prettytime
Botox

Cara Botox Mengangkat Sudut Bibir Turun: Prinsip Kerja, Lama Efek Bertahan, dan Efek Samping Berdasarkan Bukti Ilmiah

By Dr. Kim9 min read

Banyak orang yang bercermin lalu merasa sudut bibirnya turun sehingga wajah terlihat murung atau seperti marah, padahal suasana hatinya sedang biasa saja. Kalau ekspresi wajah terkesan kaku begini, wajar kalau jadi mengganggu pikiran. Salah satu cara yang cukup sederhana untuk mengatasinya adalah Botox sudut bibir. Prinsipnya, kekuatan otot yang menarik sudut bibir ke bawah dikurangi sedikit, sehingga otot yang mengangkat sudut bibir jadi lebih dominan dan sudut bibir pun terangkat secara relatif. Namun perlu diingat, sudut bibir yang turun tidak selalu punya penyebab yang sama. Botox cocok kalau masalahnya ada di otot, tetapi hasilnya terbatas kalau penyebabnya volume yang berkurang atau kulit yang kendur. Sudut bibir yang turun, ternyata bisa dijelaskan alasannya, begitu juga prinsip kerja Botox saat mengangkatnya, titik dan dosis suntikan, lama efek bertahan, sampai efek samping yang perlu diperhatikan, sudah dirangkum di sini berdasarkan jurnal ilmiah asli.

ItemPoin Kunci
PrinsipMenekan otot depressor agar otot elevator lebih dominan
Dosis2~5 U per sisi, umumnya 4 U
Mulai terlihat3~7 hari, puncak 1~2 minggu
Bertahan3~4 bulan
PerhatianAsimetri, artikulasi bibir bawah, keahlian dokter

Ilustrasi anatomi otot depressor anguli oris yang menarik sudut bibir ke bawah, melebar seperti kipas dari tepi rahang bawah menuju sudut bibir. Di bagian dalamnya terdapat otot depressor labii inferioris yang menurunkan bibir bawah

Kenapa Sudut Bibir Bisa Terlihat Turun?

Di sekitar sudut bibir terdapat otot yang mengangkat dan otot yang menarik ke bawah secara bersamaan. Otot utama yang menarik sudut bibir ke bawah disebut depressor anguli oris, biasa disingkat DAO. Otot ini melebar seperti kipas dari tepi rahang bawah menuju sudut bibir. Kalau otot ini berkontraksi, sudut bibir tertarik ke bawah, sehingga saat tidak tersenyum, bentuk bibir terlihat turun.

Normalnya, otot pengangkat dan otot penarik ini seimbang sehingga bentuk bibir terjaga. Tetapi kalau otot depressor sering dipakai karena kebiasaan atau memang kekuatannya lebih besar sejak lahir, sudut bibir jadi terus tertarik ke bawah meskipun wajah sedang diam. Akibatnya, ekspresi terlihat murung atau seperti marah, padahal hati sedang tidak sedih sama sekali.

Penuaan membuat sudut bibir yang turun ini makin terlihat jelas. Seiring bertambahnya usia, lemak dan kolagen di pipi serta area mulut berkurang, kulit pun turun, sehingga kekuatan yang dulu menopang sudut bibir melemah. Bentuk bibir yang dulu baik-baik saja saat muda pun perlahan mengarah ke bawah, bahkan bisa muncul kerutan vertikal di samping sudut bibir. Padahal, penurunan sudut bibir sedikit saja sudah cukup mengubah kesan wajah secara keseluruhan. Orang cenderung membaca suasana hati lawan bicara dari bentuk bibirnya, jadi sudut bibir yang turun bisa memberi kesan ketus atau lelah, terlepas dari perasaan yang sebenarnya. Karena penyebabnya bisa berbeda, entah tarikan otot atau volume dan kulit yang kendur, metode yang tepat pun ikut berbeda. Jadi, langkah pertama sebelum menjalani prosedur adalah memastikan dulu apa penyebabnya.

