prettytime
Pigment

Alex Toning 755nm, Cara Kerja Laser Alexandrite Menyasar Pigmen dan Panduan Perawatannya

By Dr. Kim6 min read

Alex toning adalah metode perawatan pigmen menggunakan laser yang memancarkan cahaya dengan panjang gelombang 755nm, dengan kristal alexandrite sebagai medianya. Namanya mungkin terdengar asing, tapi prinsipnya sederhana. Panjang gelombang ini punya sifat mudah diserap oleh melanin di dalam kulit, sehingga panas hanya terkumpul di titik pigmen sambil membiarkan kulit di sekitarnya tetap aman.

Kata "toning" muncul karena alasan ini juga. Alih-alih menembak kuat sekali tembakan, energinya disebar dalam intensitas ringan berkali kali, seolah menyempurnakan rona kulit sedikit demi sedikit hingga pigmen memudar perlahan. Berikut penjelasan urut kenapa harus dilakukan bertahap, kenapa memilih panjang gelombang ini, dan apa bedanya dengan laser pigmen lain.

Apa Itu Alex Toning?

Kata alex dalam alex toning merujuk pada kristal alexandrite. Ketika kristal ini ditembak cahaya kuat untuk diberi energi, yang keluar adalah cahaya laser dengan panjang gelombang 755nm. Bagi mata manusia, panjang gelombang ini berada di antara cahaya merah dan inframerah, jadi tidak terlihat langsung.

Alat ini awalnya juga dipakai untuk menghapus tato atau menghilangkan rambut, tapi dengan mengubah cara penyinaran dan intensitasnya, bisa diaplikasikan untuk mengatasi kelainan pigmen. Pada mode toning, energi diturunkan dan area penyinaran diperluas, sehingga fokusnya bukan membakar satu lesi dengan kuat, melainkan meratakan rona wajah secara keseluruhan. Karena itu, metode ini lebih sering dipakai untuk pigmen yang menyebar luas seperti melasma atau flek.

Kenapa 755nm Bisa Menyasar Pigmen Secara Selektif?

Prinsip dasar terapi laser disebut fototermolisis selektif. Istilahnya terdengar rumit, tapi maksudnya sederhana. Cahaya dengan panjang gelombang tertentu hanya diserap kuat oleh jaringan berwarna tertentu, sementara jaringan lain dilewati begitu saja. Ini mirip seperti baju hitam yang cepat panas kena sinar matahari, sedangkan baju putih relatif tetap lebih sejuk.

Melanin berwarna cokelat atau hitam sehingga sangat menyerap cahaya 755nm. Sebaliknya, kolagen, pembuluh darah, dan sel normal kulit menyerap panjang gelombang ini jauh lebih sedikit. Hasilnya, sepanjang jalur laser, panas terkonsentrasi hanya di titik kumpulan melanin, lalu panas tersebut merusak sel yang menyimpan pigmen sehingga warnanya memudar secara bertahap.

Apa Bedanya dengan Laser Panjang Gelombang Lain?

Karakter laser pigmen sedikit berbeda tergantung panjang gelombangnya. Semakin pendek panjang gelombang, semakin besar penyerapan oleh melanin, tapi kemampuannya menembus kulit lebih dangkal. Sebaliknya, semakin panjang gelombangnya, arahnya berbalik. Kalau dibandingkan berjajar, laser ruby dengan 694nm, alexandrite dengan 755nm, dan Nd:YAG dengan 1064nm, urutan penyerapan melaninnya menurun sementara daya tembusnya ke kulit makin dalam.

755nm berada di posisi tengah. Karena itu, panjang gelombang ini cukup terserap untuk flek atau melasma yang letaknya dangkal di epidermis, sekaligus jangkauannya tidak sedalam 1064nm sehingga tidak menyentuh jaringan yang lebih dalam dari yang diperlukan. Sebaliknya, untuk pigmen yang letaknya jauh di dalam dermis seperti nevus of Ota, panjang gelombang 1064nm yang menembus lebih dalam dianggap lebih menguntungkan. Karena itu, pemilihan panjang gelombang disesuaikan dengan kedalaman lesi.

Perlu diketahui juga bahwa meski memakai alat alexandrite yang sama, kegunaannya bisa berubah tergantung cara penyinarannya. Kalau ditembakkan dengan pulsa pendek dan kuat pada satu titik, hasilnya lebih mengarah ke pemecahan pigmen tato atau lesi tebal. Sebaliknya, kalau memakai spot lebar dengan energi rendah menyapu seluruh wajah, itulah yang disebut toning. Panjang gelombang yang sama bisa terasa seperti prosedur yang sama sekali berbeda tergantung cara energinya dibagi.

Kenapa Harus Dilakukan Bertahap?

Alex toning tidak berusaha menghilangkan lesi sekaligus dalam satu kali. Sebaliknya, penyinaran dilakukan berulang dengan energi rendah, biasanya berjarak beberapa minggu antar sesi. Alasan pendekatan yang perlahan ini berkaitan dengan risiko efek samping.

Jika energi diberikan terlalu kuat, pigmen memang cepat memudar, tapi jaringan normal di sekitarnya ikut teriritasi sehingga risiko munculnya hiperpigmentasi pascainflamasi, yaitu pigmen balik yang justru membuat area yang dirawat jadi lebih gelap, akan meningkat. Sebaliknya, dengan menurunkan energi dan menambah jumlah sesi, rangsangan yang diterima kulit dalam satu kali jadi lebih kecil sehingga risiko ini berkurang. Konsekuensinya, waktu yang dibutuhkan agar pigmen memudar jadi lebih lama. Singkatnya, ini adalah pendekatan yang lebih mengutamakan keamanan dibanding kecepatan hasil.

