prettytime
Lifting

Ultherapy Prime, Apa yang Berubah dari Ultherapy Original dalam Transduser, Presisi, Nyeri, dan Jumlah Sesi

By Dr. Kim10 min read

Ultherapy Prime adalah generasi baru alat HIFU (high-intensity focused ultrasound) yang menggantikan Ultherapy original, pertama kali diperkenalkan pada paruh kedua 2024. Meski namanya berubah, prinsip kerjanya tidak berubah. Seperti kaca pembesar yang memfokuskan sinar matahari ke satu titik, gelombang ultrasound difokuskan ke titik tertentu pada kedalaman kulit yang sudah ditentukan. Panas sesaat di titik fokus itu mengontraksi jaringan, lalu selama beberapa bulan berikutnya kolagen baru terbentuk kembali, cara kerja ini tetap sama. Titik fokus paling dalam pun masih menyasar lapisan fasia yang menopang ekspresi wajah dan kontur, yaitu lapisan SMAS yang sama, yang ditarik dengan pisau bedah pada operasi facelift. Yang berubah adalah cara energi itu divisualisasikan dan kecepatan pemberiannya. Pencitraan dilaporkan lebih tajam, treatment lebih cepat, dan rasa tidak nyaman selama treatment juga berkurang. Kalau hanya membaca materi promosinya, ini terasa seperti treatment yang sama sekali baru, padahal sebenarnya lebih tepat disebut sebagai alat yang menyempurnakan cara penghantaran energi, sambil tetap mempertahankan prinsip yang sudah teruji. Apa yang berubah, apa yang tetap sama, dan sejauh mana buktinya sudah terkumpul, semua dibahas dari sudut pandang praktik klinis.

Handpiece Ultherapy Prime dan kartrid transduser

Apa yang Berbeda antara Ultherapy Prime dan Ultherapy Original?

Teknologi intinya tetap sama. Prime juga merupakan treatment HIFU yang memfokuskan ultrasound ke titik presisi pada kedalaman kulit tertentu hingga mencapai lapisan SMAS, dan prinsip memeriksa lapisan lewat pencitraan real-time sebelum energi diberikan juga tidak berubah dari sebelumnya. Karena itu, lebih tepat memahami Prime bukan sebagai efek baru, melainkan sebagai alat yang mewarisi bukti klinis yang sudah dikumpulkan Ultherapy original.

Yang berubah adalah performa alatnya sendiri. Menurut klaim produsen, kecepatan pemrosesan naik sekitar sepuluh kali lipat dibanding sebelumnya, sehingga durasi satu sesi treatment berkurang sekitar 20%. Layar untuk menampilkan pencitraan diperbesar 35% dan kecepatan refresh layarnya juga meningkat, sehingga lapisan dalam kulit terlihat lebih terang dan jelas. Karena praktisi bisa melihat lapisan lebih jelas saat memberikan energi, penargetannya jadi lebih akurat, dan pada akhirnya jumlah tembakan yang meleset berkurang.

Dari sisi pasien, perubahan yang paling terasa adalah rasa sakit dan durasi treatment. Menurut produsen dan laporan pengguna awal, rasa sakit selama treatment serta kemerahan dan bengkak setelahnya dilaporkan lebih ringan dibanding model sebelumnya, dan ini dijelaskan sebagai hasil dari perbaikan cara pengaturan energi dan presisi panduan pencitraan. Namun, ini lebih merupakan gambaran berdasarkan pengalaman pengguna dan data produsen, bukan angka dari studi perbandingan langsung skala besar antara kedua alat, jadi perbedaan individu tetap perlu dipertimbangkan.

Singkatnya, perubahan pada Prime bukan pada besarnya efek, melainkan pada kualitas penghantaran energi. Apa yang diangkat tetap sama, yang disempurnakan adalah seberapa presisi, cepat, dan nyaman energi itu diberikan.

Bagaimana Transduser dan Kedalaman Treatment Dibagi?

Komponen yang benar-benar memancarkan energi pada Prime adalah transduser, yang biasa disebut kartrid. Setiap transduser punya kedalaman fokus ultrasound yang sudah ditentukan, sehingga kartrid mana yang dipasang menentukan di lapisan kulit mana energi itu akan terfokus. Sama seperti Ultherapy original, Prime juga menggunakan tiga kedalaman, yaitu 1,5 mm, 3,0 mm, dan 4,5 mm.

