prettytime
Skincare

Bintik Kecil yang Terus Muncul di Sekitar Mata, Kenali Beda Siringoma, Milia, dan Skin Tag

By Dr. Lee7 min read

Kalau ada bintik kecil yang terus muncul di area bawah mata atau kelopak mata, wajar kalau kita mengira itu satu masalah yang sama. Padahal, bintik kecil yang biasa muncul di area ini sering kali berasal dari tiga hal yang berbeda. Milia, siringoma, dan skin tag punya lokasi dan penyebab yang berbeda, tapi kalau hanya dilihat sekilas memang susah dibedakan. Karena itu, tidak sedikit orang yang salah diagnosis sendiri, lalu mencoba memencet atau mencabutnya, dan malah meninggalkan bekas luka. Yuk, kita bahas satu per satu perbedaan ketiganya, dan kenapa area sekitar mata jadi tempat favorit mereka muncul.

Kenapa Penyebabnya Bisa Berbeda Meski Bentuknya Terlihat Sama

Kulit kelopak mata dan area sekitarnya termasuk yang paling tipis di seluruh tubuh. Lapisan tanduknya tipis, sementara kelenjar minyak, kelenjar keringat, dan jaringan di bawah kulit tersusun rapat. Karena itu, perubahan sekecil apa pun jadi lebih terlihat jelas. Inilah sebabnya bintik dengan penyebab berbeda bisa tampak mirip satu sama lain di permukaan.

Milia terbentuk dari sel kulit mati yang terperangkap di bawah kulit dan membentuk kantung kecil. Siringoma adalah tumor jinak yang muncul karena saluran kelenjar keringat membesar. Sementara skin tag terbentuk dari jaringan serat di permukaan kulit yang meregang akibat gesekan. Ketiganya sama-sama tidak berkaitan dengan kanker, tapi lapisan kulit tempat mereka terbentuk dan bahan penyusunnya benar-benar berbeda.

Ada juga alasan kenapa ketiganya sering muncul berbarengan di sekitar mata. Kelopak mata bergerak ribuan kali sehari karena berkedip, dan kelenjar minyak maupun kelenjar keringat di area ini tersusun lebih rapat dibanding bagian tubuh lain. Semakin rapat susunannya, semakin besar juga kemungkinan sel kulit mati tersumbat, saluran keringat teriritasi, dan kulit yang terlipat mengalami gesekan.

Kenapa Milia Terasa Putih dan Keras Saat Diraba?

Milia terbentuk dari keratin, yaitu protein keras yang menyusun permukaan kulit, yang tidak bisa keluar dan akhirnya menggumpal jadi butiran kecil di bawah kulit. Normalnya, sel kulit mati akan terkelupas dengan sendirinya dari lapisan tanduk. Tapi kalau muara pori atau muara kelenjar keringat tersumbat meski hanya sedikit, sel kulit mati itu jadi terjebak di dalam.

Sel kulit mati yang terjebak terus menumpuk di bawah kulit dan lama-lama mengeras. Karena itu, saat ditekan dengan jari, milia terasa keras dan tidak mudah kempis, dengan warna putih atau kuning pucat. Milia juga sering muncul di wajah bayi baru lahir, dan biasanya ini bersifat sementara karena kelenjar minyaknya belum sepenuhnya berfungsi normal.

Milia yang muncul saat dewasa umumnya terjadi setelah kulit sempat mengalami kerusakan, misalnya luka bakar, lepuh, atau perawatan peeling yang cukup kuat, lalu saluran pengeluaran sel kulit mati tersumbat saat kulit memulihkan diri. Area sekitar mata sangat rentan mengalami hal ini karena kulitnya tipis dan mudah tersumbat hanya dengan rangsangan kecil.

Bagaimana Siringoma Terbentuk dan Apa Ciri Khasnya?

Siringoma adalah tumor jinak yang terbentuk karena sel-sel saluran keringat ekrin, yaitu saluran yang membawa keringat ke permukaan kulit, tumbuh lebih banyak dari kondisi normal. Kondisi ini tidak berhubungan dengan kanker dan pertumbuhannya juga sangat lambat.

