Filler dan Implan Dagu, Prinsip Membentuk Garis Rahang, Daya Tahan, dan Apakah Bisa Dikembalikan
By Dr. Kim6 min read

Dagu mundur adalah kondisi ketika rahang bawah terlihat lebih ke belakang dibandingkan garis wajah lainnya. Jika dilihat dari samping, ujung dagu yang berada di belakang garis bibir membuat garis wajah terlihat kurang tegas, dan batas antara leher serta dagu jadi kabur sehingga sering terlihat seperti dagu ganda. Ada dua cara utama untuk mengoreksi dagu mundur, yaitu filler dan implan.
Keduanya sama-sama bertujuan membuat dagu terlihat lebih maju ke depan, tetapi berbeda dalam prinsip pembentukannya, lama bertahannya, dan apakah bisa dikembalikan seperti semula. Memahami perbedaan ini akan sangat memudahkan Anda memilih metode yang paling cocok.
Mengapa Dagu Bisa Terlihat Mundur?
Dagu mundur sering terjadi karena tulang rahang sendiri berukuran kecil atau posisinya condong ke belakang. Ada yang memang sejak lahir tulang rahang bawahnya (mandibula) tumbuh lebih kecil, ada pula yang selama masa pertumbuhan kecepatan tumbuh rahang atas dan bawah tidak seimbang sehingga rahang bawah terlihat relatif lebih pendek.
Ketebalan jaringan lunak di sekitar dagu seperti otot, lemak, dan kulit juga turut memengaruhi. Meski ukuran tulang normal, jika jaringan yang menutupi ujung dagu tipis, dagu bisa terlihat lebih mundur. Sebaliknya, walau tulangnya sedikit kecil, jika jaringannya cukup tebal, secara kasat mata perbedaannya bisa tidak terlalu terlihat.
Karena itu, ada kalanya koreksi dagu mundur dilakukan dengan mengubah posisi tulang secara langsung. Namun artikel ini membahas dua metode yang tidak memotong tulang, melainkan menambah volume di ujung dagu untuk membentuk garis samping, yaitu filler dan implan.
Prinsip Filler Membentuk Dagu
Filler bekerja dengan menyuntikkan gel berbahan asam hialuronat ke bawah kulit ujung dagu, tepat di atas tulang. Asam hialuronat sendiri adalah komponen yang sudah ada secara alami di kulit dan sendi tubuh kita, sehingga zat ini bekerja dengan menarik air dan membentuk volume di lokasi tersebut.
Dengan jarum halus atau kanula (alat suntik berbentuk tabung tipis dengan ujung tumpul), gel ditempatkan di dekat selaput tipis yang melapisi tulang rahang. Gel tersebut lalu menempel seperti bantalan tipis di depan tulang dagu sehingga ujung dagu terlihat lebih menonjol. Bayangkan saja seperti menambahkan lapisan di atas tulang tanpa menyentuh tulang itu sendiri, agar lebih mudah dipahami.
Hasil akhirnya juga berbeda tergantung kekenyalan gel yang digunakan. Gel yang lebih lunak menyebar secara alami tetapi daya angkatnya lemah, sedangkan gel yang lebih padat memiliki kekuatan lebih baik untuk membentuk ujung dagu secara tegas. Karena itu, jenis gel yang dipakai disesuaikan dengan seberapa tegas dagu ingin dibentuk.
Cara Implan Menempatkan Diri
Implan menggunakan bahan padat seperti silikon atau polietilen berpori (bahan sintetis dengan pori-pori kecil yang rapat) yang diletakkan langsung di depan tulang rahang. Kulit dan otot disayat untuk membuat ruang hingga tulang rahang terlihat, kemudian implan yang sudah dibentuk sebelumnya dimasukkan ke ruang tersebut dan difiksasi ke tulang.
