Filler dagu dan ujung dagu: efek, lama bertahan, dan perawatan setelahnya
By Dr. Lee7 min read

Kalau mendengar istilah dagu pendek atau receding chin, kebanyakan orang langsung mengira dagunya kecil. Padahal, di praktik, penyebab yang lebih sering ditemukan bukan ukuran tulang dagu itu sendiri, melainkan posisi ujung dagu yang mundur dibanding bagian wajah lainnya. Kalau dilihat dari samping, garis yang menghubungkan ujung hidung, bibir, dan dagu jadi tidak menyatu mulus, tapi terpotong tiba-tiba di area dagu.
Filler dagu adalah prosedur yang mengisi volume di area yang mundur tadi, sehingga garis profil wajah tersambung kembali. Berbeda dari operasi yang memotong tulang atau memasang implan, prosedur ini menggunakan suntikan hyaluronic acid (zat yang juga ada secara alami di tubuh dan punya kemampuan mengikat air yang kuat), sehingga masa pemulihannya jauh lebih singkat. Mari kita bahas dulu kenapa cara ini bisa mengubah garis dagu, dan berapa lama hasilnya bertahan.
Apakah dagu mundur karena dagunya kecil?
Penyebab dagu pendek tidak cuma satu. Ada yang memang tulang dagunya tumbuh kecil, ada juga yang ukuran tulangnya normal tapi posisinya tumbuh agak ke belakang. Dari luar, kedua kondisi ini bisa terlihat mirip sebagai dagu pendek, padahal akar masalahnya berbeda.
Arah dan kecepatan pertumbuhan tulang rahang selama masa tumbuh kembang dipengaruhi banyak faktor sekaligus, mulai dari genetik, kebiasaan mengunyah, hingga cara bernapas. Misalnya, kebiasaan bernapas lewat mulut dalam jangka panjang dikaitkan dengan rahang yang cenderung tumbuh ke bawah, tapi kurang tumbuh ke depan. Ini terjadi karena otot yang seharusnya mendorong rahang ke depan jadi kurang terstimulasi.
Setelah dewasa, bentuk tulang sudah tidak banyak berubah lagi. Karena itu, untuk memperbaiki posisi tulang dagu yang sudah terlanjur mundur tanpa operasi, cara yang paling realistis adalah mengisi ruang di depannya. Di sinilah peran filler dagu.
Di lapisan mana filler ujung dagu disuntik?
Filler dagu umumnya disuntikkan di lapisan yang dekat dengan permukaan tulang, tepatnya tepat di atas periosteum (selaput tipis pembungkus tulang). Semakin dekat dengan tulang, hasilnya akan terlihat seperti tulang itu sendiri yang tumbuh, sehingga garis profil dari samping terlihat alami.
Kalau filler ditempatkan di posisi ini, volume yang terbentuk akan mengikuti kontur tulang di bawahnya sekaligus mendorong ke depan. Sebaliknya, kalau disuntik terlalu dangkal, hasilnya cenderung terasa lembek dan menonjol tidak wajar. Dengan menempatkannya dekat tulang, volume itu seolah bertumpu di atas struktur yang kokoh, sehingga arah tekanannya pun terasa lebih natural.
Filler itu sendiri terbuat dari molekul hyaluronic acid yang diikat satu sama lain membentuk jaringan seperti jala (proses ini disebut cross-linking). Semakin rapat ikatan silangnya, semakin keras dan tahan bentuk filler tersebut, dan produk sekeras ini biasanya dipilih untuk area seperti dagu yang butuh dibentuk struktur, bukan sekadar diberi volume lembut seperti pada bibir.
Bagaimana filler menyambung garis samping?
Hyaluronic acid adalah molekul yang punya sifat mengikat air dengan sangat kuat. Setiap partikel filler yang disuntikkan menarik cairan di sekitarnya dan menahannya, sehingga terbentuklah volume. Bayangkan spons yang menyerap air lalu mengembang, prinsip kerjanya kurang lebih seperti itu.
Ketika volume ini mengisi ruang di depan ujung dagu, garis dari ujung hidung ke bibir hingga ke dagu akan tersambung lebih halus saat dilihat dari samping. Garis yang tadinya terpotong ke belakang kini maju ke depan, sehingga proporsi wajah secara keseluruhan terlihat berbeda. Perubahan di satu titik saja, yaitu dagu, bisa mengubah kesan profil wajah secara menyeluruh, karena garis inilah yang paling banyak memengaruhi persepsi mata terhadap keseimbangan wajah.
Selain itu, area yang disuntik filler akan membuat kulit dan otot di atasnya menyesuaikan diri, menopang volume baru tersebut. Seiring waktu, kulit dan otot yang meregang mengikuti bentuk volume itu akan ikut bergerak menyatu dengan filler, seolah menjadi satu kesatuan jaringan.
Kapan bengkak surut dan bentuk terbentuk?
Segera setelah prosedur, area bekas jarum suntik dan tempat filler disuntikkan bisa mengalami bengkak ringan dan sedikit memar. Ini reaksi wajar karena jaringan sempat terstimulasi, dan pembuluh darah kecil sedikit tertekan atau tergesek jarum.
Bengkak awal ini umumnya mulai mereda dalam beberapa hari, tapi untuk benar-benar hilang hingga bentuk aslinya terlihat, biasanya butuh waktu sekitar 2 sampai 4 minggu. Selama masih bengkak, dagu bisa terlihat lebih besar dari hasil akhirnya, atau kedua sisi terasa sedikit tidak simetris. Karena itu, menilai hasil akhir sebaiknya dilakukan setelah periode ini berlalu.
Di sekitar area dagu, ada pembuluh darah kecil yang mengalir di antara otot-otot penggerak bibir dan dagu, memasok darah ke otot tersebut. Karena itu, prosedur ini penting dilakukan dengan pemahaman anatomi yang tepat. Kalau filler tidak sengaja masuk ke dalam pembuluh darah, aliran darah di area tersebut bisa tersumbat dan berisiko merusak jaringan. Namun, kalaupun situasi ini terjadi, ada enzim hyaluronidase (enzim yang bisa mengurai hyaluronic acid) yang bisa disuntikkan untuk segera melarutkan filler dan mengembalikan keadaan. Inilah salah satu alasan hyaluronic acid dianggap material yang punya mekanisme pengaman penting.
Faktor penentu lama filler ujung dagu bertahan
Daya tahan filler dagu bisa sangat berbeda antar individu maupun antar produk. Beberapa penelitian menunjukkan efeknya masih terlihat bahkan setelah 12 bulan, dan produk dengan cross-linking yang rapat serta keras dilaporkan bisa bertahan mendekati 24 bulan. Beberapa faktor berikut ini bekerja bersamaan membentuk rentang tersebut.
- Kepadatan cross-linking filler: produk dengan ikatan silang yang rapat terurai lebih lambat oleh enzim tubuh, sehingga bertahan lebih lama. Filler dengan struktur yang lebih renggang memang bagus menahan air, tapi terurai lebih cepat sehingga daya tahannya lebih pendek.
- Lokasi dan kedalaman penyuntikan: semakin dekat dengan tulang, filler cenderung lebih sedikit terpengaruh gerakan otot saat mengunyah atau berbicara, sehingga bentuknya lebih awet. Lapisan yang dangkal langsung terpapar gerakan otot ekspresi wajah.
- Aktivitas otot di sekitar dagu dan mulut: di bawah dagu ada otot pengunyah dan otot sekitar mulut yang bergerak ribuan kali sehari. Semakin aktif gerakannya, semakin besar tekanan fisik yang diterima filler, sehingga proses penguraiannya bisa sedikit lebih cepat.
- Kecepatan metabolisme individu: aktivitas enzim yang mengurai hyaluronic acid berbeda-beda pada tiap orang. Orang dengan metabolisme yang lebih cepat cenderung menyerap produk yang sama lebih cepat pula.
Karena banyaknya faktor ini, sulit untuk memastikan daya tahan filler dagu dengan satu angka pasti. Yang lebih realistis adalah menjadikan rentang 9 sampai 18 bulan sebagai patokan umum, sambil tetap membuka kemungkinan perbedaan pada tiap individu.

