prettytime
Filler

Belotero Filler: Perbedaan Soft, Balance, Intense, Volume dan Apakah Aman untuk Bawah Mata?

By Dr. Kim9 min read

Saat mulai mencari filler, nama Belotero cukup sering ditemukan. Tapi di belakangnya ada Soft, Balance, Intense, Volume, dan nama-nama lain yang membuat bingung harus pilih yang mana. Ditambah lagi katanya bisa dipakai di bawah mata, membuat banyak orang bertanya-tanya apakah itu aman.

Intinya: Belotero bukan satu produk tunggal. Ini adalah nama keluarga filler berbahan asam hialuronat (HA) buatan Merz dari Jerman. Keunggulan utamanya ada pada teknologi CPM yang membuat gel menyatu lebih halus dengan jaringan kulit, sehingga bisa digunakan di area tipis seperti bawah mata dengan hasil yang relatif natural. Di bawah ini, perbedaan masing-masing varian dijelaskan dalam tabel, kenapa CPM berbeda, bagaimana proses tindakan, berapa lama efeknya, dan apa saja efek samping yang perlu dipahami.

Produk filler hyaluronic acid Belotero

Apa Itu Filler Belotero?

Belotero adalah filler asam hialuronat yang diproduksi oleh Merz, perusahaan asal Jerman. Asam hialuronat, atau disingkat HA, adalah zat yang memang sudah ada secara alami di dalam kulit. Fungsinya menarik dan mengikat air sehingga kulit terasa lembap dan tampak berisi. Seiring bertambahnya usia, HA berkurang dan kulit mulai kehilangan volume serta muncul kerutan. Belotero mengolah HA ini menjadi gel yang disuntikkan ke area yang cekung untuk langsung mengisi kekurangannya. Itulah kenapa efeknya bisa terlihat langsung pada hari yang sama, berbeda dari tindakan yang merangsang kolagen secara bertahap.

Sampai di sini masih mirip dengan filler HA lainnya. Yang membedakan Belotero ada pada cara gelnya dibuat. HA murni terurai cepat di dalam tubuh, sehingga perlu diikat silang (cross-linking) agar lebih tahan lama. Kebanyakan filler mengikat rantai HA secara merata, tapi Belotero menggunakan teknologi yang disebut CPM untuk menciptakan gel dengan bagian yang lebih rapat dan bagian yang lebih longgar dalam satu gel yang sama. Dalam bahasa sederhana, ini adalah gel dengan kepadatan yang bervariasi dalam satu produk. Hasilnya, gel tidak menggumpal menjadi satu massa padat, melainkan menyebar dan menyatu secara merata ke jaringan kulit sekitarnya seperti air yang meresap. Inilah yang membuat Belotero lebih sulit teraba sebagai gumpalan dan transisinya lebih halus ke jaringan sekitar.

Satu hal penting lainnya: karena Belotero adalah filler HA, jika hasilnya tidak memuaskan atau terjadi masalah, bisa disuntikkan hyaluronidase yaitu enzim yang mengurai HA sehingga filler bisa dilarutkan kembali. Ini adalah pengaman utama HA filler yang tidak dimiliki semua jenis filler. Berbeda dari Sculptra atau Radiesse yang merangsang pembentukan kolagen baru, Belotero langsung mengisi volume di tempat suntikan.

Perbedaan tingkat kekerasan dan konsentrasi berbagai varian Belotero
Perbedaan tingkat kekerasan dan konsentrasi berbagai varian Belotero

Kenapa Variannya Banyak?

Alasannya sederhana: setiap area wajah butuh karakter gel yang berbeda. Kerutan halus di permukaan butuh gel yang lebih lembut dan cair, sementara kerutan dalam atau pengisian volume butuh gel yang lebih keras dan padat. Itulah kenapa Belotero hadir dalam beberapa varian dengan tingkat kekerasan dan konsentrasi yang berbeda.

Empat varian yang paling sering digunakan bisa dilihat di tabel berikut.

ItemSoftBalanceIntenseVolume
Konsentrasi HA20 mg/mL22,5 mg/mL25,5 mg/mL26 mg/mL
KekerasanPaling lembutSedangKerasPaling keras
Kedalaman suntikDermis dangkalDermis tengahDermis dalamLapisan dalam, di atas tulang
Area utamaKerutan halus, sudut mataLipatan nasolabial, bawah mataKerutan dalam, bibirPipi, tulang pipi untuk volume

Seperti terlihat di tabel, dari Soft ke Volume konsentrasinya semakin tinggi dan semakin keras. Soft yang paling lembut digunakan untuk kerutan halus di area tipis seperti sudut mata. Balance yang berada di tengah cocok untuk lipatan nasolabial dan bawah mata. Intense yang lebih keras untuk kerutan dalam dan bibir. Volume yang paling keras untuk mengisi pipi yang cekung dan tulang pipi. Pola umumnya: semakin lembut untuk area tipis dan ekspresi halus, semakin keras untuk mengisi volume di lapisan yang lebih dalam.

