prettytime
Acne

Penyebab blackhead dan cara merawatnya: amankah dipencet dengan tangan?

By Dr. Kim7 min read

Kalau bercermin dari jarak dekat, sering terlihat titik-titik hitam yang rapat di sekitar hidung dan cuping hidung. Banyak orang mengira ini adalah debu atau kotoran yang menempel. Padahal sebenarnya ini adalah sebum dan sel kulit mati di dalam pori yang teroksidasi karena terpapar udara sehingga berubah warna menjadi hitam.

Kalau paham perbedaan ini, cara merawatnya pun jadi berbeda. Kalau dianggap kotoran, fokus perawatan hanya pada membersihkan sebersih mungkin. Tapi kalau dipahami sebagai sumbatan yang teroksidasi, pendekatannya jadi mencegah sumbatan itu terbentuk sejak awal. Berikut penjelasan mengenai kenapa komedo hitam bisa muncul, dan kenapa memencetnya justru bisa memperburuk keadaan.

Kenapa blackhead menumpuk di sekitar hidung?

Komedo hitam mudah terbentuk di area yang memiliki kelenjar sebum (kelenjar kecil penghasil minyak alami kulit) dalam jumlah banyak dan berukuran besar. Hidung, dahi, dan dagu memiliki kelenjar sebum yang lebih rapat dibanding area lain, sehingga area ini sering disebut zona T.

Semakin banyak kelenjar sebum, semakin besar pula jumlah minyak yang diproduksi setiap pori. Minyak itu sendiri sebenarnya bukan masalah, tapi semakin banyak jumlahnya, semakin besar pula kemungkinan minyak itu tidak sepenuhnya keluar dari pori dan malah menumpuk di dalamnya. Itulah sebabnya, pada wajah yang sama pun, komedo hitam cenderung lebih banyak muncul di sekitar hidung.

Bagaimana sebum dan sel kulit mati menjadi sumbat di pori?

Pori adalah saluran kecil yang terhubung dengan kelenjar sebum di bawah permukaan kulit. Fungsi asli saluran ini adalah mengalirkan sebum ke atas untuk melembapkan permukaan kulit.

Masalahnya ada di sel-sel yang berada di dinding saluran ini. Kulit terus-menerus mengelupas sel kulit mati yang lama, tapi kalau proses pengelupasan ini menjadi terlalu aktif (disebut hiperkeratinisasi folikel), sel-sel mati akan saling menempel dan menumpuk di dalam saluran. Ditambah lagi dengan sebum yang terus mengalir, akhirnya terbentuklah sumbatan berupa campuran minyak dan sel kulit mati di dalam saluran tersebut.

Kalau sumbatan ini berada di dekat mulut pori dan terekspos ke udara, bentuknya disebut komedo terbuka, dan inilah yang dikenal sebagai komedo hitam atau blackhead. Sebaliknya, kalau sumbatan menutup mulut pori sepenuhnya dan terperangkap di dalam, bentuknya menjadi benjolan putih yang disebut komedo tertutup, atau lebih dikenal sebagai komedo putih atau whitehead. Bahan pembentuknya sama, tapi tampilannya berbeda tergantung apakah mulut pori terbuka atau tertutup.

Ada satu faktor lagi yang perlu diperhatikan. Di permukaan kulit dan di dalam pori, secara alami hidup bakteri flora normal, termasuk Cutibacterium acnes yang sering dikaitkan dengan jerawat. Ketika sumbatan menumpuk dan menciptakan lingkungan dengan kadar oksigen rendah, bakteri ini bisa berkembang biak lebih aktif di dalamnya, dan kondisi ini bisa menjadi jembatan menuju jerawat yang meradang. Komedo hitam sendiri belum merupakan kondisi peradangan, tapi kalau perawatannya ditunda, kondisinya bisa berkembang ke tahap berikutnya.

Apakah blackhead hitam karena kotoran?

Warna hitam pada komedo bukan karena penumpukan pigmen, melainkan karena proses oksidasi. Di dalam sumbatan tersebut terdapat melanin (pigmen yang membentuk warna kulit) dan komponen lemak yang memang sudah ada di dalam sebum.

