Bekas Jerawat Ice Pick, Boxcar, dan Rolling, Kenapa Penanganan Tiap Jenis Berbeda
By Dr. Lee6 min read

Setelah jerawat mereda pun, kulit sering meninggalkan lekukan yang cekung. Kalau diperhatikan lebih dekat, bentuk lekukan ini ternyata bermacam-macam. Ada yang sempit dan dalam seperti bekas tusukan jarum, ada yang lebar dan rata seperti dasar bak persegi, dan ada juga yang membentuk gelombang landai di permukaan kulit.
Perbedaan bentuk ini bukan tanpa sebab. Dan karena yang terjadi di dalam kulit berbeda untuk setiap bentuk, cara mengatasinya pun sudah punya jalurnya masing-masing.
Kenapa Bentuk Bekas Jerawat Bisa Berbeda pada Tiap Orang?
Bekas jerawat muncul di titik yang dulunya meradang parah. Semakin dalam dan lama peradangan berlangsung, semakin banyak kolagen di dalam kulit yang rusak. Kolagen ini ibarat tiang penyangga yang membuat kulit tetap kencang dan berisi. Ketika peradangan memburuk, tubuh melepaskan enzim bernama MMP (matrix metalloproteinase) dalam jumlah besar. Namanya memang rumit, tapi cara kerjanya sederhana, bayangkan saja seperti gunting yang memotong tiang kolagen itu.
Kalau peradangan sudah reda tapi kolagen yang terpotong belum sempat tergantikan sepenuhnya, area itu akan tertinggal dalam kondisi cekung. Nah, arah dan kedalaman peradangan berbeda-beda pada setiap orang, bahkan pada setiap titik di wajah yang sama. Apakah peradangannya sempit dan dalam, melebar tapi dangkal, atau sampai membuat jaringan di bawah kulit saling menempel seperti tali, semua ini menentukan bentuk akhir bekasnya. Karena itu, langkah pertama dalam penanganan adalah tidak menyamaratakan semua bekas jerawat, melainkan memilahnya berdasarkan bentuk.
Kenapa Bekas Jerawat Terbagi Menjadi Tiga Bentuk?
Di dunia dermatologi, bekas jerawat atrofi (yang cekung akibat kehilangan jaringan) umumnya dibagi menjadi tiga jenis besar, yaitu bekas ice pick, bekas boxcar, dan bekas rolling.
Bekas ice pick terbentuk saat peradangan menembus lurus dan dalam mengikuti alur pori. Bentuknya sempit seperti sumur, sering kali lebarnya kurang dari 2 mm. Bekas boxcar muncul ketika peradangan menyebar lebih lebar ke samping dan mengikis kolagen secara merata sampai kedalaman tertentu, sehingga tepinya tegas dan bersudut dengan dasar yang rata seperti bak. Sementara bekas rolling justru bukan disebabkan langsung oleh peradangan, melainkan oleh jaringan ikat fibrosa, semacam tali tipis, yang terbentuk di antara lapisan kulit dan otot di bawahnya selama proses penyembuhan. Tali ini menarik kulit ke bawah sehingga muncul lekukan landai yang bergelombang.
Karena jalur pembentukannya berbeda, cara mengembalikannya pun berbeda. Bekas yang berupa terowongan sempit dan dalam perlu diisi ulang, bekas dengan dinding dan dasar yang lebar perlu diratakan, sedangkan bekas yang ditarik oleh tali di bawahnya perlu tali itu dilepaskan. Ketiganya butuh pendekatan yang tidak sama.
Kenapa Bekas Ice Pick yang Sempit dan Dalam Bisa Terbentuk?
Sesuai namanya, bekas ice pick terlihat seperti bekas tusukan benda runcing. Peradangan menembus lurus ke bawah dari satu pori, sehingga kolagen yang rusak hanya berada di area sempit di sekeliling terowongan itu. Lebarnya memang kecil, tapi kedalamannya bisa mencapai lapisan dermis yang dalam, bahkan pada kasus berat sampai mendekati lapisan lemak di bawahnya.
