prettytime
Diet

CoolSculpting Katanya Cuma Membekukan Lemak, Kenapa Kulit Tidak Ikut Rusak, Ini Prinsip dan Jadwal Sesinya

By Dr. Kim8 min read

CoolSculpting adalah salah satu prosedur yang sering dicari orang yang ingin menurunkan berat badan tapi sudah bosan dengan olahraga dan diet ketat. Namanya sendiri berasal dari cool (dingin) dan sculpt (memahat), yang artinya membentuk tubuh dengan cara mendinginkannya. Awalnya memang sulit dipercaya bahwa lemak benar benar bisa dihilangkan hanya dengan dibekukan. Kompres es dalam waktu lama biasanya hanya membuat kulit membeku atau frostbite, jadi wajar kalau muncul pertanyaan, bagaimana bisa lemaknya hilang tapi kulitnya tetap baik baik saja.

Sebenarnya prosedur ini ditemukan secara tidak sengaja. Dokter memperhatikan bahwa anak anak yang sering mengisap es loli punya lesung pipi kecil akibat lemak di pipinya menyusut, dan dari situ diketahui bahwa sel lemak jauh lebih rentan terhadap suhu dingin dibanding sel lain di tubuh. Prinsip ini kemudian disempurnakan secara aman menjadi CoolSculpting yang kita kenal sekarang. Berikut penjelasan lengkap kenapa sel lemak begitu rentan terhadap dingin, dan kenapa kulit di sekitarnya tetap aman.

Kenapa Sel Lemak Paling Rentan terhadap Dingin?

Setiap jenis sel dalam tubuh punya daya tahan yang berbeda terhadap suhu. Sel kulit dan sel otot mengandung banyak air dan mendapat aliran darah secara terus menerus, sehingga relatif lebih tahan meski suhu di sekitarnya sedikit turun.

Sebaliknya, bagian dalam sel lemak hampir seluruhnya terisi minyak. Prinsipnya mirip dengan mentega yang disimpan di kulkas menjadi jauh lebih keras dibanding mentega yang dibiarkan di suhu ruang. Kandungan lemak akan mengalami kristalisasi, yaitu perubahan dari cair menjadi padat, begitu suhunya turun di bawah titik tertentu. Suhu di mana kristalisasi ini mulai terjadi jauh lebih tinggi dibanding suhu yang bisa merusak kulit atau otot. Itu sebabnya, meski terkena dingin yang sama, sel lemak lebih dulu terdampak dan kerusakannya juga lebih besar.

Anda mungkin pernah memperhatikan minyak kelapa yang langsung memutih dan mengeras begitu dimasukkan kulkas, sementara minyak zaitun tetap cair cukup lama di suhu yang sama. Perbedaan ini terjadi karena setiap jenis minyak punya titik beku yang berbeda. Kandungan minyak di dalam sel lemak tubuh kita bekerja dengan prinsip serupa, sehingga hanya dengan pendinginan ringan saja sel lemak sudah mulai mengeras lebih dulu dibanding sel lain.

Apa yang Terjadi di Dalam Sel Lemak Setelah Didinginkan?

Saat kandungan lemak di dalam sel mengeras, membran sel dan struktur di dalamnya mengalami kerusakan fisik karena tertekan dan robek oleh kristal yang tajam. Bayangkan balon berisi pecahan es bersudut tajam yang dikocok, kira kira seperti itulah yang terjadi di dalam sel.

Kerusakan ini menjadi sinyal bagi sel lemak untuk memulai apoptosis, yaitu proses kematian sel yang terprogram. Apoptosis adalah program pembersihan alami yang sudah ada di tubuh kita, di mana sel yang rusak membereskan dirinya sendiri secara tenang tanpa memicu peradangan besar di sekitarnya. Bukan seperti sel yang pecah tiba tiba dan merusak area sekitarnya, melainkan lebih seperti menutup pintu secara perlahan sesuai prosedur. Setelah tombol ini tertekan, sel lemak masuk ke tahap kematian secara bertahap, dan prosesnya tidak berlangsung langsung setelah prosedur, melainkan berjalan perlahan selama 3 sampai 7 hari. Karena itu, pada hari prosedur dilakukan, perubahan yang terlihat dari luar belum terlalu terasa.

Proses kristalisasi ini pun tidak selesai dalam sekejap. Dibutuhkan waktu agar udara dingin bisa meresap merata sampai ke lapisan lemak yang lebih dalam, dan waktu lagi agar kristal lemak yang mengeras perlahan merusak membran sel. Itu sebabnya satu sesi CoolSculpting biasanya berlangsung sekitar satu jam, cukup lama, karena jika hanya didinginkan sebentar saja, kristalisasi belum sempat terjadi secara maksimal.

Lalu, Kenapa Kulit dan Otot Tetap Aman?