Beberapa hal tambahan yang perlu diketahui: Belotero juga tersedia dalam formula yang sudah dicampur dengan lidokain untuk mengurangi rasa sakit selama tindakan, biasanya ditandai dengan nama tambahan atau tanda plus di belakang nama produknya. Jika sensitif terhadap rasa sakit, ini bisa ditanyakan sebelumnya. Selain itu, Merz juga punya produk seperti Belotero Hydro atau Revive yang lebih fokus pada hidrasi dan perbaikan tekstur kulit secara menyeluruh. Produk-produk ini lebih masuk kategori skin booster daripada filler pengisi volume, sehingga tujuannya berbeda. Jadi meskipun namanya sama, produk yang dipilih tergantung pada apakah masalahnya adalah kerutan yang perlu diisi, volume yang perlu ditambah, atau tekstur kulit yang perlu diperbaiki. Pemilihan produk yang salah bisa menghasilkan tampilan yang tidak sesuai, dan di sinilah penilaian tenaga medis yang berpengalaman sangat menentukan.

Teknologi CPM membuat gel menyatu merata ke jaringan kulit dengan transisi yang halus dan risiko efek Tyndall yang lebih rendah
Teknologi CPM membuat gel menyatu merata ke jaringan kulit dengan transisi yang halus dan risiko efek Tyndall yang lebih rendah

Kenapa CPM Punya Keunggulan di Bawah Mata?

Bawah mata adalah salah satu area yang paling sering disebut saat membahas Belotero. Ini juga area yang paling sulit untuk filler karena kulitnya tipis dan sensitif. Jika gel tidak menyatu dengan baik, filler bisa terlihat dari luar dan menimbulkan warna kebiruan yang disebut efek Tyndall. Begitu terjadi, sulit ditutupi dengan makeup dan justru lebih mencolok.

Inilah kenapa CPM menjadi relevan di area ini. Karena gel menyebar secara merata ke jaringan dan tidak menggumpal, transisinya lebih halus bahkan di kulit tipis seperti bawah mata, dan efek Tyndall lebih kecil kemungkinannya. Belotero Balance bahkan mendapatkan persetujuan resmi di Amerika Serikat untuk pengisian area cekung di bawah mata, sebuah pencapaian yang cukup berarti mengingat tidak banyak filler HA yang mendapatkan izin khusus untuk area yang sedemikian menantang ini.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu disampaikan secara jujur. CPM memang membuat Belotero relatif lebih cocok untuk bawah mata, tapi bawah mata tetap merupakan area yang sulit untuk filler apapun. Pengalaman dan keahlian tenaga medis sangat menentukan hasilnya. Volume yang sedikit saja berlebih bisa menyebabkan pembengkakan atau penggumpalan, dan ketika ada masalah di bawah mata, hasilnya sangat mudah terlihat. Selain itu, perlu dipastikan dulu apakah penyebab cekungnya di bawah mata memang cocok diisi dengan filler, atau apakah redistribusi lemak atau metode lain yang lebih tepat. Jika lemak di bawah mata menonjol ke depan dan menciptakan bayangan, mengisi area di bawahnya dengan filler justru bisa membuat tampilan lebih bengkak. Itulah kenapa untuk bawah mata, lebih penting lagi untuk menyerahkannya ke tangan yang berpengalaman dengan jumlah yang minimal dan tepat. Untungnya, karena ini adalah filler HA, jika ada masalah bisa dilarutkan kembali dengan hyaluronidase.

Sesi suntik filler Belotero

Seberapa Natural Hasilnya?

Efeknya tidak diragukan. Area yang cekung langsung terisi dan kerutan langsung terlihat berkurang di hari yang sama. Hasil akhir yang sesungguhnya baru terlihat sekitar 1 hingga 2 minggu setelah pembengkakan mereda. Ketika dilakukan dengan tepat, hasilnya bukan terlihat seperti "sesuatu ditambahkan," melainkan seperti kondisi kulit yang memang sudah seperti itu. Teknologi CPM yang membuat transisi lebih halus berkontribusi pada kesan yang lebih natural ini.

Tapi kealamian hasilnya pada akhirnya bergantung pada jumlah dan teknik yang digunakan. Terlalu banyak filler dalam satu sesi akan membuat tampilan terlihat menggelembung dan tidak proporsional. Lebih aman mulai dengan jumlah yang konservatif, lalu tambah jika dirasa kurang. Lebih mudah menambah daripada mengurangi secara merata setelah diisi terlalu banyak.

Pemilihan varian yang sesuai area juga sangat penting. Menggunakan Volume di bibir yang tipis dan terus bergerak akan terasa menggumpal dan kaku. Sebaliknya, menggunakan Soft di pipi yang dalam akan cepat terserap dan efeknya tidak bertahan. Itulah kenapa meskipun sama-sama Belotero, produk mana yang digunakan di area mana sangat menentukan hasil akhirnya.

Satu catatan lagi: filler mengisi volume di tempat suntikan, bukan mengangkat jaringan yang kendur. Jika ingin mengatasi wajah yang mulai kendur, mencoba mengisinya dengan filler saja justru bisa membuat wajah terlihat lebih berat. Untuk masalah kekenduran, kombinasi dengan tindakan lifting biasanya memberikan hasil yang lebih sesuai.

