prettytime
Acne

Jerawat boleh dipencet dan tidak boleh dipencet: kenapa bisa meninggalkan bekas?

By Dr. Lee8 min read

Saat bercermin dan melihat jerawat muncul, tangan biasanya lebih dulu bergerak untuk memencetnya. Rasanya kalau dipencet langsung hilang, tapi kalau dibiarkan malah tambah besar.

Padahal, setiap jenis jerawat punya kondisi yang berbeda di dalamnya. Ada batasan yang jelas antara jerawat yang boleh dipencet dan yang tidak, dan kalau batasan ini diabaikan tanpa dipahami, bekasnya justru bisa bertahan lebih lama. Bekas itu pun biasanya tidak hilang dalam 2 sampai 3 hari saja. Kalau berupa hiperpigmentasi, bekasnya bisa bertahan 6 sampai 12 bulan, dan kalau sudah jadi bekas luka cekung, bisa permanen selama tidak diobati. Kali ini, mari kita bahas pelan-pelan cara membedakannya dan alasan mengapa suntik anti-radang di klinik dibutuhkan.

Apakah whitehead dan blackhead boleh dipencet?

Pori-pori bisa tersumbat kalau sebum (minyak kulit) dan sel kulit mati menumpuk di dalamnya. Kondisi tersumbat ini disebut komedo.

Whitehead terjadi saat bagian mulut pori juga ikut tersumbat, sehingga sebum dan sel kulit mati di dalamnya terlihat menggumpal putih. Blackhead terjadi saat mulut pori masih terbuka, sehingga isinya bersentuhan dengan udara dan teroksidasi menjadi hitam. Warnanya memang beda, tapi isinya sebenarnya sama saja.

Keduanya punya satu kesamaan penting, yaitu dinding folikel (lapisan tipis pembungkus pori) belum pecah. Bayangkan seperti kantong sampah. Selama kantongnya masih utuh, isinya bisa dikeluarkan dengan hati-hati. Tapi kalau kantongnya sudah robek dan isinya berceceran, semakin disentuh justru semakin berantakan. Nah, komedo termasuk kondisi kantong yang masih utuh, artinya peradangan belum menyebar ke jaringan yang lebih dalam. Karena itu, kalau isinya dikeluarkan dengan tekanan yang pas, kulit bisa bersih tanpa kerusakan berarti.

Meski begitu, bukan berarti kantongnya boleh ditekan sembarangan. Kalau ditekan terlalu kuat dengan ujung kuku, tekanan itu justru bisa merobek dinding folikel yang sebelumnya masih utuh. Jadi, ungkapan "ekstraksi komedo relatif aman" bukan berarti boleh disentuh asal-asalan, melainkan aman kalau dilakukan dengan cara dan tekanan yang tepat.

Seperti apa jerawat yang aman dipencet?

Dari tampilan luarnya saja, sudah bisa dikenali sampai batas tertentu. Perhatikan ciri-ciri berikut.

  • Permukaannya menonjol kuning atau putih dan tidak sakit saat ditekan: artinya isinya sudah naik dekat permukaan pori, jadi bisa keluar tanpa tekanan besar.
  • Kulit di sekitarnya tidak merah atau bengkak: ini tanda peradangan belum menyebar ke jaringan sekitar, sehingga risiko menyebar saat dipencet juga rendah.
  • Terasa lunak saat disentuh, bukan keras: kalau terasa keras dan menggumpal, artinya peradangan sudah masuk lebih dalam, sedangkan yang lunak menandakan posisinya masih dekat permukaan.
  • Baru muncul 2 sampai 3 hari terakhir: komedo yang dibiarkan lebih lama isinya makin mengeras, sehingga lebih sulit dikeluarkan dan lebih mengiritasi kulit sekitarnya dibanding komedo yang masih baru.

Sebaliknya, jerawat yang merah, keras, dan terasa sangat sakit saat ditekan, jerawat yang menggembung berisi nanah, atau jerawat yang terasa punya akar dalam saat disentuh, bukan kandidat untuk dipencet.

Bagaimana komedo biasa berubah merah dan meradang?

Ada kalanya komedo yang tadinya baik-baik saja tiba-tiba berubah menjadi jerawat merah dan nyeri. Wajar kalau Anda penasaran kenapa hal ini bisa terjadi.

Di dalam pori sebenarnya sudah ada bakteri normal bernama C. acnes yang hidup di sana. Biasanya bakteri ini tidak menimbulkan masalah besar, tapi kalau sebum terus menumpuk dan membuat pori jadi minim oksigen, bakteri ini akan berkembang biak dengan cepat karena kondisi seperti itu justru disukainya.

Ketika jumlah bakteri bertambah, sel imun tubuh akan mendeteksi dan bergerak menanganinya. Dalam proses ini, zat pemicu peradangan dilepaskan, tekanan di dalam dinding folikel pun menumpuk, hingga akhirnya dinding tipis itu pecah. Jadi, whitehead yang berubah menjadi papula merah dalam 1 sampai 2 hari itu terjadi karena kombinasi pertumbuhan bakteri dan respons imun tersebut.

