prettytime
Skincare

Kenapa Minoxidil dan Finasteride Bekerja dengan Cara Berbeda untuk Mencegah Kerontokan, dan Kenapa Sering Dipakai Bersama?

By Dr. Lee7 min read

Kalau menelusuri pengobatan kerontokan rambut, hampir selalu muncul dua nama ini, minoxidil yang dioleskan dan finasteride yang diminum. Banyak orang bertanya-tanya, kenapa tidak pakai salah satu saja, kenapa harus dipakai berbarengan.

Alasannya sederhana. Kedua obat ini menyasar masalah yang sama sekali berbeda. Minoxidil bekerja meningkatkan aliran darah ke folikel rambut, sedangkan finasteride menekan sinyal hormon yang menyerang folikel. Begitu memahami perbedaan ini, jadi masuk akal juga kenapa kombinasi keduanya dianjurkan, dan kenapa hasilnya tidak muncul dalam semalam.

Sebenarnya Minoxidil Awalnya Obat untuk Apa?

Minoxidil sejak awal bukan dibuat sebagai obat kerontokan rambut. Awalnya obat ini adalah vasodilator, alias obat pelebar pembuluh darah, yang dikembangkan untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Obat ini melebarkan pembuluh darah sehingga tekanan darah turun, tapi pada pasien yang meminumnya, muncul efek samping yang tidak terduga, yaitu rambut tumbuh lebih lebat di berbagai bagian tubuh.

Efek samping inilah yang justru dimanfaatkan menjadi minoxidil oles yang kita kenal sekarang. Idenya sederhana, memakai kemampuan melebarkan pembuluh darah itu tapi dikhususkan hanya untuk kulit kepala.

Bagaimana Cara Minoxidil Meningkatkan Aliran Darah di Kulit Kepala?

Folikel rambut membutuhkan pasokan oksigen dan nutrisi dari pembuluh darah kecil supaya bisa terus memproduksi rambut. Ketika minoxidil dioleskan di kulit kepala, senyawa ini membuka semacam pintu kecil di dinding pembuluh darah yang disebut kanal kalium. Begitu pintu ini terbuka, otot pembuluh darah jadi rileks dan pembuluh darah melebar, sehingga darah mengalir lebih banyak ke sekitar folikel rambut.

Bukan hanya aliran darah yang bertambah. Minoxidil juga meningkatkan pelepasan zat sinyal yang membantu pembuluh darah baru tumbuh di folikel rambut, yaitu vascular endothelial growth factor. Gampangnya begini, minoxidil tidak cuma memperlebar pipa air yang sudah ada, tapi juga memasang satu pipa air baru.

Rambut tumbuh mengikuti siklus, bergantian antara fase pertumbuhan (anagen) dan fase istirahat (telogen). Saat kerontokan berlangsung, fase pertumbuhan makin memendek dan jumlah folikel yang masuk fase istirahat makin banyak. Minoxidil dipercaya membantu folikel yang sudah mendapat pasokan nutrisi lebih baik ini berpindah dari fase istirahat ke fase pertumbuhan lebih cepat, dan bertahan lebih lama di fase itu.

Kenapa Kecepatan Respons Terhadap Minoxidil Berbeda-beda pada Tiap Orang?

Bukan berarti begitu minoxidil dioleskan ke kulit kepala, zatnya langsung bekerja. Ada satu tahap perubahan lagi di dalam kulit sebelum minoxidil benar-benar menunjukkan kekuatannya.

Di folikel rambut kulit kepala ada enzim bernama sulfotransferase. Enzim inilah yang mengubah minoxidil menjadi bentuk aktifnya, minoxidil sulfate, dan baru setelah itu efek pelebaran pembuluh darah benar-benar mulai bekerja. Gampangnya, minoxidil adalah kuncinya, dan enzim ini adalah tangan yang benar-benar memutar kunci itu.

Masalahnya, jumlah enzim ini di folikel rambut sangat bervariasi antar orang. Orang yang enzimnya banyak, dengan jumlah minoxidil yang sama, bentuk aktifnya terbentuk lebih banyak sehingga responsnya lebih cepat dan lebih terlihat jelas. Sebaliknya, orang yang enzimnya sedikit, meski rajin mengoleskan minoxidil setiap hari, efeknya bisa terasa lebih lambat atau lebih ringan. Rasa penasaran seperti "kenapa teman saya berubah drastis dalam 8 hingga 12 minggu, sementara saya kok lambat sekali" ternyata sering kali berakar dari perbedaan individu semacam ini.

