibuat lubangnya padat dan dangkal, sedangkan lesi yang dalam dan keras dibuat sedikit lebih dalam. Kemampuan menyesuaikan secara detail seperti inilah yang jadi kelebihan teknik pinhole.

Lesi apa lagi selain siringoma yang ditangani?

LesiBukti untuk Pinhole
Syringoma (butiran di bawah mata)Bukti kuat
Xanthelasma (bercak kuning kelopak mata)Laporan kasus
Pembuluh darah melebarAda riset
Bekas luka hipertrofik dan luka bakarAda riset

Teknik pinhole cocok untuk lesi yang menonjol di atas permukaan atau menumpuk di satu titik. Contoh utamanya adalah syringoma, butiran kecil yang muncul di bawah mata. Ini adalah benjolan kecil yang berasal dari kelenjar keringat, dan lubang dibuat untuk menghilangkannya langsung. Xanthelasma, bercak kuning di kelopak mata, juga sering ditangani dengan cara ini. Bercak ini terbentuk dari penumpukan kolesterol.

Teknik ini juga dipakai untuk pembuluh darah melebar yang terlihat sebagai garis merah tipis. Selain itu, bekas luka hipertrofik yang menonjol setelah operasi atau luka bakar juga bisa ditangani dengan pinhole. Lubang dibuat untuk menata ulang kolagen sambil menekan bekas luka yang tebal agar jadi lebih rata. Jadi, lesi apa pun yang menonjol ke luar bisa dipertimbangkan dengan teknik ini secara luas.

Satu hal ingin disampaikan secara jujur. Belum ada riset yang meneliti khusus teknik pinhole untuk pori besar. Meski begitu, karena prinsip panas di sekitar lubang menata ulang kolagen dan mengencangkan dinding pori, hasilnya bisa membuat pori terlihat lebih rapat. Ini hanya harapan berdasarkan mekanismenya, bukan angka perbaikan pasti yang bisa dijanjikan.

Data ini dikumpulkan dari 29 pasien Asia dengan syringoma yang menjalani CO2 pinhole 2 kali dengan jarak 2 bulan, lalu dinilai tingkat perbaikannya. Yang hampir hilang total 24,1%, yang membaik lebih dari separuh 34,5%, jadi hampir 6 dari 10 orang membaik lebih dari separuhnya. Namun ini adalah tindakan yang menipiskan secara bertahap, bukan menghilangkan total, dan saluran yang dalam bisa tidak terangkat semua sehingga berisiko kambuh
Data ini dikumpulkan dari 29 pasien Asia dengan syringoma yang menjalani CO2 pinhole 2 kali dengan jarak 2 bulan, lalu dinilai tingkat perbaikannya. Yang hampir hilang total 24,1%, yang membaik lebih dari separuh 34,5%, jadi hampir 6 dari 10 orang membaik lebih dari separuhnya. Namun ini adalah tindakan yang menipiskan secara bertahap, bukan menghilangkan total, dan saluran yang dalam bisa tidak terangkat semua sehingga berisiko kambuh

Seberapa memudar siringoma setelah dua kali?

Seberapa besar perbaikan syringoma dengan teknik pinhole? Setelah sekitar 2 kali tindakan pada butiran di bawah mata, hampir 6 dari 10 orang membaik lebih dari separuhnya. Seperti grafik di atas, ada yang hampir hilang sama sekali, ada juga yang cuma menipis sedikit. Respons memang berbeda-beda tiap orang, tapi secara umum butiran yang tebal itu terlihat jelas mengecil. Dan semakin banyak sesi, dari 1 kali ke 2 kali, hasilnya makin menipis sedikit demi sedikit.

Kalau dilihat dari angkanya, responnya cukup baik, tapi ekspektasi tetap perlu realistis. Teknik pinhole bukan tindakan yang menghilangkan tuntas sekali jalan, melainkan bertahap menipiskan lesi. Ada yang butirannya berkurang banyak hanya dengan satu sesi, tapi ada juga yang perlu beberapa kali sesi baru merasa puas.

Selain itu, syringoma punya saluran yang menjalar sampai jauh ke dalam kulit. Bisa dibayangkan seperti rumput liar yang akarnya menjalar panjang ke tanah. Kalau bagian yang tampak di permukaan saja yang dibersihkan tapi saluran dalamnya tidak sepenuhnya terangkat, lesi bisa muncul lagi setelah beberapa waktu. Karena itu kekambuhan memang jadi keterbatasan yang nyata. Lebih tenang kalau sejak awal sudah menyiapkan diri untuk beberapa kali sesi, dan menganggap tujuannya membuat lesi jadi tidak terlalu terlihat, bukan menghilangkannya secara total sekali jalan.