Ini pertanyaan yang paling sering muncul. Jawabannya ada pada pengaturan suhu dan durasi yang tepat. Alat CoolSculpting dirancang untuk menurunkan suhu hanya sampai titik di mana sel lemak mulai rusak, dan tidak pernah turun sampai suhu yang benar benar bisa melukai kulit atau otot.

Selain itu, kulit terletak jauh lebih dekat ke permukaan dibanding lapisan lemak sehingga terus mendapat pasokan panas dari aliran darah, dan kandungan airnya yang tinggi membuatnya lebih tahan terhadap perubahan suhu. Applicator yang digunakan selama prosedur juga memantau suhu permukaan kulit secara real time dan otomatis menyesuaikan jika suhunya terlalu dingin, sebagai sistem pengaman tambahan. Jadi inti dari prosedur ini adalah membidik rentang suhu yang sangat sempit, cukup dingin untuk membuat sel lemak mengkristal, tapi tidak sampai melewati ambang batas kerusakan kulit dan otot.

Alasan yang sama juga menjelaskan kenapa gel sheet ditempelkan di kulit sebelum prosedur dimulai. Gel sheet berfungsi sebagai lapisan penyangga agar kulit tidak mendingin terlalu cepat, mirip seperti memakai sarung tangan saat membuat bola salju di musim dingin agar tangan tidak terlalu kedinginan.

Bagaimana Sel Lemak yang Mati Dikeluarkan dari Tubuh?

Sel lemak yang sudah memasuki apoptosis tidak langsung hilang begitu saja. Di sekitar sel lemak yang sedang sekarat, macrophage, yaitu sel imun yang bertugas sebagai pasukan pembersih tubuh, mulai berkumpul. Sesuai namanya, macrophage bekerja dengan menelan utuh potongan sel yang mati atau rusak.

Setelah macrophage menghancurkan dan menelan sel lemak yang rusak menjadi bagian bagian kecil, sisa sisanya bergerak perlahan melalui pembuluh darah dan pembuluh limfa, saluran pembuangan alami dalam tubuh, lalu diproses di hati sebelum akhirnya dikeluarkan dari tubuh. Karena saluran pembuangan ini memang sudah ada di dalam tubuh, tidak perlu dibuat jalur khusus di setiap area yang diprosedur, cukup mengikuti mekanisme pembuangan limbah yang biasa berjalan. Proses ini tidak selesai dalam satu dua hari, melainkan berlangsung perlahan selama 3 minggu sampai 4 bulan. Itu sebabnya perubahan besar belum terasa segera setelah prosedur, dan garis tubuh baru berubah secara bertahap seiring waktu.

Satu macrophage hanya bisa menangani sisa sisa sel lemak dalam jumlah kecil sekali proses. Karena itu, seluruh lapisan lemak baru bisa dibersihkan setelah dikerjakan bersama sama oleh banyak macrophage dalam waktu yang lama. Bayangkan seperti pindahan rumah yang diangkut bukan dengan satu truk, tapi banyak truk secara bergantian, begitu kira kira alasan kenapa prosesnya memakan waktu cukup lama.

Kenapa Hasilnya Baru Terlihat Setelah 6 Bulan?

Karena apoptosis dan proses pembersihan oleh macrophage yang dijelaskan sebelumnya berjalan bertahap, wajar jika perubahan terlihat lambat. Sel lemak tidak langsung hilang pada hari prosedur, yang terjadi hanyalah proses kematian sel yang mulai berjalan perlahan sejak hari itu.

Secara umum, perubahan mulai terasa sedikit demi sedikit sekitar 3 minggu setelah prosedur, dan seiring proses pembersihan serta pembuangan sel lemak mati terus berlanjut, hasil paling terlihat dilaporkan muncul antara 2 sampai 4 bulan. Kecepatan pembuangan ini bisa sedikit berbeda pada setiap orang tergantung kondisi metabolisme dan gaya hidup masing masing.

Berbeda dengan sedot lemak yang mengeluarkan lemak secara langsung lewat operasi, CoolSculpting mengandalkan tubuh untuk membersihkan sendiri secara perlahan, jadi kecepatan hasilnya memang berbeda secara mendasar. Karena itu, daripada kecewa saat bercermin sehari setelah prosedur, lebih baik menetapkan ekspektasi bahwa hasilnya baru bisa dinilai setelah minimal satu bulan berlalu.

Butuh Berapa Kali Sesi untuk Melihat Perubahan yang Nyata?

Sulit untuk merusak seluruh sel lemak di satu area hanya dengan satu kali prosedur. Alasannya, applicator yang berfungsi seperti kompres es punya keterbatasan pada seberapa luas area kulit yang bisa ditempeli dan seberapa dalam suhu dingin bisa menjangkau secara merata.