Ketiga kedalaman ini punya fungsi berbeda. Fokus dangkal menyasar dermis yang dekat dengan permukaan, sedangkan fokus dalam menyasar fasia yang menopang wajah. Praktisi mengombinasikan kedalaman ini sesuai area dan tingkat kendur, misalnya kedalaman dangkal lebih banyak digunakan di sekitar mata yang kulitnya tipis, sementara kedalaman dalam lebih banyak diberikan di garis rahang yang kendurnya lebih terlihat. Artinya, tidak ada satu kedalaman tunggal yang dipakai sama rata untuk seluruh wajah.

Kedalaman TreatmentLapisan yang DisasarKeluhan Utama
1,5 mmDermis dangkalTekstur kulit dan garis halus
3,0 mmDermis dalam dan lapisan lemak dangkalKontur dan elastisitas
4,5 mmFasia SMASPengangkatan kontur kendur

Kedalaman perlu dibagi seperti ini karena penyebab kendur tidak selalu berasal dari satu lapisan saja. Masalah tekstur permukaan dan kelonggaran fasia dalam berasal dari lapisan yang berbeda, sehingga kedalaman yang berbeda perlu ditangani bersamaan agar hasil di seluruh wajah terlihat natural. Kalau hanya memakai fokus dangkal, kendur yang dalam tidak akan tersentuh, dan kalau hanya memakai fokus dalam, masalah tekstur permukaan akan tetap ada. Desain tiga kedalaman pada Prime dibuat untuk menangani lapisan-lapisan ini secara terpisah dalam satu sesi treatment.

Seberapa Besar Pencitraan Real-Time Meningkatkan Presisi?

Di antara alat HIFU, fitur yang membedakan keluarga Ultherapy dari HIFU lainnya adalah pencitraan real-time. Praktisi bisa melihat langsung lapisan dalam kulit di layar sambil memberikan energi ke titik yang tepat, dan di Prime layar ini menjadi lebih besar dan lebih tajam. Karena ketebalan kulit, lemak, dan fasia berbeda pada tiap orang, memberikan energi sambil melihat lapisan dengan jelas jauh berbeda, baik dari sisi keamanan maupun hasil, dibanding memberikannya hanya berdasarkan perkiraan.

Manfaat dari pencitraan yang lebih tajam terlihat pada akurasi penargetan. Kalau energi masuk lebih dangkal dari lapisan target, efeknya berkurang, dan kalau masuk terlalu dalam, risiko rasa sakit atau iritasi saraf meningkat. Semakin jelas batas antar lapisan terlihat, semakin kecil pula margin kesalahan ini. Terutama di area sensitif seperti leher atau sekitar mata, di mana kulitnya tipis dan saraf serta pembuluh darah berada dekat permukaan, kemampuan membedakan lapisan secara akurat berhubungan langsung dengan keamanan.

Kecepatan refresh layar yang meningkat juga punya arti penting dalam praktik nyata. Saat praktisi menggerakkan handpiece, kalau layar mengikuti tanpa jeda, titik perubahan lapisan tidak akan terlewat, sehingga energi bisa diberikan lebih rapat tanpa risiko masuk ke kedalaman yang salah. Pada akhirnya, presisi yang diklaim Prime bukan berasal dari energi baru, melainkan dari layar yang lebih jelas terlihat.

Tapi pencitraan yang lebih baik tidak otomatis menjamin hasil. Membaca layar dengan akurat dan merancang kedalaman yang tepat untuk tiap area tetap menjadi tugas manusia, sehingga dengan alat yang sama pun hasilnya bisa berbeda tergantung pengalaman praktisi. Pencitraan yang bagus adalah alat bantu untuk tangan yang sudah terampil, bukan pengganti tangan itu sendiri.

KategoriTreatment dengan PencitraanTreatment Tanpa Pencitraan
Akurasi kedalamanMenargetkan sambil melihat batas lapisanMargin kesalahan lebih besar
Keamanan area sensitifMenghindari saraf dan pembuluh darahRisiko relatif lebih tinggi
Variasi hasilBisa dikompensasi lewat perancanganBergantung pada perkiraan praktisi

Sesi treatment lifting Ultherapy Prime

Apakah Jumlah Sesi dan Rasa Sakit Benar-Benar Berkurang?

