Prinsip TCA CROSS Meneteskan Asam Konsentrasi Tinggi ke Bekas Luka Cungkil dan Alasan Butuh Beberapa Sesi
By Dr. Kim6 min read

Saat bercermin dari dekat, kadang terlihat bekas luka yang sempit dan dalam di pipi. Berbeda dengan bekas luka yang melebar, tanda kecil dan runcing seperti bekas tusukan jarum ini disebut bekas luka cungkil atau ice pick scar. Sekilas terlihat kecil, tapi kedalamannya cukup dalam sehingga laser atau peeling biasa sering tidak sampai menjangkau dasarnya.
Salah satu metode yang dipakai untuk kasus seperti ini adalah TCA CROSS. Caranya dengan meneteskan asam konsentrasi tinggi secara presisi hanya ke bagian dalam bekas luka, sehingga kolagen baru terbentuk di titik sempit tersebut. Mengapa meneteskan asam justru membantu mengisi bekas luka, dan mengapa cara ini sangat cocok untuk bekas luka yang sempit dan dalam, mari kita bahas satu per satu.
Apa Sebenarnya TCA CROSS Itu?
TCA adalah singkatan dari trichloroacetic acid, salah satu jenis asam peeling kimia yang sudah lama dipakai di dunia dermatologi. Sementara CROSS adalah singkatan dari Chemical Reconstruction Of Skin Scars, yang secara harfiah berarti membangun ulang struktur kulit di area bekas luka menggunakan bahan kimia.
Peeling biasa mengoleskan asam berkonsentrasi relatif rendah secara merata ke seluruh wajah. TCA CROSS justru sebaliknya, memakai konsentrasi sangat tinggi, sekitar 65 sampai 100 persen, yang dioleskan tipis di ujung tusuk kayu runcing atau alat tipis lainnya, lalu diteteskan tepat ke dasar setiap bekas luka satu per satu. Jadi bukan dioleskan luas, tapi difokuskan hanya pada satu titik sempit saja.
Meski memakai jenis asam yang sama, peeling yang diratakan ke seluruh wajah dan metode yang meneteskan konsentrasi tinggi ke satu titik bekas luka punya tujuan yang jauh berbeda. Peeling menyeluruh berfokus meratakan lapisan kulit ari, sedangkan CROSS berfokus membangun ulang jaringan secara lokal di titik tertentu. Perbedaan tujuan inilah yang membuat hasil kedua metode ini sangat berbeda meski bahan dasarnya sama.
Mengapa Asam Konsentrasi Tinggi Bisa Merangsang Dasar Bekas Luka?
Ketika asam konsentrasi tinggi menyentuh kulit, protein di area tersebut langsung mengalami reaksi mengeras secara instan. Prinsipnya mirip putih telur yang tadinya bening berubah memutih dan mengeras saat dipanaskan. Dalam dermatologi, reaksi memutih ini disebut frosting.
Area yang mengalami frosting ini dikenali tubuh sebagai luka kecil. Setiap kali ada luka, tubuh otomatis memulai reaksi pemulihan untuk memperbaiki area tersebut, dan sel yang berperan penting di sini adalah fibroblas. Fibroblas adalah sel pekerja di dalam kulit yang memproduksi kolagen, dan kolagen bisa dibayangkan sebagai tiang penyangga kulit dari bawah. Ketika asam diteteskan sebagai pemicu di area yang tiangnya sudah runtuh dan cekung, fibroblas akan berkumpul ke titik itu dan mulai membangun tiang baru.
Mengapa Metode Ini Sangat Cocok untuk Bekas Luka Cungkil yang Sempit dan Dalam?
Yang penting di sini adalah cara asam menyebar. Ketika setetes asam diteteskan ke dalam bekas luka yang sempit dan dalam, asam tersebut cenderung tidak menyebar ke samping, melainkan mengalir turun mengikuti lorong bekas luka, seperti tinta yang diteteskan ke dalam sedotan tipis. Berkat sifat ini, rangsangan terkonsentrasi hanya di bagian dalam bekas luka, sementara kulit sehat di sekitarnya relatif lebih terlindungi.
Untuk bekas luka yang lebar dan dangkal, cara ini justru kurang efisien karena tidak ada lorong sempit tempat asam bisa mengumpul, sehingga tidak bisa meresap sedalam yang diinginkan. Sebaliknya, bekas luka cungkil dengan lebar sekitar 2 milimeter dan kedalaman yang cukup membuat asam secara alami mengumpul sampai ke dasar, sehingga dilaporkan mampu menghantarkan rangsangan jauh lebih efisien dibanding mengoleskan konsentrasi rendah pada area yang luas.
Hal penting lainnya adalah beban yang diterima kulit di sekitarnya. Karena asam terperangkap di dalam lorong sempit dan tidak mengalir ke samping, kemungkinan kulit normal di sekitar bekas luka ikut teriritasi jadi lebih kecil. Bila konsentrasi asam yang sama dioleskan pada area luas, kulit normal di sekitarnya juga ikut terkena rangsangan, sedangkan metode CROSS memusatkan kekuatan hanya pada target sempit, yaitu bekas luka itu sendiri, sehingga bisa dibilang pendekatan ini mengejar efisiensi sekaligus keamanan secara bersamaan.
Bagaimana Proses Kolagen Mengisi Bekas Luka Berlangsung?
Segera setelah frosting terjadi, yang terlihat dari luar hanya kemerahan dan keropeng tipis selama sekitar 5 sampai 7 hari. Namun di dalam kulit, proses pemulihan sebenarnya sudah mulai berjalan sejak saat itu. Setelah melewati tahap peradangan awal yang membersihkan jaringan rusak, fibroblas mulai menempati posisinya dan menyusun serat kolagen baru satu demi satu.
