Tensma RF Lifting: Alternatif Monopolar RF Buatan Korea Setara Thermage, Efektivitas dan Rasa Nyerinya
By Dr. Kim8 min read

Ketika kulit mulai kendur dan mulai mencari informasi tentang RF lifting, nama Tensma sering muncul berdampingan dengan Thermage. Perangkat ini dibuat oleh Tentec, perusahaan asal Korea Selatan, dan karena sistem pendinginan serta output energinya mirip dengan Thermage, Tensma sering disebut sebagai alternatif buatan Korea.
Hanya dari namanya, sulit menilai seberapa mirip atau seberapa berbeda kedua perangkat ini sebenarnya. Wajar jika muncul pertanyaan, apa sebenarnya arti "golongan yang sama" ini, seberapa besar efektivitas yang sudah terbukti khusus untuk Tensma, dan apakah rasa nyeri serta downtime-nya bisa ditoleransi.
Meski dikelompokkan dalam golongan yang sama, konfigurasi tip, sistem pendinginan, dan hasil klinis yang benar-benar terbukti bisa berbeda-beda antar merek. Karena itu, tidak cukup hanya melihat spesifikasi di permukaan, bukti klinisnya pun perlu ditelusuri lebih jauh.
Perbandingan sekilas antara Tensma dan Thermage bisa dilihat pada tabel berikut.
| Aspek | Tensma (10THERMA) | Thermage |
|---|---|---|
| Metode | RF monopolar | RF monopolar |
| Frekuensi | 6,78 MHz, maksimal 400W | 6,78 MHz |
| Pendinginan | Tip pendingin kontak | Tip pendingin kontak |
| Posisi | Buatan Korea, harga lebih terjangkau | Perangkat original, bukti klinis 20 tahun |
Spesifikasi dasar Tensma, prinsip kerja pengencangannya, studi perbandingan langsung dengan Thermage, hingga siapa yang paling cocok menjalani prosedur ini, semuanya dibahas secara berurutan di bawah.

Tensma, Sebenarnya Perangkat Apa?
Nama resmi Tensma adalah 10THERMA, perangkat RF lifting monopolar buatan Tentec, perusahaan alat kesehatan asal Korea Selatan. Cara kerjanya memancarkan gelombang radio frekuensi di rentang 6,78 MHz dengan output hingga 400W, dan pada model terbaru sudah ditambahkan mode dual yang juga menggunakan frekuensi 2,0 MHz.
Tip-nya dibedakan menurut area tubuh. Untuk wajah digunakan tip berukuran 5 cm persegi, area sekitar mata memakai tip yang lebih kecil, dan area yang lebih luas seperti badan memakai tip yang lebih besar. Di ujung tip terpasang sistem pendingin kontak yang langsung mendinginkan kulit begitu tip menyentuh permukaan, dan metode pendinginan ini sama dengan yang dipakai Thermage. Karena itu, dalam kerangka besar RF monopolar dengan pendinginan kontak, Tensma masuk dalam kategori yang sama dengan Thermage, dan sering disebut sebagai versi Korea dari Thermage. Dari segi harga dan efektivitas, Tensma bisa dilihat sebagai perangkat buatan Korea yang posisinya berada di antara Density dan Thermage.
Sertifikasinya juga sudah lengkap. Tensma mendapatkan persetujuan FDA 510(k) Amerika Serikat pada Desember 2023, serta sudah mengantongi izin dari Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Korea Selatan (MFDS) dan sertifikasi CE Eropa. Untuk merek yang tergolong baru, proses sertifikasinya terbilang cukup lengkap.

Bagaimana Prinsip Kerja Pengencangan Kulit Ini?
Tensma menggunakan metode monopolar. Arus RF yang keluar dari tip mengalir menuju pad grounding yang ditempelkan di tubuh, dan sepanjang jalur ini timbul panas akibat resistansi pada jaringan yang dilaluinya. Karena jalur arusnya luas, metode ini unggul dalam memanaskan seluruh lapisan dermis secara merata, dan inilah yang membedakannya dari HIFU yang memfokuskan energi secara sempit hanya ke lapisan fasia.
Kolagen yang terpanaskan akan langsung berkontraksi pada suhu tertentu. Menurut penelitian terkait, kolagen mengalami denaturasi dan berkontraksi pada suhu 55 hingga 65 derajat Celsius, dan panas ini dilaporkan memengaruhi kulit hingga kedalaman 6 milimeter. Reaksinya mirip seperti kain yang mengerut saat terkena air panas.
Kontraksi ini hanyalah permulaan. Dermis yang menerima stimulasi panas kemudian memproduksi kolagen baru selama beberapa minggu hingga beberapa bulan berikutnya, sehingga kekenyalan kulit terisi kembali secara bertahap. Selama proses ini, sistem pendingin kontak di ujung tip bertugas melindungi permukaan kulit agar tidak terbakar. Desain memanaskan dermis sambil melindungi permukaan inilah yang menjadi inti dari seluruh teknologi RF lifting monopolar, termasuk Tensma.
Dalam satu sesi, tip dipindahkan berkali-kali ke seluruh wajah untuk mengumpulkan energi secara bertahap, sehingga hasilnya sangat bergantung pada berapa banyak energi yang diberikan di setiap area. Karena itu, bagaimana output dan jumlah tembakan diatur menjadi bagian yang sangat dipengaruhi oleh pengalaman dokter yang melakukan tindakan.

