Jenis bekas jerawat dan cara mengobatinya, termasuk CROSS dan subcision
By Dr. Lee7 min read

Setelah jerawat benar-benar mereda pun, kulit sering masih menyisakan bekas cekungan. Kalau diperhatikan lebih teliti, bentuk bekas ini ternyata berbeda-beda. Ada yang sempit dan dalam seperti bekas tusukan, ada yang lebar dan rata seperti dasar baskom bersudut tegas, dan ada juga yang cekungannya landai bergelombang.
Perbedaan bentuk ini bukan tanpa alasan. Karena proses yang terjadi di dalam kulit juga berbeda untuk tiap bentuk, cara mengatasinya pun sudah punya jalur tersendiri yang paling cocok.
Jerawatnya sama, kenapa bentuk bekasnya berbeda-beda?
Bekas jerawat muncul di area yang sebelumnya meradang cukup parah. Semakin dalam dan lama peradangannya, semakin banyak kolagen di dalam kulit yang rusak. Kolagen adalah protein yang berfungsi seperti tiang penyangga kulit. Saat peradangan makin parah, tubuh melepaskan enzim bernama MMP (matrix metalloproteinase) dalam jumlah besar. Namanya memang rumit, tapi fungsinya sederhana, bayangkan saja seperti gunting yang memotong tiang kolagen tadi.
Kalau kolagen yang sudah terpotong itu belum sempat digantikan tubuh saat peradangan mereda, area itu akan tetap cekung. Namun arah dan kedalaman penyebaran peradangan berbeda-beda pada tiap orang, bahkan pada tiap titik di wajah yang sama. Apakah peradangannya sempit dan dalam, atau lebar dan dangkal, atau bahkan sampai membentuk jaringan seperti tali yang melekat ke lapisan bawah kulit, semua ini menentukan bentuk akhir bekas lukanya. Karena itu, langkah pertama dalam menangani bekas jerawat bukan menyamaratakan semuanya, tapi mengelompokkannya menurut bentuk.
Bekas jerawat terbagi atas berapa jenis?
Di bidang dermatologi, bekas jerawat atrofi atau cekung umumnya dibagi menjadi tiga jenis besar, yaitu ice pick (bekas tusukan), boxcar (bekas kotak), dan rolling (bekas bergelombang).
Ice pick scar terbentuk saat peradangan menembus jauh ke dalam mengikuti arah pori secara sempit dan lurus. Bentuknya seperti sumur kecil, sempit dan dalam, seringkali lebarnya kurang dari 2 mm. Boxcar scar muncul ketika peradangan menyebar lebih lebar ke samping sambil merusak kolagen secara merata sampai kedalaman tertentu, sehingga tepinya bersudut tegas dan dasarnya rata seperti baskom. Rolling scar sendiri lebih disebabkan bukan oleh peradangan itu sendiri, melainkan oleh perlekatan fibrosa, semacam jaringan tipis seperti tali, yang terbentuk di antara dermis dan lapisan lemak di bawahnya selama proses penyembuhan. Tali jaringan ini menarik kulit ke bawah sehingga muncul cekungan landai yang bergelombang.
Karena proses pembentukan ketiga jenis ini berbeda, cara mengembalikannya pun berbeda. Bekas luka yang berupa lubang sempit dan dalam perlu diisi dari dasarnya, bekas yang berupa dinding dan dasar lebar perlu diratakan secara merata, sedangkan bekas yang disebabkan tarikan dari bawah perlu diputus tali penariknya. Ketiganya membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Kenapa bekas icepick sulit diatasi dengan laser?
Sesuai namanya, ice pick scar terlihat seperti bekas tusukan benda runcing. Peradangan menembus lurus ke bawah dari satu pori, sehingga kolagen yang rusak hanya di area sempit di sekelilingnya. Lebarnya memang sempit, tapi kedalamannya bisa mencapai lapisan dermis dalam, bahkan pada kasus berat bisa mendekati lapisan lemak di bawahnya.
