prettytime
Skincare

Perawatan Sonocare Ultrasound Menenangkan Kulit Sensitif Pasca Prosedur dan Meningkatkan Penyerapan

By Dr. Lee6 min read

Setelah menjalani prosedur seperti laser, peeling, atau needling, kulit biasanya menjadi sensitif selama beberapa hari. Kemerahan muncul, rasa panas masih tersisa, dan bahkan skincare yang biasa dipakai pun bisa terasa perih. Di momen inilah klinik sering merekomendasikan perawatan bernama sonocare. Perawatan ini dikenal mampu menenangkan kulit tanpa perlu digosok dengan tangan, sekaligus membantu bahan aktif masuk lebih dalam.

Kata sono dalam namanya berarti suara. Jadi ini adalah perawatan yang memanfaatkan kekuatan gelombang suara, tepatnya ultrasound yang tidak bisa didengar telinga manusia. Mari kita bahas satu per satu mengapa gelombang suara ini bisa menenangkan kulit sekaligus membantu penyerapan.

Apa Sebenarnya Sonocare Itu?

Sonocare adalah alat perawatan ultrasound yang sering digunakan sebagai tahap akhir setelah prosedur di klinik dermatologi atau bedah plastik. Cara pakainya dengan menempelkan kepala alat yang berbentuk bulat ke kulit lalu digerakkan perlahan.

Gelombang ultrasound yang digunakan di sini frekuensinya jauh lebih tinggi dibanding suara yang bisa didengar manusia. Telinga manusia hanya bisa menangkap getaran sampai sekitar 20 ribu kali per detik sebagai suara, sementara gelombang yang dihasilkan sonocare bergetar puluhan hingga ratusan kali lebih cepat dari itu. Karena terlalu cepat, telinga sama sekali tidak bisa mendengarnya, tetapi getaran itu sendiri tetap tersalurkan ke dalam kulit. Begitu kepala alat menyentuh kulit, getaran yang tidak terlihat ini langsung merambat masuk ke jaringan.

Gerakan Halus yang Tercipta di Dalam Kulit

Saat kepala alat ultrasound menyentuh kulit, getarannya menggoyangkan sel dan partikel kelembapan di lapisan epidermis dan dermis secara sangat halus. Gerakannya begitu kecil sehingga sama sekali tidak terlihat oleh mata.

Prinsip ini mirip dengan eksperimen garpu tala yang dicelupkan ke dalam gelas berisi air. Saat garpu tala mulai bergetar, seluruh air tidak bergoyang secara mencolok, tetapi setiap molekul air ikut bergetar dalam skala yang sangat kecil mengikuti irama getaran itu. Hal serupa terjadi di dalam kulit. Di antara sel-sel, kelembapan dan berbagai bahan aktif ikut bergetar mengikuti irama ultrasound, sehingga posisinya bergeser sedikit demi sedikit.

Getaran yang dihasilkan ini tidak cukup kuat untuk melukai jaringan. Ultrasound yang digunakan untuk perawatan kulit diatur pada level rendah, sehingga dirancang untuk menggoyangkan jaringan dengan lembut, bukan untuk memberi rangsangan kuat.

Ultrasound memiliki dua nilai yang bisa diatur, yaitu intensitas dan frekuensi. Intensitas menunjukkan seberapa kuat getarannya, sedangkan frekuensi menunjukkan seberapa rapat getaran itu terjadi. Ultrasound medis berintensitas tinggi yang digunakan untuk memecah lemak menaikkan intensitas ini secara signifikan agar memberi rangsangan kuat pada jaringan, sementara ultrasound untuk perawatan kulit seperti sonocare justru menurunkan intensitas dan lebih mengandalkan frekuensi untuk menggoyangkan jaringan dengan lembut. Teknologi yang sama, yaitu ultrasound, bisa digunakan untuk tujuan yang sangat berbeda tergantung bagaimana intensitasnya diatur.

Dari Mana Efek Menenangkan Ini Berasal?

Kulit yang memerah dan terasa panas setelah prosedur disebabkan oleh pembuluh darah dan saraf di area tersebut yang untuk sementara menjadi lebih sensitif. Rangsangan kecil saja sudah cukup membuat pembuluh darah melebar dan rasa panas bertahan lama.

Getaran halus ultrasound memberikan rangsangan ringan pada aliran darah di area tersebut. Getaran ini bekerja seperti ketukan lembut pada dinding pembuluh darah, sehingga aliran darah dan cairan jaringan yang sebelumnya tersendat menjadi lebih lancar. Ketika aliran membaik, panas dan sisa metabolisme yang menumpuk di area itu pun lebih mudah terbawa keluar. Bayangkan seperti menggoyangkan saluran air yang tersumbat secara perlahan agar airnya bisa mengalir lagi, prinsipnya kurang lebih sama.

Selain itu, getaran ultrasound juga menghasilkan panas yang sangat ringan. Ini terjadi karena sebagian energi getaran berubah menjadi panas gesekan halus di dalam jaringan. Kehangatan ini dipercaya membantu mengendurkan pembuluh darah dan fasia otot yang tadinya tegang, sehingga kemerahan pada kulit berangsur mereda. Kemampuan menghasilkan efek ini tanpa perlu menekan atau menggosok kulit dengan tangan adalah alasan mengapa perawatan ini cocok untuk kulit yang baru saja menjalani prosedur dan masih sensitif.