Penyebab pastinya memang belum sepenuhnya diketahui, tapi kecenderungan faktor keturunan cukup jelas terlihat. Banyak orang yang memiliki anggota keluarga dengan bintik serupa, dan ada juga laporan yang menyebutkan kondisi ini relatif lebih sering ditemukan pada populasi Asia Timur. Siringoma juga lebih sering muncul pada perempuan, terutama setelah masa pubertas.

Ciri khas siringoma adalah munculnya beberapa bintik sekaligus secara simetris di kelopak mata bagian bawah, kanan dan kiri. Warnanya cokelat muda atau seperti warna kulit aprikot, dan ukurannya membesar secara perlahan, bukan tiba-tiba. Bedanya dengan milia, siringoma tidak bisa dipencet karena bukan berisi cairan atau sumbatan, melainkan jaringan saluran keringat itu sendiri yang membesar.

Kenapa Skin Tag Sering Muncul di Area yang Sering Bergesekan?

Skin tag, atau fibroma lunak, adalah tonjolan lunak yang terbentuk karena kolagen dan pembuluh darah di permukaan kulit meregang. Kondisi ini tidak berhubungan dengan sel kulit mati atau kelenjar keringat, dan paling sering tumbuh di area kulit yang sering terlipat atau bergesekan.

Kalau kulit terus-menerus bergesekan, jaringan serat di area itu jadi teriritasi dan meregang sedikit demi sedikit. Bayangkan seperti benang di ujung baju yang terus tergosok di satu titik sampai akhirnya terurai dan memanjang, kulit juga bisa mengalami hal serupa saat gesekan menumpuk di satu titik. Inilah sebabnya skin tag lebih sering ditemukan pada orang yang suka mengucek mata atau yang area matanya sering bersentuhan dengan kacamata.

Ada juga laporan yang menyebutkan skin tag lebih mudah muncul seiring bertambahnya usia, dan pada orang dengan berat badan berlebih atau resistensi insulin. Alasannya sama dengan kenapa skin tag umum ditemukan di leher atau ketiak, yaitu area yang sering terlipat. Karena teksturnya lunak dan menggantung, skin tag bisa dibedakan dari milia atau siringoma yang terasa keras hanya dengan meraba ujung jarinya.

Cara Membedakan Ketiganya Lewat Tampilan dan Sentuhan

Karena lokasi dan teksturnya berbeda, ketiga kondisi ini bisa dikenali kalau diraba dengan lembut menggunakan ujung jari.

  • Milia: warna putih atau kuning pucat, terasa keras dan tidak kempis saat ditekan, biasanya muncul satu-satu di area bawah mata atau kelopak mata atas
  • Siringoma: warna cokelat muda atau seperti kulit aprikot, muncul berkelompok secara simetris di kelopak mata bawah, permukaannya halus
  • Skin tag: warna seperti kulit atau cokelat, terasa lunak dan menggantung, kadang memiliki tangkai tipis seperti benang sehingga bisa bergoyang, sering muncul di tepi kelopak mata atau area lipatan sekitar mata

Kalau memperhatikan warna, tekstur, dan pola munculnya bersamaan, biasanya perbedaan ini bisa terlihat cukup jelas. Meski begitu, tidak jarang ketiganya muncul bersamaan pada satu orang, jadi memeriksakan diri ke dokter kulit tetap jadi cara paling akurat dibanding hanya menebak dari penglihatan sendiri.

Kenapa Tidak Boleh Dipencet atau Dicabut Sendiri?

Ketiga kondisi ini bisa bertambah parah kalau dipencet atau dicabut sendiri dengan tangan. Karena penyebabnya berbeda, risiko yang muncul pun berbeda-beda.

Kalau milia dipaksa dipencet, sel kulit mati yang tadinya terjebak di dalam bisa keluar dengan kasar dan melukai kulit di sekitarnya. Bukannya hilang, proses penyembuhan luka itu justru bisa memicu milia baru terbentuk lagi. Sementara siringoma tidak memiliki isi yang bisa dikeluarkan karena memang bukan sumbatan, melainkan jaringan saluran keringat itu sendiri. Kalau dipaksa ditekan, kulit hanya akan memerah dan teriritasi tanpa hasil apa pun.

