prettytime
Lifting

Ultherapy atau Thermage, Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?

By Dr. Kim6 min read

Setiap kali membahas prosedur lifting non-bedah, Ultherapy dan Thermage selalu disebut bersamaan. Keduanya diklaim bisa mengangkat kulit tanpa pisau, jadi wajar kalau banyak yang bingung apa bedanya dan mana yang lebih sesuai.

Intinya begini: Ultherapy dan Thermage bukan pesaing yang mengerjakan hal sama. Keduanya menjangkau lapisan kulit yang berbeda. Untuk mengangkat kulit yang sudah kendur dan turun, Ultherapy yang menggunakan ultrasound terfokus dengan jangkauan lebih dalam adalah pilihan yang lebih tepat. Untuk memperbaiki elastisitas dan tekstur kulit secara menyeluruh, Thermage yang memanaskan dermis secara luas lebih cocok. Ada juga studi yang membandingkan keduanya secara langsung, dan hasilnya menunjukkan tidak ada yang secara mutlak lebih unggul. Berikut penjelasan mekanismenya, hasil perbandingannya, dan cara menentukan mana yang lebih sesuai dengan kondisimu.

RF melemah seiring kedalaman sehingga bekerja luas di dermis, sementara ultrasound difokuskan ke satu titik dan menjangkau kedalaman 1,5 hingga 4,5 mm secara presisi
RF melemah seiring kedalaman sehingga bekerja luas di dermis, sementara ultrasound difokuskan ke satu titik dan menjangkau kedalaman 1,5 hingga 4,5 mm secara presisi

Apa Perbedaan Ultherapy dan Thermage?

Perbedaan paling mendasar ada pada jenis energi dan kedalaman yang dijangkau. Ultherapy memusatkan gelombang ultrasound ke satu titik, sehingga energi melewati lapisan permukaan dan menghasilkan panas tepat di kedalaman yang sudah ditentukan. Tergantung kartrid yang digunakan, ia bisa menjangkau 1,5 mm, 3,0 mm, hingga 4,5 mm. Kedalaman 4,5 mm itu adalah lapisan SMAS, yaitu fasia otot yang menopang struktur wajah. Untuk mengangkat wajah yang kendur, lapisan dalam inilah yang perlu distimulasi, dan Ultherapy bisa mencapainya.

Thermage berbeda. Ia menggunakan RF monopolar yang memanaskan dermis secara luas, bukan memusatkan energi ke satu titik melainkan menyebarkannya ke seluruh area. Masalahnya, panas dari RF melemah seiring kedalaman. Sebuah studi eksperimental menunjukkan bahwa sekitar 60% kolagen terpengaruh di kedalaman 1-2 mm, turun menjadi sekitar 10% di kedalaman 2-3 mm, lalu sekitar 5% di 3-4 mm, dan hanya sekitar 1% di kedalaman lebih dari 4 mm. Artinya Thermage tidak menjangkau lapisan SMAS, melainkan berfokus memanaskan dermis.

Mudahnya: Ultherapy unggul dari sisi kedalaman, Thermage unggul dari sisi luas jangkauan. Bukan soal mana yang lebih baik, tapi keduanya memang mengerjakan lapisan yang berbeda.

Untuk kulit kendur yang turun Ultherapy lebih cocok karena menjangkau lapisan dalam, untuk elastisitas dan tekstur menyeluruh Thermage yang memanaskan dermis secara luas lebih tepat

Ultherapy untuk Kendur, Thermage untuk Elastisitas?

Karena lapisannya berbeda, masalah yang bisa diatasi pun berbeda. Ultherapy yang menjangkau lapisan fasia dalam lebih efektif untuk mengangkat kulit yang sudah benar-benar kendur, seperti garis rahang yang mulai turun, leher yang menggelambir, atau alis yang terasa berat. Sebuah studi pada 75 subjek mencatat tingkat perbaikan berdasarkan penilaian dokter lebih dari 80%, dengan tingkat kepuasan pasien melampaui 78%.

Thermage, karena memanaskan dermis secara luas, lebih cocok untuk memperbaiki elastisitas dan tekstur kulit secara menyeluruh daripada mengangkat area tertentu. Ini termasuk kulit yang mulai kusam, pori-pori yang membesar, dan kerutan halus. Thermage juga bisa digunakan di area tubuh yang lebih luas seperti perut dan lengan. Dalam sebuah studi klinis, 53% pasien melaporkan perbaikan kekenduran lebih dari 50% setelah dua bulan tindakan.

Kalau masalah utamamu adalah kontur wajah yang berubah dan kulit yang turun, Ultherapy lebih relevan. Kalau masalahnya lebih ke elastisitas yang menurun, tekstur, dan pori-pori, Thermage lebih tepat. Tapi perlu diingat: kedua prosedur ini punya batas yang jelas. Untuk kekenduran yang sudah parah, keduanya tidak bisa menandingi hasil operasi. Dalam kondisi itu, konsultasi untuk prosedur bedah seperti facelift adalah langkah yang lebih realistis.

Studi perbandingan langsung Ultherapy dan Thermage pada leher, masing-masing sisi berbeda, skor kekenduran Thermage turun dari 2,7 menjadi 0,86 dan Ultherapy dari 2,8 menjadi 1,4, keduanya membaik tanpa perbedaan yang signifikan secara statistik (Jones 2017, n=20)
Studi perbandingan langsung Ultherapy dan Thermage pada leher, masing-masing sisi berbeda, skor kekenduran Thermage turun dari 2,7 menjadi 0,86 dan Ultherapy dari 2,8 menjadi 1,4, keduanya membaik tanpa perbedaan yang signifikan secara statistik (Jones 2017, n=20)

Jika Dibandingkan Langsung, Siapa yang Menang?