Selama mulut pori terbuka, oksigen dari udara terus-menerus bersentuhan dengan sumbatan ini. Prinsipnya mirip seperti apel yang dipotong dan permukaannya berubah kecokelatan, oksigen mengoksidasi melanin dan komponen lemak sehingga warnanya perlahan menjadi semakin gelap. Itulah sebabnya sumbatan yang baru terbentuk cenderung berwarna kekuningan, lalu semakin lama berubah menjadi cokelat tua hingga hitam.

Jadi ini bukan soal tidak bersih-bersih atau kotoran yang menempel, melainkan komponen yang sudah ada sejak awal yang hanya berubah warna karena bertemu udara. Karena itu, secuci apa pun wajahnya, warna yang sudah teroksidasi ini tidak akan mudah hilang begitu saja.

Apa yang terjadi jika blackhead dipencet dengan tangan?

Banyak orang memencet komedo hitam dengan kuku atau alat khusus, padahal cara ini memberi tekanan besar pada jaringan di sekitarnya. Dinding pori terbentuk dari lapisan tipis, dan tekanan yang kuat saat memencet bisa merusak dinding ini, bukan hanya mengeluarkan sumbatannya saja.

Kalau dinding pori sampai robek karena tekanan tersebut, sebagian sebum dan bakteri di dalamnya bisa terdorong masuk ke jaringan dermis di sekitarnya. Tubuh akan merespons benda asing ini dengan reaksi peradangan, dan kalau proses ini terjadi berulang kali, hasilnya bisa berupa jerawat merah atau bahkan bekas luka.

Selain itu, pori di area yang baru saja dipencet sering terlihat lebih besar untuk sementara waktu, karena dinding yang meregang butuh waktu untuk pulih kembali. Karena itulah, dibanding memencet, para dokter kulit menyarankan pendekatan yang lebih aman, yaitu mencegah sumbatan itu terbentuk sejak awal.

Apa beda kerja salicylic acid dan retinoid?

Kandungan yang sering digunakan untuk merawat komedo hitam bisa dibagi menjadi dua kelompok besar. Karena cara kerjanya berbeda, memahami prinsipnya akan memudahkan dalam memilih produk yang tepat.

  • Salicylic acid (BHA): Sifatnya larut dalam minyak, sehingga bisa menembus lebih dalam ke pori yang penuh sebum. Kandungan ini membantu melunakkan tumpukan sel kulit mati dan sebum dari dalam, sehingga sumbatan tidak terlalu keras.
  • Retinoid (retinol, adapalene, dan sejenisnya): Menormalkan kecepatan regenerasi dan pengelupasan sel kulit itu sendiri. Karena bekerja mengurangi akar masalah, yaitu hiperkeratinisasi folikel atau penempelan sel kulit mati yang berlebihan, efek pencegahannya bertahan lebih lama.
  • AHA (glycolic acid dan sejenisnya): Sifatnya larut dalam air, sehingga lebih unggul dalam merapikan sel kulit mati di permukaan. Perannya lebih besar dalam menghaluskan tekstur permukaan kulit dibanding membersihkan bagian dalam pori.

Ketiga kandungan ini bekerja pada kedalaman yang berbeda, sehingga kalau dipakai bersamaan bisa saling melengkapi. Hanya saja, karena efeknya bisa saling menumpuk dan menyebabkan iritasi, disarankan memulai dari satu kandungan saja dengan konsentrasi rendah terlebih dahulu. Perubahan yang terlihat jelas umumnya butuh waktu sekitar 4 sampai 12 minggu, karena itulah waktu minimal yang dibutuhkan kulit untuk beregenerasi dan bersirkulasi.

Pemakaian retinoid secara rutin selama 12 minggu terbukti mengurangi komedo jenis blackhead secara nyata. Dalam uji klinis terhadap 323 orang, gel adapalene menurunkannya sebesar 46% dan gel tretinoin sebesar 33%. Hasilnya memang tidak muncul dalam semalam, tapi setelah tiga bulan, jumlahnya bisa berkurang hampir separuh.
Pemakaian retinoid secara rutin selama 12 minggu terbukti mengurangi komedo jenis blackhead secara nyata. Dalam uji klinis terhadap 323 orang, gel adapalene menurunkannya sebesar 46% dan gel tretinoin sebesar 33%. Hasilnya memang tidak muncul dalam semalam, tapi setelah tiga bulan, jumlahnya bisa berkurang hampir separuh.