Seberapa Mirip Tensma Dibandingkan dengan Thermage?
Tensma dan Thermage memiliki banyak kesamaan. Keduanya sama-sama menggunakan RF 6,78 MHz dengan output 400W, dan metode melindungi permukaan kulit dengan tip pendingin kontak pun sama. Secara garis besar, kedua perangkat ini bisa dibilang bekerja dengan prinsip yang sama.
Ada juga penelitian yang membandingkan langsung kedua perangkat ini dengan menerapkannya pada masing-masing sisi wajah orang yang sama. Studi dengan 26 subjek ini menilai empat aspek, yaitu indeks melanin, skor pigmentasi yang dinilai per sisi wajah, kerutan, dan pori-pori. Hasilnya, kedua sisi menunjukkan perbaikan yang signifikan, dan tidak ditemukan perbedaan yang bermakna secara klinis antara kedua perangkat. Sesuai dengan frekuensi dan output yang sama, hasilnya pun ternyata serupa.
Meski begitu, tetap ada perbedaan. Model terbaru Tensma menambahkan mode dual yang juga menggunakan frekuensi 2,0 MHz, dan konfigurasi tip serta protokol tindakan bisa sedikit berbeda antar merek. Di pasaran juga beredar beberapa perangkat buatan Korea lain dengan spesifikasi serupa, jadi saat konsultasi ada baiknya memastikan nama pasti perangkat yang akan digunakan. Meski belum menyamai bukti klinis Thermage yang sudah terkumpul selama 20 tahun, Tensma tetap menjadi alternatif yang menarik karena berbagi prinsip inti yang sama dengan harga yang lebih terjangkau.

Efektivitasnya Sudah Terbukti Sejauh Mana?
Ada beberapa studi klinis yang dilakukan khusus untuk Tensma. Pada penelitian dengan 20 orang dewasa berusia 28 hingga 63 tahun, tingkat perbaikan keseluruhan dinilai pada skala 4 poin di minggu ke-12 setelah satu kali tindakan, dan hasilnya rata-rata mencapai 2,75. Dari para penilai yang hanya melihat foto sebelum dan sesudah, 80% berhasil menebak dengan tepat foto mana yang diambil setelah tindakan, tingkat kepuasan peserta juga tercatat di atas 7 dari skala 10, dan tidak ditemukan efek samping. Studi multisenter dengan 13 subjek yang berfokus pada area mata dan pipi juga menunjukkan perbaikan pada minggu ke-4 dan ke-16.
Jika ditambah dengan studi perbandingan langsung dengan Thermage yang sudah disebutkan sebelumnya, bukti klinis khusus Tensma terdiri dari tiga penelitian dengan 20, 13, dan 26 subjek. Jumlahnya memang belum besar, tapi terus bertambah. Data yang lebih lama dari golongan RF monopolar secara umum juga bisa dijadikan referensi tambahan. Tinjauan dengan lebih dari 1.000 subjek menunjukkan tingkat efek samping sekitar 2,7%, namun semuanya bersifat sementara dan tidak ada komplikasi permanen, sementara tinjauan yang menggabungkan beberapa penelitian melaporkan tingkat kepuasan 82% hingga 100%, dengan skor nyeri kurang dari 2 dari skala 10.
Kecepatan munculnya hasil tidak instan. Terlepas dari sensasi kencang yang terasa segera setelah tindakan, perubahan nyata dari kolagen yang benar-benar terbentuk biasanya baru terlihat secara bertahap dalam satu hingga beberapa bulan.

