Efek ekstrak pegagan (cica): meredakan kemerahan dan regenerasi kolagen
By Dr. Lee6 min read

Nama "cica" mungkin masih asing, tapi pegagan sudah dikenal luas. Cica yang sering muncul di daftar kandungan produk skincare sebenarnya adalah sebutan lain untuk ekstrak tanaman pegagan (Centella asiatica). Hampir semua krim penenang yang dicari saat kulit memerah atau sensitif setelah perawatan mengandung bahan ini.
Pegagan bukan sekadar tren sesaat. Kandungan di dalamnya mengerjakan dua hal sekaligus, meredakan peradangan dan mengisi kembali jaringan yang rusak. Yang satu terasa begitu dioleskan, yang satu lagi baru terlihat setelah beberapa minggu. Berikut urutan cara kerja satu ekstrak tanaman ini bisa melakukan dua hal yang begitu berbeda.
Cica itu bahan apa?
Cica bukan nama satu kandungan tunggal, melainkan sebutan untuk ekstrak pegagan secara keseluruhan. Di berbagai wilayah Asia, tanaman ini sudah lama ditumbuk dan dioleskan langsung ke luka sejak zaman dahulu, dan sekarang zat aktifnya diekstrak lalu dimasukkan ke dalam produk perawatan kulit.
Dunia dermatologi dan industri kosmetik mengelompokkan cica sebagai bahan penenang karena ekstrak ini bekerja pada dua reaksi yang muncul di kulit yang teriritasi, yaitu peradangan dan kerusakan jaringan, secara bersamaan. Efek meredakan kemerahan dan efek mengisi bagian kulit yang rusak sama sama ada dalam satu ekstrak, sehingga cica banyak dipakai dalam produk perawatan pascaperawatan atau prosedur kecantikan.
Empat zat di dalam ekstrak pegagan
Di dalam ekstrak pegagan terdapat banyak senyawa, tapi yang menjadi inti adalah beberapa zat dari golongan triterpenoid (triterpenoid, kelompok senyawa yang dihasilkan tumbuhan). Yang paling dikenal adalah madecassoside dan asiaticoside, serta madecassic acid dan asiatic acid yang terbentuk saat keduanya terurai di dalam tubuh.
Keempat zat ini punya nama yang mirip, tapi perannya sedikit berbeda. Madecassoside dan asiaticoside yang masih membawa gugus gula meresap ke kulit lalu terurai perlahan sehingga efeknya bertahan lebih lama, sementara bentuk asamnya, madecassic acid dan asiatic acid, dilaporkan bekerja lebih cepat pada sel. Inilah alasan mengapa daftar kandungan produk sering mencantumkan beberapa nama terkait cica sekaligus.
Kenapa kemerahan reda lebih dulu?
Kulit yang memerah dan terasa panas adalah tanda tubuh sedang mendeteksi iritasi dan mengaktifkan reaksi pertahanan. Di pusat reaksi ini ada NF-κB (NF-kappa B, protein saklar di dalam sel yang menyalakan sinyal peradangan). Begitu saklar ini menyala, zat zat pemicu peradangan dilepaskan berturut turut sehingga kulit membengkak dan memerah.
Madecassoside dan asiatic acid dilaporkan menekan aktivasi saklar NF-κB ini. Karena saklarnya ditekan, jumlah zat peradangan yang keluar setelahnya pun ikut berkurang. Ini lebih mirip menurunkan sensitivitas alarm kebakaran daripada mematikannya sepenuhnya, sehingga alarm tidak bereaksi berlebihan terhadap percikan api kecil. Karena itu, produk yang mengandung cica sering memberi sensasi kemerahan dan rasa panas yang reda relatif cepat.
Bagaimana regenerasi kolagen terjadi?
Setelah iritasi mereda, tugas berikutnya adalah mengisi kembali jaringan yang rusak. Di sinilah jalur TGF-β (TGF-beta, protein sinyal yang memerintahkan sel untuk memperbaiki jaringan) berperan. Asiaticoside dan madecassoside dilaporkan mengaktifkan sinyal TGF-β ini sehingga fibroblas (sel di lapisan kulit yang memproduksi kolagen) terdorong menghasilkan lebih banyak kolagen.
Sebagai gambaran, jika meredakan peradangan itu seperti memadamkan api, membentuk kolagen adalah proses membangun kembali dinding di tempat yang sama. Kalau konstruksi dimulai sebelum api benar benar padam, material bangunan akan terus terbakar. Begitu pula, kolagen sulit terbentuk dengan baik selama peradangan masih ada. Karena itu, urutan meredakan lalu meregenerasi ini adalah alur yang wajar terjadi.
Apakah ceramide bisa mengisi skin barrier?
Di permukaan kulit terdapat lapisan tipis yang terbentuk dari ceramide (ceramide, komponen lipid yang mengisi celah antarsel agar kelembapan tidak mudah menguap). Lapisan ini bekerja seperti semen yang mengisi celah antarbata, mengunci celah sel agar kelembapan tidak mudah keluar dan iritasi dari luar tidak mudah masuk.
Ekstrak pegagan dilaporkan membantu produksi ceramide ini. Prosesnya mirip mengisi kembali semen yang kurang pada tembok bata yang celahnya melebar. Ketika skin barrier terisi kembali, transepidermal water loss (kadar air yang menguap melalui kulit) berkurang, dan kemampuan kulit menjaga kelembapannya sendiri pun ikut pulih. Semakin sensitif kulit terhadap iritasi, semakin penting pemulihan barrier ini dilakukan lebih dulu sebelum perawatan lain bisa memberi hasil.
Kapan efek cica mulai terlihat?
Kecepatan munculnya efek cica berbeda beda tergantung jenisnya. Perubahan yang berkaitan dengan meredanya peradangan, seperti kemerahan dan rasa panas, sering kali sudah terasa dalam hitungan hari, karena reaksi menekan saklar NF-κB relatif cepat terjadi.
Sebaliknya, perubahan berupa penumpukan kolagen dan pengisian kembali skin barrier jauh lebih lambat. Berbagai penelitian melaporkan bahwa perubahan yang terlihat jelas biasanya baru terkonfirmasi setelah pemakaian rutin selama 4 hingga 12 minggu. Untuk area yang membutuhkan pengisian jaringan yang lebih dalam, seperti bekas luka atau stretch mark, prosesnya bahkan disebut butuh waktu lebih lama lagi, sekitar 6 bulan pemakaian rutin sebelum perubahan benar benar berlanjut. Karena itu, produk cica sebaiknya tidak dinilai hanya dari pemakaian beberapa hari, melainkan diamati minimal selama sebulan lebih.

