prettytime
Diet

Cara Kerja Pembekuan Lemak CoolSculpting dan Efeknya untuk Bentuk Tubuh, Apa Bedanya dengan Sedot Lemak dan Berapa Kali Idealnya?

By Dr. Kim9 min read

Meski sudah rajin olahraga, ada saja bagian tubuh yang susah kempis, misalnya pinggang, perut bawah, atau paha bagian dalam. Nah, saat berat badan tetap sama tapi ingin merapikan area tertentu saja, cryolipolysis atau pembekuan lemak yang dikenal dengan nama CoolSculpting sering jadi pilihan. Ini adalah perawatan tanpa sayatan yang membekukan area tertentu untuk mengurangi lemaknya.

Namanya memang terdengar asing, tapi prinsipnya sederhana. Sel lemak ternyata lebih rentan terhadap suhu dingin dibanding kulit. Sifat ini yang dimanfaatkan supaya kulit di permukaan tetap aman, sementara lemak di bawahnya yang dibekukan. Berikut penjelasan lengkapnya, mulai dari cara kerja pembekuan lemak, seberapa banyak pengurangannya dalam satu sesi, berapa kali sebaiknya dilakukan dan kapan hasilnya mulai terlihat, apa bedanya dengan suntik pelangsing atau sedot lemak, sampai kondisi langka bernama penebalan lemak paradoksal, semua berdasarkan data dari jurnal asli.

Ilustrasi prinsip kerja alat aplikator CoolSculpting yang membekukan lapisan lemak di pinggang

Bagaimana CoolSculpting Membekukan dan Menghilangkan Lemak?

Intinya, sel lemak lebih rentan terhadap dingin dibanding sel kulit. Lemak mulai membeku pada suhu yang lebih tinggi daripada kulit. Jadi kalau area tersebut didinginkan pada suhu yang tepat, kulit di permukaan tetap aman, sementara sel lemak di bawahnya yang rusak secara selektif.

Prosesnya seperti ini. Alat berbentuk cup ditempelkan pada area yang lemaknya bisa dijepit, lalu bagian dalamnya didinginkan hingga sekitar -10°C. Pada suhu ini, minyak di dalam sel lemak membeku dan sel perlahan memasuki jalur kematian. Proses ini disebut apoptosis, dan lebih mudah dipahami sebagai sel yang menghilang secara diam-diam, bukan pecah tiba-tiba.

Setelah itu, tubuh yang akan membereskan sisanya. Sel lemak yang sudah mati dibersihkan secara perlahan oleh makrofag, sel pembersih tubuh kita, selama beberapa minggu. Seiring sel lemak yang membeku itu menghilang satu per satu, lapisan lemak di area tersebut pun menipis. Karena proses pembersihannya bertahap, hasilnya juga muncul secara perlahan, bukan instan.

Yang penting, metode ini tidak menyentuh permukaan kulit. Kulit dan dermis mengandung banyak air sehingga membeku pada suhu yang lebih rendah, jadi pada suhu yang hanya membekukan lemak, kulit tetap aman tanpa cedera. Karena itu, area tertentu bisa ditangani tanpa jarum maupun sayatan.

Di Korea, perawatan ini disebut pembekuan lemak atau cryolipolysis. Perangkat orisinal pertama adalah CoolSculpting dari Zeltiq asal Amerika Serikat, tapi alat yang paling banyak dipakai klinik di Korea sebenarnya adalah Clatuu dan versi terbarunya Clatuu Alpha buatan Classys, produsen lokal Korea. Selain itu ada juga alat seperti CoolTech. Meski merek alatnya berbeda, prinsipnya sama, yaitu membekukan area tertentu untuk mengurangi sel lemak. Jadi daripada terpaku pada nama merek, lebih baik perhatikan apakah kliniknya punya cup yang pas dengan bentuk tubuh Anda dan seberapa berpengalaman tenaga yang menangani.

Proses pembekuan lemak dengan cup pendingin CoolSculpting yang ditempelkan di area pinggang
Proses pembekuan lemak dengan cup pendingin CoolSculpting yang ditempelkan di area pinggang

Seberapa Banyak Lapisan Lemak Benar-Benar Berkurang?

