prettytime
Skincare

Cara Kerja Everwrinkle PLLA Membangunkan Fibroblas untuk Membentuk Kolagen, Lama Bertahan, dan Efek Sampingnya

By Dr. Kim6 min read

Kalau bicara soal prosedur yang bisa membentuk kolagen baru di kulit, yang biasanya terlintas di kepala adalah thread lift atau filler PLLA seperti Sculptra. Everwrinkle juga masuk dalam golongan yang sama. Ini adalah biostimulator kolagen berbasis PLLA buatan Pharmaresearch, dan cara kerjanya bukan mengangkat kulit dari luar, melainkan memicu kulit membentuk kolagen baru dari dalam.

Karena namanya mengandung kata "booster", banyak yang mengira ini mirip skin booster yang mengisi kelembapan lewat suntikan. Padahal inti dari Everwrinkle bukan soal kelembapan, tapi soal merangsang kolagen. Mari kita bahas satu per satu, kenapa PLLA bisa membentuk kolagen, dan apa bedanya Everwrinkle dengan Everwrinkle V.

Everwrinkle Itu Prosedur Seperti Apa?

Everwrinkle adalah suntikan penginduksi kolagen dengan bahan utama PLLA (Poly-L-Lactic Acid, polimer biodegradable yang terurai perlahan di dalam tubuh). Pada kemasannya pun tertulis sebagai dermal filler PLLA yang dapat diserap tubuh, dengan kandungan PLLA sebanyak 217,7 mg per vial.

Namun bubuk PLLA saja tidak mudah disuntikkan secara merata dengan jarum. Karena itu, Everwrinkle mengandung bahan pembawa yang membantu menyebarkan partikel PLLA secara merata dalam larutan. Bahan tersebut adalah CMC (carboxymethylcellulose, zat kental yang menjaga partikel tidak mengendap) dan mannitol (senyawa gula yang mencegah partikel saling menggumpal). Kedua bahan ini hanya berperan sebagai pembawa yang membuat prosedur berjalan lancar, sementara yang benar-benar membentuk kolagen tetap PLLA.

Bagaimana PLLA Bisa Membentuk Kolagen?

Begitu partikel PLLA masuk ke lapisan dermis, tubuh mengenalinya sebagai benda asing. Makrofag (sel imun yang berpatroli di dalam tubuh untuk menangani benda asing) pun berkumpul di sekitar partikel dan mulai menguraikannya secara bertahap. Prosesnya mirip seperti petugas kebersihan yang datang berkumpul ke tempat benda asing diletakkan.

Selama proses ini berlangsung, makrofag juga mengirim sinyal yang memanggil fibroblas (sel di dalam kulit yang bertugas memproduksi kolagen). Fibroblas yang menerima sinyal tersebut bergerak ke lokasi itu dan mulai membentuk kolagen baru. Seperti benih yang tidak langsung tumbuh begitu ditanam, melainkan butuh waktu sampai akar dan batangnya muncul, PLLA juga tidak langsung bereaksi setelah disuntikkan, tapi membangun kolagen secara perlahan selama beberapa minggu.

Kolagen yang terbentuk ini berfungsi seperti tiang penyangga dari bawah kulit. Ketika tiang baru ini terbentuk, elastisitas dan ketebalan kulit ikut membaik secara bertahap. Mekanisme ini berbeda dari filler biasa yang langsung mengisi volume seketika. Karena itu, perubahan yang terlihat justru baru muncul jelas beberapa minggu setelah prosedur, bukan langsung setelahnya.

Apa Bedanya Everwrinkle dan Everwrinkle V?

Everwrinkle terbagi menjadi dua varian sesuai kebutuhan. Varian dasar, Everwrinkle, mengandung 217,7 mg PLLA per vial, sedangkan Everwrinkle V memiliki kandungan lebih tinggi yaitu 243,4 mg. Perbedaan kandungan ini memengaruhi seberapa kuat rangsangan kolagen dan seberapa terasa efek pengisiannya, meski disuntikkan di area yang sama.

Karena itu, untuk area yang luas dan dangkal yang hanya perlu perbaikan tekstur dan elastisitas kulit, biasanya digunakan varian dasar. Sementara untuk area yang butuh volume lebih, dipilih varian dengan kandungan lebih tinggi. Pada satu orang pun, kedua varian bisa dipakai bersamaan, misalnya varian dasar untuk area pipi yang luas dan varian V untuk lipatan nasolabial yang butuh kedalaman lebih.

Varian mana dan berapa banyak yang digunakan ditentukan lewat konsultasi dengan dokter, sesuai kondisi kulit dan tujuan masing-masing. Bukan berarti kandungan lebih tinggi otomatis lebih baik. Hasil yang alami justru datang dari kesesuaian antara varian dengan area dan tujuan penggunaannya.

Bagaimana Proses Prosedurnya?

