Setelah suntik skin booster atau Rejuran, memar dan bruntusan kecil, kapan masih wajar?
By Dr. Lee7 min read

Abis suntik skin booster atau Rejuran, tiba-tiba wajah memar atau muncul bruntusan kecil berbiji, wajar kalau langsung deg-degan. Rasanya kok ada yang salah. Tapi sebetulnya, sebagian besar reaksi ini sudah bisa diprediksi sejak awal, karena prosedurnya memang melibatkan banyak tusukan jarum ke wajah. Masalahnya cuma satu: banyak yang belum tahu batas antara reaksi wajar dan sinyal bahaya.
Skin booster bekerja dengan menyuntikkan bahan aktif seperti hyaluronic acid atau PDRN ke lapisan kulit paling dangkal, di banyak titik berbeda. Karena jumlah tusukan yang banyak, memar, bengkak, dan bekas tusukan kecil memang sering mengikuti. Umumnya reda dalam beberapa hari sampai seminggu. Tapi sesekali bisa muncul nodul atau reaksi hipersensitivitas. Artikel ini membahas satu per satu: mana yang wajar, dan kapan perlu ke dokter.

Kenapa hampir semua efek samping skin booster masih tergolong wajar?
Hampir semua efek samping skin booster berakar dari proses injeksinya sendiri. Waktu jarum ditusuk puluhan kali ke seluruh wajah, wajar kalau muncul kemerahan, bengkak, rasa tertekan, dan memar. Penelitian menunjukkan reaksi di area suntikan terjadi pada 60 hingga 80 persen orang yang menjalani prosedur ini. Hampir semuanya ringan dan hilang dengan sendirinya.
Yang penting dipahami: reaksi-reaksi ini bersifat sementara. Kemerahan dan bengkak biasanya mereda dalam 24 hingga 48 jam, paling lama seminggu, tanpa perlu penanganan khusus. Efek samping serius sendiri sangat jarang. Berbagai penelitian melaporkan angka masalah berat di bawah 1 persen. Jadi hampir semua rasa tidak nyaman setelah skin booster masuk kategori reaksi wajar.
Kalau wajah langsung merah, bengkak, atau ada bekas tusukan kecil tepat setelah prosedur, itu bukan tanda ada yang salah. Justru itu reaksi yang memang diperkirakan terjadi saat bahan aktif mulai menetap di lapisan kulit. Patokannya sederhana: ringan dan membaik dalam beberapa hari berarti normal, makin parah atau berlama-lama berarti perlu diperiksa. Dengan patokan ini, sebagian besar kekhawatiran pasca-prosedur bisa langsung terjawab.

Memar dan bengkak: seberapa sering dan kapan hilangnya?
Memar adalah keluhan yang paling sering muncul. Wajah punya pembuluh darah halus yang sangat padat, jadi waktu jarum melewatinya, memar gampang terbentuk. Penelitian melaporkan memar ringan terjadi pada 30 hingga 40 persen orang yang menjalani skin booster. Risiko lebih tinggi kalau kulit tipis, atau sedang mengonsumsi pengencer darah seperti aspirin, omega-3, atau suplemen tertentu.
Kabar baiknya, waktu yang menyelesaikan semuanya. Kemerahan dan bengkak biasanya hilang dalam 1-2 hari, sedangkan memar butuh sedikit lebih lama, umumnya lenyap dalam 1-2 minggu. Selama beberapa hari pertama setelah prosedur, hindari menggosok wajah terlalu keras atau berlama-lama di tempat panas supaya pemulihan lebih cepat. Kalau memar menyebar cukup luas, warnanya akan memudar seiring waktu, jadi tidak perlu terburu-buru khawatir.
Ada juga cara mencegahnya. Beberapa hari sebelum prosedur, hindari aspirin, omega-3, dan alkohol yang bisa mengencerkan darah. Kompres dingin tepat setelah prosedur membantu meminimalkan memar. Kalau ada acara penting, jadwalkan prosedur setidaknya seminggu sebelumnya. Memar memang sering muncul, tapi bisa dikendalikan dengan persiapan yang tepat. Kalau kamu memang mudah memar, ceritakan ke dokter sebelum mulai.

