prettytime
Skincare

ABNOM, Bercak Abu Kebiruan yang Tak Mempan Krim — Bedanya dengan Melasma dan Berapa Sesi Laser yang Dibutuhkan

By Dr. Lee7 min read

Kalau Anda pernah melihat bercak keabuan atau abu kebiruan yang muncul simetris di kedua pipi atau tulang pipi, jangan langsung berasumsi itu melasma. Banyak yang sudah rutin memakai krim pencerah berbulan-bulan tapi hasilnya nihil — dan salah satu alasan yang sering terlewat adalah kondisi yang disebut ABNOM.

ABNOM adalah singkatan dari acquired bilateral nevus of Ota-like macules, dikenal juga dengan istilah nevus Hori. Kondisi ini lebih sering ditemui pada wanita Asia, biasanya muncul setelah usia 20-an, dan ciri khasnya adalah bercak simetris berwarna abu kebiruan di pipi, tulang pipi, dahi, dan batang hidung. Yang membedakannya secara mendasar dari melasma bukan hanya warnanya, tapi letak pigmennya — berada jauh di lapisan dermis, bukan di epidermis. Itulah mengapa krim topikal tidak bisa menjangkaunya, dan laser Q-switched Nd:YAG 1064 nm menjadi pilihan utama. Artikel ini membahas satu per satu: apa bedanya dengan melasma, mengapa krim dan obat minum tidak efektif, berapa sesi laser yang dibutuhkan, risiko hiperpigmentasi pasca inflamasi (PIH), hingga bagaimana pendekatannya jika melasma hadir bersamaan.

Gambaran umum ABNOM — bercak bilateral simetris berwarna abu kebiruan

Apa bedanya ABNOM dengan melasma?

Perbedaan paling mendasar ada pada kedalaman pigmen. Melasma — berbeda dengan ABNOM — menyimpan pigmennya di lapisan epidermis dan bagian atas dermis, sehingga warnanya cokelat. ABNOM menempatkan sel pigmen jauh di lapisan dermis yang lebih dalam. Ketika cahaya menembus kulit dan mengenai pigmen yang dalam itu, warna yang muncul ke permukaan cenderung abu kebiruan. Itulah mengapa ABNOM terlihat lebih biru-abu dibanding cokelat kemerahan seperti melasma.

Bentuk dan sebarannya pun berbeda. Melasma biasanya berupa bercak lebar dengan tepi tidak jelas yang menyebar di area wajah. ABNOM lebih sering berupa titik-titik kecil berbentuk bulat yang berkelompok simetris di kedua pipi, tulang pipi, dahi, dan batang hidung. Kondisi ini muncul di usia dewasa — umumnya setelah usia 20-an — dan lebih banyak ditemukan pada wanita Asia. Warnanya bisa menggelap akibat paparan sinar matahari atau perubahan hormon, sehingga mudah tertukar dengan melasma.

Masalahnya, keduanya bisa sangat mirip secara visual. Bahkan tidak jarang keduanya hadir bersamaan di satu wajah. Itu sebabnya, sebelum memulai perawatan apa pun, penting untuk memastikan terlebih dahulu letak pigmen yang sesungguhnya. Di klinik dermatologi, kedalaman pigmen dinilai dari warna, pola sebaran, dan gambaran klinis — perlu dibedakan dulu apakah ini ABNOM, melasma, atau campuran keduanya, baru kemudian rencana perawatan disusun.

ABNOM menyimpan pigmen jauh di dermis sehingga tampak abu kebiruan, sementara melasma berada di epidermis hingga dermis atas dan tampak cokelat
ABNOM menyimpan pigmen jauh di dermis sehingga tampak abu kebiruan, sementara melasma berada di epidermis hingga dermis atas dan tampak cokelat

Mengapa krim pencerah dan obat minum tidak efektif?

Krim pencerah topikal bekerja di lapisan epidermis. Bahan seperti hydroquinone menekan produksi melanin di lapisan terluar kulit, sehingga efektif untuk melasma yang pigmennya memang ada di sana. Tapi untuk ABNOM, pigmennya berada jauh di lapisan dermis — terlalu dalam untuk dijangkau oleh bahan aktif yang dioleskan di permukaan. Hasilnya, meski Anda rutin memakai krim pencerah selama berbulan-bulan, bercak ABNOM hampir tidak berubah.

