prettytime
Skincare

Kenapa Rosacea, Kemerahan Wajah Kronis, Terus Kambuh: Dari Tipe, Pemicu, hingga Obat Oles dan Perawatan Laser

By Dr. Kim8 min read

Kalau pipi Anda selalu tampak merah, wajah gampang panas hanya karena kepanasan sedikit atau makan pedas, dan di sekitar hidung sering muncul bintik-bintik kecil kemerahan yang berulang, itu bisa jadi bukan sekadar wajah memerah biasa, melainkan rosacea. Rosacea adalah penyakit kulit kronis yang namanya mungkin masih asing di telinga, tapi kondisinya cukup umum, dialami sekitar satu dari dua puluh orang dewasa.

Masalahnya, rosacea bukan penyakit yang tuntas hanya dengan satu kali pengobatan. Kondisi kulit bisa membaik, tapi begitu terpapar sinar matahari atau sedang stres, kemerahan bisa muncul lagi, bahkan perawatan yang keliru justru bisa memperburuk keadaan. Karena itu, rosacea lebih tepat dipandang sebagai kondisi yang dikelola dalam jangka panjang, dengan cara mengurangi pemicu dan meredakan kemerahan secara konsisten, daripada penyakit yang bisa sembuh total. Artikel ini akan membahas satu per satu, mulai dari perbedaan rosacea dengan wajah memerah biasa, tipe-tipenya, penyebab kemerahan yang terus muncul, faktor yang memperparah, sampai obat dan prosedur yang digunakan untuk mengatasinya, semuanya berdasarkan data penelitian nyata.

Apa itu rosacea sebenarnya, apa bedanya dengan wajah memerah biasa?

Rosacea adalah penyakit kulit inflamasi kronis yang membuat kemerahan bertahan lama di bagian tengah wajah, yaitu pipi, hidung, dahi, dan dagu. Setiap orang bisa mengalami wajah memerah saat kepanasan lalu reda dengan sendirinya, tapi sifatnya berbeda dari rosacea. Kemerahan biasa akan kembali ke warna kulit semula begitu pemicunya hilang, sedangkan pada rosacea kemerahan sulit hilang, pembuluh darah kecil jadi terlihat jelas, dan sering disertai bintik-bintik meradang.

Karena itu, rosacea tidak bisa diatasi hanya dengan menutupinya pakai makeup. Meski tampilannya mirip dari luar, di dalam kulit pembuluh darah dan respons imun sedang dalam kondisi sensitif, jadi kalau penyebabnya tidak ditangani, kemerahan akan terus kembali. Sebaliknya, langkah pertama dalam perawatan adalah mengenali apakah kemerahan di wajah Anda hanya reaksi sesaat atau memang kondisi yang bertahan lama. Tabel di bawah ini merangkum perbedaan keduanya secara singkat.

KategoriWajah Memerah BiasaRosacea
SifatReaksi sementaraPenyakit kulit kronis
DurasiCepat redaBertahan lama, berulang
Bintik bernanahJarang adaSering menyertai
Pembuluh darah kecilJarangUmum terlihat
PerawatanHindari pemicuPengobatan dan perawatan jangka panjang

Rosacea dialami sekitar 5% orang dewasa di seluruh dunia, dengan wanita (5,41%) lebih banyak dibanding pria (3,90%)
Rosacea dialami sekitar 5% orang dewasa di seluruh dunia, dengan wanita (5,41%) lebih banyak dibanding pria (3,90%)

Seberapa umum rosacea, dan siapa saja yang rentan mengalaminya?

Rosacea bukan kemerahan aneh yang cuma dialami segelintir orang. Berdasarkan data penelitian yang mengumpulkan data orang dewasa dari seluruh dunia, sekitar 1 dari 20 orang, atau sedikit di atas 5%, mengalami rosacea. Artinya, di klinik kulit, kondisi ini termasuk yang paling sering ditemui.