Keluarga Ultherapy pada dasarnya adalah treatment yang dilakukan satu kali dulu, lalu diamati selama beberapa bulan sampai kolagen terbentuk kembali, dan penambahan sesi baru dipertimbangkan kalau memang diperlukan. Struktur ini tidak berubah pada Prime. Yang berubah adalah satu sesi treatment menjadi lebih cepat, dengan durasi berkurang sekitar 20% berkat peningkatan kecepatan pemrosesan. Ini bukan perubahan yang mengurangi jumlah sesi, melainkan perubahan yang membuat satu sesi terasa lebih ringan untuk dijalani.

Rasa sakit adalah alasan terbesar yang membuat orang ragu mencoba treatment ini, jadi ini perlu dibahas lebih dalam. Karena sifatnya yang merangsang lapisan dalam, HIFU menghasilkan sensasi tajam sesaat setiap kali energi dipancarkan, dan sensasi ini juga jadi tanda bahwa energi sudah sampai ke lapisan target dengan tepat. Tingkat rasa sakit yang dilaporkan dalam berbagai studi klinis umumnya berada di kisaran 3 sampai 4 dari skala 10.

Studi KlinisJumlah SubjekSkor Nyeri (0-10)
Tinjauan sistematis MFU (2023)565 orangRata-rata 3,8
Studi acak wajah atas (Chen dkk, 2024)40 orangRata-rata 2,4
Studi alat pencitraan generasi baru (2023)20 orangRata-rata 3,0

Alasan Prime dikatakan kurang menyakitkan dibanding sebelumnya adalah perbaikan cara pengaturan energi dan panduan pencitraan. Logikanya, kalau energi menyasar lapisan target lebih akurat, tembakan yang tidak perlu berkurang sehingga sensasi tajam pun ikut berkurang. Namun, studi klinis skala besar yang membandingkan rasa sakit antara kedua alat secara langsung masih belum cukup banyak, jadi sebaiknya ini diterima dengan mempertimbangkan perbedaan individu. Area yang dekat dengan tulang cenderung terasa lebih tajam, jadi bagi yang sensitif terhadap rasa sakit, mendiskusikan manajemen nyeri dengan dokter sebelum treatment akan membuat prosesnya lebih nyaman.

Grafik yang menunjukkan seberapa besar alis terangkat setelah treatment Ultherapy Prime
Grafik yang menunjukkan seberapa besar alis terangkat setelah treatment Ultherapy Prime

Sejauh Mana Efeknya Sudah Dibuktikan dalam Studi?

Karena Prime menggunakan prinsip HIFU yang sama dengan Ultherapy original, masuk akal untuk membaca bukti klinisnya sebagai kelanjutan dari yang sudah ada. Mari mulai dari alis. Dalam studi acak tersamar yang mengukur tinggi alis setelah treatment wajah atas, alis terangkat rata-rata 2,16 mm pada hari ke-90 dan tetap terangkat 1,93 mm pada hari ke-180. Pada studi yang sama, 87,5% peserta masih mempertahankan pengangkatan yang bermakna pada hari ke-180. Terdengar kecil dalam hitungan milimeter, tapi kalau alis terangkat sekitar 2 mm, tatapan mata jadi lebih terbuka dan kesan wajah terlihat lebih segar.

Perubahan di dalam kulit juga sudah dikonfirmasi pada jaringan manusia. Dalam studi yang mengambil sampel kulit langsung sebelum dan sesudah treatment, ketebalan dermis meningkat sekitar 24%, dari rata-rata 1,32 mm menjadi 1,63 mm, dan pada studi yang sama, kolagen dermis juga meningkat sekitar 23,7% dibanding sebelum treatment. Artinya, di balik perubahan yang terlihat dari luar, jaringan itu sendiri menebal dan kolagen baru benar-benar terbentuk.

Ada juga hasil untuk leher dan garis rahang, dua area yang paling banyak diminati. Dalam studi yang mengamati hari ke-90 setelah treatment, volume leher membaik minimal satu tingkat pada 86,7% pasien, dan garis rahang pada 70% pasien. Dalam tinjauan sistematis yang menggabungkan beberapa studi, sekitar 92% pasien menunjukkan perbaikan kekencangan kulit atau kerutan pada hari ke-90, dan efek samping serius dilaporkan sekitar 2%.