Hal yang sama berlaku untuk obat minum. Tranexamic acid oral yang sering digunakan untuk melasma bekerja dengan menekan sinyal pemicu produksi melanin — ini membantu mengurangi melasma yang masih aktif, tapi tidak bisa menghilangkan sel pigmen yang sudah tertanam di lapisan dermis. Pendekatan yang dirancang untuk melasma tidak akan cukup efektif untuk ABNOM.

Tidak sedikit orang yang bertahun-tahun memakai krim pencerah tanpa hasil, lalu baru mengetahui bahwa kondisinya adalah ABNOM, bukan melasma. Begitu diagnosisnya berubah, pendekatannya pun harus berubah. Untuk menghancurkan pigmen di lapisan dermis, diperlukan energi yang mampu menembus hingga kedalaman itu dan memecah partikel pigmen secara langsung — dan itulah yang dilakukan oleh laser. Di sinilah perawatan ABNOM dan melasma benar-benar berpisah arah.

Alat laser untuk perawatan ABNOM

Bagaimana cara kerja laser dan berapa sesi yang dibutuhkan?

Standar perawatan untuk ABNOM adalah laser Q-switched Nd:YAG 1064 nm. Panjang gelombang ini mampu menembus hingga lapisan dermis dan memecah partikel pigmen menggunakan gelombang tekanan yang sangat kuat. Setelah dipecah menjadi partikel yang lebih kecil, sisa pigmen dibersihkan secara bertahap oleh sistem imun tubuh. Proses ini berlangsung dari sesi ke sesi, dan itulah mengapa warna bercak memudar secara perlahan.

Kuncinya: satu sesi tidak cukup. Pigmen di lapisan dermis dalam dan padat. Dalam sebuah penelitian, median jumlah sesi yang dibutuhkan adalah 11 sesi, dengan kisaran 10 hingga 15 sesi. Tapi ketika sesi yang dibutuhkan terpenuhi, hasilnya cukup meyakinkan. Dalam penelitian yang sama, 2 bulan setelah sesi terakhir, 46,7% pasien mencapai perbaikan 76-100%, dan 33,3% mencapai perbaikan 51-75%. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa semakin banyak sesi yang dijalani, semakin baik hasilnya — dan yang mulai perawatan di usia lebih muda cenderung mendapatkan hasil lebih baik.

Karena itu, perawatan ABNOM membutuhkan kesabaran. Sesi dilakukan dengan jarak beberapa minggu, dan perubahan warna terjadi secara bertahap. Lebih baik memahami sejak awal bahwa ini adalah proses panjang yang memerlukan banyak sesi, daripada berhenti setelah dua atau tiga kali karena merasa belum ada perubahan yang berarti.

ABNOM membutuhkan median 11 sesi laser (kisaran 10-15), dan setelah sesi terpenuhi mayoritas pasien mencapai perbaikan 76-100%
ABNOM membutuhkan median 11 sesi laser (kisaran 10-15), dan setelah sesi terpenuhi mayoritas pasien mencapai perbaikan 76-100%

Apakah ada risiko pigmen justru semakin gelap?

Ada. Proses laser yang memecah pigmen dalam bisa memicu hiperpigmentasi pasca inflamasi (PIH) — kondisi di mana kulit bereaksi terhadap stimulasi laser dengan memproduksi lebih banyak melanin untuk sementara. PIH biasanya memudar seiring waktu, tapi tetap memerlukan penanganan yang tepat.

Risiko ini tidak sama pada setiap orang. Faktor yang meningkatkan risiko PIH antara lain: usia yang lebih tua, lesi yang lebih gelap, dan warna kulit dasar yang lebih gelap. Pada kelompok ini, pendekatan yang lebih konservatif — energi lebih rendah dan interval antar sesi yang lebih panjang — justru lebih aman. Kalau terlalu agresif dalam satu sesi dan memicu PIH, pemulihan bisa memakan waktu jauh lebih lama.

Perawatan setelah sesi laser juga sama pentingnya. Perlindungan dari sinar matahari wajib dilakukan secara ketat, stimulus pada kulit dihindari, dan bila perlu dikombinasikan dengan perawatan penenang dan pencerah. Perawatan ABNOM bukan perlombaan intensitas — ini adalah keseimbangan antara efektivitas dan keamanan, yang dipecah menjadi banyak sesi terkontrol. Memilih dokter yang berpengalaman dalam menjaga keseimbangan ini akan sangat memengaruhi hasil akhir. Jika PIH muncul, biasanya memudar dalam beberapa bulan — lebih aman menunggu pemulihan dan menjaga interval, daripada langsung menaikkan energi laser.

