prettytime
Skincare

Penuaan kulit dekolte: penyebab, cara merawat, terapi laser, dan masa pemulihan

By Dr. Kim6 min read

Dekolte adalah area mulai dari bawah leher sampai bagian atas dada yang terlihat saat memakai baju berleher V. Namun entah kenapa, area ini justru lebih dulu muncul garis halus dan belang warna dibanding wajah. Banyak orang bingung, padahal perawatannya sudah sama, kok bisa beda hasilnya.

Sebenarnya, struktur kulit dekolte memang berbeda dari kulit wajah. Perbedaan struktur inilah yang membuat tanda penuaan muncul lebih dulu di area ini. Mari kita bahas satu per satu, mulai dari penyebabnya sampai cara merawatnya.

Kenapa kulit dekolte lebih lemah daripada wajah?

Kulit dekolte lebih tipis daripada kulit wajah. Lapisan dermis yang menopang kulit di area ini juga lebih tipis, sehingga ruang bagi kolagen dan serat elastin untuk bertahan jadi lebih sempit. Bayangkan kertas tebal dan kertas tipis dilipat lalu dibuka dengan cara yang sama, kertas tipis akan lebih cepat meninggalkan bekas lipatan. Prinsipnya kurang lebih sama.

Selain itu, kepadatan kelenjar sebasea (kelenjar kecil penghasil minyak alami kulit) di area ini juga lebih rendah dibanding wajah. Padahal sebum berfungsi melapisi permukaan kulit agar kelembapan tidak mudah menguap. Karena lapisan pelindung ini tipis, kulit dekolte jadi lebih mudah kering dan fungsi sawarnya pun melemah. Sawar kulit yang lemah otomatis membuatnya lebih gampang terganggu oleh rangsangan dari luar.

Ditambah lagi, kebiasaan perawatan juga ikut memperparah. Banyak orang mengoleskan tabir surya atau serum hanya sampai wajah, lalu berhenti di area leher ke bawah. Padahal paparan sinar UV di area dekolte tidak jauh berbeda dari wajah, bahkan bisa lebih banyak karena gaya berpakaian seperti V-neck atau off shoulder. Alhasil, kulit yang sudah tipis dan rapuh ini justru menerima paparan UV penuh tanpa perlindungan yang memadai.

Kelenjar minyak yang membentuk lapisan pelindung di kulit berjumlah 400 sampai 900 per cm² di wajah dan kulit kepala, sementara di kulit badan tempat dekolte berada jumlahnya tidak sampai 100. Lapisan minyaknya jauh lebih tipis, jadi dengan paparan sinar UV dan udara kering yang sama, dekolte lebih dulu mengering dan rusak.
Kelenjar minyak yang membentuk lapisan pelindung di kulit berjumlah 400 sampai 900 per cm² di wajah dan kulit kepala, sementara di kulit badan tempat dekolte berada jumlahnya tidak sampai 100. Lapisan minyaknya jauh lebih tipis, jadi dengan paparan sinar UV dan udara kering yang sama, dekolte lebih dulu mengering dan rusak.

Kenapa bercak merah dan noda cokelat muncul bersamaan?

Kalau paparan sinar UV di area dekolte terus menumpuk bertahun-tahun, bisa muncul pola belang yang khas. Ada bagian yang menampakkan pembuluh darah kecil kemerahan, bercampur dengan bagian yang warnanya menggelap kecokelatan. Kondisi ini dalam istilah medis disebut poikiloderma of Civatte.

Sinar UV merangsang dinding pembuluh darah di dalam kulit sehingga melebar, dan pada saat yang sama juga mengaktifkan melanosit (sel penghasil warna kulit). Karena itu, area yang pembuluh darahnya melebar tampak kemerahan, sementara area yang melanin-nya menumpuk tampak kecokelatan. Kedua perubahan ini muncul bersamaan dan saling tumpang tindih di satu area.