Apa bedanya dengan CO2 fraksional?

PerbandinganTeknik PinholeCO2 Fraksional
TujuanMenghilangkan lesi langsungMeregenerasi permukaan luas
LubangSedikit, dalam, pada lesiPadat, dangkal, di seluruh area
TargetLesi menonjol seperti syringoma, bekas lukaPhotoaging, tekstur kulit

Namanya memang mirip sehingga mudah membingungkan, tapi kegunaannya cukup berbeda. Teknik pinhole langsung menyasar satu per satu lesi. Lubangnya dibuat lebih sedikit tapi lebih dalam, dengan fokus menghilangkan jaringan yang menonjol sampai ke akarnya. Karena itu, teknik ini cocok untuk lesi yang jelas menonjol seperti syringoma atau bekas luka.

Sebaliknya, CO2 fraksional menyebarkan lubang mikro dangkal secara padat ke seluruh permukaan kulit yang luas. Tujuannya bukan menghilangkan lesi tertentu, melainkan meregenerasi tekstur kulit secara keseluruhan. Karena itu teknik ini lebih sering dipakai untuk kulit kusam akibat photoaging, memperbaiki tekstur halus, atau meratakan permukaan bekas luka yang samar. Bisa dibayangkan seperti menyiram seluruh halaman rumput secara merata untuk menyegarkan semuanya.

Teknik pinhole berbeda. Alih-alih menyebar luas, teknik ini menembus dalam pada satu titik untuk menghancurkan lesi. Lebih mirip mencabut satu rumput liar sampai ke akarnya dari taman. Dalam praktik nyata, kedua teknik ini kadang dipilih sesuai kebutuhan atau bahkan dipakai bersamaan. Kalau lesinya menonjol, pilih teknik pinhole. Kalau ingin memperbaiki tekstur dan warna kulit secara keseluruhan, pilih fraksional. Begitu cara mudah memahaminya.

Data ini menunjukkan seberapa besar panjang pembuluh darah yang tersisa berkurang seiring waktu setelah CO2 pinhole untuk pembuluh darah melebar. Kalau sebelum tindakan dianggap 100%, tersisa 48% pada bulan pertama, 4% pada bulan ketiga, dan hanya sekitar 1% pada bulan keenam, hasil yang mendekati sembuh total. Hiperpigmentasi muncul pada sebagian pasien, tapi kebanyakan hilang dalam 6 bulan sebagai reaksi sementara
Data ini menunjukkan seberapa besar panjang pembuluh darah yang tersisa berkurang seiring waktu setelah CO2 pinhole untuk pembuluh darah melebar. Kalau sebelum tindakan dianggap 100%, tersisa 48% pada bulan pertama, 4% pada bulan ketiga, dan hanya sekitar 1% pada bulan keenam, hasil yang mendekati sembuh total. Hiperpigmentasi muncul pada sebagian pasien, tapi kebanyakan hilang dalam 6 bulan sebagai reaksi sementara

Perawatan masa keropeng dan pigmentasi

Pemulihan semakin baik seiring waktu berjalan. Untuk pembuluh darah melebar, seperti grafik di atas, kalau sebelum tindakan dianggap 100, dalam satu bulan sudah berkurang jadi kurang dari separuh, dan sekitar 6 bulan hampir tidak terlihat lagi. Di awal memang belum terlalu terasa, tapi hasilnya membaik pelan-pelan selama beberapa bulan.

Downtime-nya tidak terlalu berat. Keropeng kecil-kecil muncul di titik-titik lubang selama 5 sampai 7 hari, dan kemerahan bisa tersisa sekitar 1 sampai 2 minggu. Kalau periode ini dilewati dengan hati-hati, kulit akan sembuh dengan sendirinya. Keropeng sebaiknya tidak dikupas paksa, biarkan lepas sendiri. Kalau dikupas paksa, justru bisa meninggalkan bekas atau membuat pigmen jadi lebih gelap. Selama periode ini, sebaiknya pelembap dipakai cukup banyak dan hindari rangsangan berlebihan pada kulit.