Pigmen Apa yang Paling Responsif?

Alex toning dikenal cukup efektif untuk lesi pigmen yang letaknya di epidermis, yaitu lapisan paling luar kulit. Sebabnya, epidermis letaknya dangkal sehingga panjang gelombang 755nm bisa menjangkau dengan cukup, dan melanin di lapisan ini juga terkumpul padat di dalam sel epidermis sehingga panas mudah terkonsentrasi.

Berikut jenis lesi yang umumnya diatasi dengan metode ini.

  • Freckles (efelid): melanin di lapisan dangkal epidermis mengumpul seperti titik titik kecil, sehingga cukup terserap meski panjang gelombang hanya masuk sedikit ke dalam.
  • Flek epidermis dan bercak penuaan: terbentuk karena paparan sinar matahari jangka panjang yang membuat melanin menumpuk di sel epidermis, letaknya juga dangkal sehingga responsnya relatif baik.
  • Sebagian melasma: melasma yang terletak di epidermis merespons dengan baik, tapi melasma tipe campuran yang sudah menembus dermis cenderung merespons lambat atau bahkan bisa memburuk karena iritasi, sehingga perlu pendekatan yang lebih hati hati.

Kenapa Perawatan Setelah Prosedur Itu Penting?

Segera setelah prosedur, kondisi kulit mirip seperti luka bakar ringan, jadi mengurangi iritasi selama masa pemulihan adalah kunci perawatannya.

  • Tabir surya perlu dipakai lebih teliti dari biasanya. Kulit yang baru teriritasi sedang dalam kondisi sensitif untuk memproduksi melanin kembali, sehingga jika terpapar matahari, pigmen justru bisa menjadi lebih gelap.
  • Kalau muncul pengelupasan, sebaiknya jangan ditarik atau dikupas paksa dengan tangan. Kalau dipaksa lepas, kulit di bawahnya ikut teriritasi dan reaksi peradangan bisa membesar.
  • Bahan yang bersifat iritatif seperti eksfoliator atau retinol sebaiknya dihentikan sementara selama beberapa hari. Jika kulit yang sudah teriritasi ditambah rangsangan lain, kecepatan pemulihannya justru bisa melambat.
  • Pelembap sebaiknya dipakai lebih banyak dari biasanya. Selama sawar kulit sedang pulih, kekurangan kelembapan diketahui dapat memperlambat kecepatan regenerasi.

Efek Samping dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Efek samping yang paling sering disebut adalah hiperpigmentasi pascainflamasi. Seperti dijelaskan sebelumnya, jika energi terlalu kuat atau perawatan pascaprosedur kurang, area yang dirawat justru bisa terlihat lebih gelap dari sebelumnya, hasil yang terkesan paradoks. Reaksi ini diketahui lebih mudah muncul pada orang dengan warna kulit lebih gelap, yaitu kulit yang secara alami memiliki lebih banyak melanin, sehingga pada kasus seperti itu lebih aman menurunkan energi dan memperlebar jarak antar sesi.

Sesekali bisa muncul kemerahan sementara atau keropeng halus, dan biasanya mereda dalam beberapa hari. Namun, jika kedalaman lesi atau jenis pigmen tidak diidentifikasi dengan tepat sebelum tindakan, respons yang muncul bisa berbeda dari perkiraan, sehingga pemeriksaan karakter lesi sebelum prosedur menjadi bagian penting agar aman.

Selain itu, penyinaran di sekitar pigmen buatan seperti tato alis atau tahi lalat diketahui bisa membuat warnanya berubah tak terduga. Karena itu, sebelum prosedur biasanya dilakukan pengecekan lebih dulu terhadap tahi lalat, tato, atau area sulam permanen di wajah, lalu area tersebut dihindari saat penyinaran. Karena ini prosedur yang hasilnya baru terlihat setelah beberapa waktu, lebih baik tidak terburu buru menilai belum ada perubahan setelah satu dua sesi, melainkan mengikuti jadwal yang ditentukan dan memantau hasil melalui beberapa sesi berturut turut.

References

Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Pigment

Cara Kerja Laser Vbeam Menyasar Kemerahan dan Pembuluh Darah Halus, Jumlah Sesi, dan Masa Pemulihan

Vbeam adalah laser pembuluh darah dengan panjang gelombang khusus yang hanya bereaksi dengan hemoglobin, pigmen dalam darah, sehingga bisa memadatkan pembuluh darah halus yang melebar secara selektif. Artikel ini membahas mekanisme mengapa panjang gelombang ini hanya menyasar pembuluh darah, reaksi purpura, masa pemulihan, hingga jumlah sesi dengan bahasa yang mudah dipahami.

By Dr. Lee

Pigment

Prinsip Clarity II Toning Mengatasi Pigmen dengan Dua Panjang Gelombang, Alexandrite dan Nd:YAG

Clarity II toning menggabungkan laser Alexandrite dan Nd:YAG, dua panjang gelombang berbeda, dalam satu alat untuk menangani flek dangkal dan melasma yang lebih dalam dengan cara masing-masing. Artikel ini merangkum mengapa dua panjang gelombang ini dibutuhkan secara terpisah, dan apa yang membedakan metode toning dari prosedur menghilangkan tahi lalat.

By Dr. Kim

Back to articles