Efek Filler Ellanse: Cara Kerja, Daya Tahan Tiap Tipe, dan Efek Samping Berdasarkan Bukti
By Dr. Lee9 min read

Saat pipi mulai terlihat kempis atau garis nasolabial makin dalam, banyak orang mencari prosedur yang efeknya bisa bertahan lama. Ellanse sering disebut sebagai pilihan untuk kebutuhan ini. Begitu disuntikkan, gel di dalamnya langsung mengisi volume, lalu seiring waktu kolagen baru terbentuk di dalam kulit sehingga efeknya terus berlanjut. Berbeda dari prosedur perangsang kolagen lainnya, Ellanse memberikan perubahan sejak hari pertama sekaligus bertahan lebih dari 1 tahun. Namun ada satu hal penting yang perlu diketahui sebelum prosedur, yaitu Ellanse tidak bisa dilarutkan dengan hyaluronidase. Artikel ini merangkum cara kerja Ellanse, seberapa kuat bukti efektivitas dan daya tahannya, serta apa yang membedakannya dari filler lain, berdasarkan data yang sudah diverifikasi.

Ellanse Sebenarnya Terbuat dari Bahan Apa?
Ellanse adalah filler yang dibuat dari campuran mikrosfer PCL (polycaprolactone) dan gel CMC. Dari seluruh komposisinya, mikrosfer mengisi sekitar 30%, sedangkan sisanya sekitar 70% adalah gel CMC. Ukuran satu mikrosfer sangat kecil, hanya 25–50µm.
Produk ini dibuat oleh perusahaan asal Inggris, Sinclair. Berbeda dari filler asam hialuronat (HA) yang hanya mengisi volume, Ellanse termasuk biostimulator (filler perangsang kolagen) yang merangsang kulit membentuk kolagen baru dengan sendirinya. Meski begitu, bahan ini tidak bertahan permanen, melainkan terurai perlahan di dalam tubuh seiring waktu.
Ada satu hal penting yang perlu dipahami. Hyaluronidase adalah enzim yang bisa melarutkan filler HA, tetapi tidak berpengaruh pada PCL. Artinya, setelah disuntikkan, Ellanse tidak bisa langsung dikoreksi meski pasien berubah pikiran. Di Korea, produk ini sudah mendapat izin dari MFDS, tetapi belum disetujui oleh FDA Amerika Serikat.
Ellanse umumnya digunakan pada area yang membutuhkan volume, seperti pipi, pelipis, garis nasolabial, dan garis rahang. Karena berbentuk gel, produk ini disuntikkan ke lapisan dermis dalam atau lapisan lemak subkutan menggunakan jarum atau kanula, tergantung area yang dituju. Meski komposisinya berbeda dari filler HA, prosedurnya sama-sama bisa langsung dilakukan di klinik setelah konsultasi.

Bagaimana Urutan Pengisian Volume dan Kolagen?
Efek Ellanse terbagi dalam dua tahap. Pertama, begitu disuntikkan, gel CMC langsung mengisi area tersebut dan memberikan volume instan. Inilah alasan perubahan sudah terasa sejak hari prosedur.
Setelah itu, selama beberapa minggu hingga 3 bulan, gel CMC perlahan diserap dan menghilang. Pada periode ini, mikrosfer PCL yang tersisa berfungsi sebagai kerangka (scaffold) yang merangsang fibroblas di dalam kulit. Hasilnya, kolagen tipe 1 mulai terbentuk kembali.
Produksi kolagen terus meningkat seiring waktu dan mencapai puncaknya sekitar minggu ke-12 (3 bulan). Salah satu studi yang mengambil sampel jaringan 6 bulan setelah prosedur mengonfirmasi peningkatan kolagen tipe 1 yang nyata. Karena kolagen baru mengambil alih ruang yang ditinggalkan gel, efeknya tidak langsung hilang meski volume awal mulai berkurang.
Karena urutan kerja ini, kesan wajah pada hari prosedur dan beberapa bulan kemudian bisa sedikit berbeda. Di awal, volume yang dibentuk gel bisa terasa agak penuh, lalu selama beberapa bulan saat gel berkurang dan kolagen mulai terbentuk, wajah berangsur terlihat lebih tertata secara alami. Metode ini cocok bagi yang menginginkan perubahan bertahap dan alami, bukan hasil instan yang langsung sempurna.