Karena struktur seperti ini, prosedur yang hanya meratakan permukaan kulit punya keterbatasan. Laser atau peeling bisa mengikis lapisan luar kulit, tapi karena lubangnya sangat sempit dan dalam, dasarnya tetap tidak tersentuh. Kondisinya mirip seperti hanya melebarkan mulut sumur tanpa menyentuh dasarnya. Karena itu, ice pick scar butuh cara yang bisa memberi rangsangan langsung sampai ke dalam lubang, agar bisa terisi dari dasarnya.
Bagaimana CROSS mengisi dasar bekas?
CROSS (TCA CROSS) adalah prosedur peremajaan kimiawi yang diaplikasikan berulang secara lokal. Larutan asam trichloroacetic acid dengan konsentrasi sangat tinggi, sekitar 90 sampai 100%, dioleskan sedikit demi sedikit pada ujung tusuk gigi atau cotton bud kecil, lalu diteteskan tepat di dasar bekas luka saja. Berbeda dari peeling biasa yang diratakan ke area luas, inti dari CROSS justru pada titik pengaplikasian yang sangat sempit dan terfokus.
Dengan cara ini, kerusakan kimiawi kuat hanya terjadi di dalam lubang sempit itu saja, sementara kulit sehat di sekitarnya nyaris tidak tersentuh. Saat tubuh memperbaiki area yang rusak, kolagen baru terbentuk dari dasar lubang, dan bekas luka pun perlahan menjadi lebih dangkal. Karena bisa memberi rangsangan tepat sampai ke dalam lubang sempit dan dalam, CROSS lebih sesuai dengan karakter ice pick scar dibanding laser yang hanya bekerja di permukaan. Umumnya prosedur ini diulang 3 sampai 6 kali dengan interval 2 sampai 4 minggu, sambil kedalaman bekas luka berkurang secara bertahap.

Ciri bekas boxcar dan arah tindakannya
Boxcar scar punya ciri khas tepi yang bersudut tegas dan jelas bila dilihat dari atas. Bentuknya seperti baskom kecil bersudut yang ditempelkan ke kulit, dindingnya tegak lurus dan dasarnya rata. Bentuk ini terjadi karena peradangan menyebar lebih lebar ke samping dibanding ice pick scar, sambil merusak kolagen secara merata sampai kedalaman tertentu.
Berdasarkan kedalamannya, boxcar scar juga dibagi menjadi tipe dangkal dan tipe dalam. Untuk tipe dangkal, prosedur yang meratakan permukaan kulit saja sudah bisa memberi perbaikan yang terlihat jelas. Sementara untuk tipe dalam, dinding dan dasarnya perlu diratakan bersamaan agar kolagen bisa terisi kembali, sehingga dibutuhkan prosedur yang memberi rangsangan sampai ke lapisan dalam kulit, misalnya menggunakan panas atau jarum mikro. Karena butuh rangsangan merata di area yang lebih luas, pendekatannya jelas berbeda dari ice pick scar yang hanya menangani satu titik sempit.
Prinsip rolling scar dan subcision
Rolling scar punya penyebab yang berbeda sama sekali dari dua jenis lainnya. Kalau ice pick dan boxcar scar terbentuk karena peradangan yang langsung merusak kolagen di tempat itu, rolling scar terbentuk karena munculnya perlekatan fibrosa, semacam jaringan tipis dan liat seperti tali, di antara dermis dan lapisan lemak di bawahnya selama proses penyembuhan luka. Tali jaringan ini terus menarik kulit ke bawah, sehingga muncul cekungan landai yang bergelombang di permukaan.
Pada struktur seperti ini, prosedur yang hanya meratakan permukaan tidak banyak membantu, karena penyebabnya bukan di permukaan, melainkan tali penarik di bawahnya. Karena itu digunakan metode bernama subcision. Subcision adalah prosedur yang memasukkan jarum tumpul berujung bulat atau kanula tipis ke bawah kulit, untuk langsung memutus tali perlekatan yang menarik kulit tersebut. Setelah tali itu terputus, kulit yang tadinya tertarik ke bawah akan sedikit terangkat, dan perdarahan kecil serta respons penyembuhan yang muncul dalam proses ini menjadi rangsangan bagi kolagen baru untuk mengisi area tersebut.
