Efek dan Efek Samping Botox Betis yang Hanya Bekerja pada Tipe Otot, Berapa Dosis dan Berapa Lama Bertahan?
By Dr. Lee7 min read

Banyak orang merasa terganggu karena betisnya terlihat sangat menonjol saat memakai rok pendek atau celana slacks. Jika penyebabnya otot, botox betis adalah cara untuk melembutkan garis betis dengan sedikit menurunkan kekuatan otot yang membentuk tonjolan itu.
Namun, hasilnya tidak sama untuk semua bentuk betis. Hasilnya bisa sangat berbeda tergantung apakah tonjolan itu tipe otot yang padat atau tipe lemak yang banyak, dan titik suntikan serta dosisnya juga harus ditentukan berbeda untuk setiap orang. Artikel ini merangkum, mulai dari apa itu otot gastroknemius yang membentuk tonjolan betis, kriteria membedakan tipe otot dan tipe lemak, dosis per area dan efek pengecilannya, lama bertahannya efek, hingga pengaruhnya terhadap cara berjalan dan kekuatan otot, berdasarkan angka dari jurnal ilmiah.

Bagaimana Prinsip Botox Betis Mengecilkan Tonjolan Otot?
Otot gastroknemius adalah otot berkepala dua yang menonjol di bagian belakang betis. Otot ini bekerja saat mengangkat tumit atau berlari, dan semakin berkembang otot ini, semakin menonjol pula tonjolan betis yang terlihat. Botox menghambat sinyal saraf menuju otot gastroknemius ini sehingga otot tidak bisa mengeluarkan tenaga.

Otot yang sinyalnya terputus perlahan mengecil, seperti otot yang tidak lagi dipakai. Otot tidak langsung menipis setelah prosedur, tetapi volumenya mengecil dalam 3 hingga 4 minggu sehingga garisnya menjadi lebih halus. Prinsipnya sama dengan botox rahang persegi atau botox otot trapezius, tetapi karena betis adalah otot yang dipakai untuk berjalan dan berlari, dosis dan titik suntikannya harus ditentukan lebih teliti.
Efeknya tidak permanen. Ketika sinyal saraf pulih kembali setelah beberapa bulan, otot juga perlahan kembali ke ukuran semula, sehingga diperlukan prosedur ulang untuk mempertahankan garis betis. Karena itu, jika mempertimbangkan botox betis, langkah pertama adalah memastikan apakah tonjolan itu benar-benar disebabkan oleh otot.

Seberapa Berbeda Dosis Suntikan di Tiap Area?
Cara standarnya adalah menyuntikkan di beberapa titik pada satu sisi otot gastroknemius. Dalam salah satu penelitian, ditentukan 15 titik pada satu sisi betis, masing-masing 10 unit, sehingga total 150 unit disuntikkan ke otot gastroknemius. Dosis dibagi merata ke kepala otot bagian dalam dan luar untuk menjaga keseimbangan kiri dan kanan.
Ada juga cara lain untuk membagi total dosis yang sama secara berbeda. Caranya adalah menyasar otot soleus, yang berada di bawah otot gastroknemius dan menopang tubuh saat berdiri, dengan menyuntikkan 6 unit ke otot gastroknemius dan 4 unit ke otot soleus pada satu titik. Dalam penelitian yang mengikuti 34 orang selama 6 bulan, kelompok yang hanya disuntik di otot gastroknemius lingkarnya berkurang 1,26cm, sedangkan kelompok yang disuntik di otot gastroknemius dan soleus sekaligus berkurang 1,46cm, dan perbedaan kedua metode ini tidak signifikan secara statistik.
Dalam praktik nyata, dosis dasar sekitar 100 unit pada satu sisi betis paling sering digunakan, dan jika ototnya besar atau pasien menginginkan pengecilan yang lebih pasti, dosisnya bisa ditingkatkan hingga 150 unit atau lebih. Total dosis per area sangat bervariasi antar jurnal, mulai dari 100 unit hingga sekitar 300 unit, tetapi angka ini ditentukan secara individual oleh dokter sesuai ukuran otot dan tingkat hasil yang diinginkan, jadi lebih tepat dipahami sebagai rentang daripada jawaban pasti.
Apa yang Membedakan Tipe Otot dan Tipe Lemak?
Botox betis bekerja efektif jika penyebab tonjolan adalah otot. Jika betis tebal karena banyak lemak, mengecilkan otot tidak akan banyak mengubah ukurannya. Karena itu, membedakan tipe otot dan tipe lemak sebelum prosedur sangat menentukan hasilnya.
Cara paling sederhana adalah tes berjinjit. Saat berjinjit, otot betis berkontraksi sehingga bagian yang menonjol mengeras dan membentuk gumpalan. Jika gumpalan ini terlihat jelas, itu tergolong tipe otot. Jika area tersebut tetap lembek meski berjinjit, itu lebih mendekati tipe lemak.
Pengukuran ketebalan lemak juga dilakukan bersamaan. Pada tes mencubit kulit dengan jari, jika ketebalannya melebihi 2cm, lemaknya tergolong tebal, dan dalam kasus ini metode seperti sedot lemak lebih cocok dibanding botox. Pada kenyataannya, otot dan lemak sering bercampur, jadi lebih aman memastikan metode yang tepat dengan mengecek kedua tes ini bersamaan.
| Ciri | Tipe Otot | Tipe Lemak |
|---|---|---|
| Tes berjinjit | Mengeras dan menonjol | Tetap lembek |
| Tes cubit | Kurang dari 2cm | 2cm atau lebih |
| Metode cocok | Botox | Sedot lemak, dll |

