Cara Kerja Jarum RF Morpheus8 Menghantarkan Panas ke Dalam Dermis untuk Mengencangkan Kulit dan Standar Perawatan Pemulihannya
By Dr. Kim5 min read

Morpheus8 adalah prosedur yang menusukkan jarum halus ke dalam kulit, lalu mengalirkan panas RF dari ujung jarum tersebut. Namanya terdengar rumit, tapi prinsipnya sederhana. Jarum masuk hingga kedalaman yang diinginkan, kemudian panas dihasilkan secara presisi hanya di titik itu.
Banyak perangkat RF konvensional memanaskan permukaan kulit terlebih dahulu, sehingga panas kadang tidak cukup tersalur ke lapisan yang dalam. Morpheus8 berbeda karena jarumnya menembus hingga kedalaman yang dituju lebih dulu, baru kemudian menghasilkan panas di titik tersebut, sehingga panas bisa langsung sampai ke lapisan dalam tanpa harus melewati permukaan kulit. Berikut penjelasan mengapa cara ini berbeda dan apa yang terjadi pada kulit setelah panas itu masuk.
Apa yang Membedakan Morpheus8?
Morpheus8 adalah perangkat buatan InMode, perusahaan asal Amerika Serikat, dengan 12 hingga 24 jarum halus berlapis pada satu tip. Jarum-jarum ini masuk ke kulit secara bersamaan sehingga area yang dituju tertutup secara merata dan rapat.
Kuncinya ada pada sistem bipolar. Bipolar berarti arus listrik hanya mengalir di antara dua jarum yang berdekatan. Sebaliknya, sistem monopolar mengharuskan arus mengalir jauh sampai ke pad yang ditempel di tubuh. Perbedaannya mirip lempar tangkap bola jarak dekat dibandingkan lempar jarak jauh. Sama seperti lempar tangkap jarak dekat yang arahnya lebih mudah diprediksi, sistem bipolar membuat penyebaran panas lebih sempit dan lebih mudah dikontrol.
Alasan Jarum Dilapisi
Permukaan jarum dilapisi bahan isolasi tipis. Pada jalur yang dilalui jarum saat menembus kulit, yaitu epidermis dan dermis bagian atas, arus listrik tidak mengalir karena adanya lapisan ini. Panas hanya muncul di ujung jarum yang tidak dilapisi.
Struktur ini penting karena mengurangi risiko luka bakar. Jika panas muncul di sepanjang jalur jarum, epidermis ikut menjadi panas dan bisa memicu hiperpigmentasi atau luka bakar. Berkat lapisan isolasi yang membungkus jalur tersebut, panas hanya muncul secara presisi di kedalaman yang dituju, tepat di ujung jarum. Ibaratnya seperti pembungkus kabel listrik. Tembaga di dalam kabel mengalirkan listrik, tetapi berkat pembungkusnya, tangan yang menyentuh kabel itu tidak tersengat listrik.
Pengaturan Kedalaman Penetrasi dari 0.5mm hingga 8mm
Salah satu keunggulan Morpheus8 adalah kemampuannya mengatur kedalaman penetrasi secara presisi, dari 0.5mm hingga maksimal 8mm. Beberapa tip bahkan bisa masuk sedalam 7mm sampai 8mm, angka yang tergolong cukup dalam dibandingkan perangkat microneedling RF lainnya.
Bisa mengatur kedalaman berarti lapisan kulit yang menerima panas dapat disesuaikan dengan area dan tujuan perawatan. Jika lapisan dangkal yang ditargetkan, hasilnya memengaruhi kerutan halus atau pori-pori dekat epidermis. Jika masuk lebih dalam, rangsangan bisa mencapai lapisan lemak hingga dekat fasia. Ibaratnya seperti lemari laci dengan banyak sekat, sehingga barang bisa dimasukkan tepat ke laci yang diinginkan. Begitu pula pengaturan kedalaman jarum, panas bisa dihantarkan secara tepat hanya ke lapisan yang dituju.
Perangkat microneedling RF lain umumnya hanya menjangkau lapisan yang dangkal, sedangkan Morpheus8 berbeda karena bisa mencapai lapisan yang jauh lebih dalam. Pada area wajah dengan lemak dan fasia yang lebih tebal, seperti bawah dagu atau pipi, kemampuan menghantarkan panas hingga kedalaman tersebut bisa berpengaruh besar pada hasil akhirnya.
Apa yang Dilakukan Panas di Ujung Jarum pada Dermis?
Panas RF yang keluar dari ujung jarum menjalar hingga ke dermis dan lemak subkutan, memicu beberapa perubahan secara bersamaan.
- Koagulasi lemak: ketika panas mengenai sel lemak, sel tersebut rusak dan secara bertahap diserap tubuh. Reaksi ini terjadi karena panas mengubah struktur membran sel lemak.
- Kontraksi dermis retikular dan jaringan ikat: dermis retikular (lapisan dermis dalam yang menopang kulit seperti jaring) beserta jaringan ikat di sekitarnya langsung mengerut ketika terkena panas. Ini terjadi karena serat kolagen memendek saat terkena panas.
- Pengencangan instan: begitu jaringan ikat berkontraksi, kulit langsung terasa seperti tertarik. Karena ini reaksi fisik dari jaringan yang mengerut, efeknya muncul segera setelah prosedur.
Karena ketiga reaksi ini terjadi hampir bersamaan, banyak orang langsung merasakan kulit lebih kencang begitu prosedur selesai.
Mengapa Urutan Efek Instan dan Efek Jangka Panjang Berbeda?