Kulit seperti apa yang cocok dengan cica?
Tidak semua jenis kulit membutuhkan cica dengan porsi yang sama. Namun, ada beberapa kondisi kulit yang jelas lebih diuntungkan.
- Kulit yang skin barrier-nya menipis sementara, misalnya setelah perawatan laser atau peeling: pada masa ini daya tahan kulit terhadap iritasi sedang menurun, sehingga dibutuhkan efek menenangkan sekaligus pemulihan barrier secara bersamaan.
- Kulit dengan bekas kemerahan setelah jerawat mereda: reaksi peradangan yang belum sepenuhnya padam membuat pembuluh darah masih melebar, sehingga kandungan yang lebih meredakan peradangan bisa membantu.
- Kulit yang mudah perih dan kering karena skin barrier melemah akibat iritasi berulang: kandungan yang membantu sintesis ceramide bekerja langsung mengisi barrier yang kekurangan bahan bakunya.
Sebaliknya, pada kulit yang tidak menunjukkan iritasi atau peradangan yang jelas, cica tidak memberi perubahan yang terlalu signifikan. Kandungan ini lebih unggul dalam mengembalikan kondisi kulit yang sedang bermasalah ke keadaan normal, bukan untuk membuat kulit yang sudah stabil menjadi lebih baik lagi.

Hal yang dicek sebelum memakai
Cica umumnya digolongkan sebagai bahan yang minim iritasi, tapi bukan berarti pasti aman untuk semua orang. Karena berasal dari ekstrak tanaman, reaksi alergi tetap bisa muncul pada sebagian orang meski jarang terjadi, sehingga melakukan patch test di bagian dalam lengan sebelum memakai produk baru adalah langkah yang lebih aman.
Selain itu, kandungan cica tidak selalu berarti konsentrasi dan metode pemurniannya sama di setiap produk. Semakin ke atas posisi suatu bahan tercantum di daftar kandungan, semakin tinggi kadarnya. Jadi, kalau ingin efek menenangkan yang lebih optimal, pilih produk dengan kandungan terkait cica yang tercantum di posisi atas. Cica saja tidak bisa menyelesaikan semua masalah kulit, dan perawatan dasar seperti tabir surya dan pelembap tetap perlu dijalankan bersamaan agar hasil pemulihan barrier bisa bertahan lebih lama.
References
Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), dan Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Suntik Kontur Wajah: Kandungan, Cara Kerja, dan Kapan Bengkak Mereda
Suntik kontur wajah adalah suntikan campuran yang berisi zat perusak membran sel lemak sekaligus zat pendukung sirkulasi limfa. Berikut penjelasan bagaimana kedua efek ini bekerja dengan jeda waktu berbeda terhadap bengkak dan garis wajah, serta berapa lama hasilnya bertahan.
By Dr. Kim

Pink Peel: Efek, Cara Kerja, Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Prosedur, dan Jumlah Sesi
Pink peel adalah peeling berbahan lembut yang memakai isoflavon dari ekstrak fermentasi akar kudzu untuk merapikan sel kulit mati sekaligus merangsang produksi kolagen di lapisan kulit. Karena tidak mengandalkan asam kuat melainkan bahan nabati yang halus, kulit sensitif pun relatif nyaman menjalaninya. Berikut penjelasan cara kerja kandungannya, perbedaannya dengan peeling biasa, dan cara merawat kulit setelah perawatan.
By Dr. Kim

Emface: Efek, Lama Bertahan, dan Cara Kerja RF serta Stimulasi Otot
Emface adalah perawatan lifting non-invasif yang merangsang kolagen di kulit dengan energi radiofrekuensi sekaligus menggerakkan otot ekspresi wajah lewat sinyal listrik. Berikut penjelasan sederhana kenapa kulit dan otot perlu ditangani bersamaan agar kekencangan wajah kembali, alasan perawatan dilakukan bertahap, dan berapa lama efeknya bertahan, dijelaskan dari prinsip kerjanya.
By Dr. Kim