Apakah Titik Suntikan Berbeda-beda Bahkan di Antara Tipe Otot?
Tidak semua tipe otot memiliki bentuk yang sama. Dalam salah satu penelitian, pembesaran otot gastroknemius dibagi menjadi dua tipe berdasarkan tes berjinjit, yaitu tipe menonjol sepihak dengan hanya satu kepala otot yang menonjol, dan tipe menonjol dua sisi dengan kepala otot bagian dalam dan luar menonjol merata.
Dalam penelitian ini, tipe menonjol sepihak sebanyak 69% dan tipe menonjol dua sisi sebanyak 31%, sehingga kasus yang hanya satu sisi menonjol lebih umum. Pada tipe menonjol sepihak, kepala otot bagian dalam lebih sering menonjol, karena kepala otot ini lebih banyak berperan menopang titik berat tubuh saat berdiri.
Titik suntikan juga berbeda tergantung tipenya. Pada tipe menonjol sepihak, dosis difokuskan pada kepala otot yang menonjol, sedangkan pada tipe menonjol dua sisi, dosis dibagi merata ke bagian dalam dan luar. Menandai titik yang menonjol lebih dulu lewat foto dan perabaan, lalu menyuntikkan sesuai lokasi tersebut, adalah cara untuk mencegah bagian yang menggumpal tetap dibiarkan sementara bagian yang salah justru mengecil.
Seberapa Besar Efeknya dan Berapa Lama Bertahan?
Besarnya efek dilaporkan sedikit berbeda antar penelitian. Dalam penelitian acak terkontrol yang menggunakan dosis 60 unit, setelah 8 minggu lingkar betis rata-rata berkurang sekitar 0,48cm, dari 36,35cm menjadi 35,87cm. Penurunan ini signifikan secara statistik, tetapi secara kasat mata lebih terasa seperti garis yang menjadi halus secara samar, bukan betis yang mengecil drastis.
Pada penelitian lain, ketika disuntikkan 32 hingga 72 unit, pengecilan mulai terlihat dalam 1 minggu dan bertahan hingga 6 bulan, sedangkan pada penelitian yang menggunakan dosis lebih tinggi, pengecilan mulai terlihat sejak 3 minggu dan efeknya bertahan 6 hingga 8 bulan. Secara umum, terlihat kecenderungan efek bertahan lebih lama jika dosisnya lebih besar dan jika otot gastroknemius serta soleus disasar bersamaan.
Jika dilihat dari alur waktu, efek mulai muncul antara 1 hingga 3 minggu, paling jelas terlihat sekitar 4 minggu, dan bertahan sekitar 3 bulan hingga paling lama 8 bulan. Sama seperti botox di area tubuh lain, otot perlahan kembali ke ukuran semula seiring waktu, sehingga prosedur sebaiknya diulang sesuai siklus ini untuk mempertahankan garis betis.
| Penelitian | Dosis | Waktu Pengukuran | Lama Bertahan |
|---|---|---|---|
| Uji acak terkontrol (60 unit) | 60 unit/sisi | 8 minggu | Sekitar 3 bulan |
| Penelitian observasi awal | 32 hingga 72 unit/sisi | 1 minggu hingga 6 bulan | Sekitar 6 bulan |
| Penelitian observasi dosis tinggi | 300 hingga 360 unit/sisi | Sejak 3 minggu | 6 hingga 8 bulan |
| Penelitian gastroknemius + soleus | 150 unit/sisi | 6 bulan | Lebih dari 6 bulan |

