Prinsip di Balik Filler Ellansé PCL yang Sekaligus Mengisi Volume dan Merangsang Kolagen, serta Masa Bertahannya
By Dr. Kim7 min read

Kalau mendengar kata filler, yang biasanya terlintas duluan adalah filler asam hialuronat (HA). Begitu disuntikkan, volume langsung terbentuk, lalu perlahan diserap tubuh seiring waktu. Ellansé bekerja dengan prinsip yang sedikit berbeda. Sama-sama mengisi volume seketika, tapi di dalamnya ada butiran yang sangat kecil, dan butiran inilah yang menjalankan proses kedua, memicu tubuh membentuk kolagen baru selama 12 minggu setelah tindakan.
Karena itu Ellansé sering disebut sebagai filler yang menghasilkan efek instan sekaligus efek jangka panjang. Kalau memahami kenapa hal ini benar-benar bisa terjadi, dan apa yang berlangsung di dalam kulit seiring waktu, akan lebih mudah juga memahami kenapa masa bertahannya berbeda dari filler lain.
Apa yang Membedakan Ellansé dari Filler Lain?
Ellansé bukan filler dengan satu bahan tunggal. Secara garis besar, ada dua bahan yang tercampur di dalamnya. Pertama adalah gel yang aman bagi tubuh dan perlahan terurai menjadi air seiring waktu. Kedua adalah mikropartikel PCL (polycaprolactone), butiran sangat kecil yang tersebar merata di dalam gel tersebut.
Kalau diibaratkan, gel adalah media seperti air yang membawa butiran itu, dan mikropartikel PCL adalah benih kecil yang mengambang di dalam air tersebut. Saat disuntikkan, gel dan benih ini masuk bersamaan dan membentuk volume. Namun seiring waktu, gel perlahan berkurang sementara benih itu tetap tinggal dan mulai menumbuhkan jaringan baru di tempatnya. Dua bahan ini bekerja di waktu yang berbeda dengan peran yang berbeda pula, dan itulah inti dari cara kerja Ellansé.
Bayangkan menyiram air dan menabur benih bersamaan ke taman dengan gembor. Airnya akan meresap ke tanah dan menghilang dalam beberapa hari, tapi benihnya tetap tinggal di dalam tanah dan perlahan berakar. Ellansé bekerja dengan cara yang mirip. Gelnya lebih dulu diserap tubuh dan mengosongkan tempatnya, sementara butiran PCL tetap bertahan lama di sana dan terus membentuk jaringan baru.
Bagaimana Gel Menciptakan Volume secara Instan?
Komponen gel pada Ellansé adalah carboxymethylcellulose (CMC). Namanya memang asing, tapi fungsinya sederhana. Bahan ini memiliki sifat menyerap air dan mengembang, sehingga begitu disuntikkan, ia langsung berperan seperti bantalan yang mengisi ruang di tempat itu. Bayangkan spons kering yang dicelupkan ke air, langsung mengembang dalam sekejap. Berkat sifat menyerap air inilah volume bisa langsung terbentuk di tempat suntikan tanpa memerlukan reaksi kimia khusus.
Berkat gel ini, efek volume yang terlihat mata sudah muncul sejak awal setelah tindakan. Prinsipnya mirip dengan filler HA yang langsung terasa halus begitu disuntikkan. Bedanya, gel pada Ellansé perlahan diserap tubuh seperti air dan menghilang seiring waktu. Umumnya komponen gel ini disebutkan berkurang secara alami dalam kurun waktu 6 hingga 8 minggu. Kalau hanya mengandalkan gel, volume seharusnya terus berkurang seiring waktu. Namun kenyataannya, penurunan volume tidak terjadi secepat itu dan hasilnya sering bertahan lebih lama. Alasannya ada pada mikropartikel PCL yang akan dijelaskan berikutnya.
Kenapa Mikropartikel PCL Bisa Memicu Kolagen?
PCL adalah polimer sintetis yang juga umum digunakan pada benang bedah atau bahan medis lainnya, dan terurai secara sangat perlahan serta aman di dalam tubuh. Di dalam Ellansé, PCL berbentuk butiran bulat yang sangat kecil hingga hampir tak terlihat, tersebar merata di dalam gel.