Lewat Jalur Apa Finasteride Mencegah Kerontokan Rambut?

Finasteride mengambil jalan yang sama sekali berbeda dari minoxidil. Bukan aliran darah yang disasar, melainkan sinyal hormon.

Salah satu penyebab utama kerontokan rambut pola pria bukanlah hormon testosteron itu sendiri. Yang lebih tepat, penyebabnya adalah dihydrotestosterone, atau DHT, yaitu hasil konversi testosteron oleh enzim di dalam tubuh. DHT punya sifat menempel jauh lebih kuat ke reseptor di folikel rambut dibanding testosteron.

Kalau DHT ini terus-menerus bekerja pada folikel rambut yang secara genetik sensitif, terjadilah proses miniaturisasi, folikel rambut yang lama-lama mengecil. Rambut yang tadinya tumbuh tebal dan panjang berubah menjadi halus dan pendek seperti bulu halus, sampai akhirnya berhenti tumbuh sama sekali.

Finasteride menghambat enzim 5-alpha reductase, yaitu enzim yang mengubah testosteron menjadi DHT. Dengan menekan enzim ini, kadar DHT di dalam tubuh turun secara signifikan, dan tekanan DHT yang terus-menerus mengecilkan folikel rambut ikut berkurang. Kalau diibaratkan kunci dan gembok, cara kerjanya seperti menutup pabrik yang memproduksi kunci bernama DHT itu, jadi kuncinya sama sekali tidak dibuat.

Kenapa Efek Finasteride Terasa Berbeda di Ubun-ubun dan Garis Rambut Depan?

Ada yang merasa, setelah minum finasteride yang sama, bagian ubun-ubun jelas membaik tapi garis rambut depan nyaris tidak berubah.

Perbedaan ini muncul karena sensitivitas terhadap sinyal DHT, tepatnya seberapa banyak reseptor androgen yang terekspresi, berbeda di tiap lokasi folikel rambut. Folikel di ubun-ubun dan folikel di garis rambut depan berasal dari akar perkembangan yang berbeda sejak awal, dan tingkat responsnya terhadap DHT secara genetik juga dilaporkan berbeda-beda menurut lokasinya.

Secara umum, folikel rambut di area ubun-ubun cenderung merespons lebih jelas terhadap efek penekanan DHT, sementara garis rambut depan relatif lebih lambat merespons atau perubahannya lebih kecil. Itulah sebabnya muncul kesan ubun-ubun membaik tapi garis rambut depan seperti jalan di tempat, dan ini kemungkinan besar bukan berarti obatnya tidak bekerja, melainkan perbedaan respons antar area.

Kenapa Salah Satunya Dioles dan yang Satunya Diminum?

Perbedaan ini juga berasal dari cara kerja masing-masing obat.

Minoxidil cukup bekerja secara lokal di pembuluh darah, jadi cara mengoleskannya di kulit kepala sudah efisien. Tidak perlu melebarkan pembuluh darah di seluruh tubuh, dan dengan bekerja hanya secara lokal di kulit kepala, dampaknya terhadap tekanan darah seluruh tubuh pun bisa ditekan.

Sebaliknya, DHT adalah hormon yang beredar ke seluruh tubuh lewat aliran darah. Kalau enzimnya hanya dihambat secara lokal di kulit kepala, sulit untuk cukup menekan aliran DHT yang diproduksi di seluruh tubuh. Karena itu finasteride dibuat dalam bentuk obat minum, yang beredar di dalam tubuh dan menurunkan kerja enzim itu sendiri secara menyeluruh.

Mungkin muncul pertanyaan, kalau begitu kenapa finasteride tidak dibuat oles saja seperti minoxidil. Sebenarnya, sediaan finasteride oles yang dipakai secara lokal memang sudah dikembangkan dan digunakan. Hanya saja, efeknya dalam menekan DHT yang beredar ke seluruh tubuh lebih terbatas dibanding obat minum, sehingga sampai sekarang bentuk minum yang bekerja secara sistemik tetap menjadi standar.

Kenapa Menggabungkan Kedua Obat Ini Lebih Efektif?

Untuk memahami alasan minoxidil dan finasteride sering dipakai berbarengan, ingat dulu bahwa kerontokan rambut bukan disebabkan satu masalah saja, melainkan dua masalah yang saling tumpang tindih.

