prettytime
Skincare

Cara Kerja Getaran Ultrasound LDM Jutaan Kali per Detik Menenangkan Kulit Sensitif

By Dr. Kim7 min read

Anda mungkin pernah melihat alat yang ditempelkan ke wajah sambil mengeluarkan suara berdengung pelan di klinik kecantikan atau rumah sakit. Di antara berbagai alat semacam itu, ultrasound bernama LDM sering muncul terutama setelah tindakan atau di hari kulit terasa sensitif. Tidak panas, tidak perih, tapi katanya bengkak bisa mereda dan kulit terasa lebih nyaman, jadi wajar kalau Anda penasaran.

Jawabannya ada pada getaran yang tidak kasat mata. LDM memanfaatkan gelombang ultrasound yang bergetar jutaan kali per detik untuk menciptakan gerakan mikro pada sel dan cairan di dalam kulit. Artikel ini akan menjelaskan langkah demi langkah, jalur getaran itu di dalam tubuh sampai bisa mengurangi bengkak dan memberi efek menenangkan, serta alasan alat ini disebut cocok untuk kulit sensitif.

Sebenarnya, Alat Seperti Apa Ultrasound LDM Ini?

LDM adalah alat yang menyalurkan ultrasound berintensitas rendah langsung ke kulit wajah lewat kontak. Ultrasound sendiri adalah gelombang suara yang bergetar begitu cepat sehingga tidak terdengar oleh telinga manusia. Getaran yang dihasilkan LDM mencapai jutaan kali per detik, jauh lebih rapat dan halus dibandingkan sentuhan tangan saat menepuk atau memijat.

Berbeda dari RF (radiofrekuensi, alat yang merangsang jaringan dengan menimbulkan panas) atau alat ultrasound lifting berintensitas tinggi, LDM dikenal sebagai metode berintensitas rendah yang hampir tidak menghasilkan panas. Karena itu, LDM sering diperkenalkan sebagai alat yang relatif aman digunakan bahkan saat kulit sedang sensitif, misalnya tepat setelah tindakan.

Alasan panasnya tidak besar terletak pada cara energinya disalurkan. RF atau ultrasound untuk lifting memusatkan energi di satu titik hingga suhu naik drastis dalam sekejap, sedangkan LDM menyebarkan energi yang sama secara luas, jadi lebih lemah tapi disalurkan lebih lama. Bayangkan bedanya memasak dengan api besar sekaligus dibandingkan memanaskan air hangat perlahan dalam waktu lama, kira-kira seperti itu.

Bagaimana Getaran Ini Membangunkan Sel?

Saat ultrasound menyentuh kulit, getarannya tidak berhenti di permukaan, tapi terus merambat sampai ke jaringan yang lebih dalam. Membran tipis yang membungkus sel, begitu menerima getaran halus ini, akan sedikit tertekan lalu kembali mengembang berulang-ulang, seperti perahu kecil yang terombang-ambing riak air tenang.

Ada laporan yang menyebutkan bahwa rangsangan berulang ini meningkatkan permeabilitas membran sel. Permeabilitas yang meningkat berarti jalur keluar masuk nutrisi dan zat sisa antara dalam dan luar sel jadi lebih terbuka dari biasanya. Akibatnya, metabolisme sel menjadi lebih aktif, dan aliran mikro darah maupun cairan limfe pun ikut terangsang. Bisa dibilang, setiap sel dibangunkan dengan getaran ringan sehingga bekerja lebih rajin dari sebelumnya.

Bayangkan spons yang basah. Kalau spons itu ditekan pelan lalu dilepas berulang kali, air yang terperangkap di dalamnya keluar sedikit demi sedikit, lalu bagian yang kering kembali menyerap air. Sel juga mirip seperti itu, semakin sering menerima getaran halus, jalur pertukaran zat antara dalam dan luar sel semakin lancar.

Yang penting di sini adalah intensitas rangsangannya. Getaran yang terlalu kuat justru bisa mengiritasi jaringan hingga memerah, sedangkan metode intensitas rendah dan berdurasi lama seperti LDM diketahui bisa terus memicu reaksi mikro semacam ini tanpa membebani jaringan. Pendekatannya lebih ke arah menggetarkan dengan lembut dan lama, bukan singkat dan kuat, sehingga sel bereaksi secara bertahap.