Kalau dilihat dari jenis kelamin, wanita mencapai 5,41%, jelas lebih tinggi dibanding pria yang 3,90%. Kondisi ini juga lebih sering muncul pada usia 30 hingga 50 tahun, terutama pada kulit yang cerah dan tipis sehingga kemerahan lebih mudah terlihat. Meski jumlah kasus pada pria lebih sedikit, pria berisiko mengalami bentuk yang lebih parah seperti tipe phymatous, yaitu hidung yang menebal, jadi bukan berarti pria bisa menganggap enteng kondisi ini.

Karena kondisinya umum, informasi soal rosacea pun beredar luas, tapi justru karena itu banyak orang yang memperparah kondisinya lewat perawatan mandiri yang keliru. Di tahap awal, kemerahan sering dianggap sekadar bawaan kulit yang gampang merah, sehingga banyak orang baru memeriksakan diri ke dokter setelah bintik-bintik dan pembuluh darah kecil sudah terlanjur menetap. Rosacea bahkan sering keliru dikira jerawat, dermatitis seboroik, atau alergi, sehingga diagnosisnya kerap terlambat dari yang seharusnya.

Pendekatan pengobatan rosacea berbeda-beda tergantung tipe dan tingkat keparahannya, jadi lebih aman untuk mengenali dulu kondisi Anda termasuk yang mana, daripada langsung memakai produk-produk kuat berdasarkan penilaian sendiri. Kalau kemerahan sudah berlangsung beberapa bulan dan disertai bintik-bintik atau pembuluh darah kecil yang terlihat, sebaiknya periksakan ke dokter.

Rosacea bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari kemerahan dan pembuluh darah kecil, bintik bernanah, hidung membesar, hingga gejala pada mata

Kenapa wajah terus-menerus memerah?

Kemerahan pada rosacea muncul karena tiga faktor utama yang saling berkaitan. Pertama, pembuluh darah. Pada kulit dengan rosacea, pembuluh darah di dekat permukaan kulit sudah melebar dan mudah membesar lagi hanya dengan rangsangan kecil, sehingga bagian tengah wajah selalu tampak kemerahan dan cepat memerah hanya karena sedikit kepanasan atau gugup.

Kedua, peradangan. Pada kulit rosacea, sistem imun bawaan tubuh bekerja terlalu aktif, sehingga protein antimikroba bernama LL-37 diproduksi lebih banyak dari yang seharusnya. Zat ini melebarkan pembuluh darah dan menarik sel-sel radang, yang akhirnya membentuk bintik merah dan bernanah. Sederhananya, sistem pertahanan tubuh bekerja terlalu sensitif sampai akhirnya merangsang kulit sendiri.

Ketiga, Demodex atau tungau folikel. Demodex adalah tungau sangat kecil yang sebenarnya hidup di wajah semua orang, tapi pada kulit rosacea, terutama tipe yang banyak bintik dan nanahnya, jumlahnya jauh lebih banyak dari biasanya. Tungau ini beserta bakteri yang menyertainya memicu peradangan yang sudah dijelaskan sebelumnya. Itulah sebabnya pengobatan yang menekan jumlah Demodex, seperti krim ivermectin yang akan dibahas nanti, cukup efektif meredakan peradangan.

Pada akhirnya, pembuluh darah, peradangan, dan Demodex saling memperkuat sehingga kemerahan bertahan lama. Kondisi ini makin parah kalau skin barrier melemah, membuat kelembapan mudah hilang dan kulit jadi lebih sensitif terhadap rangsangan dari luar, sehingga terbentuk lingkaran setan yang sulit diputus. Karena itu, pengobatan rosacea biasanya tidak hanya menyasar satu faktor saja, melainkan menangani pembuluh darah dengan laser, sementara peradangan dan Demodex diatasi dengan obat oles dan obat minum secara bersamaan.

Dari 1.066 pasien rosacea, pemicu yang paling sering disebut adalah sinar UV 81%, stres 79%, cuaca panas 75%, alkohol 52%, dan makanan pedas 45%
Dari 1.066 pasien rosacea, pemicu yang paling sering disebut adalah sinar UV 81%, stres 79%, cuaca panas 75%, alkohol 52%, dan makanan pedas 45%

Apa saja yang bisa memperparah rosacea?

