prettytime
Skincare

Prinsip SkinAura Booster Mengisi Tekstur Kulit dengan Kelembapan dan Kolagen, serta Perawatan Menurut Masa Bertahannya

By Dr. Kim6 min read

Mendengar nama SkinAura Booster, kesannya seperti prosedur yang menambahkan lapisan kilau di wajah. Padahal yang sebenarnya disasar bukan kilaunya itu sendiri, melainkan permukaan tempat kilau itu memantul, yaitu tekstur kulit. Kalau permukaannya bergelombang, cahaya akan terpantul ke segala arah dan kulit terlihat kusam. Sebaliknya, kalau permukaannya rata, cahaya memantul rapi ke satu arah dan kulit terlihat cerah.

Jadi pada dasarnya SkinAura Booster adalah pendekatan untuk merapikan permukaan kulit dan lapisan tepat di bawahnya, agar cahaya bisa memantul secara merata. Bahan yang mengisi kelembapan dan bahan yang merangsang sel biasanya digabungkan dalam satu prosedur. Berikut penjelasan kenapa keduanya sama-sama dibutuhkan dan bagaimana efeknya terbentuk, dibahas satu per satu.

Sebenarnya, Apa yang Diisi oleh SkinAura Booster?

Ini adalah prosedur menyebarkan bahan berkadar air tinggi dan berviskositas rendah secara tipis dan luas, dari bagian atas dermis hingga tepat di bawah epidermis, menggunakan jarum halus. Kalau filler pengisi volume bekerja dengan menumpuk bahan secara dalam dan padat di satu titik, SkinAura Booster justru meresap tipis ke area yang lebih luas.

Karena itu, hasilnya pun berbeda. Filler membuat area tertentu tampak lebih penuh dan menonjol, sementara booster membuat seluruh permukaan wajah terasa lembap merata dengan tekstur yang lebih rapi. Meski sama-sama prosedur suntik, viskositas bahan dan cara penyebarannya yang berbeda membuat hasil yang terlihat pun jauh berbeda.

Kenapa Tekstur Kulit Bisa Menjadi Kasar?

Tekstur kulit mulai kasar ketika kelembapan di lapisan tanduk (stratum korneum) yang menutupi permukaan kulit mengering. Di lapisan tanduk sebenarnya ada komponen kecil bernama natural moisturizing factor yang berfungsi mengikat air. Seiring bertambahnya usia atau paparan sinar matahari yang terus-menerus, komponen ini berkurang. Sel kulit mati yang kehilangan air jadi tidak bisa tertata rapi dan malah menumpuk dalam keadaan terangkat, sehingga permukaan kulit menjadi bergelombang halus.

Masalah ini semakin dalam kalau kolagen dan serat elastin di lapisan dermis juga ikut berkurang. Kolagen adalah protein yang menopang kulit dari bawah, mirip seperti tiang penyangga. Kalau tiang ini menipis, daya tahan permukaan kulit pun ikut melemah. Akibatnya pori tampak lebih besar dan garis halus mulai muncul. Jadi tekstur kulit yang kasar sebenarnya adalah gabungan dari masalah kelembapan di permukaan dan masalah daya topang di lapisan bawahnya.

Prinsip Merapikan Tekstur dengan Kelembapan

Hyaluronic acid (HA) yang umum dipakai dalam SkinAura Booster mampu mengikat air hingga ratusan kali beratnya sendiri. Bayangkan spons kering yang menyerap air, mengembang, dan permukaannya jadi halus, itulah gambaran paling mudahnya. Lapisan tanduk pada kulit berperan persis seperti spons tersebut.

Namun, HA yang dipakai dalam booster punya sifat berbeda dari yang dipakai pada filler. HA untuk filler diikat kuat satu sama lain lewat proses cross-linking sehingga bentuknya bertahan lama, sementara HA untuk booster hampir tidak di-cross-link atau hanya di-cross-link sangat ringan, sehingga menyebar jauh lebih lembut. Fokusnya bukan mempertahankan bentuk, melainkan menyalurkan kelembapan secara luas. Itulah kenapa wajah tidak jadi tampak menonjol, tapi seluruh permukaannya terlihat lembap dan halus.