Lebih jelas kalau dilihat dari angka. Dari ulasan yang merangkum berbagai data klinis, satu kali perawatan pada satu area terbukti mengurangi ketebalan lapisan lemak secara nyata. Bila diukur dengan USG, penurunannya sekitar 20% sampai 32%, sementara bila diukur dengan kaliper penjepit, sekitar 15% sampai 21%. Angkanya sedikit berbeda tergantung metode pengukuran, tapi secara umum bisa dikatakan lemak di satu area berkurang sekitar seperlima.

Sebaiknya angka ini dimaknai secara realistis. Yang berkurang adalah ketebalan lapisan lemak sekitar 20%, bukan berat badan sebesar itu. Jadi perubahan yang terlihat lebih ke arah garis tubuh di pinggang atau perut bawah yang jadi sedikit lebih rapi, bukan angka di timbangan. Banyak orang sudah puas kalau celana terasa lebih longgar atau siluet tubuh dari samping terlihat lebih rapi.

Jadi perawatan ini sebaiknya dipahami bukan untuk menurunkan berat badan secara signifikan, melainkan untuk merapikan area yang memang susah kempis. Sangat cocok untuk yang berat badannya sudah dalam rentang normal tapi ada bagian tertentu yang masih menonjol. Sebaliknya, kalau memang perlu menurunkan berat badan secara menyeluruh, diet dan olahraga tetap harus jadi prioritas utama, dan perawatan ini lebih tepat sebagai sentuhan akhir.

Ada baiknya juga tahu cara memantau perubahannya. Memotret area yang sama dengan pose dan pencahayaan yang sama sebelum dan sesudah perawatan sangat membantu untuk membandingkan perubahan yang muncul secara bertahap. Mengukur lingkar area tersebut juga bisa jadi acuan yang berguna.

Grafik garis waktu mingguan yang menunjukkan kapan hasil pembekuan lemak CoolSculpting mulai terlihat
Grafik garis waktu mingguan yang menunjukkan kapan hasil pembekuan lemak CoolSculpting mulai terlihat

Berapa Kali Perawatan dan Kapan Hasilnya Terlihat?

Dari segi waktu, CoolSculpting tidak langsung memberi hasil begitu perawatan selesai. Ini karena tubuh butuh waktu untuk membersihkan sel lemak yang sudah dibekukan. Pada minggu ke-2 sampai ke-3, area yang dibekukan biasanya masih bengkak dan terasa kebas, dan di saat inilah sel pembersih mulai bekerja mengangkut lemak. Proses pengurangan lemak berlangsung selama beberapa minggu, dan bentuk tubuh yang final umumnya baru terlihat antara bulan ke-2 sampai ke-4.

Karena itu, sebaiknya jangan buru-buru menilai hasilnya. Tidak perlu kecewa kalau dalam satu bulan perubahannya masih terasa sedikit. Perawatan ini memang baru menunjukkan hasil yang sebenarnya setelah sekitar 3 bulan.

Jumlah sesi tergantung pada area dan ketebalan lemaknya. Untuk area dengan lemak yang tidak terlalu tebal, satu kali sesi saja kadang sudah cukup memuaskan. Kalau ingin hasil yang lebih terlihat, area yang sama bisa diulang sekitar 2 sampai 3 kali. Karena satu sesi hanya mengurangi sekitar seperlima lapisan lemak, kalau ingin perubahan yang lebih signifikan, biasanya dilakukan bertahap, yaitu melihat hasil sesi pertama dulu baru menambah sesi berikutnya. Kalau area yang sama diulang, jaraknya biasanya sekitar 2 sampai 3 bulan supaya hasil sesi sebelumnya sudah benar-benar terlihat.

Kabar baiknya, sel lemak yang sudah dibekukan dan dihilangkan tidak akan tumbuh kembali. Itu sebabnya hasilnya cenderung bertahan lama. Namun sel lemak yang tersisa tetap ada, jadi kalau berat badan naik banyak setelah perawatan, sel-sel itu bisa membesar dan menutupi hasil yang sudah dicapai. Karena itu, menjaga berat badan tetap stabil setelah perawatan adalah kunci supaya hasilnya bisa dinikmati lebih lama.

Apa Bedanya dengan Suntik Pelangsing dan Sedot Lemak?