Berapa Lama Efeknya Bisa Bertahan?
Ellanse terbagi menjadi empat tipe, yaitu S, M, L, dan E, dan daya tahannya berbeda tergantung panjang rantai mikrosfer yang digunakan. Berdasarkan spesifikasi resmi pabrikan, tipe S bertahan sekitar 1 tahun, tipe M sekitar 2 tahun, tipe L sekitar 3 tahun, dan tipe E hingga sekitar 4 tahun.
Namun angka 1–4 tahun ini perlu dilihat sebagai spesifikasi dari pabrikan, bukan hasil pengamatan klinis penuh. Bukti yang benar-benar diverifikasi secara klinis berasal dari studi dengan periode pengamatan yang lebih singkat. Dalam studi acak terkontrol selama 24 bulan pada 40 orang, efeknya masih bertahan pada 90% dan 91.4% subjek di bulan ke-12.
Pada studi yang sama, tingkat kepuasan di bulan ke-24 tercatat sebesar 72.4% dan 81.7%. Angka 1–4 tahun dari pabrikan sebaiknya dipahami sebagai potensi maksimal teoretis untuk tiap tipe, sementara bukti klinis yang solid baru mencakup rentang sekitar 2 tahun. Meski begitu, Ellanse tetap tergolong memiliki daya tahan yang lebih lama dibanding filler lain.
Pemilihan tipe disesuaikan dengan area prosedur dan lama efek yang diinginkan. Untuk area dengan pergerakan besar dan yang membutuhkan hasil alami, seperti pipi, biasanya dipilih tipe dengan daya tahan lebih singkat, sedangkan untuk area yang ingin bertahan lama, seperti garis rahang atau samping hidung, dipilih tipe dengan daya tahan lebih panjang. Apa pun tipenya, efeknya tidak muncul sekaligus, melainkan terbentuk secara bertahap selama beberapa bulan.

Apakah Efek Perbaikan Garis Nasolabial Sudah Terbukti?
Salah satu studi yang meneliti efektivitas Ellanse berfokus pada garis nasolabial. Sebanyak 80 orang dibagi menjadi dua kelompok, satu kelompok menerima suntikan Ellanse dan kelompok lainnya filler HA, lalu diamati selama 12 bulan.
Pada bulan ke-12, tingkat perbaikan kerutan tercatat 88.8% pada kelompok Ellanse dan 23.8% pada kelompok HA, perbedaan yang juga signifikan secara statistik. Kelompok HA mulai menunjukkan penurunan efek sejak sekitar bulan ke-3, sementara pada kelompok Ellanse, kolagen yang terus terbentuk diperkirakan membuat efek perbaikannya bertahan lebih lama.
Studi lain menunjukkan bahwa tipe M Ellanse tidak kalah efektif dibanding pembandingnya. Sebuah studi kasus berskala kecil pada 9 orang bahkan melaporkan peningkatan volume 50–150% setelah 2 tahun, meski jumlah subjeknya terlalu sedikit untuk digeneralisasi sebagai nilai rata-rata. Dengan begitu, bukti bahwa mekanisme perangsangan kolagen benar-benar mengarah pada perbaikan nyata terus terkumpul sedikit demi sedikit.
WSRS yang digunakan dalam studi garis nasolabial ini adalah metode penilaian yang memberi skor kedalaman kerutan untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah prosedur. Karena kedua kelompok memulai dengan tingkat kerutan yang serupa sebelum prosedur, perbedaan yang muncul setelah 12 bulan bisa diartikan sebagai perbedaan daya tahan dari produk itu sendiri. HA cepat mengisi volume di awal tetapi perlahan diserap seiring waktu, sedangkan pada Ellanse, kolagen yang terus terbentuk membuat efek perbaikannya bertahan lebih lama.