Karena struktur seperti ini, prosedur yang hanya meratakan permukaan kulit punya keterbatasan. Laser atau peeling bisa mengikis lapisan atas kulit, tapi karena terowongannya sempit dan dalam, hasilnya tidak sampai ke dasar. Ibaratnya hanya melebarkan mulut sumur tanpa menyentuh dasarnya. Karena itu, bekas ice pick butuh rangsangan yang masuk langsung ke dalam terowongan, agar pengisian kolagen bisa dimulai dari dasar.
Kenapa TCA CROSS Efektif untuk Bekas Ice Pick?
TCA CROSS adalah prosedur regenerasi kimia yang diaplikasikan secara sangat lokal dan berulang. Larutan asam trichloroacetic acid dengan konsentrasi tinggi, sekitar 90% sampai 100%, dioleskan tipis menggunakan ujung tusuk gigi atau cotton bud kecil, hanya pada titik dasar bekas luka. Berbeda dari peeling biasa yang diaplikasikan merata ke area luas, kuncinya justru pada aplikasi yang sangat terfokus di satu titik sempit.
Dengan cara ini, kerusakan kimia yang kuat hanya terjadi di dalam terowongan sempit itu, sementara kulit sehat di sekitarnya nyaris tidak tersentuh. Saat tubuh memperbaiki area yang rusak, kolagen baru mulai terbentuk dari dasar terowongan, sehingga bekas lukanya perlahan menjadi lebih dangkal. Karena bisa merangsang tepat sampai ke dasar terowongan yang sempit dan dalam, metode ini dianggap lebih sesuai dengan karakter bekas ice pick dibanding laser yang hanya bekerja di permukaan. Biasanya prosedur ini diulang 3 sampai 6 kali dengan jarak 2 sampai 4 minggu antar sesi, dan kedalaman bekas berkurang secara bertahap.
Apa yang Membedakan Bekas Boxcar yang Bersudut dan Tegas?
Kalau dilihat dari atas, ciri khas bekas boxcar adalah tepinya yang tegas dan bersudut. Bentuknya mirip bak persegi kecil yang ditekan ke kulit, dindingnya tegak, dasarnya rata. Bentuk ini muncul karena peradangan menyebar lebih lebar ke samping dibanding bekas ice pick, dan mengikis kolagen secara merata sampai kedalaman tertentu.
Bekas boxcar juga bisa dibedakan menjadi yang dangkal dan yang dalam. Untuk yang dangkal, prosedur yang meratakan permukaan kulit saja sudah bisa memberi perbaikan yang cukup terlihat. Sementara untuk yang dalam, dinding dan dasarnya perlu diratakan bersamaan agar kolagen baru bisa terbentuk, sehingga biasanya perlu ditambah prosedur yang merangsang lapisan kulit lebih dalam menggunakan energi panas atau jarum mikro. Karena butuh rangsangan merata di area yang lebih luas, pendekatannya jelas berbeda dari bekas ice pick yang hanya menangani satu titik sempit.
Kenapa Bekas Rolling yang Landai Butuh Subsicion?
Bekas rolling punya penyebab yang sama sekali berbeda dari dua jenis lainnya. Kalau bekas ice pick dan boxcar terjadi karena peradangan langsung mengikis kolagen di area itu, bekas rolling terbentuk karena selama proses penyembuhan muncul perlengketan fibrosa, semacam jaringan tipis dan liat berbentuk tali, di antara lapisan kulit dan otot di bawahnya. Tali ini terus menarik kulit ke bawah, sehingga permukaannya membentuk gelombang lebar yang landai.
Pada kondisi seperti ini, prosedur yang hanya meratakan permukaan tidak banyak membantu, karena penyebabnya bukan di permukaan, melainkan pada tali penarik di bawahnya. Karena itulah digunakan metode bernama subsicion. Subsicion adalah prosedur yang memasukkan jarum berujung tumpul atau tabung tipis, yaitu kanula, ke bawah kulit untuk memutus langsung tali perlengketan yang menarik kulit itu. Setelah tali terputus, kulit yang tertekan akan terangkat sedikit, dan perdarahan mikro serta respons pemulihan yang terjadi selama proses ini menjadi rangsangan bagi pembentukan kolagen baru di area tersebut.