Durasi efek berbagai varian Belotero: varian yang lebih lembut lebih singkat, varian untuk volume lebih lama
Durasi efek berbagai varian Belotero: varian yang lebih lembut lebih singkat, varian untuk volume lebih lama

Prosesnya Seperti Apa dan Berapa Lama Bertahan?

Tindakannya biasanya singkat. Setelah krim anestesi dioleskan atau menggunakan produk yang sudah mengandung lidokain, filler disuntikkan menggunakan jarum halus atau kanula yaitu tabung dengan ujung tumpul. Jarum lebih presisi untuk penempatan yang tepat, sementara kanula bisa menjangkau beberapa arah dari satu titik masuk dan mengurangi risiko memar serta cedera pembuluh darah. Untuk area seperti bawah mata yang banyak pembuluh darahnya dan sensitif, banyak tenaga medis yang lebih memilih menggunakan kanula. Tindakannya sendiri biasanya selesai dalam 10 hingga 20 menit tergantung areanya, dan setelahnya bisa langsung beraktivitas normal.

Downtime-nya ringan. Kemerahan, sedikit bengkak, dan memar di area suntikan bisa terjadi setelah tindakan, tapi biasanya mereda dalam beberapa hari hingga 1 hingga 2 minggu. Jika ada acara penting, sebaiknya memberi jeda setidaknya satu minggu.

Berapa lama efeknya bertahan bergantung pada varian dan area yang disuntik. Soft yang paling lembut sekitar 6 hingga 9 bulan, Balance sekitar 6 hingga 12 bulan, Intense yang lebih keras sekitar 9 hingga 12 bulan, dan Volume untuk pengisian besar sekitar 12 hingga 18 bulan. Tapi perlu dipahami bahwa angka-angka ini adalah rata-rata, bukan jaminan. Area yang terus bergerak seperti bibir dan sudut mata mengurai filler lebih cepat dibanding pipi yang relatif diam. Metabolisme yang lebih cepat juga mempercepat penyerapan. Artinya, Belotero bukan tindakan sekali seumur hidup, melainkan perawatan yang perlu diulang saat efeknya mulai memudar. Saat menghitung anggaran, lebih realistis jika memasukkan biaya pengulangan secara berkala.

Efek samping Belotero sebagian besar ringan, tapi oklusi vaskular meski sangat jarang bisa serius. Karena ini filler HA, bisa dilarutkan kembali dengan hyaluronidase
Efek samping Belotero sebagian besar ringan, tapi oklusi vaskular meski sangat jarang bisa serius. Karena ini filler HA, bisa dilarutkan kembali dengan hyaluronidase

Efek Samping dan Siapa yang Perlu Berhati-hati?

Efek samping yang umum relatif ringan. Bengkak, memar, dan sedikit terasa keras di area suntikan biasanya muncul setelah tindakan, tapi umumnya mereda dalam 1 hingga 2 minggu. Kadang teraba benjolan kecil di area suntikan, yang biasanya hilang seiring waktu atau dengan pijatan ringan. Dalam kasus yang lebih jarang, nodul bisa muncul beberapa minggu hingga bulan setelah tindakan, kadang dipicu oleh infeksi atau stimulus imun lainnya, dan biasanya bisa diatasi dengan pengobatan.

Tapi ada satu risiko serius yang harus dipahami sebelum memutuskan, meski angka kejadiannya sangat kecil: oklusi vaskular. Ini terjadi ketika filler masuk ke dalam pembuluh darah dan menyumbatnya. Dalam kondisi terburuk, bisa menyebabkan nekrosis kulit atau, sangat jarang, kebutaan. Area yang paling berisiko adalah di antara alis, hidung, dan bawah mata karena di sana terdapat pembuluh darah yang berdekatan dengan arteri ke mata.

Dua hal yang perlu dipastikan sebelum memilih tempat tindakan: pertama, tenaga medisnya memiliki pemahaman yang baik tentang anatomi pembuluh darah wajah. Kedua, tempat tersebut memiliki hyaluronidase yang siap digunakan jika terjadi kedaruratan. Kemampuan membalik efek filler HA inilah yang membuat Belotero dianggap lebih aman dibanding jenis filler lain yang tidak bisa dilarutkan.

Ada beberapa kondisi di mana tindakan sebaiknya dihindari: kehamilan dan menyusui, riwayat reaksi alergi terhadap asam hialuronat, serta adanya infeksi atau peradangan aktif di area yang akan disuntik. Mereka yang memiliki penyakit autoimun atau riwayat nodul yang sulit sembuh juga sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu.

Kesimpulannya: Belotero adalah filler HA dengan teknologi CPM yang memungkinkan gel menyatu lebih halus ke jaringan kulit, menjadikannya pilihan untuk berbagai area mulai dari kerutan halus hingga pengisian volume dan area sensitif seperti bawah mata. Hasilnya paling aman dan natural ketika varian yang dipilih sesuai area, jumlahnya tidak berlebihan, dan dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman di tempat yang siap menangani komplikasi.

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Back to articles