  • Masalah DHT yang terus-menerus mengecilkan folikel rambut ditangani oleh finasteride. Ini pendekatan yang menekan penyebabnya.
  • Masalah folikel rambut yang sudah melemah dan kekurangan nutrisi serta oksigen ditangani oleh minoxidil. Ini pendekatan yang membantu aktivitas folikel yang masih tersisa.
  • Kalau kedua masalah ini berjalan bersamaan tapi hanya satu yang ditangani, masalah yang satunya lagi akan terus menghambat hasilnya. Karena itu, saat kedua jalur ini ditangani bersama, dilaporkan ada efek saling melengkapi.

Jadi selagi finasteride memperlambat proses miniaturisasi, minoxidil membuat folikel rambut yang masih tersisa jadi lebih aktif. Karena keduanya mengetuk pintu yang berbeda, ada beberapa penelitian yang melaporkan hasil yang lebih baik ketika keduanya dipakai bersama dibanding hanya satu obat saja.

Kenapa Hasilnya Butuh Waktu Lama untuk Terlihat?

Bukan berarti begitu mulai memakai atau meminum kedua obat ini, keesokan harinya rambut langsung terlihat lebih lebat. Alasannya, siklus pertumbuhan rambut itu sendiri memang lambat.

Satu folikel rambut butuh waktu minimal 12 minggu untuk berpindah dari fase istirahat ke fase pertumbuhan, sampai akhirnya rambut tumbuh cukup panjang untuk terlihat jelas. Secanggih apa pun obatnya bekerja, tiap folikel tetap butuh waktu biologis untuk memulai siklus baru dan menghasilkan rambut yang terlihat. Karena itu, umumnya dibutuhkan pemakaian rutin sekitar 3 hingga 6 bulan sebelum perubahan mulai terasa.

Pada kulit kepala yang sehat, sebagian besar folikel rambut biasanya berada di fase pertumbuhan, dan hanya sebagian kecil yang masuk fase istirahat. Tapi begitu kerontokan berlangsung, keseimbangan ini terganggu dan proporsi folikel yang masuk fase istirahat makin lama makin banyak. Untuk mengembalikan keseimbangan ini ke arah fase pertumbuhan lewat obat, folikel yang sudah telanjur masuk fase istirahat harus memulai lagi fase pertumbuhannya dari awal sampai tumbuh cukup panjang untuk terlihat. Itulah sebabnya, meski obatnya sudah bekerja di dalam tubuh, ada jeda waktu sebelum hasilnya bisa dirasakan dari luar.

Kenapa di Awal Pemakaian Justru Terasa Rambut Makin Rontok?

Di awal pemakaian minoxidil, banyak orang merasa rambutnya justru rontok lebih banyak. Ini bukan efek samping, melainkan lebih tepat disebut tanda bahwa obatnya sedang bekerja.

Ketika minoxidil memaksa folikel rambut lama yang tadinya berada di fase istirahat untuk terbangun dan masuk ke fase pertumbuhan, rambut lama di tempat itu rontok lebih dulu untuk memberi ruang bagi rambut baru yang akan tumbuh. Proses inilah yang membuat jumlah rambut rontok terlihat bertambah sementara. Kerontokan awal ini umumnya mereda dalam 2 hingga 6 minggu, dan setelah itu, sesuai laporan yang ada, rambut baru mulai tumbuh mengisi tempatnya.

References

Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Skincare

Kenapa Profhilo Bisa Membuat Seluruh Wajah Terlihat Kencang Padahal Bukan Filler Volume?

Berbeda dari filler biasa yang mengisi volume, Profhilo adalah prosedur biorevitalisasi dengan asam hialuronat konsentrasi tinggi yang menyebar luas di bawah kulit, mengikat air, dan merangsang regenerasi kolagen. Artikel ini mengulas mengapa efeknya membuat seluruh wajah kencang, bukan hanya satu area tertentu, lewat jalur penyebaran dan regenerasinya.

By Dr. Kim

Pigment

Freckles dan Melasma Terlihat Mirip, Kenapa Cara Mengatasinya Justru Berlawanan?

Sekilas keduanya sama-sama bercak cokelat sehingga freckles dan melasma sering tertukar, padahal posisi pigmen di dalam kulit dan penyebab munculnya benar-benar berbeda. Perbedaan itulah yang menentukan kenapa satu jenis cukup dengan laser kuat sementara yang lain harus lewat toning ringan berkali-kali, dan kenapa salah satunya jauh lebih gampang kambuh.

By Dr. Lee

Back to articles