Jerawat yang memburuk saat pubertas atau menjelang menstruasi juga terjadi karena alasan yang sama. Hormon androgen merangsang kelenjar sebum sehingga produksi minyak meningkat, akibatnya komedo lebih mudah terbentuk dan peluang berubah menjadi peradangan pun ikut bertambah.

Kenapa dipencet setelah pecah meninggalkan bekas?

Papula merah yang bengkak atau pustula berisi nanah adalah tanda bahwa dinding folikel sudah pecah. Ini berarti bakteri dan komponen sebum sudah bocor keluar pori, sampai ke dermis, yaitu lapisan yang menopang kulit dari dalam.

Tubuh merespons "serangan" ini dengan reaksi peradangan. Dalam proses tersebut, enzim bernama MMP meningkat jumlahnya. Anggap saja MMP seperti gunting yang memotong kolagen. Kolagen berperan sebagai tiang penyangga kekenyalan kulit, dan kalau MMP terus-menerus menggunting tiang ini, terbentuklah bekas luka cekung yang disebut atrophic scar.

Masalahnya, setelah proses "gunting-menggunting" ini selesai, tiang kolagen tidak otomatis berdiri lagi dengan sendirinya. Tubuh memang berusaha membuat kolagen baru untuk mengisi kembali, tapi kecepatan pemulihan ini sering kali tidak mengejar kecepatan kerusakannya. Karena itu, semakin besar dan lama peradangan berlangsung, dan semakin sering disentuh tangan, semakin besar pula kemungkinan area yang cekung tidak terisi kembali dan menjadi bekas luka permanen.

Kalau dalam kondisi ini dipencet dengan tangan, keadaannya bisa makin memburuk. Tekanan dari jari akan mendorong zat peradangan masuk lebih dalam dan menyebar lebih luas ke jaringan di sekitar dinding folikel yang sudah pecah. Akibatnya, area peradangan melebar, kerusakan kolagen pun ikut meluas, sehingga peluang meninggalkan bekas luka semakin tinggi.

Sebuah klinik jerawat di Inggris memeriksa wajah 185 pasien dan menemukan bekas luka pada 95% di antaranya, hanya berbeda tingkat keparahannya. Sebagian besar sangat samar sehingga hampir tak terlihat. Namun memencet jerawat meradang dengan tangan mudah mengubah bekas samar itu menjadi bopeng yang jelas.
Sebuah klinik jerawat di Inggris memeriksa wajah 185 pasien dan menemukan bekas luka pada 95% di antaranya, hanya berbeda tingkat keparahannya. Sebagian besar sangat samar sehingga hampir tak terlihat. Namun memencet jerawat meradang dengan tangan mudah mengubah bekas samar itu menjadi bopeng yang jelas.

Apa beda bekas luka dan noda merah?

Bekas yang tertinggal setelah jerawat sembuh sebenarnya terbagi menjadi dua jenis, tapi banyak orang menganggapnya sama dan mengkhawatirkannya dengan cara yang sama pula.

Noda yang tertinggal berwarna merah atau cokelat disebut hiperpigmentasi. Ini terjadi karena pigmen melanin sempat menumpuk di area bekas peradangan, atau pembuluh darah kapiler yang melebar belum kembali normal. Karena ini masalah warna di permukaan kulit, noda ini akan memudar perlahan seiring waktu, dan pemakaian tabir surya secara rutin dikatakan bisa mempercepat proses memudarnya.

Sementara itu, bekas luka yang cekung atau menonjol tidak rata ceritanya berbeda. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ini adalah hasil dari runtuhnya struktur tiang kolagen, sehingga struktur kulitnya sendiri sudah berubah. Karena ini masalah kontur permukaan, bukan sekadar warna, proses pemulihannya jauh lebih lambat dan lebih sulit ditangani dibanding hiperpigmentasi. Karena itu, mengenali apakah bekas yang Anda miliki sekarang adalah masalah warna atau masalah kontur akan membantu menentukan arah perawatan yang tepat.

Noda cokelat setelah jerawat ternyata lebih umum dari yang dikira. Dalam survei dermatologi di AS, 47.4% pasien Asia mengalami hiperpigmentasi pascajerawat, dan pada pasien berkulit gelap angkanya mencapai 65.3%. Makin banyak melanin di kulit, makin mudah bekas tertinggal, jadi ada alasan kuat untuk menahan diri sebelum memencet.
Noda cokelat setelah jerawat ternyata lebih umum dari yang dikira. Dalam survei dermatologi di AS, 47.4% pasien Asia mengalami hiperpigmentasi pascajerawat, dan pada pasien berkulit gelap angkanya mencapai 65.3%. Makin banyak melanin di kulit, makin mudah bekas tertinggal, jadi ada alasan kuat untuk menahan diri sebelum memencet.

Kenapa peradangan besar perlu disuntik?

Suntik anti-radang untuk jerawat di klinik umumnya berupa injeksi kortikosteroid dengan konsentrasi sangat rendah, langsung ke dalam lesi.