Ketiga perawatan ini terlihat punya tujuan yang mirip, tapi caranya sangat berbeda. CoolSculpting adalah perawatan non-invasif yang menghilangkan sel lemak dengan cara dibekukan. Tanpa jarum maupun sayatan, waktu pemulihannya nyaris tidak ada, bahkan selama perawatan pasien bisa santai sambil baca buku atau main ponsel. Hanya saja hasilnya muncul secara bertahap, dan pengurangan dalam satu sesi cenderung halus, sekitar 20% per area.

Suntik pelangsing bekerja dengan menyuntikkan obat langsung ke lapisan lemak untuk melarutkannya. Karena disuntik berkali-kali dengan jarum, bengkaknya bisa bertahan beberapa hari, dan metode ini cocok untuk area sempit yang ditangani sedikit demi sedikit secara berulang. Sedot lemak adalah prosedur bedah yang menyedot lemak secara fisik menggunakan selang di bawah bius lokal dengan sedasi atau bius total. Bisa mengurangi lemak dalam jumlah besar sekaligus, tapi pemulihannya butuh 1 sampai 2 minggu dan paling membebani tubuh dibanding dua metode lainnya.

Berikut perbandingannya dalam tabel.

KategoriPembekuan LemakSuntik PelangsingSedot Lemak
Cara kerjaDibekukan hingga hilangDilarutkan dengan obatDisedot dengan selang
Tingkat invasifNon-invasifSuntikan jarumBedah
AnestesiTidak perluLokalSedasi atau total
Waktu pemulihanNyaris tidak adaBengkak beberapa hari1 sampai 2 minggu
Pengurangan lemakSekitar 20% per areaSedikit demi sedikit, berulangJumlah besar sekaligus
Waktu hasil terlihat2 sampai 4 bulanButuh beberapa sesiLangsung setelah operasi

Tidak ada jawaban yang mutlak benar untuk semua orang. Kalau ingin merapikan area tanpa waktu pemulihan, CoolSculpting cocok. Kalau ingin menangani area sempit secara presisi, suntik pelangsing lebih pas. Kalau ingin mengurangi lemak dalam jumlah besar sekaligus, sedot lemak jadi pilihannya. Tinggal disesuaikan dengan area dan tingkat perubahan yang diinginkan.

Foto handpiece aplikator pendingin CoolSculpting dalam berbagai ukuran

Katanya Lemak Justru Bisa Bertambah, Benarkah?

Kalau mencari informasi tentang CoolSculpting, sesekali muncul cerita bahwa lemak justru bisa bertambah. Dan ini memang benar terjadi. Dalam kasus yang sangat langka, area yang dibekukan untuk mengurangi lemak justru bisa jadi lebih menonjol. Biasanya muncul beberapa bulan setelah perawatan, berupa gumpalan lemak yang terasa padat di area tersebut. Dalam istilah medis, ini disebut penebalan lemak paradoksal atau paradoxical adipose hyperplasia, yang secara harfiah berarti lemak justru bertambah, berlawanan dengan yang diharapkan. Namun penyebab pastinya sampai sekarang belum diketahui dengan jelas.

Untungnya, efek samping ini tergolong sangat jarang. Dalam survei berskala besar pun, angka kejadiannya hanya sekitar 0.2%, kurang dari 1 dari 100 orang. Namun ada satu hal yang cukup unik, yaitu kondisi ini justru lebih sering terjadi pada pria. Dalam salah satu survei, pasien pria hanya 15% dari total pasien, tapi yang mengalami kondisi ini justru lebih dari separuh, yaitu 55% pria.

Seiring perkembangan teknologi, angka kejadiannya juga makin menurun. Bahkan ada laporan yang menyebutkan angka kejadian turun lebih dari 75% sejak perangkat pendingin generasi baru diperkenalkan. Meski begitu, angkanya tidak sampai nol, jadi lebih baik mengetahui hal ini sebelum menjalani perawatan.

Kalaupun kondisi ini terjadi, tetap ada cara untuk mengatasinya. Gumpalan lemak yang muncul memang tidak hilang dengan sendirinya, tapi bisa dirapikan nanti dengan metode seperti sedot lemak. Kalau memilih klinik yang menjelaskan kemungkinan ini sejak awal dan memantau perkembangan dengan baik, meski kondisi langka ini terjadi, penanganannya bisa tetap tenang dan terarah.