Yang menarik, area di sisi leher yang terlindungi bayangan dagu justru relatif lebih terjaga dan tidak sebelang bagian lainnya. Sebab, bayangan dagu membuat area itu menerima sinar UV lebih sedikit. Karena itu, kalau dilihat secara keseluruhan, akan terbentuk pola khas berupa batas antara area yang belang dan area yang masih bersih. Dalam sebuah studi klinis, terapi IPL (intense pulsed light, alat terapi cahaya dengan rentang gelombang lebar) yang dilakukan 3 kali dengan jeda 3 minggu berhasil memudarkan lesi pembuluh darah dan pigmentasi ini lebih dari 75%.

Dari 135 orang dengan leher dan dekolte yang belang setelah rata-rata 3 kali terapi IPL, pembuluh darah halus kemerahan dan pigmen kecokelatan memudar lebih dari 75%. Artinya bercak yang sudah lama menetap pun masih bisa dibalik sebagian besar dengan terapi cahaya.
Dari 135 orang dengan leher dan dekolte yang belang setelah rata-rata 3 kali terapi IPL, pembuluh darah halus kemerahan dan pigmen kecokelatan memudar lebih dari 75%. Artinya bercak yang sudah lama menetap pun masih bisa dibalik sebagian besar dengan terapi cahaya.

Kenapa kerutan dekolte terbentuk?

Arah kerutan di dekolte sedikit berbeda dari kerutan di wajah. Saat tidur menyamping, jaringan dada tertekan dan terlipat berulang kali ke arah yang sama. Karena terjadi setiap malam dengan arah yang serupa, kulit lama-kelamaan seperti "mengingat" garis lipatan tersebut.

Kalau kolagen dan serat elastin masih cukup, bekas lipatan itu akan cepat kembali rata begitu bangun pagi. Sama seperti karet gelang baru yang langsung kembali ke bentuk semula setelah ditarik. Namun seiring bertambahnya usia, serat ini berkurang, dan bekas lipatan pun jadi seperti karet gelang yang sudah kendur, tidak lagi kembali rata bahkan di siang hari.

Jadi, kerutan di dekolte bukan muncul tiba-tiba dalam semalam, melainkan hasil akumulasi dari tekanan fisik yang berulang dan penurunan kolagen yang berjalan bersamaan.

Apa yang bisa dilakukan bahan oles?

retinol (turunan vitamin A) mempercepat pergantian sel kulit dan merangsang fibroblas, sel yang memproduksi kolagen di lapisan dermis. Artinya, retinol membantu mengangkat sel kulit mati sekaligus mengirim sinyal agar kolagen baru terbentuk di bawahnya.

niacinamide (turunan vitamin B3) membantu sintesis komponen lipid pembentuk sawar kulit dan memperlambat perpindahan melanin ke permukaan kulit. Karena itu, niacinamide membantu memudarkan pigmentasi belang sekaligus memperkuat perlindungan kelembapan kulit dekolte yang tipis, dua manfaat sekaligus dalam satu bahan.

Namun karena kulit dekolte lebih sensitif dibanding wajah, disarankan memulai retinol dengan konsentrasi rendah, dipakai 2 sampai 3 kali seminggu dulu sebelum ditingkatkan bertahap. Kalau langsung memakai konsentrasi tinggi, sawar kulit yang tipis ini lebih mudah mengalami kemerahan atau mengelupas.

Kenapa tulang terlihat saat volume berkurang?

Seiring bertambahnya usia, lapisan lemak di bawah kulit juga ikut menipis. Lapisan lemak ini awalnya berfungsi sebagai bantalan yang menutupi tulang dan otot di bagian atas dada, sehingga membentuk lekuk yang halus. Ketika bantalan ini menipis, kontur tulang dan tendon di bawahnya jadi lebih terlihat di permukaan.