Grafik persentase perbaikan sudut bibir turun satu bulan setelah suntik Botox pada otot depressor, dilihat per ekspresi wajah. Saat wajah rileks, 88.3% mengalami perbaikan, tetapi saat tersenyum lebar hanya 32.3%. Ini karena saat tersenyum lebar otot elevator sudah menarik dengan kuat, jadi menekan otot depressor tidak terlalu terasa perbedaannya
Grafik persentase perbaikan sudut bibir turun satu bulan setelah suntik Botox pada otot depressor, dilihat per ekspresi wajah. Saat wajah rileks, 88.3% mengalami perbaikan, tetapi saat tersenyum lebar hanya 32.3%. Ini karena saat tersenyum lebar otot elevator sudah menarik dengan kuat, jadi menekan otot depressor tidak terlalu terasa perbedaannya

Bagaimana Prinsip Botox Mengangkat Sudut Bibir?

Botox sudut bibir bukan prosedur yang menarik paksa sudut bibir ke atas. Cara kerjanya justru mengurangi kekuatan otot depressor anguli oris yang menarik ke bawah. Ketika toksin botulinum menghambat pelepasan zat penghantar sinyal di ujung saraf, kontraksi otot tersebut melemah. Akibatnya, otot pengangkat yang berada di atas jadi relatif lebih kuat, dan sudut bibir pun terangkat secara alami. Prinsipnya mirip seperti mengendurkan sedikit tali yang tadinya menarik ke bawah.

Efeknya berbeda tergantung ekspresi wajah. Dalam penelitian pada 41 orang yang diukur dengan USG, saat wajah rileks tanpa ekspresi, 88.3% peserta mengalami perbaikan sudut bibir turun yang jelas setelah satu bulan. Sebaliknya, saat tersenyum lebar, perbaikannya hanya 32.3%, jauh lebih kecil. Ini karena saat tersenyum lebar, otot elevator sudah menarik dengan kuat, jadi menekan otot depressor tidak terasa banyak perubahannya.

Karena itu, prosedur ini paling cocok untuk melembutkan bentuk bibir yang terlihat turun saat wajah tidak berekspresi. Tujuannya mengubah kesan wajah yang kaku menjadi lebih lembut, jadi sebaiknya jangan berharap perubahan drastis saat tersenyum, tetapi lebih ke bentuk bibir yang terasa lebih alami saat wajah diam. Kalau dibandingkan lewat foto, perbedaannya memang sering kali halus, bukan perubahan besar, dan justru kehalusan itulah yang membuat kesan wajah membaik tanpa terlihat berlebihan. Namun kalau sudut bibir sudah turun parah atau disertai volume yang berkurang, Botox saja mungkin belum cukup, sehingga metode lain perlu dipertimbangkan bersamaan.

Di Mana dan Berapa Banyak Disuntikkan?

Botox sudut bibir menyasar otot depressor anguli oris yang membentang dari sudut bibir turun ke arah tepi rahang bawah. Dosisnya bervariasi tergantung produk dan kekuatan otot, tetapi untuk Botox atau Xeomin umumnya digunakan 2 sampai 5 unit per sisi. Penelitian yang menggunakan USG menyarankan 4 unit per sisi, dibagi menjadi 2 unit di dua titik. Dysport memiliki sistem satuan yang berbeda, sehingga dosisnya 6 sampai 15 unit per sisi.

ItemMetode
Otot sasaranDepressor anguli oris (DAO)
Titik suntikBagian luar bawah sudut bibir, 2 titik per sisi
KedalamanSekitar 4~5mm
PerhatianHindari penyebaran ke otot depressor labii inferioris

Titik suntikan juga penting. Otot depressor anguli oris makin melebar ke arah bawah, jadi titik yang dipilih adalah sedikit di bawah dan di luar sudut bibir, dengan kedalaman sekitar 4 sampai 5 milimeter dari permukaan kulit. Kalau disuntikkan terlalu ke arah dalam, obat bisa menyebar ke otot depressor labii inferioris yang menurunkan bibir bawah. Kalau ini terjadi, bibir bawah bisa terlihat miring atau sulit memperlihatkan gigi bawah, jadi lebih aman untuk tidak melewati batas bagian dalam tersebut. Dosis yang terlalu banyak atau tidak seimbang antara kiri dan kanan juga bisa membuat ekspresi terlihat janggal, sehingga sebaiknya dimulai dari dosis kecil lalu disesuaikan agar kedua sisi seimbang.