Tepat setelah prosedur, saraf di dalam kulit berada dalam kondisi jauh lebih sensitif dari biasanya, sehingga rangsangan yang sama bisa terasa jauh lebih kuat. Karena ultrasound hanya menyalurkan getaran tanpa tekanan dari tangan, alat ini bisa memberikan rangsangan yang diinginkan pada pembuluh darah dan jaringan di bawahnya tanpa langsung merangsang saraf. Dari luar terasa seolah tidak ada rangsangan sama sekali, padahal di dalam sirkulasi darah sedang dibantu secara perlahan. Sifat ganda inilah yang menjadi karakter khas perawatan ini.

Mengapa Penyerapan Bahan Aktif Menjadi Lebih Baik?

Lapisan terluar kulit, yaitu stratum korneum, berfungsi sebagai dinding pelindung yang mencegah zat asing masuk sembarangan. Seperti tembok yang tersusun rapat dari bata, ikatan antar sel di lapisan ini sangat kuat.

Getaran ultrasound membuat ikatan ini sedikit mengendur, hanya sesaat dan sangat ringan. Celah antar sel yang terbuka secara mikroskopis ini memungkinkan bahan aktif yang biasanya sulit menembus untuk masuk sedikit lebih dalam. Prinsipnya mirip seperti mengetuk pintu, lalu pintu itu merespons dengan terbuka sedikit celahnya.

Dalam kondisi ini, jika ampul atau serum dioleskan bersamaan, kemungkinan bahan aktifnya terserap lebih dalam menjadi lebih besar dibanding sekadar dioleskan begitu saja. Itulah sebabnya sonocare sering digunakan sebagai tahap akhir setelah mengoleskan bahan yang menenangkan atau melembapkan. Getaran membuka jalan terlebih dahulu, lalu bahan aktif mengikuti jalan tersebut untuk masuk.

Mengapa Sering Dipakai Sebagai Perawatan Pasca Prosedur?

Setelah prosedur, kulit berada dalam kondisi stratum korneum menipis dan skin barrier melemah. Jika pada kondisi ini kulit digosok kuat dengan tangan atau diberi tekanan, justru bisa menjadi rangsangan tambahan yang memperparah kemerahan dan rasa perih.

Perbedaan ultrasound terletak pada kemampuannya menyalurkan rangsangan ke jaringan tanpa harus menekan atau menggosok secara fisik. Cukup dengan menempelkan kepala alat secara ringan dan menggerakkannya perlahan, getaran akan tersalurkan sendiri ke dalam jaringan. Karena tidak ada proses menekan dengan ujung jari seperti pijatan, rangsangan akibat gesekan menjadi relatif lebih sedikit. Itulah mengapa perawatan ini sering diperkenalkan sebagai pilihan yang relatif aman untuk kondisi kulit yang skin barrier-nya sedang melemah, seperti setelah laser, peeling, atau needling.

Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Perawatan

Sonocare sendiri tergolong perawatan yang lembut, tetapi perlu diingat bahwa kulit pasca prosedur masih dalam proses pemulihan.

  • Perlindungan dari sinar matahari sebaiknya dijaga lebih ketat dari biasanya setelah perawatan. Saat skin barrier sedang melemah, pigmentasi akibat paparan sinar matahari lebih mudah terjadi.
  • Sebaiknya hindari sauna atau tempat dengan panas tinggi selama beberapa jam setelah perawatan. Jika kulit yang masih terasa hangat mendapat tambahan panas, kemerahan justru bisa bertahan lebih lama.
  • Eksfoliator atau bahan aktif dengan potensi iritasi yang biasa dipakai sebaiknya diistirahatkan selama beberapa hari. Karena penyerapan sedang meningkat akibat getaran, bahan yang berpotensi iritatif pun bisa terserap lebih dalam dan memicu reaksi sensitif yang lebih besar.
  • Jika area yang dirawat mengalami bengkak atau nyeri yang berkepanjangan, sebaiknya periksakan ke klinik tempat prosedur dilakukan. Gejala yang tidak mereda meski sudah menjalani perawatan penenang bisa jadi disebabkan oleh faktor lain yang bercampur.

Sonocare bukanlah perawatan yang menciptakan efek prosedur secara baru, melainkan lebih berperan sebagai bantuan yang sedikit mempercepat proses pemulihan alami kulit yang sedang sensitif. Karena itu, terlepas dari hasil prosedur itu sendiri, sonocare sering diperkenalkan sebagai perawatan tambahan yang layak dipertimbangkan bagi mereka yang ingin menjalani masa pemulihan dengan lebih nyaman. Kemampuannya membantu sirkulasi dan penyerapan sekaligus hanya dengan satu kekuatan fisik, yaitu getaran, menjadi alasan mengapa perawatan ini kerap menjadi bagian rutin setelah prosedur.

References

Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Lifting

Cara Kerja Jarum RF Morpheus8 Menghantarkan Panas ke Dalam Dermis untuk Mengencangkan Kulit dan Standar Perawatan Pemulihannya

Morpheus8 adalah perangkat microneedling RF dengan jarum halus berlapis yang menghantarkan panas radiofrekuensi hingga ke lapisan kulit yang dalam. Panas di ujung jarum merangsang lemak dan jaringan ikat sehingga menghasilkan efek kencang instan sekaligus regenerasi kolagen jangka panjang. Berikut penjelasan tentang cara kerja pengaturan kedalaman penetrasi dan alasan pemulihannya cepat.

By Dr. Kim

Back to articles