Produksi kolagen ini diketahui meningkat secara bertahap selama 4 sampai 8 minggu setelah tindakan, lalu dilanjutkan dengan proses remodeling selama 3 sampai 6 bulan berikutnya, di mana struktur seratnya tersusun rapi dan mengeras. Prosesnya bisa dibayangkan seperti mengisi jalan berlubang dengan aspal baru dari bawah, jaringan terus terisi dari dasar bekas luka sehingga perbedaan tinggi dengan permukaan kulit perlahan mengecil seiring waktu.
Mengapa Perlu Dibagi ke Dalam Beberapa Sesi?
Jumlah kolagen yang terbentuk dari satu kali tindakan itu ada batasnya. Karena itu, semakin dalam bekas luka, biasanya disarankan mengulang rangsangan sekitar 3 sampai 6 kali secara bertahap. Ada alasan tersendiri di balik pembagian sesi ini.
- Kolagen yang terbentuk dari satu kali rangsangan saja sulit mengisi bekas luka yang dalam sekaligus, sehingga rangsangan perlu diulang sekitar 3 sampai 6 kali agar jumlahnya cukup.
- Jika area yang sama dirangsang lagi sebelum benar-benar pulih, jaringan bisa rusak berlebihan, sehingga sesi berikutnya biasanya diberi jeda sekitar 4 sampai 8 minggu.
- Kedalaman dan kecepatan respons tiap bekas luka berbeda-beda, sehingga memeriksa kondisi pemulihan di sela-sela sesi dan hanya melanjutkan sesuai kebutuhan membantu menghindari rangsangan berlebihan.
Karena alasan-alasan ini, dilaporkan bahwa tindakan biasanya dilakukan sebanyak 3 sampai 4 kali, bahkan bisa mencapai 6 sampai 7 kali, dengan jeda waktu yang disesuaikan sambil memantau kondisi bekas luka.
Bagaimana Perawatan Setelah Tindakan?
Area yang mengalami frosting akan tampak merah dan sedikit bengkak selama sekitar 5 sampai 7 hari, lalu muncul keropeng tipis, dan ini merupakan proses pemulihan yang wajar. Keropeng ini berfungsi melindungi luka selama proses pemulihan berlangsung di baliknya, sehingga disarankan untuk tidak dikelupas paksa dan dibiarkan lepas dengan sendirinya.
Kulit yang baru beregenerasi sangat sensitif terhadap sinar matahari. Jika terpapar sinar matahari secara berlebihan di masa ini, diketahui ada kemungkinan pigmentasi menetap lebih gelap di area tersebut, sehingga penggunaan tabir surya secara rutin dianggap penting. Selain itu, menjaga kelembapan kulit yang cukup juga dianjurkan untuk membantu mengurangi iritasi selagi lapisan pelindung kulit sedang pulih.
Apakah Metode Ini Cocok untuk Semua Jenis Bekas Luka?
TCA CROSS adalah metode yang difokuskan untuk bekas luka cungkil yang sempit dan dalam. Sebaliknya, untuk bekas luka lebar dengan dasar bersudut seperti kotak, atau bekas luka bergelombang halus, dilaporkan bahwa metode ini saja belum cukup memberikan perbaikan yang memadai. Untuk jenis bekas luka seperti ini, biasanya dipertimbangkan kombinasi dengan metode pelepasan jaringan yang menempel di bawah bekas luka, filler, atau pendekatan laser lainnya.
Selain itu, pada kulit dengan warna lebih gelap, reaksi pigmentasi sementara setelah rangsangan diketahui bisa muncul lebih jelas. Karena itu, memeriksa kondisi kulit sebelum tindakan lalu menyesuaikan konsentrasi dan jumlah sesi menjadi hal yang penting diperhatikan. Tindakan ini membutuhkan presisi tinggi dalam menentukan titik dan konsentrasi yang tepat, sehingga disarankan untuk dilakukan di tempat dengan pengalaman yang memadai.
References
Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Prinsip Subcision Melepas Tarikan Jaringan di Bawah Bekas Luka Cekung dengan Jarum dan Berapa Kali Sesinya
Subcision adalah tindakan memotong jaringan ikat di bawah kulit yang menarik bekas luka ke bawah, menggunakan jarum. Artikel ini menjelaskan pelan-pelan kenapa bekas luka bisa cekung, bagaimana jarum melepaskan tarikan itu, dan kenapa biasanya dilakukan 3 hingga 6 sesi.
By Dr. Lee

TCA CROSS untuk Bekas Jerawat Icepick: Cara Kerja dan Efektivitasnya
Apa itu TCA CROSS, mengapa efektif untuk bekas jerawat icepick yang sempit dan dalam, perbedaan hasil berdasarkan konsentrasi, cara mencegah hiperpigmentasi pasca-inflamasi dengan persiapan yang tepat, serta kombinasi dengan prosedur lain, berdasarkan data studi klinis.
By Dr. Lee

Kenapa Laser CO2 Fraksional Membuat Lubang Mikro untuk Mengisi Bekas Jerawat dan Pori Besar, serta Berapa Lama Masa Pemulihannya
Laser CO2 fraksional tidak menembak seluruh permukaan kulit, tapi membuat lubang-lubang mikro hanya di titik-titik tertentu saja, seperti dicolek satu per satu. Artikel ini menjelaskan dengan bahasa sederhana kenapa lubang kecil itu memicu kolagen baru mengisi bekas jerawat dan pori, berapa lama masa pemulihannya, dan berapa kali sesi yang biasanya dibutuhkan.
By Dr. Kim