Ketika butiran ini menetap di dalam kulit, tubuh mengenalinya bukan sebagai jaringan asli, melainkan sebagai benda asing yang baru masuk. Tubuh secara alami akan merespons dengan mengelilingi dan membungkus benda asing tersebut dengan jaringan baru. Dalam proses ini, fibroblas, sel yang bertugas membuat kolagen, berkumpul di sekitar butiran tersebut. Kolagen bisa dibayangkan sebagai protein yang menjadi tiang penyangga kulit. Ketika fibroblas mulai merajut tiang itu kembali, terbentuklah lapisan kolagen tipis yang membungkus setiap butiran satu per satu.
Jadi butiran PCL sendiri bukan yang mengisi volume secara langsung, melainkan berperan sebagai pemicu yang membuat tubuh membentuk kolagennya sendiri. Cara kerjanya mirip menanam benih yang kemudian tumbuh akar di tempat itu.
Reaksi ini juga mirip dengan saat serpihan kecil tertancap di kulit dan jaringan baru tumbuh di sekitarnya untuk membungkusnya. Prosesnya juga sejalan dengan benang jahitan pascaoperasi yang perlahan terurai sementara jaringan kuat terbentuk di sekelilingnya, dan kemiripan inilah yang membuat butiran PCL aman digunakan di dalam tubuh.
Yang membuat reaksi ini istimewa adalah karena tidak berhenti di satu butiran saja, melainkan terjadi merata di seluruh area tempat butiran itu tersebar. Karena butiran tidak menggumpal di satu titik melainkan tercampur merata di dalam gel, kolagen yang terbentuk pun ikut tersebar merata sehingga menghasilkan volume yang terasa alami.
Proses Apa yang Dilalui Kolagen Sampai Terbentuk Sempurna?
Reaksi ini tidak selesai dalam semalam. Membungkus satu butiran dengan kolagen membutuhkan waktu 4 hingga 6 minggu, dan kolagen baru bisa terbentuk cukup merata di seluruh area tindakan dalam kurun waktu sekitar 12 minggu.
Kecepatan tubuh merajut kolagen baru sudah punya ritmenya sendiri dan tidak bisa dipercepat. Prinsipnya sama seperti luka yang tidak langsung sembuh dalam sehari, melainkan perlahan pulih selama 1 hingga 2 minggu.
Selama periode ini, dua hal terjadi bersamaan di dalam tubuh. Gel yang pertama kali disuntikkan perlahan diserap dan berkurang, sementara kolagen baru yang terbentuk mengisi tempatnya. Prosesnya mirip estafet lari. Di awal, gel yang menjalankan peran volume, tapi seiring waktu, kolagen buatan tubuh sendiri mengambil alih peran itu. Karena itu volume yang terlihat tepat setelah tindakan dan volume pada minggu ke-12 sebenarnya punya prinsip yang berbeda. Yang satu adalah gel yang disuntikkan, sedangkan yang satunya lagi adalah jaringan asli baru yang dibuat tubuh sendiri.
Kenapa Setiap Jenis Ellansé Punya Masa Bertahan yang Berbeda?
Ellansé tidak hanya punya satu jenis produk, melainkan terbagi menjadi beberapa jenis seperti S, M, L, dan E, dan masing-masing jenis diketahui memiliki masa bertahan yang berbeda. Padahal prinsip kerjanya sama, jadi kenapa masa bertahannya bisa berbeda? Jawabannya ada pada ukuran butiran PCL dan kekentalan gelnya.
- Semakin besar ukuran butiran, semakin lama waktu yang dibutuhkan tubuh untuk menguraikannya. Mirip seperti gula yang dimasukkan dalam bongkahan besar akan bertahan lebih lama dibanding gula halus yang cepat larut, karena permukaan yang bisa dijangkau tubuh relatif lebih sempit dibanding volume butirannya. Karena proses penguraian berlangsung lebih lambat, durasi rangsangan terhadap kolagen pun ikut memanjang, sehingga jenis dengan butiran lebih besar cenderung memiliki masa bertahan total yang lebih lama.