Rasa Nyeri dan Downtime-nya Bisa Ditoleransi?
Karena prosedur ini memanaskan dermis dengan RF, selama tindakan akan terasa sensasi panas dan sedikit menyengat. Namun karena sistem pendingin kontak di ujung tip juga menurunkan suhu permukaan, baik studi khusus Tensma maupun data golongan RF monopolar secara umum melaporkan tingkat nyeri yang secara umum masih bisa ditoleransi.
Setelah tindakan, kemerahan atau bengkak ringan adalah hal yang umum, dan gejala ini biasanya mereda dalam satu hari hingga satu minggu. Reaksi seperti luka bakar atau benjolan kecil dilaporkan cukup jarang terjadi. Tidak diperlukannya masa pemulihan khusus, sehingga bisa langsung kembali beraktivitas pada hari yang sama, juga menjadi salah satu kelebihannya.
Perubahan nyata dari kolagen yang baru terbentuk muncul dalam rentang satu hingga tiga bulan setelah tindakan. Namun karena belum ada studi khusus Tensma yang mengamati perkembangan lebih dari 16 minggu, durasi bertahannya hasil setelah periode itu hanya bisa diperkirakan dengan merujuk pada data Thermage yang segolongan.
Jika khawatir dengan rasa nyeri sebelum tindakan, krim anestesi bisa dioleskan terlebih dahulu. Namun jika terlalu fokus menghindari rasa sakit, output energi bisa jadi diturunkan terlalu rendah sehingga efektivitasnya berkurang, jadi yang penting adalah keseimbangan antara memberikan energi yang cukup dengan tetap berada dalam batas yang bisa ditoleransi. Karena ini prosedur berbasis panas, menghindari sauna atau paparan sinar UV yang kuat serta menjaga kelembapan kulit selama beberapa hari setelah tindakan akan membantu proses pemulihan.

Siapa yang Paling Cocok Menjalani Prosedur Ini?
Tensma cocok untuk kulit yang baru mulai kehilangan elastisitas, kendur tahap awal hingga menengah, dan juga untuk yang ingin melakukan perawatan sejak dini. Beban nyeri dan downtime yang tidak terlalu besar membuat ambang masuknya rendah, dan ini menjadi salah satu daya tariknya. Prosedur ini sangat cocok bagi yang ingin mendapatkan efek dengan prinsip serupa Thermage namun dengan biaya yang lebih ringan.
Sebaiknya ekspektasi ditetapkan secara realistis. RF lifting bekerja dengan mengisi kembali kolagen untuk mengencangkan kulit, bukan memotong dan mengangkat jaringan kendur seperti operasi, sehingga ada batasannya untuk wajah yang sudah sangat kendur. Ada anggapan umum bahwa Thermage sedikit lebih pasti dalam memberikan efek kencang yang instan karena bukti klinisnya yang sudah lama terkumpul, namun seperti yang sudah dibahas pada studi perbandingan sebelumnya, tidak ditemukan perbedaan yang bermakna secara klinis antara kedua perangkat.
Karena mengisi kembali kolagen membutuhkan waktu, lebih baik bersabar menantikan hasilnya secara bertahap daripada mengharapkan perubahan dramatis dari satu kali tindakan. Skala bukti klinis khususnya memang belum besar, tapi terus bertambah, dan karena berbagi bukti klinis yang tergolong kuat dari golongan yang sama, Tensma bisa dilihat sebagai pilihan yang masuk akal.
Daripada berhenti di satu kali tindakan, mendekati prosedur ini dengan pola perawatan berkala yang mengikuti siklus alami pembentukan kolagen akan membantu mempertahankan hasil lebih lama. Karena ambang masuknya yang rendah, Tensma juga bisa menjadi pilihan yang nyaman bagi yang baru pertama kali ingin mencoba RF lifting.
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

AGNES RF untuk Jerawat dan Lemak Bawah Mata: Cara Kerja Microneedle Radiofrequency Berinsulasi
Penjelasan lengkap tentang cara kerja AGNES microneedle RF, mengapa jarum berinsulasi menjadi keunggulan utamanya, bagaimana ia menarget kelenjar sebaceous untuk mengatasi jerawat dan mengurangi lemak bawah mata, bukti klinis yang tersedia, serta siapa yang cocok menjalani prosedur ini.
By Dr. Kim

Density RF, Mesin Lifting Korea yang Gabungkan Monopolar dan Bipolar dalam Satu Sesi
Apa itu Density RF dan bagaimana cara kerjanya, apa bedanya menggabungkan monopolar dan bipolar dalam satu mesin, seberapa kuat bukti klinisnya, seberapa sakit dan berapa lama downtimenya, dan siapa yang paling cocok menerima treatment ini, semua dibahas dengan jujur tanpa melebih-lebihkan.
By Dr. Kim

Sylfirm X Microneedle RF: Cara Kerja Mengatasi Melasma dan Kemerahan dari Level Pembuluh Darah
Penjelasan lengkap tentang Sylfirm X sebagai perangkat microneedle RF, bagaimana pulsed wave bekerja untuk melasma dan kemerahan wajah, seberapa kuat bukti klinisnya, apa yang perlu diketahui soal rasa sakit dan downtime, serta siapa yang paling cocok untuk treatment ini.
By Dr. Lee