Proses Tekstur Menjadi Lebih Padat lewat Rangsangan Kolagen

Kelembapan saja belum cukup untuk menjelaskan semuanya. Alasan tekstur kulit tetap terlihat baik seiring waktu adalah karena sel penghasil kolagen, yaitu fibroblas, ikut dirangsang bersamaan. Bahan yang berperan besar untuk ini adalah PDRN (polydeoxyribonucleotide), bahan regeneratif yang dibuat dari fragmen DNA salmon atau trout.

PDRN bekerja dengan menempel pada reseptor tertentu di permukaan sel, semacam pintu penerima sinyal, lalu membangunkan fibroblas. Cara kerjanya mirip mengirim panggilan radio ke lokasi proyek untuk memanggil kembali pekerja yang sedang istirahat. Setelah menerima sinyal, fibroblas mulai memproduksi kolagen dan serat elastin baru. Jaringan baru ini kembali menopang bagian bawah permukaan kulit, sehingga tekstur kulit lambat laun menjadi lebih padat.

Proses ini jauh lebih lambat dibanding penyaluran kelembapan, karena butuh beberapa minggu bagi sel untuk menerima sinyal, merespons, lalu benar-benar memproduksi kolagen. Karena itu, efek SkinAura Booster punya dua fase yang muncul dengan jeda waktu, yaitu kelembapan yang terasa langsung setelah prosedur dan perbaikan tekstur yang muncul perlahan beberapa minggu kemudian.

Rangsangan dari Injeksi Mikro Itu Sendiri

Bukan hanya bahannya, jarum yang melewati kulit pun sudah menjadi rangsangan tersendiri. Sekalipun jarumnya sangat halus, tetap meninggalkan luka mikro di permukaan kulit. Tubuh merespons luka ini dengan mengaktifkan reaksi peradangan singkat dan proses pemulihan. Prinsipnya mirip ketika ujung jari tertusuk duri kecil, area sekitarnya sedikit memerah dan proses pemulihan berjalan secara alami. Bedanya, pada prosedur booster intensitas rangsangan ini jauh lebih ringan tapi tersebar di area yang lebih luas.

Di dalam proses pemulihan ini juga termasuk pembentukan kolagen baru. Jadi rangsangan kimiawi dari bahan yang membangunkan sel dan rangsangan fisik dari jarum bekerja ke arah yang sama. Karena dua rangsangan ini saling menumpuk, perbaikan tekstur kulit terasa lebih nyata dibanding hanya mengandalkan skincare dengan satu bahan aktif saja.

Kenapa Hasil Setiap Booster Bisa Terasa Berbeda?

Meski sama-sama disebut SkinAura Booster, hasil yang dirasakan bisa berbeda tergantung bahan apa yang dicampur dan dengan proporsi berapa. Beberapa kombinasi yang umum antara lain sebagai berikut.

  • Tipe HA tunggal: Kombinasi yang fokus pada penyaluran kelembapan. Efeknya muncul cepat, tapi karena rangsangan kolagennya lemah, durasi kelembapan yang bertahan relatif lebih singkat. Ini karena hanya berisi bahan pengikat air saja.
  • Tipe kombinasi HA dengan PDRN atau PN: Kombinasi yang menyasar kelembapan sekaligus rangsangan sel. Dirancang agar kelembapan di awal dan perbaikan tekstur setelahnya saling menyambung, sehingga efeknya terasa dalam dua tahap dengan jeda waktu.
  • Tipe yang mengandung eksosom (exosome, kantong sangat kecil berisi zat sinyal yang dipertukarkan antar sel): Kombinasi yang merangsang komunikasi sinyal antar sel secara lebih intensif. Namun, karena riset di bidang ini relatif baru dimulai, bukti yang tersedia masih lebih sedikit dibanding bahan lainnya.

Karena kombinasi bahan yang berbeda merangsang jalur yang berbeda pula, wajar kalau hasil yang dirasakan sedikit berbeda antar klinik atau produk, meski nama prosedurnya sama.

Berapa Lama Efeknya Bertahan?