Efektifkah niacinamide dan masker clay?

Niacinamide diketahui membantu mengurangi produksi minyak dari kelenjar sebum. Kalau bahan bakunya berkurang, otomatis bahan yang bisa menumpuk di dalam pori pun ikut berkurang, sehingga niacinamide sering dipakai sebagai bahan pendukung untuk mencegah komedo hitam.

Masker clay atau charcoal punya efek menyerap minyak di permukaan kulit, sehingga pori terlihat lebih mengecil untuk sementara waktu. Namun kemampuannya menarik sumbatan yang sudah mengeras dari dalam pori dinilai masih terbatas. Masker ini cocok dipakai untuk merapikan tampilan kulit secara instan, tapi untuk pencegahan yang lebih mendasar, salicylic acid dan retinoid diketahui memberikan hasil yang lebih konsisten dalam jangka panjang.

Hanya dengan asam salisilat 2% selama 4 minggu, komedo sudah berkurang 43,1%, hasil yang hampir setara dengan salep kombinasi benzoyl peroxide dan adapalene (42,7%). Jadi kalau khawatir iritasi dan memilih opsi yang lebih lembut, efektivitas perawatan blackhead tidak akan berkurang banyak.
Hanya dengan asam salisilat 2% selama 4 minggu, komedo sudah berkurang 43,1%, hasil yang hampir setara dengan salep kombinasi benzoyl peroxide dan adapalene (42,7%). Jadi kalau khawatir iritasi dan memilih opsi yang lebih lembut, efektivitas perawatan blackhead tidak akan berkurang banyak.

Rutinitas pencegahan blackhead dan lama perawatan

Untuk komedo hitam, rutinitas harian jauh lebih penting dibanding perawatan sekali jadi di klinik, karena kuncinya adalah mengendalikan kecepatan terbentuknya sumbatan baru.

  • Cuci muka dua kali sehari dengan air suam-suam kuku, dilakukan dengan lembut. Air yang terlalu panas atau menggosok wajah terlalu keras justru bisa merangsang kelenjar sebum dan membuat produksi minyak makin meningkat.
  • Produk berbahan salicylic acid atau retinoid sebaiknya dimulai dari 2 sampai 3 kali seminggu, lalu ditingkatkan bertahap sambil memperhatikan reaksi kulit. Kalau langsung dipakai setiap hari, iritasi dan kemerahan bisa muncul lebih dulu.
  • Tabir surya wajib dipakai setiap hari tanpa terlewat, karena retinoid dan berbagai kandungan eksfoliasi membuat kulit sedikit lebih sensitif terhadap sinar matahari.
  • Pore strip atau ekstraksi komedo sebaiknya dilakukan tidak terlalu sering, karena kalau terlalu sering, dinding pori akan berulang kali mengalami iritasi seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Kalau rutinitas ini dijalankan secara konsisten, jumlah sumbatan baru yang terbentuk akan perlahan berkurang. Hanya saja, kelenjar sebum itu sendiri tidak hilang begitu saja, sehingga hasil perawatan umumnya baru terlihat stabil kalau dijalankan konsisten selama sekitar 6 sampai 12 bulan.

References

Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Acne

Jerawat kistik: penyebab, pengobatan, dan kenapa tidak boleh dipencet

Jerawat kistik adalah jenis jerawat yang meradang jauh di dalam pori-pori. Berbeda dari jerawat biasa di permukaan kulit, peradangan ini bisa merusak lapisan dermis dan mudah meninggalkan bekas luka. Berikut penjelasan mengapa jerawat ini bisa meradang begitu dalam dan keras, serta bagaimana pengobatan medis membantu meredakannya.

By Dr. Kim

Skincare

Pore Scaling: Efek dan Cara, Bedanya dengan Perawatan di Rumah

Pore scaling adalah perawatan yang membersihkan sebum dan sel kulit mati yang menumpuk di pori, secara kimiawi sekaligus fisik. Berikut penjelasan kenapa pori bisa tampak melebar dan proses yang membuatnya tampak mengecil kembali.

By Dr. Lee

Back to articles