- Semakin tinggi kekentalan gel, semakin lama pula ia bertahan di area suntikan. Jenis dengan kekentalan tinggi diketahui memberikan volume yang lebih padat dan bertahan lebih lama sejak awal tindakan, sehingga biasanya digunakan pada area yang butuh bentuk yang tegas seperti hidung atau dagu.
- Jenis yang digunakan pada area dengan kulit tipis dan sensitif seperti sekitar mata dibuat dengan kekentalan lebih rendah dan butiran yang lebih halus. Tujuannya agar bisa menyebar secara alami tanpa terasa menggumpal atau menonjol di bawah kulit yang tipis.
Perbedaan inilah yang membuat pemilihan jenis Ellansé bergantung pada area tindakan dan masa bertahan yang diinginkan. Apakah area tersebut membutuhkan volume yang bertahan lama, atau justru butuh tampilan tipis dan alami, itulah yang menjadi dasar dokter memilih jenis yang berbeda-beda.
Bagaimana Perawatan dan Menjaga Hasil Setelah Tindakan?
Proses terbentuknya kolagen bukan reaksi instan yang selesai dalam satu kali tindakan, melainkan proses biologis yang berlangsung perlahan selama 12 minggu. Karena itu, terlalu dini untuk menilai hasil akhir hanya dari bengkak atau perubahan volume yang terlihat pada 2 hingga 5 hari pertama setelah tindakan.
Menekan atau memijat area tindakan terlalu keras sebaiknya dihindari karena bisa membuat gel dan butiran PCL menyebar ke arah yang tidak diinginkan. Kalau area itu terus ditekan saat gel belum sepenuhnya mengendap, butiran bisa bergeser dari posisinya dan menggumpal di satu sisi sehingga menghasilkan permukaan yang tidak rata. Oleh karena itu, membiarkan area tersebut tanpa banyak disentuh selama 1 hingga 2 minggu pertama akan membantu hasilnya mengendap secara merata. Proses terbentuknya kolagen juga bisa dipengaruhi oleh daya pulih dan gaya hidup masing-masing orang, sehingga wajar bila hasilnya dipantau dengan sabar dalam jangka waktu yang cukup, dan berkonsultasi kembali dengan dokter bila diperlukan.
Pada 2 hingga 5 hari pertama setelah tindakan, area suntikan bisa mengalami sedikit bengkak atau memar. Ini dikenal sebagai reaksi umum yang muncul saat gel dan butiran disuntikkan, dan biasanya mereda dengan sendirinya seiring waktu. Setelah masa bertahannya habis, banyak orang memilih menjalani tindakan ulang dengan proses yang sama untuk melanjutkan hasilnya.
References
Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Bagaimana Filler Kalsium Radiesse Mengisi Volume sambil Merangsang Kolagen, dan Berapa Lama Bertahan
Radiesse adalah filler dengan partikel kalsium yang langsung mengisi volume sekaligus memicu pembentukan kolagen baru. Artikel ini membahas kenapa partikel ini bisa mengisi volume, bagaimana rangsangan kolagen terjadi, alasan diencerkan sebagai skin booster, hingga berapa lama daya tahannya, semua dari sisi prinsip kerjanya.
By Dr. Lee

Gouri Liquid PCL disebut bisa mengembalikan kekencangan seluruh wajah, tapi efeknya sebenarnya bertahan berapa lama?
Penjelasan cara kerja Gouri Liquid PCL yang menyebar luas tanpa partikel sambil merangsang produksi kolagen secara bertahap. Dibahas juga perbedaan tujuannya dengan filler volume yang mengisi area tertentu, serta kapan efeknya mulai terlihat dan berapa lama bertahan.
By Dr. Lee

Cara Kerja Onda Lifting Mengatasi Lemak dan Kulit Kendur Sekaligus lewat Gelombang Mikro, serta Efeknya di Tiap Area
Onda adalah alat yang menghangatkan lapisan dalam kulit dengan gelombang mikro, jenis gelombang elektromagnetik yang sama seperti pada microwave, sehingga bekerja pada sel lemak dan kolagen secara bersamaan. Artikel ini mengupas dengan bahasa sederhana kenapa gelombang mikro bisa menembus sampai lapisan lemak, dan kenapa pengurangan lemak serta perbaikan kekencangan kulit bisa terjadi bersamaan dalam satu kali perawatan.
By Dr. Kim