Masa bertahan hasil ditentukan oleh dua jam berbeda yang berjalan dengan kecepatannya masing-masing. Pertama, bahan HA itu sendiri diurai secara bertahap oleh enzim hyaluronidase di dalam tubuh (enzim yang memecah HA), dan sebagian besar prosesnya berlangsung dalam hitungan minggu. Karena itu, kelembapan yang langsung terasa setelah prosedur pun mulai memudar sejak periode awal.

Sebaliknya, jaringan yang terbentuk dari rangsangan kolagen bertahan lebih lama. Kolagen dan serat elastin yang baru terbentuk mengikuti kecepatan metabolisme normal tubuh, sehingga kesan tekstur yang lebih rapi tetap terasa lebih panjang setelah efek kelembapan memudar. Namun, kolagen pun pada akhirnya adalah protein yang akan terurai kembali seiring waktu, sehingga cepat atau lambat akan kembali ke kecepatan awalnya.

Karena itu, masa bertahan yang dirasakan tiap orang cukup bervariasi, tergantung kombinasi bahan, kedalaman dan jumlah suntikan, serta kecepatan metabolisme kulit masing-masing. Prosedur ini bukan perubahan permanen dalam satu kali tindakan, melainkan pendekatan yang diulang secara berkala sambil perlahan memperpanjang jarak antar sesi.

Bagaimana Perawatan Setelah Prosedur?

Kunci perawatan selama proses pemulihan berlangsung adalah tidak mengganggu proses tersebut.

  • Disarankan untuk menghindari menggosok wajah terlalu keras atau memijat dengan tekanan kuat selama beberapa hari pertama setelah prosedur. Ini karena bahan yang baru saja masuk dan jaringan yang sedang dirangsang belum sempat menetap, sehingga bisa tersebar tidak merata kalau langsung terdorong secara fisik.
  • Disarankan juga untuk menghindari sauna atau ruangan bersuhu panas selama beberapa hari. Paparan panas bisa membuat jaringan membengkak dan mengendur, sehingga mengganggu proses pemulihan.
  • Perlindungan dari sinar matahari disarankan tetap dijaga secara konsisten. Sinar UV mempercepat penguraian kolagen, sehingga bisa mengikis hasil perbaikan tekstur yang sudah susah payah terbentuk.
  • Bengkak halus atau kemerahan ringan di awal umumnya diketahui akan mereda secara alami seiring waktu, meski kecepatan pemulihan bisa berbeda pada tiap orang.

Perawatan ini bukan hal yang rumit, melainkan lebih ke arah membiarkan tubuh menjalani waktunya sendiri untuk pulih dan membentuk kolagen tanpa gangguan.

References

Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Skincare

Cara Kerja HILO WAVE Booster Memadukan Asam Hialuronat Berat Molekul Rendah dan Tinggi untuk Mengangkat Elastisitas Kulit

HILO WAVE adalah skin booster yang menggabungkan dua jenis asam hialuronat dengan ukuran molekul berbeda dalam satu struktur. Asam hialuronat berat molekul rendah dan tinggi bekerja pada kedalaman dan kecepatan yang berbeda, dan dipercaya sama-sama merangsang produksi kolagen serta elastin di dalam kulit. Artikel ini membahas prinsip kerja struktur asam hialuronat ganda tersebut secara mendalam.

By Dr. Kim

Filler

Tear Trough Kempot dan Mata Panda, Efek Filler Mengisi Bayangan, Berapa Lama Bertahan, sampai Cara Menghindari Efek Tyndall

Bayangan gelap di bawah mata sering kali bukan cuma soal pigmen kulit, tapi karena tear trough yang kempot. Kami bahas bagaimana ligamen tear trough dan tulang orbita yang menipis membuat bayangan itu muncul, bagaimana filler asam hialuronat lembut dalam jumlah sedikit bisa meratakan bayangan tersebut, kenapa kulit tipis dan efek Tyndall serta bengkak jadi tantangan tersendiri di area ini, dan berapa lama hasilnya bertahan serta cara merawatnya. Semua dijelaskan dengan angka dari studi asli, mudah dipahami.

By Dr. Kim

Back to articles