prettytime
Pigment

Kenapa Letak Pigmen di Epidermis atau Dermis Menentukan Jenis Perawatan Laser yang Cocok

By Dr. Lee6 min read

Saat bercermin, tiba-tiba muncul bercak cokelat yang menarik perhatian, biasanya disebut flek atau bintik hitam. Tapi meski sama-sama cokelat, posisinya di dalam kulit bisa jauh berbeda. Ada pigmen yang berada tepat di bawah permukaan kulit, ada juga yang jauh lebih dalam. Perbedaan kedalaman inilah yang menjadi faktor terbesar yang menentukan perawatan mana yang akan berhasil dan mana yang tidak. Karena itu, saat mendiagnosis pigmentasi, dokter tidak hanya melihat warna atau ukurannya saja, tapi juga memeriksa apakah pigmen ini lebih banyak berada di epidermis atau di dermis. Meski terlihat mirip dari luar, kalau kondisi di dalamnya berbeda, pendekatannya pun harus berbeda.

Pigmentasi Muncul di Epidermis atau Dermis, Mana yang Lebih Sering?

Kulit terdiri dari dua lapisan utama. Bagian luar adalah epidermis, di bawahnya ada dermis. Supaya lebih mudah dibayangkan, anggap epidermis seperti wallpaper dan dermis seperti struktur tembok di baliknya. Kalau wallpaper kotor, cukup dibersihkan atau diganti. Tapi kalau noda sudah meresap ke pipa di dalam tembok, mengganti wallpaper saja tidak akan menyelesaikan masalah.

Pigmen juga bekerja dengan cara serupa. Paparan sinar matahari yang berlebihan atau peradangan yang berulang membuat melanosit (sel penghasil warna kulit) di epidermis memproduksi melanin secara berlebihan. Kalau pigmen ini hanya tertahan di epidermis, jadilah pigmentasi tipe epidermal. Namun jika seiring waktu pigmen mengalir turun sampai ke dermis, terbentuklah pigmentasi tipe dermal. Melasma, age spot, freckle, dan hiperpigmentasi pasca inflamasi memang terlihat mirip dari luar, tapi sebenarnya berbeda dalam hal seberapa dominan pigmennya berada di salah satu dari dua lapisan ini.

Kenapa Pigmen di Epidermis Lebih Cepat Merespons Perawatan?

Epidermis adalah lapisan paling dangkal di kulit sehingga tipis. Karena itu, pigmen yang berada di epidermis letaknya dekat dengan permukaan kulit, dan siklus regenerasi sel (turnover kulit) juga berlangsung cepat. Sel epidermis biasanya berganti dalam sekitar 4 minggu, jadi kalau pemicu produksi pigmen dikurangi, kadang warnanya bisa memudar dengan sendirinya.

Dari sisi perawatan pun, pigmen di epidermis lebih menguntungkan. Bahan pencerah seperti hydroquinone atau tranexamic acid bekerja dengan menekan proses pembentukan pigmen oleh melanosit, dan karena jarak yang harus ditembus bahan ini di epidermis lebih pendek, efeknya pun terlihat relatif lebih cepat. Laser juga sama. Pigmen yang berada di epidermis bisa hancur dengan baik meski panjang gelombangnya hanya menjangkau kedalaman dangkal, sehingga pengaturan energi yang lebih ringan pun sudah cukup memberi hasil.

Kenapa Pigmen di Dermis Lebih Sulit Ditangani?

Dermis jauh lebih tebal dibanding epidermis, dan di dalamnya terdapat jaringan pembuluh darah, saraf, serta kolagen yang saling terjalin rapat. Kalau pigmen sudah masuk sampai ke sini, situasinya berbeda. Pigmen yang berada di dermis biasanya bukan hasil produksi langsung melanosit, melainkan melanin yang mengalir dari epidermis lalu ditelan oleh makrofag (sel pembersih dalam tubuh) dan bertahan lama di dalamnya.