Untuk mengelola rosacea, langkah pertama adalah mengenali apa yang membuat wajah Anda memerah. Dalam survei terhadap 1.066 pasien, pemicu yang paling banyak disebut adalah sinar UV dengan 81%, disusul stres 79%, cuaca panas 75%, alkohol 52%, dan makanan pedas 45%. Sebagian besar adalah hal-hal yang sering ditemui dalam keseharian.

Karena itu, pengelolaan gaya hidup memegang setengah dari keberhasilan pengobatan. Yang paling penting adalah perlindungan dari sinar matahari setiap hari. Dengan memakai tabir surya secukupnya dan melindungi wajah secara fisik pakai topi atau payung, frekuensi kemerahan yang muncul bisa berkurang jelas. Selain itu, sebaiknya kurangi aktivitas yang membuat wajah kepanasan seperti sauna, sup panas, atau perubahan suhu yang drastis, dan sesuaikan konsumsi alkohol serta makanan pedas sesuai reaksi kulit Anda sendiri.

Salah satu cara yang membantu adalah membuat catatan pemicu, atau trigger diary. Kalau Anda mencatat kapan wajah memerah selama beberapa hari saja, pola pemicu khusus milik Anda sendiri akan terlihat. Sebab, ada yang bereaksi terhadap kopi, ada juga yang bereaksi terhadap produk kosmetik tertentu. Hindari juga scrub yang kasar, toner beralkohol, dan mencuci wajah dengan menggosok terlalu keras. Menjaga skin barrier dengan produk yang lembut dan melembapkan adalah jalan menuju kulit yang lebih tahan terhadap kemerahan.

Rosacea terbagi menjadi tipe apa saja?

Rosacea tidak hanya punya satu bentuk, melainkan terbagi menjadi empat tipe utama, dan pengobatan yang dibutuhkan berbeda untuk setiap tipenya. Karena itu, penting untuk mengetahui rosacea Anda termasuk tipe yang mana. Tabel di bawah ini merangkum ciri-ciri masing-masing tipe.

TipeCiri Utama
EritematotelangiektasisKemerahan menetap dan pembuluh darah kecil
PapulopustularBintik merah dan bernanah
PhymatousKulit hidung menebal
OkularMata perih, terasa mengganjal, dan memerah

Tipe yang paling umum adalah eritematotelangiektasis, di mana kemerahan dan pembuluh darah kecil bertahan lama. Kalau ditambah bintik dan nanah yang berulang, kondisinya masuk tipe papulopustular. Tipe ini sering disalahartikan sebagai jerawat, tapi bedanya tidak ada komedo putih dan ada kemerahan yang jadi dasarnya. Tipe phymatous umumnya terjadi pada pria, berupa kulit hidung yang menebal dan bertekstur tidak rata, dan biasanya muncul kalau kondisinya dibiarkan lama tanpa penanganan.

Tipe yang sering terlewat adalah tipe okular. Mata terasa perih, kering, mengganjal, atau memerah berulang kali, dan gejala ini bahkan bisa muncul lebih dulu sebelum gejala di kulit, sehingga banyak yang menganggapnya sekadar mata kering biasa dan tidak menyadarinya sebagai rosacea. Pada kenyataannya, banyak orang mengalami dua atau tiga tipe sekaligus, jadi lebih baik tidak memandang tipe-tipe ini sebagai kategori yang kaku, melainkan sebagai acuan untuk melihat gejala mana yang paling menonjol saat ini, lalu menentukan fokus pengobatan berdasarkan itu.

Tingkat perbaikan peradangan dari obat oles: ivermectin sekitar 83%, metronidazole sekitar 74%, azelaic acid sekitar 58%, ketiganya menurunkan lebih dari separuh peradangan
Tingkat perbaikan peradangan dari obat oles: ivermectin sekitar 83%, metronidazole sekitar 74%, azelaic acid sekitar 58%, ketiganya menurunkan lebih dari separuh peradangan

Bagaimana cara mengobati dan merawat rosacea dalam jangka panjang dengan obat dan laser?