Dua bulan setelah sesi terakhir, 46,7% pasien mencapai perbaikan 76-100% dan 33,3% mencapai perbaikan 51-75%
Dua bulan setelah sesi terakhir, 46,7% pasien mencapai perbaikan 76-100% dan 33,3% mencapai perbaikan 51-75%

Bagaimana jika melasma hadir bersamaan?

ABNOM dan melasma bisa muncul bersamaan di satu wajah — dan inilah situasi yang paling rumit. ABNOM membutuhkan laser untuk memecah pigmen di lapisan dermis, tapi melasma sangat sensitif terhadap stimulasi laser dan bisa semakin gelap jika terkena energi yang berlebih. Mengobati satu kondisi bisa memperburuk yang lain jika tidak ada strategi yang tepat.

Karena itu, ketika keduanya hadir bersamaan, pendekatan yang lebih hati-hati diperlukan. Energi laser diturunkan agar melasma tidak terstimulasi. Kadang melasma distabilkan terlebih dahulu dengan krim topikal, obat minum, dan perlindungan dari matahari — baru kemudian laser untuk ABNOM dimulai secara bertahap. Diperlukan strategi yang mengatur urutan dan intensitas perawatan agar kedua jenis pigmen dapat dikelola secara bersamaan.

Strategi seperti ini hanya dapat dilakukan oleh dokter yang terbiasa membedakan dan menangani kedua kondisi tersebut. Itulah mengapa jika ABNOM dan melasma hadir bersamaan, diagnosis yang akurat dan rencana perawatan yang bertahap adalah hal paling penting. Jangan mencoba memaksakan laser intensitas tinggi secara mandiri — melasma bisa ikut memburuk dan situasinya menjadi lebih kompleks. Pendekatan jangka panjang — menstabilkan melasma sambil perlahan mengurangi ABNOM — biasanya menghasilkan perbaikan yang lebih baik daripada mencoba menyelesaikan semuanya sekaligus.

Perawatan ABNOM yang efektif membutuhkan diagnosis akurat dan kesabaran menjalani banyak sesi laser

Lalu, bagaimana pendekatan yang tepat?

ABNOM adalah kondisi pigmen yang berbeda dari melasma, meski tampilannya mirip. Pigmennya terletak jauh di lapisan dermis, bukan di epidermis — itulah mengapa krim dan obat minum memiliki keterbatasan, dan laser Q-switched Nd:YAG 1064 nm menjadi inti perawatannya. Langkah paling penting sebelum memulai apa pun adalah memastikan apakah ini ABNOM, melasma, atau campuran keduanya.

Ekspektasi perlu disesuaikan dengan kenyataan. Pigmen di dermis dalam dan padat — tidak akan hilang dalam satu atau dua sesi, dan biasanya butuh sekitar 10 sesi atau lebih sebelum perubahan nyata terlihat. Selama proses itu, PIH bisa muncul sementara — sehingga pendekatan yang mengutamakan interval dan energi yang aman, bukan kecepatan, justru adalah jalan yang lebih cepat pada akhirnya. Ada data yang menunjukkan bahwa yang mulai perawatan di usia lebih muda cenderung mendapatkan hasil lebih baik — artinya tidak ada manfaatnya menunda diagnosis. Selama dan setelah perawatan, perlindungan dari matahari dan meminimalkan iritasi kulit adalah bagian dari protokol yang tidak bisa diabaikan. Pada akhirnya, tiga hal yang menentukan hasil perawatan ABNOM: diagnosis yang tepat, kesabaran menjalani banyak sesi, dan perawatan pasca yang konsisten.

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Skincare

Cara Asam Traneksamat Memudarkan Melasma: Efek Nyata Oral dan Topikal

Asam traneksamat mulanya obat penghenti perdarahan, kini terbukti membantu melasma dan hiperpigmentasi. Artikel ini membahas efek oral dan topikal berdasarkan data penelitian, mengapa tidak andal untuk pencegahan PIH pasca-laser, dan siapa yang perlu waspada.

By Dr. Lee

Back to articles