Ini pertanyaan yang paling banyak ditanyakan. Untungnya ada studi yang memang membandingkan keduanya secara langsung, yaitu dengan memberi tindakan berbeda di sisi kiri dan kanan wajah atau leher pada orang yang sama.

Grafik di atas berasal dari studi yang berfokus pada area leher. Dari 20 subjek, skor kekenduran di sisi Thermage turun dari 2,7 menjadi 0,86, sementara sisi Ultherapy turun dari 2,8 menjadi 1,4. Keduanya membaik secara nyata. Secara angka Thermage tampak sedikit lebih baik, tapi perbedaannya tidak signifikan secara statistik. Studi lain yang mencakup wajah dan leher bagian atas juga tidak menemukan perbedaan bermakna antara keduanya.

Artinya tidak ada yang secara jelas menang. Tapi ada dua hal yang perlu dicatat. Pertama, studi perbandingan ini masing-masing hanya mencakup 20 subjek dengan periode follow-up sekitar 6 bulan, jadi menyimpulkan keduanya sepenuhnya setara dari sini terlalu dini. Kedua, meski hasilnya serupa, rasa nyeri selama tindakan Ultherapy jelas lebih tinggi. Jadi daripada mencari mana yang lebih unggul secara absolut, lebih masuk akal memilih berdasarkan apakah masalah utamamu adalah kekenduran dalam atau elastisitas permukaan.

Perbandingan nyeri tindakan, Ultherapy dengan perangkat lama mencapai 5,6 dari 10 sedangkan perangkat baru turun menjadi 2,8, sementara Thermage umumnya lebih rendah (studi survei nyeri)
Perbandingan nyeri tindakan, Ultherapy dengan perangkat lama mencapai 5,6 dari 10 sedangkan perangkat baru turun menjadi 2,8, sementara Thermage umumnya lebih rendah (studi survei nyeri)

Nyeri, Downtime, dan Berapa Lama Hasilnya Bertahan?

Satu hal yang paling terasa perbedaannya adalah rasa nyeri saat tindakan. Ultherapy yang menembus lapisan lebih dalam cenderung terasa lebih nyeri, seperti sensasi perih dan berdenyut yang lebih intens dibanding Thermage. Seperti terlihat di grafik, perangkat Ultherapy generasi lama mencatat nyeri sekitar 5,6 dari 10, sementara perangkat terbaru sudah turun menjadi sekitar 2,8. Thermage umumnya lebih ringan, dan banyak pasien hanya merasakan kehangatan. Jadi kalau nyeri jadi pertimbangan, konfirmasi apakah klinik menggunakan perangkat terbaru dan diskusikan metode anestesi sebelumnya.

Soal downtime dan durasi hasil, keduanya cukup mirip. Masing-masing biasanya hanya satu sesi, dan setelah tindakan kulit mungkin kemerahan atau sedikit bengkak, tapi biasanya mereda dalam beberapa jam hingga sehari. Aktivitas normal bisa dilanjutkan hampir langsung. Hasilnya tidak muncul seketika, melainkan berkembang bertahap seiring pembentukan kolagen baru selama dua hingga tiga bulan, dan umumnya bertahan sekitar 1-2 tahun sebelum mulai memudar. Karena itu banyak pasien melakukan sesi pemeliharaan sekitar setahun sekali. Pola ini berlaku untuk kedua prosedur, jadi pilihan bisa lebih difokuskan pada tingkat nyeri dan jenis masalah yang ingin diatasi.

Pasien sedang menjalani tindakan lifting Ultherapy atau Thermage

Siapa yang Lebih Cocok dengan yang Mana?

Ringkasannya begini. Kalau masalah utamamu adalah kontur yang berubah, garis rahang yang turun, leher yang menggelambir, atau wajah yang terasa turun, Ultherapy yang menjangkau lapisan fasia dalam lebih relevan. Sebaliknya, kalau tidak ada area yang secara khusus kendur tapi kulit secara keseluruhan terasa kurang elastis, kusam, dengan kerutan halus dan pori-pori membesar, Thermage yang memperkuat dermis lebih tepat. Untuk elastisitas kulit di area tubuh yang lebih luas seperti perut atau lengan, Thermage juga lebih sesuai.

Banyak yang mengalami keduanya sekaligus. Kalau ada kekenduran sekaligus penurunan elastisitas, beberapa klinik mengombinasikan Ultherapy untuk lapisan dalam dan Thermage untuk permukaan. Tapi perlu diingat belum ada studi besar yang membuktikan kombinasi ini secara konsisten lebih baik dari salah satu saja, jadi sebaiknya putuskan berdasarkan kondisi sebenarnya, bukan otomatis memilih keduanya. Dari sisi nyeri, Ultherapy lebih terasa, jadi kalau kamu sensitif terhadap nyeri, pertimbangkan perangkat Ultherapy terbaru atau Thermage.

Yang paling penting: untuk kekenduran parah, kedua prosedur ini tidak bisa menggantikan operasi. Pada akhirnya, bukan nama perangkatnya yang paling menentukan, melainkan seberapa parah kondisi kekenduranmu dan seberapa berpengalaman dokter yang melakukan tindakan.

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Acne

TCA CROSS untuk Bekas Jerawat Icepick: Cara Kerja dan Efektivitasnya

Apa itu TCA CROSS, mengapa efektif untuk bekas jerawat icepick yang sempit dan dalam, perbedaan hasil berdasarkan konsentrasi, cara mencegah hiperpigmentasi pasca-inflamasi dengan persiapan yang tepat, serta kombinasi dengan prosedur lain, berdasarkan data studi klinis.

By Dr. Lee

Back to articles