Kenapa Bengkak Bisa Mereda karena Getaran Ini?

Wajah membengkak setelah tindakan atau di hari yang melelahkan karena cairan tubuh menumpuk lebih banyak dari biasanya di ruang antar jaringan. Cairan ini seharusnya mengalir keluar perlahan lewat pembuluh limfe, semacam saluran pembuangan yang sangat tipis, tapi kalau sirkulasinya melambat, cairan itu tertahan di tempat dan menjadi bengkak.

Getaran LDM disebut menciptakan perubahan tekanan yang teratur pada jaringan di sekitar pembuluh limfe, membantu pergerakan cairan seperti mengetuk-ngetuk saluran pembuangan yang tersumbat agar mengalir lagi. Prinsipnya, getaran ini merangsang sirkulasi mikro antar jaringan sehingga cairan yang tertahan mulai mengalir kembali. Karena itu, banyak yang merasa wajahnya jauh lebih ringan setelah menjalani perawatan ini di hari bengkaknya sedang parah pascatindakan. Rangsangannya jauh lebih rapat dan lembut dibandingkan pijatan tangan yang menekan-nekan, jadi bengkaknya mereda perlahan tanpa bekas tekanan atau kemerahan, dan ini salah satu alasan metode ini sering disebut-sebut.

Perbedaannya makin jelas kalau dibandingkan dengan pijat limfe manual. Pijat tangan mendorong permukaan yang luas, jadi tekanannya bisa tidak merata tergantung kekuatan tangan. LDM, di sisi lain, mengulang rangsangan yang sama secara sangat halus lewat getaran rapat jutaan kali per detik. Karena itu, dalam waktu yang sama, LDM cenderung lebih ringan terhadap jaringan sambil tetap mengalirkan cairan secara bertahap.

Bagaimana Peradangan dan Rasa Panas Bisa Mereda?

Setelah tindakan laser atau peeling, kulit sering memerah dan terasa panas. Ini terjadi karena tubuh mengirim lebih banyak darah dan sel imun ke area tersebut untuk memulihkan jaringan yang terluka, yang disebut reaksi peradangan. Reaksi ini sebenarnya bagian normal dari proses pemulihan, tapi kalau berlebihan bisa menimbulkan rasa panas atau bengkak yang mengganggu.

Getaran halus LDM dilaporkan merangsang sirkulasi di area tersebut dengan lembut, sehingga cairan dan zat yang menumpuk akibat reaksi peradangan tidak stagnan di satu tempat, melainkan ikut mengalir. Ketika sirkulasi lancar, rasa panas yang terlokalisasi pun cenderung ikut mereda. Bukan menambahkan panas, melainkan lebih ke arah menyebarkan apa yang sudah menumpuk, begitu kira-kira cara memahaminya.

Mirip seperti gang sempit yang penuh sesak kalau semua orang menumpuk di satu titik, tapi jadi lancar begitu diarahkan ke beberapa jalur berbeda. Kulit wajah pun begitu, ketika darah dan cairan yang terkumpul di satu titik kembali menyebar ke berbagai jalur, kemerahan dan rasa panas yang terpusat di area itu ikut memudar.

Kenapa LDM Lebih Ringan untuk Kulit Sensitif?

Banyak alat RF atau ultrasound lifting berintensitas tinggi bekerja dengan menyalurkan energi panas jauh ke dalam jaringan untuk merangsang produksi kolagen (protein yang berfungsi seperti tiang penyangga kulit). Efeknya memang kuat, tapi kulit bisa jadi sensitif tepat setelah tindakan, sehingga perlu hati-hati kalau ingin langsung menggunakannya lagi setelahnya.

LDM punya pendekatan yang berbeda. Alih-alih memanaskan jaringan, LDM lebih fokus merangsang sirkulasi dan metabolisme lewat getaran berintensitas rendah, sehingga banyak laporan menyebutkan rangsangannya terasa relatif lembut dan ringan. Karena ciri inilah LDM sering digunakan bersamaan setelah tindakan laser atau peeling, atau pada tahap perawatan untuk menenangkan kulit yang memerah dan sensitif.