Kortikosteroid bekerja dengan mengurangi produksi sitokin, yaitu zat pemicu peradangan, sekaligus menyempitkan pembuluh darah di sekitarnya sehingga aliran darah dan sel-sel radang yang menuju area itu ikut ditekan. Dilaporkan bahwa cara ini bisa meredakan bengkak dan nyeri secara nyata dalam 1 sampai 2 hari.

Yang penting untuk dipahami, suntikan ini tidak mengeluarkan isi lesi secara fisik. Karena cara kerjanya meredakan reaksi peradangan secara kimiawi, kerusakan jaringan di sekitarnya jauh lebih kecil dibanding kalau dipencet dengan tangan. Itulah sebabnya, untuk lesi meradang yang besar dan keras, yang berisiko tinggi meninggalkan bekas luka, suntikan ini lebih diutamakan dibanding ekstraksi manual.

Apa masalahnya kalau memencet sendiri di rumah?

Keinginan untuk memencet jerawat sendiri memang bisa dimengerti, tapi ada beberapa alasan mengapa hal ini tidak disarankan.

  • Tangan dan kuku sering kali tidak steril sepenuhnya, sehingga saat memencet, bakteri baru bisa masuk ke dalam pori dan justru memperparah peradangan.
  • Sulit memperkirakan sudut dan tekanan yang tepat, sehingga isinya bisa saja tidak keluar dari pori, tapi malah menyebar ke jaringan di sekitarnya. Kalau ini terjadi, area peradangan justru melebar.
  • Kalau area yang sama ditekan dan disentuh berulang kali, iritasi kulit akan terus berlanjut, sehingga peradangan sulit reda dan lebih mudah berujung pada hiperpigmentasi, yaitu bekas cokelat atau kemerahan yang bertahan lama di area yang dipencet.

Khususnya untuk nodul atau kista yang akarnya dalam, sebaiknya sama sekali tidak dipencet dengan tangan. Jenis lesi seperti ini bukan yang bisa diselesaikan dengan ekstraksi, melainkan memerlukan suntikan atau penanganan lain.

Kalau tetap harus dipencet, di mana sebaiknya dilakukan?

Meski whitehead dan blackhead termasuk komedo tipe permukaan, tetap lebih aman jika ditangani menggunakan alat yang sudah disterilkan dan di lingkungan yang bisa mengatur tekanan dengan tepat. Alat khusus ekstraksi komedo (comedone extractor) membantu menyebarkan tekanan secara merata sehingga kerusakan jaringan di sekitarnya bisa diminimalkan.

Sebaliknya, untuk lesi yang merah bengkak dan nyeri, atau yang berisi nanah dalam, perawatan meredakan peradangan harus didahulukan sebelum ekstraksi. Kalau ekstraksi tetap dipaksakan pada lesi seperti ini, sama saja dengan memecahkan nanah yang belum matang sepenuhnya, dan justru bisa memperlambat pemulihan.

Bagaimana merawat area setelah dipencet?

Meski lesinya termasuk aman untuk diekstraksi, tepat setelah dipencet, pori masih dalam kondisi terbuka sehingga rentan terhadap iritasi dari luar. Pada masa ini, hal terpenting adalah tidak menyentuhnya lagi dengan tangan.

Selain itu, paparan sinar UV pada area tersebut bisa dengan mudah memicu hiperpigmentasi, yaitu noda cokelat yang bertahan lama, sehingga pemakaian tabir surya dikatakan sangat membantu. Perawatan dengan produk ringan yang mengandung bahan menenangkan juga bisa dipertimbangkan untuk mengurangi iritasi.

References

Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Acne

Jerawat kistik: penyebab, pengobatan, dan kenapa tidak boleh dipencet

Jerawat kistik adalah jenis jerawat yang meradang jauh di dalam pori-pori. Berbeda dari jerawat biasa di permukaan kulit, peradangan ini bisa merusak lapisan dermis dan mudah meninggalkan bekas luka. Berikut penjelasan mengapa jerawat ini bisa meradang begitu dalam dan keras, serta bagaimana pengobatan medis membantu meredakannya.

By Dr. Kim

Acne

Kista Epidermal: Penyebab, Gejala, dan Kenapa Muncul Lagi Setelah Dipencet

Kalau benjolan di bawah kulit terus terisi lagi meski sudah dipencet seperti jerawat, bisa jadi itu kista epidermal. Simak penjelasan mudah tentang cara kista ini terbentuk, ciri yang membedakannya dari jerawat, dan alasan dinding kista harus ikut diangkat agar tidak kambuh lagi.

By Dr. Lee

Skincare

Cuci Muka dengan Air Saja: Manfaat, Hal yang Perlu Diperhatikan, dan Cara untuk Tiap Jenis Kulit

Cuci muka dengan air saja adalah metode membersihkan wajah tanpa cleanser, sehingga sebum dan lapisan pelindung kelembapan alami kulit tetap terjaga. Artikel ini merangkum prinsip di baliknya yang bisa membantu kulit dengan skin barrier sensitif. Metode ini tidak cocok untuk semua jenis kulit, jadi kapan sebaiknya diterapkan dan kapan sebaiknya dihindari juga dibahas di sini.

By Dr. Kim

Back to articles