Studi yang secara khusus meneliti alat generasi baru dengan pencitraan yang ditingkatkan seperti Prime juga sudah mulai bermunculan. Dalam studi acak skala kecil pada area wajah tengah dan bawah, 70% peserta menunjukkan pengencangan yang bermakna pada bulan ke-3, dengan skor nyeri rata-rata 3,0 tanpa anestesi. Jumlah subjeknya masih kecil sehingga terlalu dini untuk menarik kesimpulan pasti, tapi ini menjadi sinyal bahwa bukti terus terkumpul di atas prinsip yang sudah teruji.

Grafik batang yang menunjukkan persentase pasien yang membaik berdasarkan area
Grafik batang yang menunjukkan persentase pasien yang membaik berdasarkan area

Siapa yang Cocok, dan Apa yang Perlu Diperhatikan?

Prime cocok untuk mereka yang garis rahang, leher, atau alisnya mulai kendur, tapi masih belum siap untuk operasi. Kelebihannya paling terlihat pada kendur ringan hingga sedang, saat kontur baru mulai terlihat menurun, dan untuk mereka yang ingin mengangkat lapisan dalam tanpa pisau bedah. Karena masa pemulihannya hampir tidak ada, aktivitas sehari-hari bisa langsung dilanjutkan setelah treatment. Kalau dimulai di usia akhir 30-an hingga awal 50-an, saat kulit dan fasia masih memiliki elastisitas yang cukup, ruang untuk perbaikan masih besar sehingga tingkat kepuasannya cenderung tinggi.

Ada baiknya juga mengetahui lebih dulu kapan efeknya mulai terlihat. Prime bukan treatment yang langsung mengubah wajah secara dramatis begitu selesai. Memang ada rasa kencang yang terasa segera setelah treatment akibat kontraksi lapisan dalam, tapi perubahan yang sesungguhnya muncul secara bertahap selama dua sampai tiga bulan seiring kolagen terbentuk kembali. Jadi lebih tepat menganggap kontur wajah akan tertata rapi secara bertahap selama beberapa bulan, bukan berharap perubahan instan di depan cermin.

Ada juga kondisi yang kurang cocok. Kalau kulit dan jaringan sudah kendur berat sampai terlipat, kemampuan mengangkat dari treatment non-bedah punya batasan, sehingga metode bedah perlu dipertimbangkan bersamaan untuk hasil yang lebih baik. Kalau tujuannya mengisi pipi yang kempis, filler lebih tepat. Kalau ada peradangan aktif atau infeksi pada kulit, atau ada implan di area yang akan menjalani treatment, ini wajib disampaikan ke dokter sebelum treatment. Untuk yang sedang hamil, treatment ini tidak disarankan karena data keamanannya belum cukup.

Alat yang lebih canggih tidak otomatis menjamin hasil. Prime adalah alat yang membantu praktisi lewat pencitraan dan kecepatan yang disempurnakan, bukan pengganti penilaian untuk membaca tingkat kendur dan kondisi kulit lalu merancang kedalaman yang tepat. Hasil akhirnya ditentukan oleh kedalaman dan kerapatan tembakan yang dipilih, jadi disarankan untuk memulai dari klinik yang benar-benar memeriksa kondisi kulit secara teliti sebelum berkonsultasi.

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Lifting

Ultherapy, Shurink, Sofwave, Linear Z: Sama-Sama HIFU, Tapi Mengapa Harga dan Hasilnya Bisa Beda Jauh?

Ultherapy, Shurink, Sofwave, dan Linear Z semuanya masuk kategori HIFU lifting, namun perbedaan kedalaman penetrasi, lapisan SMAS yang dijangkau, fitur pencitraan real-time, dan kekuatan bukti klinis masing-masing sangat signifikan. Ulasan jujur tentang cara kerja tiap alat, efektivitas yang sudah terbukti, tingkat nyeri, serta panduan memilih berdasarkan kebutuhan dan anggaran.

By Dr. Kim

Filler

Filler Tulang Pipi, Mengisi Midface yang Kempis untuk Memperbaiki Garis Senyum dan Kendur, serta Standar Keamanan Pembuluh Darah

Mengapa tulang pipi dan pipi yang kempis membuat wajah kendur dan terlihat lebih tua, serta bagaimana mengisi volume midface dengan filler pipi bisa memperbaiki garis senyum dan kendur sekaligus. Dibahas juga viskoelastisitas dan kekerasan filler HA volumizing, cara menghindari komplikasi pembuluh darah lewat kanula dan lapisan suntikan, hingga pemulihan dengan hyaluronidase dan lama bertahannya efek, semua berdasarkan data dari studi klinis nyata.

By Dr. Kim

Back to articles