Yang paling perlu diperhatikan adalah hiperpigmentasi pasca inflamasi (PIH). PIH terjadi karena kulit memproduksi lebih banyak melanin sebagai reaksi pertahanan saat luka sembuh, sehingga area itu tampak gelap. Pada riset ini juga, 5 orang mengalami pigmen yang tersisa sementara, tapi semuanya hilang dalam 6 bulan. Meski begitu, kulit Asia yang setara Fitzpatrick III sampai IV memang cenderung lebih mudah meninggalkan pigmen setelah luka, jadi PIH sering disebut sebagai efek samping utama. Tapi kebanyakan tetap merupakan reaksi sementara yang menipis seiring waktu. Mengatur energi agar tidak berlebihan dan disiplin memakai tabir surya bisa menurunkan risikonya jauh lebih rendah. Karena itu, selama masa pemulihan, sebaiknya tabir surya dipakai dengan teliti setiap kali keluar rumah.

Hal yang perlu diketahui sebelum tindakan

PoinDetail
Jumlah sesiSyringoma 2 kali, bekas luka 5-8 kali
Jarak sesi2-3 bulan
DowntimeKeropeng 5-7 hari
PerhatianTabir surya, risiko kambuh

Sebelum memutuskan tindakan, ada beberapa hal yang kalau dipersiapkan lebih dulu, hasilnya jadi lebih nyaman diterima. Pertama, pahami dulu konsep jumlah sesi. Syringoma biasanya butuh sekitar 2 kali, sedangkan bekas luka bisa sampai 5 hingga 8 kali, dengan jarak 2 sampai 3 bulan antar sesi. Kalau dianggap sebagai tindakan yang dilakukan bertahap, bukan sekali langsung tuntas, rasanya jadi lebih ringan.

Perlindungan dari sinar matahari juga sangat penting. Terpapar sinar matahari yang kuat sebelum atau sesudah tindakan meningkatkan risiko hiperpigmentasi. Karena itu tabir surya wajib dipakai secara rutin setelah tindakan. Ekspektasi juga sebaiknya realistis. Syringoma dan xanthelasma adalah lesi yang bisa muncul kembali meski sudah membaik, jadi lebih baik menganggapnya sebagai menipiskan, bukan menghilangkan secara tuntas.

Kalau warna kulit cenderung gelap, lebih aman melakukan uji coba di area kecil dulu sebelum tindakan di area yang lebih luas. Dengan memeriksa reaksinya terlebih dahulu, risiko hiperpigmentasi bisa dikurangi. Saat menangani area dekat mata seperti kelopak mata, pelindung mata wajib dipakai. Caranya dengan menutup mata menggunakan lensa pelindung kecil untuk menghalangi cahaya laser.

Satu hal terakhir, karena ini adalah tindakan yang langsung menyasar lesi, kepekaan tangan dokter sangat menentukan hasilnya. Seberapa halus kedalaman dan jarak lubang diatur akan memengaruhi pemulihan dan hasil akhirnya. Karena itu, memilih dokter yang berpengalaman adalah cara terbaik untuk menjaga hasil dan keamanan sekaligus.

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Skincare

Laser untuk Jamur Kuku Kaki: Efektivitas, Tingkat Kesembuhan, dan Jumlah Sesi

Artikel ini menjelaskan dengan mudah kenapa laser dipakai untuk jamur kuku (onychomycosis) yang membuat kuku menguning dan menebal, bagaimana laser Nd:YAG 1064 nm membasmi jamur dengan panas, seberapa besar tingkat kesembuhannya dibanding obat minum terbinafine dan obat oles, berapa kali dan dengan jarak berapa sesi dijalani, sampai perawatan pendamping untuk mencegah kekambuhan dan menjaga hasil tetap awet, semuanya berdasarkan angka dari penelitian asli.

By Dr. Lee

Skincare

Laser CO2 fraksional untuk bekas luka: berapa kali harus dijalani?

Laser CO2 fraksional tidak membakar seluruh permukaan kulit, melainkan membuat lubang mikro sekecil titik di area tertentu saja. Berikut penjelasan sederhana mengapa lubang tersebut memicu kolagen baru yang mengisi bekas luka dan pori, berapa lama masa pemulihannya, dan berapa kali sesi yang biasanya dibutuhkan.

By Dr. Kim

Pigment

Laser Vbeam untuk Pembuluh Halus dan Kemerahan: Efek dan Downtime

Vbeam adalah laser pembuluh darah dengan panjang gelombang khusus yang hanya bereaksi dengan hemoglobin, pigmen dalam darah, sehingga bisa memadatkan pembuluh darah halus yang melebar secara selektif. Artikel ini membahas mekanisme mengapa panjang gelombang ini hanya menyasar pembuluh darah, reaksi purpura, masa pemulihan, hingga jumlah sesi dengan bahasa yang mudah dipahami.

By Dr. Lee

Back to articles