Bayangkan bantal dengan isian tebal, kita tidak akan meraba rangka di dalamnya. Tapi kalau isiannya sudah tertekan dan menipis, rangka itu jadi teraba jelas. Prinsipnya kurang lebih sama. Dalam kondisi seperti ini, filler asam hialuronat (HA) dalam jumlah sedikit terkadang digunakan untuk menghaluskan permukaan kulit. Namun ini hanya membantu memperhalus tampilan permukaan, dan tingkat efektivitas maupun lama bertahannya bisa berbeda pada tiap orang.

Sejauh mana terapi cahaya dan berapa lama pemulihan?

Pembuluh darah kemerahan atau bercak pigmentasi yang sudah terbentuk sulit dihilangkan sepenuhnya hanya dengan produk topikal. Dalam kasus seperti ini, IPL atau laser vaskular digunakan untuk menargetkan pembuluh darah dan pigmen secara terpisah. Energi cahaya diserap oleh hemoglobin di dalam pembuluh darah atau melanin, lalu menghasilkan panas yang membuat pembuluh darah dan gumpalan pigmen tersebut perlahan diserap tubuh.

Kalau tujuannya memperbaiki tekstur dan elastisitas kulit, laser fraksional yang menciptakan kerusakan mikro untuk merangsang regenerasi kolagen juga bisa dipertimbangkan. Bengkak dan kemerahan setelah prosedur biasanya mereda dalam beberapa hari, tapi perubahan tekstur kulit yang sebenarnya baru terlihat setelah 4 sampai 12 minggu. Lama bertahannya hasil ini bervariasi tergantung perawatan lanjutan, tapi umumnya berkisar antara 6 sampai 12 bulan.

Kebiasaan perawatan yang diteruskan tiap hari

Merawat dekolte sebenarnya tidak sulit kalau sudah paham prinsip dasarnya. Kebiasaan-kebiasaan berikut ini, kalau dijalankan bersamaan, dapat membantu memperlambat munculnya tanda penuaan di area tersebut.

  • Pakai tabir surya setiap hari sampai ke leher dan dekolte: Karena sinar UV adalah penyebab utama perubahan pigmentasi dan pembuluh darah, tabir surya jangan berhenti di wajah saja. Oleskan juga sampai ke bagian bawah agar penyebab utamanya benar-benar berkurang.
  • Gunakan retinol dan niacinamide secara konsisten dengan konsentrasi rendah: Untuk merangsang produksi kolagen sekaligus memperkuat sawar kulit, lebih baik membiasakan kulit secara bertahap daripada langsung memakai konsentrasi tinggi, supaya bisa dipakai jangka panjang tanpa iritasi.
  • Sesekali ubah posisi tidur menyamping: Kalau selalu terlipat ke arah yang sama setiap malam, kulit lebih mudah "mengingat" garis lipatan itu. Dengan mengganti posisi tidur sesekali, tekanan fisik yang berulang di satu sisi bisa dikurangi.
  • Perkuat sawar kulit dengan pelembap: Karena area ini memiliki lebih sedikit kelenjar sebasea sehingga mudah kering, memakai pelembap yang mengandung kelembapan dan lipid secara khusus dapat membantu mencegah garis halus akibat sawar kulit yang lemah.

Hasil dari kebiasaan ini memang tidak langsung terlihat dalam semalam. Tapi kalau dijalankan secara konsisten, dekolte bisa mendapatkan perawatan yang setara dengan wajah, dan kulit pun lebih siap tampil percaya diri di musim-musim ketika area ini lebih sering terekspos.

References

Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Skincare

Pigmentasi dan kerusakan kolagen akibat cahaya biru: penyebab dan cara mengatasinya

Cahaya biru adalah gelombang yang keluar dari layar ponsel dan komputer, panjang gelombangnya lebih panjang dari sinar UV sehingga bisa menembus sampai ke dermis, lapisan kulit yang lebih dalam. Artikel ini merangkum bagaimana cahaya ini memicu radikal bebas di dalam sel kulit dan merangsang sel pigmen hingga akhirnya menyebabkan flek dan kerusakan kolagen. Cara mengurangi paparan layar dan merawat kulit juga dibahas di sini.

By Dr. Lee

Back to articles