Apakah Tidak Ada Masalah pada Cara Berjalan dan Kekuatan Otot?
Efek sampingnya umumnya ringan dan sementara. Dalam penelitian yang mengikuti 34 orang selama 6 bulan, nyeri otot di area suntikan dilaporkan pada 35%, dan linu atau lemas yang masih bisa ditahan pada 24%, dengan sebagian besar mereda dalam satu bulan. Kram otot sementara tergolong jarang, hanya sekitar 3%.
Karena otot gastroknemius dipakai untuk berjalan dan berlari, wajar jika muncul pertanyaan tentang pengaruhnya terhadap kekuatan otot dan cara berjalan. Dalam penelitian yang menganalisis pola jalan 15 orang sebelum dan sesudah prosedur, volume betis berkurang jelas pada bulan ke-1 dan ke-3, tetapi indikator dasar berjalan seperti kecepatan langkah atau panjang langkah tidak banyak berubah. Namun, ditemukan perubahan kecil pada cara menjaga keseimbangan saat memindahkan berat badan dari berdiri dua kaki ke satu kaki, sehingga meski pola berjalan secara umum tetap sama, rasa keseimbangan bisa sedikit berubah.
Karena itu, jika terbiasa berlari atau mendaki gunung, lebih aman memulai dengan dosis rendah lebih dulu sambil melihat responsnya. Tidak ada obat penawar khusus, jadi jika kekuatan otot berkurang terlalu banyak, harus menunggu efeknya hilang seiring waktu. Dengan memastikan lebih dulu apakah termasuk tipe otot, menentukan titik dan dosis dengan teliti, lalu mengelolanya lewat prosedur berulang, botox betis bisa menjadi cara untuk merapikan garis betis agar lebih halus tanpa banyak mengganggu aktivitas berjalan.
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Prinsip Botox Kelenjar Parotis Membuat Garis Rahang Lebih Tirus, hingga Dosis dan Efek Samping yang Berbeda dari Botox Otot Masseter
Botox kelenjar parotis adalah prosedur menyuntikkan toksin botulinum ke kelenjar liur parotis untuk mengecilkan volumenya sehingga garis rahang bawah terlihat lebih tirus. Target dan lokasi suntikannya berbeda dari botox otot masseter yang menyasar otot, dan artikel ini merangkum dosis, lama bertahannya efek, hingga efek samping seperti mulut kering berdasarkan bukti ilmiah.
By Dr. Kim

Botox Lengan untuk Mengecilkan Otot, Benarkah Garis Lengan Jadi Lebih Halus dan Berapa Lama Efeknya Bertahan?
Botox yang disuntikkan ke otot pembentuk gundukan pada lengan bekerja dengan melemahkan sinyal saraf sehingga otot perlahan mengecil. Simak kriteria membedakan lengan berotot dan lengan berlemak, kapan hasilnya mulai terlihat, sampai berapa lama efeknya bertahan dan kapan waktu yang tepat untuk mengulang prosedur.
By Dr. Lee

Prinsip Body Onda Memanaskan Lemak Perut dan Lengan dengan Gelombang Mikro, Jumlah Sesi, dan Lama Bertahannya Hasil
Body Onda adalah perawatan pembentukan tubuh non-bedah yang memanaskan lapisan lemak di bawah kulit secara selektif dengan gelombang mikro, sehingga sel lemak mengecil sekaligus kulit menjadi lebih kencang. Artikel ini membahas mengapa panas hanya menyasar lapisan lemak, mengapa pengurangan lemak dan pengencangan kulit terjadi bersamaan, bagaimana pendekatan berbeda di area perut, lengan atas, dan pinggang, serta berapa lama sesi dan hasilnya bertahan.
By Dr. Kim