Prosedur ini tidak jauh berbeda dari suntikan kolagen lainnya. Di area yang elastisitasnya menurun seperti pipi, dahi, atau leher, cairan disuntikkan secara dangkal dan bertahap menggunakan jarum halus atau kanula (jarum suntik dengan ujung tumpul dan membulat).

Yang dipakai biasanya bukan menyuntikkan banyak sekaligus di satu titik, melainkan menyebarkan sedikit demi sedikit ke banyak titik secara merata. Kalau partikel menumpuk di satu tempat, reaksi tubuh juga akan terkonsentrasi di titik itu sehingga risiko munculnya nodul meningkat. Karena itu, penyuntikan yang dangkal dan tersebar merata dianggap sebagai prinsip dasar keamanan prosedur ini. Penggunaan kanula, dibanding jarum biasa, juga bisa mengurangi jumlah titik masuk, sehingga area yang luas bisa disebar merata tanpa perlu menusuk area yang sama berulang kali.

Durasi prosedur bervariasi tergantung area dan cakupannya, tapi termasuk cepat, bahkan jika dihitung dengan waktu tunggu setelah krim anestesi dioleskan.

Kenapa Bisa Muncul Nodul dan Bagaimana Cara Meminimalkannya?

Reaksi yang paling sering dilaporkan adalah bengkak, memar, dan sedikit nyeri segera setelah penyuntikan. Ini adalah reaksi umum akibat jarum yang melewati kulit, dan biasanya mereda dalam beberapa hari.

Efek samping yang perlu diwaspadai khususnya pada golongan PLLA adalah nodul yang muncul belakangan. Ini adalah benjolan keras yang bisa teraba beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah prosedur, dan diketahui muncul ketika partikel tidak tersebar merata di jaringan melainkan menggumpal. CMC dan mannitol pada Everwrinkle memang membantu menyebarkan partikel secara merata, tapi teknik penyuntikan dan pemilihan area oleh tenaga medis tetap menjadi variabel penting.

Selain itu, ada beberapa hal yang baik diketahui sebelumnya.

  • Hindari memijat area yang baru disuntik terlalu keras: partikel yang baru masuk dan belum menetap bisa bergeser ke satu sisi jika terkena tekanan.
  • Ikuti jadwal prosedur yang dianjurkan: pembentukan kolagen butuh waktu, jadi jika terlalu sering diulang, partikel bisa menumpuk dan memicu reaksi berlebihan.
  • Hindari area yang sedang infeksi atau mengalami peradangan kulit: benda asing yang masuk ke jaringan yang meradang bisa memicu respons tubuh yang sulit diprediksi arahnya.

Kapan Hasilnya Terlihat dan Berapa Lama Bertahan?

Everwrinkle bukan prosedur yang langsung membuat kulit kencang di hari yang sama. Setelah bengkak awal mereda, kulit bahkan bisa terasa lebih datar dari biasanya untuk sementara. Namun di balik itu, fibroblas di dalam kulit sudah mulai bekerja membentuk kolagen. Karena itu, perubahan baru terlihat secara bertahap seiring berjalannya minggu.

PLLA adalah material yang butuh waktu cukup lama untuk terurai sepenuhnya di dalam tubuh. Selama proses itu berlangsung, kolagen terus terbentuk dan elastisitas kulit dikatakan membaik secara bertahap. Namun kecepatan dan tingkat reaksi ini berbeda-beda pada setiap orang, tergantung usia, kondisi kulit, jumlah, dan area penyuntikan, sehingga sulit memastikan angka pasti berapa lama hasilnya bertahan.

Selain itu, reaksi pembentukan kolagen umumnya tidak selesai dalam satu kali suntik, melainkan dirancang untuk terakumulasi lewat beberapa kali sesi dengan jeda beberapa minggu. Setiap sesi menambahkan rangsangan baru, dan ketika rangsangan-rangsangan ini bertumpuk, perubahan elastisitas kulit secara keseluruhan menjadi semakin terlihat. Karena itu, mengikuti jadwal sesi bertahap umumnya lebih dianjurkan dibanding hanya satu kali penyuntikan.

Apa yang Perlu Diperhatikan Setelah Prosedur?

Inti dari perawatan setelah prosedur adalah tidak mengganggu partikel yang baru menetap dan reaksi kolagen yang sedang berlangsung. Pada hari prosedur, sebaiknya hindari tempat dengan paparan panas tinggi seperti sauna atau ruang uap. Panas dapat membuat jaringan membengkak dan melonggar, sehingga posisi partikel bisa bergeser.

Selain itu, sebaiknya kurangi paparan sinar matahari yang kuat selama beberapa hari setelah prosedur. Sinar UV bekerja dengan cara mengurai kembali kolagen, jadi penggunaan tabir surya membantu agar kolagen yang baru terbentuk tidak saling meniadakan dengan efek sinar UV tersebut. Bengkak dan memar umumnya mereda dengan sendirinya seiring waktu, dan kecepatan pemulihan bisa berbeda pada setiap orang.

References

Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Back to articles