Dasar pengobatan rosacea adalah obat oles. Untuk tipe papulopustular yang disertai bintik dan nanah, krim metronidazole, azelaic acid, dan ivermectin banyak digunakan. Berdasarkan penelitian, ivermectin mengurangi lesi peradangan sekitar 83%, metronidazole sekitar 74%, dan azelaic acid sekitar 58%. Ketiga angka ini berasal dari penelitian yang berbeda, jadi sebaiknya tidak langsung dibaca sebagai peringkat mana yang paling unggul, melainkan sebagai tiga pilihan yang sama-sama terbukti mampu meredakan lebih dari separuh peradangan. Ivermectin khususnya cukup kuat karena juga mengurangi jumlah Demodex yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Kalau peradangan cukup berat atau obat oles saja belum cukup, obat minum bisa ditambahkan. Salah satu yang umum adalah doxycycline dosis rendah 40mg, yang dirancang untuk memberi efek antiradang, bukan efek antibiotik, sehingga risiko resistensi berkurang sambil tetap meredakan bintik merah. Kemerahan dan pembuluh darah kecil sendiri biasanya sulit hilang hanya dengan obat oles. Pada kondisi ini, laser atau terapi cahaya yang menyasar pembuluh darah bisa membantu. Metode ini bekerja dengan menargetkan pembuluh darah yang melebar secara spesifik, sehingga kemerahan dasar dan pembuluh darah kecil memudar secara bertahap lewat beberapa kali sesi.

Ada satu hal penting yang perlu diingat. Meski wajah terasa merah, sebaiknya hindari memakai salep steroid di wajah secara terus-menerus. Awalnya memang terlihat mereda, tapi begitu dihentikan, kemerahan bisa muncul lebih parah lagi dan berkembang menjadi rosacea yang dipicu steroid. Selain itu, rosacea adalah kondisi yang dikelola, bukan disembuhkan total. Sekalipun sudah membaik dengan obat dan prosedur, kemerahan bisa muncul lagi kalau paparan sinar UV dan pemicu lainnya terus berlanjut. Karena itu, cara paling pasti untuk merawat rosacea adalah dengan menjaga gaya hidup secara konsisten, dengan niat mempertahankan kondisi kulit yang sudah membaik selama mungkin.

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Skincare

Menghilangkan Kutil Datar dengan Laser CO2, Penyebab Penyebarannya, Bedanya dengan Milia dan Skin Tag, hingga Cara Mencegah Kambuh

Kutil datar yang muncul seperti bintik kecil pipih di wajah atau punggung tangan ternyata disebabkan oleh HPV. Artikel ini menjelaskan dengan mudah, berdasarkan data penelitian asli, mengapa kutil ini menyebar saat digaruk, bagaimana membedakannya dari milia dan skin tag, cara menghilangkannya dengan laser CO2 beserta risiko bekas luka dan hiperpigmentasi, serta cara mengelola kekambuhannya.

By Dr. Lee

Skincare

Terapi Laser Jamur Kuku, Prinsip Panas Membasmi Jamur Tanpa Obat Minum, Tingkat Kesembuhan, dan Cara Mencegah Kekambuhan

Artikel ini menjelaskan dengan mudah kenapa laser dipakai untuk jamur kuku (onychomycosis) yang membuat kuku menguning dan menebal, bagaimana laser Nd:YAG 1064 nm membasmi jamur dengan panas, seberapa besar tingkat kesembuhannya dibanding obat minum terbinafine dan obat oles, berapa kali dan dengan jarak berapa sesi dijalani, sampai perawatan pendamping untuk mencegah kekambuhan dan menjaga hasil tetap awet, semuanya berdasarkan angka dari penelitian asli.

By Dr. Lee

Back to articles