Kalau skin tag dicabut paksa dengan tangan, pembuluh darah kecil di tangkainya bisa ikut robek dan berdarah, dan saat luka sembuh berisiko meninggalkan bekas hiperpigmentasi atau jaringan parut. Kulit di sekitar mata tipis dan sensitif, jadi luka sekecil apa pun cenderung lebih lama sembuh dan bekasnya lebih lama hilang.

Bagaimana Dokter Membedakan dan Menangani Ketiganya?

Di klinik dermatologi, dokter biasanya memeriksa warna, kedalaman, dan pola permukaan bintik menggunakan alat pembesar atau alat pemeriksa permukaan kulit untuk membedakan ketiganya. Kalau diperlukan, biopsi jaringan juga bisa dilakukan untuk memastikan diagnosis.

Milia bisa dihilangkan dengan prosedur sederhana, yaitu membuka sedikit permukaannya menggunakan jarum steril lalu mengeluarkan sel kulit mati di dalamnya. Siringoma, karena berupa jaringan saluran keringat yang harus dihilangkan langsung, umumnya ditangani dengan laser karbon dioksida atau laser erbium YAG untuk membakar jaringan tersebut, atau dengan elektrokauterisasi. Karena tingkat kekambuhannya cukup tinggi, prosedur ini kadang perlu diulang beberapa kali. Skin tag biasanya bisa diselesaikan dalam satu kali tindakan dengan menggunting atau membakar bagian tangkainya menggunakan elektrokauter.

Kebiasaan yang Membantu Mengurangi Kekambuhan

Ketiganya memang sulit dicegah sepenuhnya, tapi ada beberapa kebiasaan yang bisa memperlambat kemunculannya.

Kebiasaan mengucek mata terlalu keras atau memakai kacamata yang terus menekan titik yang sama bisa menciptakan kondisi yang memicu skin tag, jadi sebaiknya perlakukan area sekitar mata dengan sentuhan yang lembut. Menggunakan krim tebal atau produk berbahan minyak secara berlebihan di sekitar mata juga bisa menyumbat saluran pengeluaran sel kulit mati, sehingga orang yang mudah berjerawat milia sebaiknya memilih tekstur produk yang lebih ringan. Untuk siringoma, karena pengaruh faktor keturunan cukup besar, sulit dicegah hanya dengan mengubah kebiasaan hidup, tapi penggunaan tabir surya tetap membantu menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan.

Kalau ada bintik baru yang tumbuh dengan cepat atau bentuknya berubah tiba-tiba, sebaiknya periksakan ke dokter kulit karena kemungkinan penyebabnya berbeda dari ketiga kondisi umum ini.

Munculnya bintik baru di area yang sama setelah dihilangkan juga bukan hal yang jarang terjadi. Milia bisa kambuh kalau saluran pengeluaran sel kulit mati tersumbat lagi, sementara siringoma bisa muncul di area baru seiring waktu karena sifat jaringan saluran keringatnya memang cenderung membesar secara genetis. Skin tag juga bisa tumbuh lagi di area yang mirip setelah tangkainya dipotong, kalau gesekan di area itu terus berulang. Karena itu, pendekatan yang lebih realistis bukan berharap satu kali tindakan langsung tuntas selamanya, melainkan terus memantau kondisi kulit dan menanganinya lagi kalau memang diperlukan.

References

Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Acne

Skin tag di leher dan ketiak yang terus bertambah, ini alasannya, cara kerja laser menghilangkannya, dan tips perawatannya

Kenapa skin tag kecil terus bermunculan di area yang sering bergesekan dengan pakaian seperti leher dan ketiak? Dua penyebab utamanya, gesekan dan penuaan, dibahas tuntas. Ciri yang membedakannya dari tahi lalat, cara kerja laser dan elektrokauter menghilangkannya, sampai tips perawatan agar tidak mudah muncul lagi, semua dirangkum dengan bahasa yang mudah dipahami.

By Dr. Lee

Back to articles