prettytime
Diet

Wegovy dan Mounjaro: Efek Samping yang Perlu Diwaspadai, dari Mual sampai Batu Empedu

By Dr. Kim6 min read

Wegovy dan Mounjaro memang sedang ramai diperbincangkan karena efektivitasnya menurunkan berat badan. Tapi sebelum mulai, yang paling banyak ditanyakan pasien bukan soal hasilnya — melainkan efek sampingnya. Separah apa mualnya? Apakah sampai harus berhenti pakai? Benarkah ada risiko pankreatitis atau batu empedu?

Kedua obat ini sama-sama sering menimbulkan gangguan pencernaan, tapi kalau dilihat lebih teliti, ada perbedaan dalam intensitas dan polanya. Artikel ini membandingkan keduanya menggunakan angka dari uji klinis — bukan cerita dari media sosial atau forum diet online. Dengan data yang tepat, kekhawatiran yang tidak berdasar bisa dikurangi dan keputusan jadi lebih jernih.

Pena injeksi GLP-1 Wegovy

Kenapa Wegovy dan Mounjaro Bisa Menimbulkan Efek Samping yang Mirip?

Cara kerjanya memang sedikit berbeda. Wegovy mengandung semaglutide, yang merangsang satu jalur hormon yaitu GLP-1. Mounjaro mengandung tirzepatide, yang merangsang dua jalur sekaligus: GLP-1 dan GIP. Keduanya mengurangi nafsu makan dan memperlambat pengosongan lambung — dan justru efek memperlambat lambung inilah yang paling sering memicu mual.

Gambaran besar efek sampingnya mirip. Yang paling umum adalah mual, diare, muntah, dan sembelit. Gejala ini biasanya paling terasa saat pertama mulai atau saat dosis dinaikkan, lalu membaik seiring tubuh menyesuaikan diri. Dalam uji klinis pun, sebagian besar gangguan pencernaan bersifat ringan hingga sedang. Komplikasi serius jarang terjadi — dan kenyataannya, cara melewati minggu-minggu awal ini yang lebih sering jadi penentu keberhasilan, bukan nama komplikasi yang terdengar menakutkan.

Di Indonesia, Wegovy dan Mounjaro sudah mulai tersedia di sejumlah klinik estetika dan rumah sakit, meski belum ditanggung BPJS dan masih digunakan secara mandiri. Karena profil efek samping dan kontraindikasinya banyak yang tumpang tindih, artikel ini relevan untuk keduanya. Keduanya juga disuntikkan seminggu sekali, sehingga pola munculnya gejala pun serupa.

Efek samping pencernaan yang paling sering dari Wegovy dan Mounjaro — mual menempati urutan pertama di kedua obat (data Wegovy dari studi STEP, Mounjaro 15mg dari SURMOUNT-1, dua uji klinis yang berbeda)
Efek samping pencernaan yang paling sering dari Wegovy dan Mounjaro — mual menempati urutan pertama di kedua obat (data Wegovy dari studi STEP, Mounjaro 15mg dari SURMOUNT-1, dua uji klinis yang berbeda)

Efek Samping yang Paling Sering Terjadi

Dari kedua obat, mual adalah yang paling umum. Pada studi Wegovy, sekitar 44 persen peserta melaporkan mual, 30 persen diare, dan 25 persen muntah. Pada studi Mounjaro dosis tertinggi, angkanya sedikit lebih rendah: mual sekitar 31 persen, diare 23 persen, muntah 12 persen.

Tapi ada yang perlu dicatat. Dua angka itu berasal dari uji klinis yang berbeda — beda populasi, beda durasi, beda cara pengukuran. Tidak bisa langsung disimpulkan bahwa Mounjaro lebih nyaman di perut hanya dari perbandingan angka ini. Sembelit justru sedikit lebih sering dilaporkan pada pengguna Wegovy.

Yang jelas, polanya sama: mual paling sering, lalu diare dan muntah. Dan gejalanya biasanya paling berat tepat setelah dosis dinaikkan, lalu mereda dalam beberapa minggu. Karena itu, yang paling berpengaruh dalam praktiknya bukan angka absolut, melainkan seberapa pelan kenaikan dosis dilakukan. Dengan penyesuaian yang tepat, banyak pasien berhasil melewati fase awal tanpa harus berhenti.

Angka penghentian obat akibat efek samping — dalam SURMOUNT-5 yang membandingkan langsung kedua obat, penghentian akibat gangguan pencernaan: Mounjaro 2,7 persen, Wegovy 5,6 persen
Angka penghentian obat akibat efek samping — dalam SURMOUNT-5 yang membandingkan langsung kedua obat, penghentian akibat gangguan pencernaan: Mounjaro 2,7 persen, Wegovy 5,6 persen

Berapa Banyak yang Akhirnya Berhenti karena Efek Samping?

Efek samping sering terjadi, tapi tidak berarti semua orang langsung menyerah. Pertanyaan yang lebih realistis: berapa persen yang benar-benar berhenti karena tidak tahan?

Di masing-masing studi, angka penghentian akibat gangguan pencernaan umumnya satu digit — Wegovy sekitar 4–7 persen, Mounjaro sekitar 4–7 persen tergantung dosis. Mayoritas tetap melanjutkan meski ada keluhan.

Ada satu studi yang cukup penting. Grafik di atas menunjukkan hasil dari uji klinis yang membandingkan kedua obat secara langsung dalam satu penelitian yang sama. Hasilnya: penghentian akibat efek samping pencernaan pada Mounjaro 2,7 persen, pada Wegovy 5,6 persen. Karena keduanya dibandingkan dalam kondisi yang setara, angka ini lebih bermakna dari sekadar membenturkan data dua studi terpisah. Mounjaro tampak sedikit lebih mudah ditoleransi dalam studi ini — dan secara keseluruhan, angka penghentian dari kedua obat memang tidak tinggi.