Perawatan setelah tindakan dan waktu mengulang
Inti dari perawatan pascaprosedur adalah membantu filler menetap stabil di posisinya.
- Selama beberapa hari setelah prosedur, sebaiknya hindari menekan dagu terlalu keras atau tidur tengkurap. Filler yang belum benar-benar mengeras bisa bergeser posisi kalau terkena tekanan.
- Hindari sauna atau tempat dengan panas tinggi selama sekitar 1 minggu. Panas bisa membuat jaringan membengkak dan aliran darah meningkat, sehingga bengkak berlangsung lebih lama.
- Memar dan bengkak awal umumnya mereda dengan sendirinya seiring waktu, meski kecepatan pemulihan berbeda pada tiap orang.
- Pijatan yang terlalu kuat atau tekanan berlebihan bisa mengubah bentuk filler, jadi sebaiknya dihindari selama masa pemulihan.
Menjelang akhir masa daya tahannya, volume dagu bisa terasa berkurang secara bertahap. Kalau ini terjadi, sebaiknya jangan terburu-buru mengambil keputusan. Lebih baik konsultasikan kemungkinan pengulangan prosedur dengan mengacu pada waktu prosedur sebelumnya dan jenis produk yang digunakan. Karena posisi tulang itu sendiri tidak berubah, mengisi kembali volumenya akan menyambungkan garis dagu dengan prinsip yang sama seperti awal.

References
Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Filler Pelipis: Efek, Lama Bertahan, dan Risiko Pembuluh Darah
Pelipis adalah area yang mudah cekung karena lemak dan tulang di bawahnya sama-sama menyusut seiring bertambahnya usia. Ketika area ini cekung, keseimbangan garis samping wajah ikut terganggu dan kesan wajah secara keseluruhan berubah. Berikut penjelasan tentang bagaimana filler mengisi ruang ini dan mengapa area ini perlu ditangani dengan sangat hati hati.
By Dr. Kim

Filler untuk Pertama Kali: Lama Bertahan, Efek Samping, dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Kumpulan pertanyaan yang paling sering muncul sebelum mencoba filler untuk pertama kali. Mulai dari cara kerja asam hialuronat mengisi volume, daya tahan efek dan seberapa sakit prosesnya, kenapa komplikasi pembuluh darah berbahaya dan apakah bisa dibalikkan, sampai bedanya dengan botoks, semua dijawab satu per satu sesuai urutan yang biasa ditanyakan pasien.
By Dr. Lee

Botox Dagu Berkerikil: Efek, Lama Bertahan, Dosis, dan Efek Samping
Botox dagu berkerikil adalah perawatan yang meratakan permukaan dagu yang tampak bergelombang seperti kerikil. Mulai dari prinsip mengendurkan otot mentalis yang terlalu aktif, dosis dan titik suntikan, waktu munculnya efek dan lama bertahannya, perbedaannya dengan masalah struktur seperti dagu mundur atau dagu maju, sampai efek samping dan hal yang perlu diperhatikan, semuanya dirangkum berdasarkan bukti nyata.
By Dr. Kim