Terlepas dari kontraksi jaringan ikat yang langsung terjadi, perubahan lain berlanjut seiring waktu. Jaringan dermis yang terkena rangsangan panas mengalami siklus kerusakan dan pemulihan, yang sekaligus memicu neocollagenesis (pembentukan kolagen baru), elastogenesis (pembentukan serat elastin baru), dan angiogenesis (pertumbuhan pembuluh darah baru).
Ketiga proses ini mirip dengan proses penyembuhan luka. Sama seperti tubuh yang membentuk jaringan dan pembuluh darah baru untuk menutup luka, dermis yang terstimulasi panas juga merajut kolagen, serat elastin, dan pembuluh darah baru selama proses pemulihan. Namun, proses ini berlangsung perlahan selama beberapa minggu hingga beberapa bulan, sehingga berbeda dari pengencangan instan, perubahan yang terlihat baru muncul setelah waktu tersebut berlalu.
Karena itu, Morpheus8 bisa dilihat sebagai prosedur dengan dua rentang waktu efek yang saling tumpang tindih. Segera setelah prosedur, pengencangan instan dari kontraksi jaringan ikat muncul lebih dulu, lalu selama beberapa bulan berikutnya, kolagen baru terus terbentuk dan elastisitas kulit membaik secara bertahap.
Cara Metode Fraksional Mempercepat Pemulihan
Morpheus8 menghantarkan panas dengan metode fraksional. Fraksional berarti panas tidak diberikan ke seluruh permukaan kulit sekaligus, melainkan difokuskan hanya pada titik-titik tempat jarum masuk. Jaringan normal tetap tersisa di antara titik-titik yang dirawat.
Alasan metode ini menguntungkan bagi pemulihan cukup sederhana. Karena hanya sebagian titik yang menerima rangsangan, bukan seluruh permukaan kulit, jaringan normal yang tersisa ikut membantu proses pemulihan. Ibaratnya seperti menanam benih di titik-titik tertentu tanpa membajak seluruh halaman rumput. Sama seperti rumput sehat di area yang tidak ditanami akan menyebar dan mempercepat pemulihan keseluruhan, jaringan normal yang tidak dirawat pun membantu pemulihan di sekitarnya. Berkat ini, pembengkakan dan reaksi peradangan cenderung lebih ringan, dan waktu untuk kembali beraktivitas juga cenderung lebih singkat.
Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Perawatan Pascaprosedur
Setelah menjalani Morpheus8, penting untuk diingat bahwa proses pemulihan di dalam dermis masih terus berlangsung.
- Beberapa hari pertama setelah prosedur, pembengkakan dan kemerahan bisa muncul. Ini merupakan reaksi peradangan normal akibat rangsangan panas, dan umumnya mereda dengan sendirinya.
- Perlindungan dari sinar matahari perlu diperhatikan secara khusus, karena kolagen dan pembuluh darah yang baru terbentuk masih rentan terhadap sinar UV.
- Sebaiknya hindari pijatan berlebihan atau tekanan kuat pada area yang dirawat. Rangsangan fisik pada jaringan yang belum stabil bisa mengganggu proses pemulihan.
- Selama beberapa hari pertama, sebaiknya hindari juga tempat bersuhu tinggi seperti sauna atau ruang uap. Menambahkan panas lagi pada jaringan yang sudah terkena rangsangan panas bisa membebani kulit yang sedang dalam proses pemulihan.
Karena proses pembentukan kolagen baru berlangsung perlahan selama beberapa bulan, wajar jika dibutuhkan waktu tertentu sebelum hasil akhirnya benar-benar terlihat. Koagulasi lemak dan kontraksi jaringan ikat memang terasa segera setelah prosedur, tetapi memberi waktu yang cukup hingga kolagen di dalam dermis benar-benar terbentuk dan menyatu menjadi elastisitas kulit adalah hal yang wajar.
References
Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Cara Kerja RF Xerf Menghangatkan Dua Frekuensi Berbeda untuk Mengencangkan Wajah, Jumlah Sesi, dan Daya Tahan Hasil
RF Xerf adalah alat lifting yang memakai dua frekuensi berbeda secara bersamaan untuk merangsang lapisan dermis yang dangkal sekaligus lapisan fasia yang lebih dalam. Artikel ini membahas mulai dari alasan kedalaman panas berbeda menurut frekuensi, kontraksi instan kolagen, proses regenerasi setelahnya, hingga jumlah sesi dan durasi hasil yang dianjurkan, semuanya dari sisi mekanisme kerja.
By Dr. Kim

Cara Tune Face RF Lifting Menggetarkan Molekul Air di Dermis untuk Membentuk Kontur Wajah dan Berapa Lama Bertahan
Tune Face adalah prosedur RF lifting yang menggunakan perangkat Accent Prime dari Alma. Gelombang RF 40.68 MHz menggerakkan molekul air di kulit dengan cepat sehingga menghasilkan panas yang merapikan garis wajah yang kendur dan merangsang produksi kolagen. Berikut urutan kerja panasnya dan berapa lama hasilnya bertahan.
By Dr. Kim

Prinsip Kerja Body InMode: Panas Radiofrekuensi dan Isapan Vakum untuk Mengurangi Lemak sekaligus Mengencangkan Kulit
Body InMode adalah prosedur yang memanaskan lapisan lemak dengan energi RF, lalu menarik jaringan dengan tekanan vakum agar energi tersalur merata. Berikut urutan kerja panas, vakum, dan stimulasi listrik dalam menghasilkan perubahan berbeda pada lemak dan kulit.
By Dr. Kim