Implan silikon memiliki permukaan halus sehingga mudah menempati posisinya di atas tulang layaknya meluncur, tetapi tidak menempel kuat dengan jaringan sekitarnya. Sebaliknya, polietilen berpori memungkinkan jaringan dan pembuluh darah tubuh tumbuh masuk ke pori-pori kecilnya, sehingga seiring waktu implan ini menyatu erat dengan tulang dan jaringan seperti satu kesatuan. Karena itu, daya tahannya dalam mempertahankan posisi lebih besar, tetapi jika suatu saat perlu diubah posisinya atau dikeluarkan, prosedurnya menjadi lebih rumit.
Karena implan berupa satu potongan padat yang diletakkan langsung di atas tulang, penyesuaiannya tidak semudah filler yang bisa disuntikkan sedikit demi sedikit atau diatur secara halus di tiap bagian. Namun kelebihannya, begitu terpasang, bentuknya tetap stabil dan tidak berubah.
Alasan Daya Tahan yang Berbeda
Alasan filler diserap seiring waktu terletak pada sifat asam hialuronat itu sendiri. Tubuh manusia memang secara alami memiliki enzim yang memecah asam hialuronat, dan enzim inilah yang perlahan menguraikan gel yang disuntikkan hingga akhirnya ikut keluar dari tubuh bersama air.
Kecepatan penguraiannya berbeda-beda tergantung seberapa padat gel dibuat dan seberapa dalam gel disuntikkan, tetapi pada akhirnya volume akan berangsur berkurang seiring waktu. Karena itu, dagu yang dibentuk dengan filler pada titik tertentu perlu disuntik ulang agar bentuk awalnya kembali terjaga.
Sebaliknya, implan baik dari silikon maupun polietilen berpori merupakan bahan sintetis yang tidak diuraikan oleh enzim tubuh. Karena juga difiksasi ke tulang dengan sekrup atau benang jahit, volume implan itu sendiri tetap terjaga hampir sepenuhnya, terlepas dari kendurnya jaringan atau proses penuaan yang terjadi. Itulah mengapa implan dijelaskan sebagai metode yang bentuknya bertahan lama begitu terpasang.
Perbedaan Masa Pemulihan dan Rasa Nyeri
Filler disuntikkan menggunakan jarum atau kanula sehingga luka yang tertinggal di kulit sangat kecil. Karena itu, pemulihannya juga cenderung cepat, dengan bengkak dan sedikit memar yang umumnya mereda dalam beberapa hari. Rasa nyeri pun biasanya tidak terlalu terasa selama prosedur berkat krim anestesi lokal atau kandungan anestesi yang sudah tercampur dalam gel.
Implan berbeda ceritanya karena melibatkan sayatan dan diseksi (proses membuka jaringan untuk membuat ruang). Sayatan dilakukan di bagian dalam gusi atau kulit bawah dagu, dan jaringan perlu dibuka hingga tulang terlihat agar implan dapat dimasukkan, sehingga bengkak dan memar berlangsung lebih lama dibandingkan filler. Area sayatan juga butuh waktu untuk pulih, dan rasa baal bisa terasa selama beberapa minggu setelahnya.
Perbedaan dalam Hal Bisa Dikembalikan atau Tidak
Bagian ini adalah perbedaan paling besar di antara kedua metode. Asam hialuronat yang digunakan pada filler bisa dilarutkan secara relatif cepat dengan suntikan enzim bernama hialuronidase. Prinsipnya adalah menyuntikkan enzim yang sama dengan yang secara alami mengurai gel, tetapi dalam jumlah yang mempercepat proses penguraian secara signifikan. Karena itu, jika hasilnya tidak sesuai keinginan atau muncul efek samping, ada cara yang relatif sederhana untuk mengembalikannya.