Foto model wanita dengan suasana cerah yang menggambarkan kandidat yang cocok untuk pembekuan lemak CoolSculpting

Jadi, Siapa yang Paling Cocok Menjalani Perawatan Ini?

CoolSculpting cocok untuk yang berat badannya sudah normal tapi masih terganggu dengan area tertentu yang menonjol, seperti pinggang, perut bawah, atau paha bagian dalam. Ini pilihan yang baik kalau ingin merapikan area tersebut tanpa sayatan dan tanpa waktu pemulihan. Keunggulan besarnya, pasien bisa bersantai selama perawatan dan langsung kembali beraktivitas seperti biasa setelahnya.

Ekspektasinya sebaiknya tetap positif, tapi juga realistis. Ini bukan perawatan yang mengubah bentuk tubuh secara drastis dalam sekali jalan, melainkan yang merapikan garis tubuh dengan mengurangi lemak sedikit demi sedikit di area tertentu. Kalau ada beberapa area yang jadi perhatian atau perlu pengurangan dalam jumlah besar, metode lain mungkin lebih cocok, jadi ada baiknya mendiskusikan tingkat perubahan yang diinginkan bersama dokter supaya arahnya lebih jelas.

Perawatan diri setelah prosedur juga menentukan hasil akhirnya. Sel lemak yang sudah dibekukan dan dihilangkan memang tidak tumbuh kembali, tapi kalau berat badan naik, sel yang tersisa bisa membesar dan menutupi hasil yang sudah dicapai. Dengan menjaga berat badan tetap stabil lewat pola makan dan olahraga setelah perawatan, garis tubuh yang sudah rapi bisa bertahan lebih lama.

CoolSculpting adalah perawatan yang pas untuk yang ingin merapikan area sulit kempis tanpa beban berlebih. Kalau menginginkan perubahan yang halus namun permanen dan punya kesabaran untuk menunggu 2 sampai 3 bulan, perawatan ini layak dipertimbangkan. Dengan mendiskusikan kondisi area dan lemak bersama klinik yang berpengalaman, hasil yang memuaskan bisa dicapai.

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Diet

Cara Kerja Suntik Pelarut Lemak Hancurkan Sel Lemak Membandel, Bengkak, dan Jumlah Sesi per Area

Mengapa suntik pelarut lemak dipercaya ampuh mengatasi dagu ganda atau lengan berisi yang tak kunjung hilang meski sudah diet? Artikel ini mengupas cara zat aktifnya langsung menghancurkan membran sel lemak, proses lemak yang hancur dikeluarkan dari tubuh, dosis dan jumlah sesi per area, sampai alasan munculnya bengkak, dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami.

By Dr. Lee

Diet

Ultrasound Ulfit Body Diklaim Melarutkan Lemak Perut dan Paha, Sebenarnya Perlu Berapa Kali Sesi?

Ulfit Body HIFU adalah prosedur perawatan tubuh non bedah yang memusatkan panas ultrasound hanya pada lapisan lemak di bawah kulit, sehingga sel lemak mengecil secara bertahap. Artikel ini membahas kenapa ultrasound cuma memanaskan lapisan lemak, bagaimana lemak yang rusak dikeluarkan dari tubuh, apa bedanya pengaturan HIFU wajah dengan tubuh, serta berapa kali sesi dan berapa lama hasilnya bertahan.

By Dr. Kim

Lifting

Cara Radiofrekuensi Volnewmer Memasukkan Panas Kuat Sekaligus untuk Angkat Kekencangan Kulit, Jumlah Sesi, dan Daya Tahan Hasilnya

Kenapa Volnewmer memilih cara memasukkan energi radiofrekuensi kuat dalam satu kali sesi, jalur panas tersebut merangsang kolagen di dalam dermis, dan kapan hasilnya mulai terlihat serta berapa lama bertahan, dijelaskan lewat perumpamaan yang mudah dipahami. Alasan di balik rancangan jumlah sesi yang sedikit dan hal yang perlu diperhatikan sebelum menjalani perawatan turut dibahas.

By Dr. Lee

Back to articles