Karena bisa menghilangkan langsung akar penyebab tarikan itu, subcision punya peran yang sulit digantikan prosedur lain untuk rolling scar. Meski begitu, memutus perlekatan saja jarang cukup untuk menyelesaikan masalah, sehingga biasanya dilaporkan perlu digabungkan dengan prosedur pengisian volume atau perataan permukaan setelahnya.
Bagaimana urutan perawatan jika bekasnya campuran?
Pada praktiknya, satu wajah yang memiliki ketiga bentuk bekas luka sekaligus jauh lebih sering ditemukan. Karena itu, perawatan pun umumnya disarankan tidak berhenti pada satu prosedur saja, melainkan digabungkan bertahap sesuai penyebab masing-masing bekas luka.
- Kalau ada rolling scar dengan perlekatan, subcision biasanya dipertimbangkan lebih dulu. Tali penarik di bawah kulit perlu dilepas dulu sebelum meratakan permukaan, supaya efek prosedur berikutnya bisa terlihat maksimal.
- Kalau ada boxcar scar dengan dinding dan dasar yang jelas, biasanya ditambahkan prosedur yang merangsang kolagen di dalam kulit menggunakan panas atau jarum mikro. Area luas perlu dirangsang secara merata agar tepi bekas luka menjadi lebih halus.
- Kalau masih tersisa ice pick scar yang sempit dan dalam, CROSS digunakan khusus untuk menuntaskan lubang itu saja. Metode ini bisa menjangkau dasar lubang sempit dan dalam yang sulit dicapai prosedur lain.
- Kalau masih ada volume yang cekung, filler kadang ditambahkan di tahap akhir untuk mengisi volumenya. Hasilnya diketahui lebih stabil bila perlekatan dan permukaan dirapikan lebih dulu sebelum pengisian dilakukan.
Kolagen baru butuh waktu 4 minggu sampai 6 bulan untuk terbentuk sempurna. Karena itu, menilai hasil dari satu kali prosedur saja kurang tepat, dan wajar bila perawatan dilakukan bertahap 3 sampai 5 kali dengan jarak 4 sampai 8 minggu antar sesi. Yang paling penting dilakukan lebih dulu adalah memperhatikan sendiri di cermin bekas jerawat itu lebih mendekati bentuk yang mana, lalu berkonsultasi dengan dokter yang memahami prosedur yang sesuai untuk menentukan urutan perawatannya.
References
Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Tindakan untuk bekas jerawat menurut jenisnya: efek, downtime, sampai hiperpigmentasi
Bekas jerawat punya prosedur yang cocok berbeda-beda tergantung tipenya, ice pick, boxcar, atau rolling. Artikel ini merangkum tingkat perbaikan dan downtime dari subcision, fractional CO2, microneedling RF, TCA CROSS, HA filler, sampai risiko hiperpigmentasi pada kulit Asia, semuanya berdasarkan angka penelitian yang sudah terverifikasi.
By Dr. Lee

Jerawat Nodulokistik: Penyebab dan Gejala, Bekas Luka, dan Pengobatannya
Jerawat nodulokistik yang bernanah bukan sekadar jerawat di permukaan pori, melainkan peradangan yang membesar jauh di lapisan dermis kulit. Artikel ini menjelaskan mengapa bengkak dan nyerinya begitu hebat serta mengapa jenis jerawat ini mudah meninggalkan bekas, dilihat dari proses peradangannya.
By Dr. Lee

Bintil Kecil di Wajah: Cara Membedakan dan Mengobati Flat Wart, Milia, dan Skin Tag
Bintil kecil yang muncul di wajah terlihat mirip, tetapi flat wart, milia, dan skin tag punya penyebab dan pengobatan yang berbeda. Artikel ini merangkum cara sekilas membedakan ketiganya, terapi laser CO2 dan Er:YAG serta kauterisasi listrik yang cocok untuk masing-masing jenis, seberapa umum dan bagaimana kekambuhannya, hingga kenapa mencabut sendiri di rumah berisiko, semuanya berdasarkan bukti nyata.
By Dr. Lee