Meski begitu, bukan berarti Mounjaro otomatis lebih aman untuk semua orang. Efektivitas yang lebih tinggi tidak selalu sejalan dengan efek samping yang lebih ringan, dan keseimbangannya tidak sesederhana itu. Yang paling terbukti menekan angka penghentian bukan pilihan obatnya, melainkan cara menaikkan dosisnya secara bertahap — dan prinsip ini berlaku untuk keduanya.

Efek samping serius — kejadian terkait kantung empedu lebih menonjol pada Wegovy, sedangkan pankreatitis serupa antara kedua obat dan plasebo (sekitar 0,2 persen)
Efek samping serius — kejadian terkait kantung empedu lebih menonjol pada Wegovy, sedangkan pankreatitis serupa antara kedua obat dan plasebo (sekitar 0,2 persen)

Bagaimana dengan Pankreatitis dan Batu Empedu?

Pankreatitis adalah yang paling sering dikhawatirkan. Dalam uji klinis, angka kejadiannya pada kedua obat sekitar 0,2 persen — tidak berbeda jauh dari plasebo. Analisis gabungan dari beberapa studi pun tidak menemukan bukti bahwa kedua obat ini secara bermakna meningkatkan risiko pankreatitis. Riwayat pankreatitis tetap perlu menjadi bahan diskusi dengan dokter, tapi bagi kebanyakan orang ini bukan risiko yang perlu ditakuti berlebihan.

Masalah kantung empedu agak berbeda. Seperti tampak pada grafik, kejadian terkait kantung empedu lebih jelas meningkat pada pengguna Wegovy dibanding plasebo. Beberapa analisis menunjukkan semaglutide meningkatkan risiko batu empedu secara bermakna secara statistik. Pada Mounjaro, sinyal yang sama belum terlihat sejelas itu. Tapi ada hal yang perlu diingat: penurunan berat badan yang cepat sendiri sudah merupakan faktor risiko batu empedu — sehingga sulit memisahkan apakah ini efek obatnya atau akibat turunnya berat badan itu sendiri.

Dua hal lagi yang perlu diketahui. Kedua obat mencantumkan peringatan soal tumor tiroid dalam informasi produknya — ini berdasarkan hasil pada tikus, dan belum terkonfirmasi pada manusia. Keduanya tetap tidak dianjurkan untuk orang dengan riwayat atau keluarga dengan kanker tiroid meduler. Selain itu, ada beberapa laporan langka tentang ileus (usus yang tidak bergerak normal) yang mendorong pembaruan label di Amerika Serikat, meski hubungan sebab-akibatnya belum dipastikan. Mengetahui frekuensi risiko yang sesungguhnya membantu mengurangi ketakutan yang tidak proporsional.

Proses penyuntikan obat GLP-1

Cara Mengurangi Efek Samping — dan Siapa yang Sebaiknya Menghindarinya

Cara paling efektif mengurangi efek samping adalah menaikkan dosis secara bertahap. Dalam satu studi, kelompok yang mengikuti jadwal kenaikan dosis standar memiliki angka penghentian 19 persen, sementara kelompok yang naik dosis lebih lambat sesuai respons tubuh hanya 2 persen. Kalau mual masih terasa berat, bertahan di dosis saat ini satu atau dua minggu lebih sebelum naik ke dosis berikutnya sering kali membuat perbedaan yang signifikan. Gejala biasanya paling berat tepat setelah dosis dinaikkan dan membaik dalam beberapa minggu.

Ada juga hal-hal sederhana yang bisa membantu sehari-hari: makan dalam porsi kecil tapi lebih sering, kurangi makanan berlemak tinggi, dan makan lebih pelan. Bukti klinisnya memang tidak sekuat studi besar, tapi cara-cara ini tidak ada ruginya dicoba. Kalau gejala tidak membaik, atau muncul nyeri perut hebat dan muntah terus-menerus, segera konsultasikan ke dokter sebelum melanjutkan.

Ada beberapa kondisi yang membuat kedua obat ini tidak dianjurkan. Riwayat atau keluarga dengan kanker tiroid meduler, serta kondisi genetik Multiple Endocrine Neoplasia tipe 2, merupakan kontraindikasi. Riwayat pankreatitis, masalah kantung empedu, kehamilan atau rencana hamil, serta penggunaan bersamaan dengan obat diabetes lain yang bisa menyebabkan hipoglikemia, semuanya perlu didiskusikan dulu dengan dokter.

Pada akhirnya, profil efek samping Wegovy dan Mounjaro lebih banyak miripnya daripada perbedaannya. Gangguan pencernaan yang umum bisa dikelola dengan kenaikan dosis yang pelan dan sabaran. Risiko yang lebih jarang cukup diketahui dan disaring dari awal. Obat mana yang lebih sesuai sebaiknya ditentukan bersama dokter, dengan mempertimbangkan kondisi tubuh dan target yang ingin dicapai.

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Lifting

Shurink Universe: Berapa Jauh Kulit Bisa Terangkat? Bukti dari Data Klinis

Seberapa efektif Shurink Universe untuk mengencangkan kulit wajah tanpa operasi? Kami bahas cara kerja HIFU, efek lifting per area, nyeri yang perlu diantisipasi, dan perbedaannya dengan Ultherapy — semuanya berdasarkan data jurnal klinis, bukan sekadar klaim promosi.

By Dr. Kim

Back to articles