Kenapa bruntusan kecil bisa muncul setelah prosedur?
Setelah prosedur, kadang muncul bruntusan kecil berbiji di beberapa titik wajah. Ini lazim terjadi, terutama dengan Rejuran yang menyuntikkan bahan dalam tetesan kecil ke lapisan kulit dangkal. Secara medis disebut papula. Ini bukan tanda prosedurnya gagal, hanya karena bahan yang baru disuntik belum sempat menyebar dan masih menumpuk di satu titik.
Biasanya dalam 1-2 hari papula akan mereda sendiri seiring bahan aktif meresap dan menyebar ke sekitarnya. Durasi bisa sedikit berbeda tergantung area dan jumlah injeksi. Yang penting: jangan dipijit atau dipencet paksa. Biarkan saja, karena kulit akan meratakannya sendiri. Kalau keesokan hari masih terasa ada benjolan kecil, tunggu beberapa hari saja, karena sebagian besar hilang tanpa intervensi apa pun.
Tapi kalau setelah beberapa minggu masih ada benjolan keras yang tidak kempes, bahkan membesar dan memerah, itu cerita yang berbeda. Bisa jadi itu nodul, bukan papula sementara, dan perlu diperiksa dokter. Intinya, bruntusan kecil langsung setelah prosedur berarti wajar, sedangkan benjolan keras yang bertahan lama dan mengeras berarti perlu dievaluasi. Kalau ragu, biarkan 1-2 hari dulu. Sebagian besar kasus tidak perlu lebih dari itu.

PDRN di Rejuran, perlu khawatir soal alergi?
Bahan utama Rejuran adalah PDRN (polynucleotide), yaitu fragmen DNA yang diekstrak dari ikan salmon dan sudah melalui proses pemurnian ketat. Karena asalnya dari ikan, orang dengan riwayat alergi ikan kadang langsung khawatir. Tapi PDRN diproses sampai protein penyebab alergi benar-benar dihilangkan, sehingga reaksi alergi sungguhan sangat jarang terjadi.
Meski begitu, lebih aman untuk tetap lapor ke dokter sebelum prosedur. Kalau punya riwayat alergi ikan yang parah atau pernah ada reaksi tidak biasa setelah suntikan sebelumnya, ceritakan agar dokter bisa menentukan apakah prosedur aman dilakukan. Begitu juga kalau sedang hamil, menyusui, atau ada peradangan di area yang akan disuntik, prosedur sebaiknya ditunda dulu. Hal-hal kecil ini adalah langkah dasar yang bisa memangkas risiko efek samping secara signifikan.
Risiko alergi PDRN memang rendah, tapi tidak nol. Kalau setelah prosedur wajah tiba-tiba bengkak luas, muncul biduran, atau gatal yang menyebar, itu bisa jadi tanda hipersensitivitas dan perlu segera dilaporkan ke klinik. Jarang memang, tapi penting untuk tahu tanda-tandanya supaya tidak terlewat. Prosedur di klinik resmi yang menggunakan produk asli juga membantu meminimalkan risiko reaksi yang tidak terduga.

Kapan reaksi skin booster harus segera ditangani?
Dua patokan untuk membedakan reaksi normal dan tanda bahaya: tingkat keparahan dan durasi. Ringan dan membaik dalam beberapa hari berarti normal, sedangkan makin parah atau tidak kunjung reda berarti perlu diwaspadai. Kemerahan, bengkak, memar kecil, dan papula yang memudar dalam 1 sampai 7 hari tidak perlu dikhawatirkan.
Sebaliknya, ada beberapa kondisi yang butuh penanganan segera. Kalau area suntikan berubah putih, terasa nyeri hebat, atau kulitnya jadi belang, bisa ada masalah pada pembuluh darah dan perlu dilaporkan langsung. Kalau setelah beberapa hari masih merah, bengkak, terasa panas, atau ada cairan seperti nanah, patut dicurigai infeksi. Kalau beberapa minggu kemudian muncul benjolan keras, perlu dicek kemungkinan nodul. Kalau seluruh wajah bengkak disertai biduran yang menyebar, itu tanda hipersensitivitas. Satu saja tanda seperti ini muncul, jangan ditunggu: langsung hubungi klinik.
Kalau melihat angkanya, masalah serius terjadi pada kurang dari 1 persen kasus, jadi sangat jarang. Kebanyakan orang hanya mengalami reaksi ringan dan pulih dalam beberapa hari. Jadi tidak perlu takut berlebihan, tapi penting untuk tahu seperti apa tanda bahayanya. Kalau tidak yakin reaksinya wajar atau tidak, tanya langsung ke klinik jauh lebih aman daripada menunggu sambil menebak-nebak.