Grafik waktu munculnya dan bertahannya efek Botox dalam hitungan minggu. Perubahan pertama mulai terlihat samar antara hari ke-3 sampai ke-7, lalu paling jelas sekitar minggu ke-1 sampai ke-2. Setelah itu efek biasanya bertahan 3 sampai 4 bulan sebelum berangsur hilang, jadi bisa dianggap perlu disuntik ulang setiap beberapa bulan untuk menjaga hasilnya
Grafik waktu munculnya dan bertahannya efek Botox dalam hitungan minggu. Perubahan pertama mulai terlihat samar antara hari ke-3 sampai ke-7, lalu paling jelas sekitar minggu ke-1 sampai ke-2. Setelah itu efek biasanya bertahan 3 sampai 4 bulan sebelum berangsur hilang, jadi bisa dianggap perlu disuntik ulang setiap beberapa bulan untuk menjaga hasilnya

Kapan Efeknya Muncul dan Berapa Lama Bertahan?

Botox sudut bibir bukan prosedur yang hasilnya langsung terlihat begitu selesai disuntik. Butuh beberapa hari bagi toksin untuk menghambat sinyal saraf dan melemahkan kekuatan otot. Biasanya, sudut bibir mulai terangkat sedikit demi sedikit antara hari ke-3 sampai ke-7 setelah suntikan, dan efeknya paling jelas terlihat sekitar minggu ke-1 sampai ke-2. Jadi, hasil akhirnya lebih tepat dinilai setelah sekitar dua minggu.

Efek satu kali suntikan biasanya bertahan sekitar 3 sampai 4 bulan. Pada sebagian orang bisa bertahan hampir 6 bulan, tetapi karena area mulut terus bergerak saat bicara dan makan, efeknya cenderung lebih cepat hilang dibanding di dahi atau area antar alis. Orang yang lebih sering menggunakan otot ini juga cenderung mengalami pemulihan yang sedikit lebih cepat. Setelah beberapa waktu, ujung saraf kembali mengirim sinyal, kekuatan otot pun pulih, dan sudut bibir perlahan kembali ke posisi semula.

Karena itu, suntikan perlu diulang agar efeknya berkelanjutan. Pada awalnya biasanya diulang setiap 3 sampai 4 bulan, tetapi kalau kebiasaan otot menarik kuat mulai berkurang, jaraknya bisa diperpanjang. Kabar baiknya, tingkat kepuasan cenderung meningkat seiring waktu. Pada penelitian USG yang sama, persentase peserta yang sangat puas naik dari 73.2% pada minggu ke-1 menjadi 97.5% pada bulan ke-3, karena rasa kaku mereda dan bentuk bibir menetap secara alami.

Kapan Perlu Dikombinasikan dengan Filler atau Lifting?

Seperti disebutkan sebelumnya, sudut bibir yang turun tidak selalu punya penyebab yang sama. Tergantung penyebabnya, Botox saja bisa sudah cukup, atau perlu dikombinasikan dengan metode lain. Kalau dibagi menjadi tiga kategori besar, arahnya jadi lebih jelas.

PenyebabMetode yang Cocok
Tarikan ototBotox sudut bibir
Volume berkurangKombinasi filler
Kulit kendurPertimbangkan lifting

Kalau sudut bibir turun karena tarikan otot yang kuat, Botox adalah pilihan yang paling cocok. Sebaliknya, kalau volume di area pipi dan sekitar mulut sudah berkurang dan kerutan vertikal di samping sudut bibir makin dalam, Botox saja belum cukup. Dalam kondisi ini, mengisi bagian yang kempes dengan filler asam hialuronat di samping sudut bibir atau di bawah garis senyum bisa ikut mengangkat sudut bibir. Ada juga penelitian yang mengombinasikan filler dan Botox untuk mengoreksi bentuk bibir yang turun. Kedua metode ini menyasar hal yang berbeda, Botox menangani otot, sementara filler menangani volume yang berkurang, sehingga keduanya saling melengkapi.

Kalau kulitnya sendiri yang kendur dan turun, ceritanya sedikit berbeda. Jenis kekenduran struktural seperti ini sulit diatasi hanya dengan Botox atau filler, sehingga lebih baik dipertimbangkan bersama prosedur lifting seperti thread lift, radiofrekuensi, atau HIFU (ultrasound). Jadi, kalau sudut bibir terlihat turun, memastikan dulu apakah penyebabnya otot, volume, atau kulit yang kendur akan sangat menentukan hasil akhir yang didapat.