Applicator bekerja dengan menyedot kulit dan lemak secara ringan menggunakan vakum, lalu menempelkan panel pendingin di antara keduanya. Karena ada batas fisik pada jumlah lemak yang bisa disedot dan ketebalan yang bisa dijangkau, akan selalu ada bagian yang tidak sepenuhnya tertangani dalam satu sesi.

  • Untuk area yang kecil, terkadang perubahan sudah terasa hanya dengan 1 kali sesi, karena lapisan lemaknya sendiri tipis sehingga sebagian besar sudah masuk jangkauan kerusakan dalam satu kali pendinginan.
  • Untuk area yang lebih besar seperti perut atau pinggang, biasanya dibutuhkan 2 sampai 3 kali sesi dengan jeda tertentu, karena lapisan lemaknya lebih tebal sehingga kedalaman yang dijangkau dalam satu sesi belum cukup untuk merusak seluruh lapisan.
  • Jeda antar sesi minimal 6 sampai 8 minggu, karena tubuh butuh waktu untuk membersihkan sel lemak dari sesi sebelumnya dan membiarkan pembengkakan jaringan mereda.

Apakah Prosedur Ini Cocok untuk Semua Area dan Semua Orang?

CoolSculpting dikenal cocok untuk lemak subkutan, yaitu lemak yang bisa dicubit atau dijepit dengan tangan, sebatas yang bisa ditangkap oleh applicator. Area seperti perut, pinggang, dan paha bagian dalam, yang bisa dicubit langsung dengan tangan, dilaporkan memberikan respons yang baik.

Sebaliknya, lemak viseral yang terletak jauh di dalam, di sekitar otot dan organ dalam, atau tujuan menurunkan berat badan tubuh secara keseluruhan dikatakan kurang cocok untuk prosedur ini. Alasannya, kedalaman yang bisa dijangkau oleh suhu dingin memang terbatas hanya sampai lapisan lemak di bawah kulit. Lemak subkutan tersebar tipis tepat di bawah kulit sehingga mudah ditangkap oleh applicator, sedangkan lemak viseral berada jauh di dalam perut, membungkus organ dalam, sehingga sejak awal memang tidak bisa dicubit dengan tangan maupun dijangkau oleh suhu dingin. Karena itu, lebih tepat memahami prosedur ini bukan sebagai cara menurunkan berat badan, melainkan sebagai cara membentuk garis tubuh di area tertentu yang sulit hilang meski sudah diet dan olahraga. Setelah sejumlah besar sel lemak dihancurkan, sel lemak baru diketahui tidak akan tumbuh kembali di area yang sama, sehingga menjaga pola makan setelah prosedur menjadi penting agar sel lemak yang tersisa tidak kembali membesar dan hasilnya bisa bertahan lebih lama.

References

Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Diet

Ultrasound Ulfit Body Diklaim Melarutkan Lemak Perut dan Paha, Sebenarnya Perlu Berapa Kali Sesi?

Ulfit Body HIFU adalah prosedur perawatan tubuh non bedah yang memusatkan panas ultrasound hanya pada lapisan lemak di bawah kulit, sehingga sel lemak mengecil secara bertahap. Artikel ini membahas kenapa ultrasound cuma memanaskan lapisan lemak, bagaimana lemak yang rusak dikeluarkan dari tubuh, apa bedanya pengaturan HIFU wajah dengan tubuh, serta berapa kali sesi dan berapa lama hasilnya bertahan.

By Dr. Kim

Diet

Cara Kerja Suntik Pelarut Lemak Hancurkan Sel Lemak Membandel, Bengkak, dan Jumlah Sesi per Area

Mengapa suntik pelarut lemak dipercaya ampuh mengatasi dagu ganda atau lengan berisi yang tak kunjung hilang meski sudah diet? Artikel ini mengupas cara zat aktifnya langsung menghancurkan membran sel lemak, proses lemak yang hancur dikeluarkan dari tubuh, dosis dan jumlah sesi per area, sampai alasan munculnya bengkak, dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami.

By Dr. Lee

Skincare

Terapi Laser Jamur Kuku, Prinsip Panas Membasmi Jamur Tanpa Obat Minum, Tingkat Kesembuhan, dan Cara Mencegah Kekambuhan

Artikel ini menjelaskan dengan mudah kenapa laser dipakai untuk jamur kuku (onychomycosis) yang membuat kuku menguning dan menebal, bagaimana laser Nd:YAG 1064 nm membasmi jamur dengan panas, seberapa besar tingkat kesembuhannya dibanding obat minum terbinafine dan obat oles, berapa kali dan dengan jarak berapa sesi dijalani, sampai perawatan pendamping untuk mencegah kekambuhan dan menjaga hasil tetap awet, semuanya berdasarkan angka dari penelitian asli.

By Dr. Lee

Back to articles