Implan tidak bisa dihilangkan semudah itu. Untuk mengeluarkan bahan padat tersebut, perlu dilakukan sayatan dan diseksi ulang seperti saat pertama kali dipasang. Terutama bahan seperti polietilen berpori yang sudah ditumbuhi jaringan, kondisinya menyatu erat dengan tulang dan jaringan sehingga operasi pengangkatannya bisa lebih rumit dibandingkan pemasangan pertama. Karena itu, kehati-hatian sejak awal jauh lebih penting saat memilih implan.
Kriteria Memilih yang Sesuai untuk Anda
Memilih metode akan lebih mudah jika mempertimbangkan tingkat keparahan dagu mundur, gaya hidup Anda, dan seberapa besar ruang untuk mengembalikan hasil yang ingin Anda simpan.
- Jika tingkat dagu mundur ringan: Dalam banyak kasus, hanya menambah sedikit volume di atas tulang sudah cukup merapikan garis samping, sehingga memulai dengan filler yang lebih ringan adalah pilihan yang wajar. Anda bisa menambahkannya sedikit demi sedikit sambil melihat langsung hasil yang diinginkan.
- Jika dagu terlihat jelas mundur: Jika hanya mengandalkan filler, mungkin dibutuhkan beberapa kali suntikan dengan jumlah banyak, sehingga implan bisa menjadi pilihan yang lebih efisien. Satu blok padat bisa langsung mengisi volume yang kurang dalam satu kali prosedur.
- Jika waktu pemulihan Anda terbatas: Filler lebih ringan karena masa kembali beraktivitas lebih cepat. Tanpa sayatan, kecepatan bengkak mereda pun berbeda.
- Jika ingin menyisakan ruang untuk mengubah atau mengembalikan bentuk: Filler lebih menguntungkan. Bisa dilarutkan dengan enzim berarti ada ruang untuk mengurangi risiko coba-coba.
- Jika ingin mempertahankan bentuk yang sudah ditentukan secara stabil dalam jangka panjang: Implan lebih sesuai dengan tujuan tersebut karena strukturnya difiksasi ke tulang sehingga tidak mudah bergeser.
Sebelum mengambil keputusan, langkah pertama adalah memeriksakan diri untuk memastikan secara pasti seberapa besar kekurangan volume di area dagu yang ingin dibentuk, kondisi tulang, dan ketebalan jaringan. Sebab meski sama-sama dagu mundur, penyebab dan tingkat keparahannya berbeda pada setiap orang, dan diagnosis itulah yang menentukan apakah filler atau implan yang lebih sesuai.
References
Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Cara Kerja Filler Atiere Menyeimbangkan Elastisitas dan Viskositas Lewat Cross-linking, dan Kenapa Daya Tahannya Bisa Berbeda
Atiere adalah filler asam hialuronat buatan Medytox yang mengandalkan teknik HEART untuk menyeimbangkan elastisitas dan viskositas. Kerapatan dan kehalusan proses cross-linking menentukan seberapa lama dan seberapa alami filler ini bertahan di dalam kulit. Berikut penjelasan lengkap tentang prinsip kerja cross-linking pada Atiere.
By Dr. Lee

Prinsip di Balik Filler Ellansé PCL yang Sekaligus Mengisi Volume dan Merangsang Kolagen, serta Masa Bertahannya
Ellansé adalah filler dua tahap. Gelnya mengisi volume secara instan, sementara mikropartikel PCL di dalamnya perlahan memicu tubuh membentuk kolagen sendiri. Berikut penjelasan sederhana kenapa cara kerja ini bisa terjadi dan kenapa masa bertahan tiap jenisnya berbeda.
By Dr. Kim

Cara Kerja Duri Cog Benang Mint Menarik Jaringan dan Perbedaan Daya Tahan PDO PCL
Benang mint adalah salah satu jenis benang cog dengan duri kecil yang tersusun rapat di permukaannya, dibuat dari bahan PDO atau PCL. Berikut penjelasan bagaimana gaya fisik duri yang mencengkeram jaringan dan kecepatan penguraian tiap bahan menentukan lama efeknya bertahan.
By Dr. Lee