Tidak Bisa Dikoreksi, Seberapa Besar Risiko Efek Sampingnya?
Filler HA bisa langsung dikoreksi pada hari yang sama dengan suntikan hyaluronidase jika hasilnya kurang memuaskan atau muncul masalah. Cara ini tidak berlaku untuk Ellanse. Begitu disuntikkan, produk ini akan tetap berada di tempatnya sampai tubuh menguraikannya sendiri.
Karena itu, jika posisi penyuntikan sedikit meleset atau muncul nodul maupun masalah pembuluh darah, koreksinya jauh lebih sulit. Inilah mengapa penting untuk memilih praktisi yang memahami anatomi wajah dengan baik dan berpengalaman, serta menentukan area dan jumlah produk dengan hati-hati.
Data dari 1111 kasus yang ditangani satu tenaga medis berpengalaman menunjukkan pembengkakan yang bertahan lebih dari 2 minggu terjadi pada 4.5% kasus dan memar pada 2.7% kasus. Edema di area pipi muncul pada 0.72% kasus dan nodul sementara pada 0.45% kasus, tanpa ada masalah pembuluh darah, granuloma, maupun infeksi. Namun karena angka ini berasal dari satu praktisi berpengalaman, tidak bisa dipastikan bahwa angka kejadian nodul akan selalu serendah ini. Ada pula laporan kasus langka di mana nodul atau reaksi benda asing baru muncul jauh setelah prosedur, seperti 9 bulan atau bahkan 3 tahun kemudian, sehingga pemeriksaan berkala setelah prosedur tetap dianjurkan.
Memahami struktur pembuluh darah wajah secara menyeluruh sejak tahap konsultasi, serta tidak menyuntikkan jumlah produk yang terlalu banyak sekaligus, juga penting untuk hasil yang aman. Mengingat filler ini tidak bisa dikoreksi, lebih baik tidak terburu-buru dalam menentukan area dan jumlah produk, melainkan mendengarkan penjelasan lengkap dari dokter saat konsultasi terlebih dahulu.
Apa Bedanya dengan Sculptra, Radiesse, dan Filler HA?
Di antara filler perangsang kolagen, Ellanse, Sculptra, dan Radiesse masing-masing punya karakter yang sedikit berbeda. Berikut rangkumannya dalam tabel.
| Kategori | Ellanse (PCL) | Sculptra (PLLA) | Radiesse (CaHA) | Filler HA |
|---|---|---|---|---|
| Volume instan | Ada | Tidak ada | Ada | Ada |
| Cara kerja | Mikrosfer PCL merangsang pembentukan kolagen baru | PLLA hanya merangsang pembentukan kolagen baru | Volume instan + rangsangan kolagen | Mengisi volume, tanpa rangsangan |
| Daya tahan | 1–4 tahun | Sekitar 24 bulan | 12–18 bulan | 6–18 bulan |
| Dapat dikoreksi | Tidak bisa | Tidak bisa | Tidak bisa | Bisa |
Radiesse menggunakan bahan CaHA yang, seperti Ellanse, memberikan volume instan sekaligus merangsang produksi kolagen, tetapi daya tahannya lebih pendek, yaitu 12–18 bulan. Sculptra menggunakan bahan PLLA yang tidak memberikan efek volume instan, sehingga tidak ada perubahan berarti segera setelah suntikan, dan kolagen baru terbentuk secara bertahap selama beberapa minggu. Prosedur ini lebih cocok bagi yang bersedia menunggu hasil jangka panjang, bukan perubahan instan di hari yang sama.

Filler HA berfokus mengisi volume tanpa merangsang kolagen, sehingga daya tahannya biasanya 6–18 bulan, tetapi punya keunggulan berupa jaminan keamanan karena bisa dikoreksi kapan saja dengan hyaluronidase. Bagi yang ingin merasakan perubahan sejak hari prosedur sekaligus bertahan lama, Ellanse atau Radiesse bisa jadi pilihan. Bagi yang menginginkan hasil yang terbentuk secara bertahap dan alami, Sculptra lebih sesuai. Sementara bagi yang ingin tetap punya opsi berubah pikiran, filler HA yang bisa dikoreksi adalah pilihan yang lebih aman. Ellanse punya keunggulan berupa volume instan, daya tahan panjang, dan pilihan tipe yang bisa disesuaikan, tetapi ciri paling khasnya adalah tidak bisa dikoreksi, sehingga penting untuk memahami hal ini dengan baik sebelum memutuskan.
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Radiesse dan CaHA: Cara Biostimulator Ini Membangun Kolagen Baru di Leher, Décolleté, dan Punggung Tangan
CaHA dalam Radiesse bekerja dua arah, mengisi volume seketika sekaligus merangsang produksi kolagen baru di leher, décolleté, dan punggung tangan. Artikel ini mengulas mekanisme kerja, bukti histologis dan klinis, durasi efek, perbandingan dengan biostimulator lain, kandidat yang tepat, dan efek samping termasuk nodul, dari sudut pandang klinis.
By Dr. Lee

Juvelook PDLLA: Cara Kerjanya Berbeda dari Sculptra, Efek Kolagen, dan Berapa Lama Hasilnya
Kandungan PDLLA dan asam hialuronat dalam Juvelook bekerja dua arah, hidrasi instan sekaligus stimulasi kolagen bertahap. Artikel ini membahas mekanisme kerjanya, perbedaan dengan Sculptra dan Ellanse, bukti klinis yang ada, efek samping, dan siapa yang benar-benar cocok mendapat treatment ini.
By Dr. Kim

Suntik Asam Deoksikolat untuk Lemak Bawah Dagu, Cara Kerja, Hasil, dan Efek Samping
Bagaimana suntikan deoxycholic acid (asam deoksikolat) melarutkan lemak bawah dagu, bukti persetujuan FDA Amerika, data efektivitas dari uji klinis besar, berapa sesi yang dibutuhkan, berapa lama hasilnya bertahan, serta efek samping apa yang perlu disiapkan, semua berdasarkan angka penelitian nyata.
By Dr. Lee