Cara meminimalkan efek samping skin booster
Persiapan dimulai sebelum jadwal prosedur. Beberapa hari sebelumnya, hindari aspirin, omega-3, dan alkohol yang bisa mengencerkan darah, karena ini membantu mengurangi memar. Kondisi tubuh yang prima juga mempercepat pemulihan. Kalau ada jerawat, luka, atau peradangan di area yang akan disuntik, tunggu sampai kondisinya membaik. Persiapan-persiapan kecil ini bisa memangkas setengah risiko efek samping.
Setelah prosedur pun ada yang perlu diperhatikan. Di hari yang sama, hindari menggosok wajah keras-keras atau memakai makeup tebal. Beberapa hari ke depan, tunda sauna dan olahraga berat yang bisa meningkatkan suhu tubuh dan memperparah bengkak. Pakai sunscreen dan pelembap agar kulit pulih lebih cepat. Kalau muncul papula, jangan disentuh, beri waktu dan biarkan hilang sendiri.
Tempat prosedur juga sangat menentukan. Klinik yang menjaga kebersihan dan siap menangani jika ada masalah akan meminimalkan risiko infeksi dan nodul. Pastikan mereka menggunakan produk asli dan tenaga yang berpengalaman. Skin booster umumnya prosedur yang aman, tapi keamanan itu sangat bergantung pada persiapan dan pilihan klinik. Kalau harganya terlalu murah dan mencurigakan, ada baiknya cek dulu soal keaslian produk dan standar kebersihannya. Persiapan yang tepat dan klinik yang baik adalah kombinasi paling efektif untuk meminimalkan efek samping.
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Cara Menghilangkan Milia di Sekitar Mata, Ekstraksi Manual, Laser CO2 dan Erbium YAG, serta Perawatan agar Tidak Kambuh
Kenapa milia berupa bintik putih kecil muncul di sekitar mata, apa bedanya dengan syringoma, kapan ekstraksi manual dan laser CO2 atau Erbium YAG dipakai, apakah boleh mencungkilnya sendiri dengan jarum, dan seberapa sering kambuh, dirangkum secara mudah dari jurnal yang sebenarnya.
By Dr. Lee

Kenapa Bintik Merah Cherry Angioma Muncul, dan Pilih Laser Vaskular atau Elektrokauter agar Hilang Tanpa Bekas?
Apa sebenarnya bintik merah cerah yang muncul di dada atau punggung, cherry angioma ini, kenapa jumlahnya bertambah seiring usia, bagaimana membedakannya dari tahi lalat, kutil, atau purpura, lalu antara laser vaskular seperti pulsed dye, KTP, dan long pulse Nd:YAG dengan elektrokauter, mana yang paling tepat untuk menghilangkannya serta cara mengurangi risiko bekas luka dan hiperpigmentasi, sampai kapan harus periksa ke dokter, semuanya dirangkum dengan mudah lewat data penelitian nyata.
By Dr. Kim

Efek samping filler yang wajib kamu tahu sebelum suntik, dari sumbatan pembuluh darah dan kebutaan sampai granuloma
Seberapa sering efek samping filler terjadi dan mana yang benar-benar berbahaya, kenapa sumbatan pembuluh darah dan kebutaan bisa terjadi, apa itu nodule, granuloma, dan biofilm, sejauh mana hyaluronidase bisa membalikkan filler, serta apa yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko, semua dibahas tanpa dibesar-besarkan.
By Dr. Kim