Masalahnya, makrofag ini tidak berganti secepat sel epidermis. Begitu menetap, ia bisa bertahan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Karena itu, pigmen di dermis memudar jauh lebih lambat secara alami dibanding pigmen di epidermis, dan bahan pencerah topikal sulit mencapai konsentrasi yang cukup di dermis sehingga efeknya pun terbatas. Sama seperti membersihkan permukaan saja tidak akan menghilangkan noda yang sudah meresap ke dalam tembok.

Prinsip Perawatan Apa yang Digunakan untuk Pigmen di Epidermis?

Untuk pigmentasi tipe epidermal, metode yang bekerja dekat permukaan menjadi pilihan utama. Contohnya bahan pencerah topikal, peeling untuk membantu regenerasi kulit, dan laser toning dengan panjang gelombang dangkal.

  • Bahan pencerah topikal: Kandungan seperti hydroquinone, tranexamic acid, dan niacinamide menurunkan sinyal produksi pigmen dari melanosit. Karena hanya perlu bekerja di epidermis, efeknya tetap bisa diharapkan meski jarak penetrasinya pendek.
  • Peeling: Mengangkat lapisan kulit mati secara tipis untuk mempercepat regenerasi epidermis. Prinsipnya membantu sel kulit mati yang menyimpan pigmen agar lebih cepat terkelupas.
  • Laser toning energi rendah: Menyinari kulit dengan energi rendah secara berulang untuk perlahan menghancurkan melanin di epidermis. Karena tidak membakar sekaligus dengan energi kuat, melainkan dibagi ke beberapa sesi, metode ini cocok untuk pigmen yang terbatas di epidermis.

Prinsip Perawatan Apa yang Digunakan untuk Pigmen di Dermis?

Karena pigmen di dermis sulit dijangkau hanya dengan perawatan permukaan, digunakan panjang gelombang yang menembus lebih dalam atau laser yang menargetkan pigmen secara langsung. Contoh yang umum dipakai adalah laser Q-switched atau laser berdenyut picosecond. Laser jenis ini memusatkan energi tinggi dalam waktu sangat singkat ke partikel pigmen, sehingga kerusakan panas tidak menyebar ke jaringan sekitar, tapi pigmennya hancur menjadi bagian yang lebih kecil.

Setelah pigmen hancur menjadi partikel kecil, sel imun tubuh perlahan membersihkan pecahan tersebut. Karena prosesnya melibatkan makrofag yang kembali menelan pecahan pigmen lalu mengeluarkannya lewat sistem limfa, hasilnya sering kali butuh waktu lebih lama untuk terlihat dibanding pigmen di epidermis. Selain itu, dermis punya banyak pembuluh darah dan saraf sehingga lebih sensitif terhadap rangsangan, dan pengaturan yang salah justru bisa memicu pigmentasi inflamasi baru di dalam dermis, sehingga pemilihan panjang gelombang dan energi perlu lebih berhati-hati.

Bagaimana Cara Membedakan Kedalaman Pigmen Sebelum Perawatan?

Meski sama-sama bercak cokelat, sulit menentukan secara pasti hanya dengan mata telanjang apakah itu tipe epidermal, tipe dermal, atau campuran keduanya. Karena itu di praktik klinis, pemeriksaan menggunakan Wood's lamp (lampu khusus berbasis sinar ultraviolet) atau kaca pembesar kulit sering dipakai untuk melihat batas dan corak warna pigmen sebagai perkiraan kedalamannya.

  • Tipe epidermal: Batasnya cenderung lebih jelas dan warnanya tampak lebih tegas di bawah Wood's lamp. Ini karena pigmen terkumpul di lapisan dangkal sehingga perbedaan pantulan cahayanya besar.
  • Tipe dermal: Batasnya cenderung kabur dan perbedaan warna hampir tidak terlihat meski disinari Wood's lamp. Ini karena pigmen berada lebih dalam sehingga cahaya tidak cukup terpantul kembali.
  • Tipe campuran: Kedua ciri di atas muncul bersamaan, dan dalam praktik klinis tipe campuran ini justru cukup sering ditemukan.