Alasan LDM lebih ringan adalah karena cara rangsangannya menyentuh kulit memang berbeda. Energi panas menaikkan suhu jaringan secara mendadak untuk memicu reaksi, yang bisa membebani kulit yang sudah terluka, sedangkan getaran LDM hampir tidak menaikkan suhu dan hanya menyalurkan gerakan fisik. Itulah sebabnya LDM diperkenalkan sebagai perawatan yang bisa dijalani tanpa khawatir menambah iritasi, bahkan saat sawar kulit sedang melemah seperti tepat setelah tindakan.

Apa yang Berubah Semakin Sering Sesi Dilakukan?

Perbaikan sirkulasi lewat rangsangan getaran bisa terasa sedikit dari satu kali sesi saja, tapi seperti kebanyakan alat perawatan lainnya, hasilnya diketahui lebih stabil kalau dijalani berulang. Fungsi sirkulasi punya sifat seperti otot, semakin sering dirangsang, kondisinya semakin terjaga. Kalau hanya dirangsang sekali lalu berhenti, kecepatannya akan kembali seperti semula, tapi kalau dirangsang berulang, aliran itu jadi lebih terbiasa di tubuh dan bertahan lebih lama. Berikut alasannya.

  • Satu kali sesi lebih fokus meredakan bengkak atau rasa panas saat itu juga, sehingga cocok saat dibutuhkan efek menenangkan segera, misalnya tepat setelah tindakan. Ini karena rangsangan sirkulasi dari getaran punya sifat kembali ke kondisi semula seiring waktu.
  • Kalau dijalani 2 sampai 3 kali seminggu selama 2 sampai 4 minggu, frekuensi rangsangan sirkulasi dan metabolisme itu sendiri meningkat, dan ada laporan bahwa frekuensi kulit membengkak atau menjadi sensitif ikut berkurang seiring itu. Penjelasannya, tubuh beradaptasi dengan pola rangsangan berulang sehingga fungsi sirkulasinya perlahan menjadi lebih stabil.
  • Kalau dijalankan bersamaan dengan tindakan lain, biasanya dibagi menjadi 2 sampai 3 sesi selama 1 sampai 2 minggu sejak tepat setelah tindakan, tujuannya untuk terus membantu sirkulasi selama periode yang membutuhkan pemulihan itu.

Kapan dan Bagaimana LDM Digunakan di Praktik?

LDM lebih sering digunakan bersamaan dengan perawatan atau tindakan lain, bukan berdiri sendiri. LDM dikenal digunakan pada tahap akhir untuk menenangkan kulit yang memerah dan sensitif setelah laser toning atau peeling, pada tahap mengatasi sisa bengkak setelah tindakan lifting, atau sebagai perawatan menenangkan untuk orang yang kulitnya sering memerah atau terasa panas.

Karena tidak banyak menggunakan panas, LDM lebih tepat disebut berperan sebagai pendukung yang membantu sirkulasi tanpa mengganggu proses pemulihan dari tindakan lain. Jadi, LDM lebih sering diperkenalkan sebagai jembatan yang menyambungkan efek dari perawatan lain secara alami, ketimbang sebagai tindakan yang berdiri sendiri.

LDM juga disebut sebagai perawatan yang bisa digunakan tanpa masalah bagi orang dengan kulit tipis dan sensitif hingga pembuluh darahnya terlihat, atau yang kulitnya mudah memerah setiap pergantian musim. Meski begitu, reaksi tiap orang bisa berbeda tergantung kondisi kulit masing-masing, jadi lebih aman untuk mendiskusikan rencana tindakan atau perawatan dengan tenaga medis yang menangani.

References

Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Skincare

Kenapa Laser CO2 Fraksional Membuat Lubang Mikro untuk Mengisi Bekas Jerawat dan Pori Besar, serta Berapa Lama Masa Pemulihannya

Laser CO2 fraksional tidak menembak seluruh permukaan kulit, tapi membuat lubang-lubang mikro hanya di titik-titik tertentu saja, seperti dicolek satu per satu. Artikel ini menjelaskan dengan bahasa sederhana kenapa lubang kecil itu memicu kolagen baru mengisi bekas jerawat dan pori, berapa lama masa pemulihannya, dan berapa kali sesi yang biasanya dibutuhkan.

By Dr. Kim

Back to articles