Karena menghilangkan langsung penyebab tarikannya, subsicion punya peran yang sulit digantikan prosedur lain untuk bekas rolling. Hanya saja, memutus perlengketan saja jarang cukup untuk hasil akhir yang optimal, sehingga sering kali dilanjutkan dengan prosedur pengisian volume atau perataan permukaan setelahnya.
Kalau Bekasnya Bercampur, Bagaimana Kombinasi Penanganannya?
Pada kenyataannya, jauh lebih sering ditemukan ketiga bentuk bekas jerawat ini bercampur di satu wajah. Karena itu, penanganan yang umumnya disarankan bukan satu prosedur tunggal, melainkan kombinasi bertahap yang disesuaikan dengan penyebab masing-masing bekas.
- Kalau ada bekas rolling dengan perlengketan, subsicion dipertimbangkan lebih dulu. Tali yang menarik dari bawah perlu dilepaskan dulu sebelum permukaan diratakan, supaya hasil prosedur berikutnya bisa terlihat maksimal.
- Kalau ada bekas boxcar dengan dinding dan dasar yang jelas, ditambahkan prosedur yang merangsang kolagen dalam kulit dengan energi panas atau jarum mikro. Area yang luas perlu diratakan secara merata agar tepi bekas jadi lebih halus.
- Kalau masih tersisa bekas ice pick yang sempit dan dalam, TCA CROSS digunakan khusus untuk menuntaskan terowongan itu. Metode ini bisa merangsang langsung sampai ke dasar yang sempit dan dalam, area yang tidak terjangkau prosedur lain.
- Kalau volume yang hilang masih tersisa, di tahap akhir bisa ditambahkan filler untuk mengisi volumenya. Menurut berbagai laporan, hasil akan lebih stabil kalau perlengketan dan permukaan sudah dirapikan lebih dulu sebelum pengisian dilakukan.
Kolagen baru butuh waktu 4 minggu sampai 6 bulan untuk benar-benar terbentuk di tempatnya. Karena itu, hasil sebaiknya tidak dinilai dari satu kali prosedur saja, melainkan dilakukan bertahap sebanyak 3 sampai 5 kali dengan jarak 4 sampai 8 minggu antar sesi, supaya prosesnya berjalan alami. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengamati sendiri di cermin, bekas jerawat mana yang paling mendekati bentuk yang mana, lalu berkonsultasi dengan dokter yang memahami penanganannya untuk menentukan urutan prosedur yang tepat.
References
Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Subcision untuk Bekas Jerawat Rolling: Memutus Jaringan Fibrosa dari Bawah Kulit
Apa itu subcision, bekas luka jerawat mana yang cocok dan mana yang tidak, bagaimana hasilnya berbeda saat dikombinasikan dengan filler atau laser, seperti apa memar dan downtime-nya, serta siapa yang paling diuntungkan dari prosedur ini. Dijelaskan dengan angka penelitian nyata, tanpa berlebihan.
By Dr. Lee

Pemilihan Prosedur Berdasarkan Tipe Bekas Jerawat dan Tingkat Perbaikan, Rangkuman Subcision, Fractional CO2, Microneedling RF
Bekas jerawat punya prosedur yang cocok berbeda-beda tergantung tipenya, ice pick, boxcar, atau rolling. Artikel ini merangkum tingkat perbaikan dan downtime dari subcision, fractional CO2, microneedling RF, TCA CROSS, HA filler, sampai risiko hiperpigmentasi pada kulit Asia, semuanya berdasarkan angka penelitian yang sudah terverifikasi.
By Dr. Lee

Cara Kerja Onda Lifting Mengatasi Lemak dan Kulit Kendur Sekaligus lewat Gelombang Mikro, serta Efeknya di Tiap Area
Onda adalah alat yang menghangatkan lapisan dalam kulit dengan gelombang mikro, jenis gelombang elektromagnetik yang sama seperti pada microwave, sehingga bekerja pada sel lemak dan kolagen secara bersamaan. Artikel ini mengupas dengan bahasa sederhana kenapa gelombang mikro bisa menembus sampai lapisan lemak, dan kenapa pengurangan lemak serta perbaikan kekencangan kulit bisa terjadi bersamaan dalam satu kali perawatan.
By Dr. Kim