Grafik persentase orang yang menjawab sangat puas setelah suntik Botox pada otot depressor anguli oris, dilihat per waktu pengukuran. Angkanya naik dari 73.2% pada minggu ke-1 menjadi 97.5% pada bulan ke-3, karena rasa kaku berkurang seiring waktu dan sudut bibir menetap secara alami. Namun karena jumlah pesertanya hanya 41 orang, hasil ini sebaiknya dipahami sebagai kecenderungan saja, bukan angka pasti
Grafik persentase orang yang menjawab sangat puas setelah suntik Botox pada otot depressor anguli oris, dilihat per waktu pengukuran. Angkanya naik dari 73.2% pada minggu ke-1 menjadi 97.5% pada bulan ke-3, karena rasa kaku berkurang seiring waktu dan sudut bibir menetap secara alami. Namun karena jumlah pesertanya hanya 41 orang, hasil ini sebaiknya dipahami sebagai kecenderungan saja, bukan angka pasti

Apa Efek Samping dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Hal yang paling penting untuk diketahui soal Botox sudut bibir adalah risiko asimetri dan ekspresi yang terlihat janggal. Otot di sekitar mulut saling terkait rapat dan posisinya sedikit berbeda pada tiap orang, jadi kalau dosis atau kedalaman suntikan di kedua sisi tidak sama, hanya salah satu sudut bibir yang terangkat saat tersenyum, atau bentuk bibir bisa terlihat miring. Karena itu, penting untuk menjaga simetri kiri dan kanan, memulai dari dosis kecil, lalu menyesuaikan sambil melihat respons ototnya.

Hal lain yang perlu diwaspadai adalah penyebaran obat ke arah bibir bawah. Di bagian dalam otot depressor anguli oris terdapat otot depressor labii inferioris yang menurunkan bibir bawah. Kalau suntikan terlalu ke dalam atau terlalu dalam sehingga obat menyebar ke otot ini, bibir bawah bisa terlihat miring ke satu sisi, artikulasi bicara jadi kurang jelas, atau sulit memperlihatkan gigi bawah. Biasanya kondisi ini pulih sendiri setelah efek obat berkurang, tetapi ketidaknyamanan bisa berlangsung beberapa minggu sampai beberapa bulan, jadi ketepatan titik suntikan menjadi kunci utama.

Selain itu, memar atau nyeri di titik suntikan adalah hal yang umum dan biasanya cepat hilang. Pada penelitian yang disebutkan sebelumnya, tidak ada laporan efek samping berarti selama tiga bulan pengamatan, tetapi karena jumlah pesertanya hanya 41 orang, hasil ini lebih baik dipahami sebagai kecenderungan, bukan angka yang pasti. Pada akhirnya, berapa unit dan di titik mana obat disuntikkan sangat menentukan hasil akhir, sehingga penting untuk menjalani prosedur ini di tempat yang dokternya memahami anatomi otot sekitar mulut dan berpengalaman. Kalau penyebabnya benar-benar dari otot dan ditangani dengan tepat, Botox sudut bibir bisa jadi prosedur singkat yang membuat kesan wajah yang tadinya terlihat kaku menjadi jauh lebih santai.

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Botox

Prinsip Botox Dagu Berkerikil Meratakan Dagu Bergelombang, Lama Bertahan, sampai Efek Sampingnya

Botox dagu berkerikil adalah perawatan yang meratakan permukaan dagu yang tampak bergelombang seperti kerikil. Mulai dari prinsip mengendurkan otot mentalis yang terlalu aktif, dosis dan titik suntikan, waktu munculnya efek dan lama bertahannya, perbedaannya dengan masalah struktur seperti dagu mundur atau dagu maju, sampai efek samping dan hal yang perlu diperhatikan, semuanya dirangkum berdasarkan bukti nyata.

By Dr. Kim

Botox

Cara Botox Meratakan Kerutan Kaki Gagak, Dosis Standar, Lama Bertahan, dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Ulasan lengkap tentang cara Botox meratakan kerutan kaki gagak di sudut mata, mulai dari cara kerjanya melemaskan otot orbicularis oculi yang menarik sudut mata saat tersenyum, dosis standar 24 unit untuk kedua sisi beserta titik suntiknya, waktu munculnya hasil, daya tahan sekitar 4 bulan, batas kemampuannya pada kerutan statis yang sudah dalam, hingga efek samping dan hal yang perlu diwaspadai, semuanya berdasarkan data penelitian asli.

By Dr. Kim

Back to articles