Apa yang Sering Terlewat Saat Menyusun Rencana Perawatan?

Salah satu kesalahpahaman umum dalam perawatan pigmentasi adalah mencoba metode khusus epidermis terlebih dahulu dengan intensitas tinggi pada pigmen dermal, baru berpindah kalau tidak berhasil. Padahal dermis adalah lapisan yang sensitif terhadap rangsangan, dan pengulangan rangsangan dengan metode yang tidak tepat justru bisa memicu pigmentasi baru. Karena itu, memilih metode yang sesuai kedalaman sejak awal jauh lebih menguntungkan dalam jangka panjang.

Satu hal lagi yang sering salah dipahami adalah ekspektasi soal kecepatan hasil. Pigmen di epidermis kadang menunjukkan perubahan dalam beberapa minggu, tapi pigmen di dermis memang butuh waktu untuk dimetabolisme, sehingga sering kali memudar perlahan melalui beberapa sesi. Kalau di tengah proses terasa hasilnya lambat, memahami bahwa pigmen dermal memang bergerak dengan kecepatan seperti itu akan membuat proses perawatan terasa lebih mudah dijalani.

Perlindungan dari sinar matahari sama pentingnya baik untuk tipe epidermal maupun dermal. Sinar UV adalah penyebab terbesar yang kembali merangsang melanosit untuk membentuk pigmen baru, jadi agar hasil perawatan yang sudah memudar bisa bertahan, perawatan lanjutan harus tetap dijalankan. Kebiasaan mengaplikasikan ulang tabir surya setiap hari memang tidak menghilangkan pigmen yang sudah terbentuk, tapi berperan mengurangi sinyal yang membuat melanosit memproduksi pigmen lagi. Karena itu, perawatan dan perlindungan dari sinar matahari lebih baik dikelola sebagai satu proses yang menyatu, bukan dipisahkan, agar hasilnya bertahan lebih lama.

Selain itu, pada orang yang sama pun, kedalaman pigmen bisa berbeda di tiap area wajah. Area yang sering terpapar sinar matahari, seperti sekitar tulang pipi, umumnya pigmennya sudah meresap sampai ke dermis, sementara area yang relatif kurang terpapar cenderung pigmennya hanya bertahan di epidermis. Karena itu, dalam satu wajah pun kadang dibutuhkan pengaturan perawatan yang berbeda di tiap area, dan ini juga baru bisa ditentukan setelah kedalaman pigmennya diperiksa lebih dulu.

References

Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Pigment

Freckles dan Melasma Terlihat Mirip, Kenapa Cara Mengatasinya Justru Berlawanan?

Sekilas keduanya sama-sama bercak cokelat sehingga freckles dan melasma sering tertukar, padahal posisi pigmen di dalam kulit dan penyebab munculnya benar-benar berbeda. Perbedaan itulah yang menentukan kenapa satu jenis cukup dengan laser kuat sementara yang lain harus lewat toning ringan berkali-kali, dan kenapa salah satunya jauh lebih gampang kambuh.

By Dr. Lee

Pigment

Cara Membedakan Bekas Merah Jerawat akibat Eritema Vaskular atau Hiperpigmentasi dan Prinsip Kerja Laser

Bekas merah yang tertinggal setelah jerawat mereda seringkali bukan berasal dari pigmen, melainkan pembuluh darah yang melebar dan terlihat dari permukaan kulit. Penyebab dan cara memudarnya berbeda dari hiperpigmentasi, sehingga cara perawatannya pun perlu dibedakan. Berikut penjelasan tentang cara membedakan kedua jenis bekas ini beserta prinsip pemulihan masing-masing.

By Dr. Kim

Back to articles